Sep
23
2008
Pelindung Utopia
Posted by: Villam in Asides, tags: 100 kata, cerpen fantasi, Pelindung UtopiaSudah seratus tahun patungku berdiri tegak di depan gerbang Utopia, saat seorang bocah menunjuk pedangku. “Ibu, kenapa tak seorangpun boleh menyentuhnya?”
“Hanya dia yang pantas.”
“Tapi dia sudah mati.”
—
baca kisah Pelindung Utopia selengkapnya di sini
lihat catatan saya mengenai penulisan Cerpen 100 Kata di sini





Entries (RSS)