[tab:Hal 1]Penulis : Steven Saylor; Penerbit : Onread Books; Tahun Terbit : 2008; Tebal : 735 Halaman; Genre : Fiksi Sejarah.

Setelah membaca beberapa buku fantasi karya penulis dalam negeri, dan lebih banyak lagi membaca komik Detektif Conan, akhirnya saya membaca buku tebal berjudul Roma, karya Steven Saylor.

[tab:Hal 2]Sebagai penggemar kisah-kisah epik dan sejarah, tentu saja inilah jenis buku yang memang ingin saya baca. Dan setelah membaca, saya memang puas. Pertama, karena Steven Saylor memang tukang cerita (jangan salah, ini adalah novel, dan Saylor sungguh pandai bercerita) dan ahli sejarah Roma yang mumpuni. Kedua, karena saya banyak belajar hal baru tentang mitologi Roma yang unik, dan intrik-intrik sosial politik yang mewarnai sejarah negeri tersebut sejak 1000 tahun Sebelum Masehi, hingga masa Julius Caesar dan Octavianus di abad pertama Masehi.

Sangat beruntung saya bisa membaca ini (terima kasih sebesar-besarnya buat seseorang yang bisa membuat saya membaca ini). Banyak yang bisa saya pelajari. Baik mengenai sejarah, maupun dalam hal ‘cara yang baik dan benar untuk menulis kisah epik fantasi’. Hah!

8 Responses to “Roma : Kisah Epik Dari Zaman Romawi Kuno”

  1. 1
    bagas Says:

    ceritanya bagus tidak? saya tertarik mau beli karena sedang dapat promo diskon 45% dari toko buku langganan saya. hehe,
    garis besar ceritanya seperti apa?
    [rq=4716,0,blog][/rq]Tentang Konjungtivitis dan Swakarantina

  2. 2
    Villam Says:

    novel ini dibagi menjadi 12 bagian. bagian pertama mengambil setting tahun 1000 SM, bagian kedua di jaman berikutnya, terus sampi ke bagian ke-12 yang mengambil setting sekitar tahun 50 SM, jaman julius caesar dan octavianus.

    setiap bagian punya cerita tersendiri, namun sebenarnya ada benang merah yang menghubungkan satu jaman dengan jaman lainnya. dan seperti layaknya cerita epik, di dalamnya ada kisah kepahlawanan, pengorbanan, pengkhianatan, kehidupan, kematian.

    kalo buat gue ceritanya bagus banget.
    tapi tentunya nanti akan tergantung selera juga. :-)

  3. 3
    serpentwitch Says:

    Baca Rome ini seperti baca Samkok ga Vill?? hehe. Kalau enak dibaca kynya gw jg tertarik. Tapi itu kover rada2 kurang attractive, seperti bukan novel hihi :D

  4. 4
    Villam Says:

    steven saylor is a good writer, really, so don’t worry about the writing.
    dan iya, covernya rada asal-asalan sih.

  5. 5
    bagas Says:

    seperti baca “Gajahmada”-nya Langit Kresna Hariadi? Jadi semacam fiksi roman dengan fakta-fakta sejarah? Ada ilustrasi-ilustrasi tidak? Akan lebih mudah membayangkannya kalau ada ilustrasi. Saya sudah mencoba mencari informasi di google books, tapi ternyata belum dipindai… heehe,,
    .-= bagas´s last blog ..Tentang Konjungtivitis dan Swakarantina =-.

  6. 6
    Villam Says:

    yup, semacam fiksi roman dengan beberapa fakta sejarah. tapi menurut gue, fiksi epik fantasinya lebih kental. kalau ilustrasi, terbatas pada peta-peta perkembangan roma pada setiap jamannya.

  7. 7
    bagas Says:

    menyebalkan! gue udah beli bukunya, awalnya senang banget liat sinopsis dan daftar isinya, memuaskan keingintahuan gue akan sejarah Romawi Kuno. tapi setelah membaca bab pertama, gue langsung ilfil… terjemahannya buruk banget! perhatiin deh, kae pekerjaan penerjemah amatiran, banyak pengulangan kata ‘itu’ dan ‘ini’ dan ‘tersebut’. Bahkan ada beberapa kalimat yang butuh gue baca berkali-kali sebelum mengerti maksudnya — gue curiga karena penerjemahnya menerjemahkan secara gegabah. Jadi kesannya kae baca Indonenglish. Ada beberapa ungkapan bahasa Inggris yang sebenarnya ga cocok untuk diterjemahkan secara harfiah, misalnya “The government of the US owes their status as one of the wealthiest nations of the world to the rapid development in 1970s”. Kan jelek kalau ‘owe’ tetap diterjemahkan ‘berutang’. Gitu gitu deh. coba deh lu baca lagi bab pertama, itung ada berapa kata ‘itu’.

    tapi yowislah, mudah-mudahan bab-bab berikutnya lebih menarik.
    sejauh ini, penerjemah terbaik menurut saya adalah penerjemah di Gramedia, terutama yang menerjemahkan trilogi The Lord of the Rings dan Harry Potter.

  8. 8
    Villam Says:

    hahahah… bisa jadi.
    gue kalo ketemu kata ‘itu’, ‘ini’, atau ‘tersebut’ biasanya gue abaikan aja sih, gak gue itung.

Leave a Reply