Diskusi Pulau Penulis Fiksi Fantasi – Sesi 2
Posted by: Villam in Dokumentasi, tags: alamat penerbit, dan brown, fiksi fantasi, kritik cerita, Pulau Penulis, Tips Menulis
[tab: Hal 1]Sesi II (23 Nov 2007 – 15 Des 2008)
- Tips Dan Brown: 7 hal untuk menarik perhatian editor, oleh rd_Villam
- Fakta Seputar Kehidupan Penulis, oleh Midu Khullar
- Informasi alamat penerbit
- Tentang fantasi modern
- Tentang kritik pembaca
- Tentang novel fantasi lokal
[tab: Hal 2]
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 23, 2007, 10:19:27 am
________________________________________
Friends,
Di bawah ini adalah 7 karakter novel yang menurut om Dan Brown bisa menarik perhatian editor, tidak peduli apapun genrenya: thriller, fantasy, romance atau yang lainnya.
Tapi ya mohon dimaklumi, ini kan menurut editor di amrik sono.
Editor sini pastinya punya penilaian lain (terutama yang berkaitan dengan ‘market’ di indonesia). Pastinya juga, bisa jadi penulis lain punya tips yang berbeda, yang mungkin bertentangan dengan pendapat si om.
Buat yang belon kenal si om, beliau adalah penulis Da Vinci Code, Angels & Demons, dan juga Digital Fortress. Mau kenalan lebih lanjut, hubungi beliau di www.danbrown.com
Begini nih 7 hal tersebut, yang gua tambahin juga sedikit komen gua (yang bisa salah lho… hihihi…):
1. Sole dramatic question
Naskah-naskah bagus katanya selalu punya satu buah ide utama, gak peduli mau serumit apa plotnya, yang bisa dinyatakan dalam satu buah kalimat atau pertanyaan, seperti:
Apakah Frodo mampu menunaikan tugasnya menghancurkan ‘the Ring of Power’?
Apakah Harry berhasil mengalahkan musuh besarnya, Voldemort?
Apakah Cinderella bakal nikah sama pangerannya (or live happily ever after. heheh…)?
Coba kita liat naskah kita, bisa gak kita simpulkan dalam satu buah kalimat. Kalo gak, artinya cerita kita kurang kuat.
2. Setting, setting, setting
Bikin pembaca tertarik dengan mengenalkan sebuah ‘dunia’ yang baru, yang belon mereka kenal, seperti: kehidupan di peternakan, kantor agen rahasia, tambang batubara, kantor dpr, sekolah luar biasa, penjara nusakambangan, batavia tempo doeloe, pantai ujungkulon, dll.
Boleh-boleh aja sih kita beranggapan bahwa beberapa pembaca lebih suka setting kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, mal, cafe. Tapi barangkali kita bisa mencari sesuatu yang baru dan gak membosankan.
Kalo ceritanya bergenre fantasi, kita bisa lebih bebas sih. tapi hati-hati juga, sekalipun fantasi, settingnya tetap harus bisa diterima pembaca. Setting Lord of the Rings atau Harry Potter bisa diterima karena pengarangnya punya bejibun cerita sejarah di belakangnya, sehingga punya jawaban logis atas setiap pertanyaan-pertanyaan yang timbul.
3. In and Out Scene building
Buat cerita yang terus mengalir cepat tanpa berhenti. Potong, bahkan kalau perlu buang adegan-adegan yang sebenarnya gak perlu dan bikin lambat cerita. Biasanya masalah ini berbentuk narasi berkepanjangan atau dialog basa-basi yang gak perlu di awal atau di akhir adegan.
Jadi emang mesti pinter-pinter nih masuk (in) ke sebuah adegan, jangan terlalu cepat tapi juga jangan terlalu lambat. Dan juga saat keluar (out) adegan, jangan terlalu lama. Kalau perlu adegannya digantung, biar pembaca penasaran.
Tapi kata beberapa penulis lain, sebaiknya hati-hati menggunakan teknik ‘scene cutting’ yang menggantung begini, soalnya bisa memutus emosi pembaca yang udah kita bangun dengan susah payah. Kata seorang teman, ini ibarat nonton film action, tiba-tiba dipotong iklan saat adegan puncak.
Hmmm, gak sedep kan…
4. Creating tension – the 3 C’s (the clock, the crucible, the contract)
Beberapa teknik buat bikin tegang pembaca:
The clock : masukin protagonis kita dalam tekanan waktu, entah itu dalam detik, jam, hari. yang membuat si tokoh ini harus bertindak segera, kalo nggak doi bakalan kehilangan segalanya. Boleh yang berbentuk eksplisit seperti bom waktu kayak film Speed, atau boleh juga yang model mesti dapet pacar dalam 30 hari.
The crucible : masukin protagonis dalam ‘mobil panas’. Si om ngasih contoh film Jaws, dimana tokohnya dimasukin ke kapal bocor, radio mati, jauh dari pantai, ditemenin ikan hiu. Pokoknya dia gak bisa lari kemana-mana, dan akhirnya harus berjuang. Jangan perlakukan protagonis kita terlalu manis, kasih masalah terus-menerus.
The contract : bikin janji buat para pembaca, lalu ditepati. Istilah terkenalnya Chekov’s Gun, maksudnya kalo di awal cerita kita nyeritain ada sebuah senapan yang tergantung di dinding, berarti itu adalah janji kita buat pembaca bahwa nanti senjata itu bakalan ditembakkan.
Kalo misalnya kita baca novelnya Agatha Christie, kita berusaha tidak melewatkan detilnya sedikitpun, kita terus berpikir apakah detil ini penting atau gak, apakah tokoh ini penting atau gak. Dan itu yang bikin tegang.
5. Specifics
Ceritanya jangan terlalu ‘polos’. Kasih detil-detil deskripsi yang bisa membuat pembaca terpesona. (duh duh duh…)
Bisa tentang flora fauna, bangunan, kota, ilmu-ilmu kedokteran, atau bahkan yang sederhana seperti cara membuat minuman atau masakan. Kuncinya ada di riset, jadi beriset-riset ria lah sebanyak-banyaknya… heheh…
Dengan melakukan riset sendiri kita bakalan terhindar dari deskripsi-deskripsi yang stereotip dan basi. Nantinya novel kita juga bisa keliatan lebih ‘kredibel’.
Huh, repot ya.
6. Information weaving
Terkait sama nomor 5, setelah mati-matian melakukan riset, jangan informasi lalu dijejalkan begitu saja ke dalam novel kita.
Kasian novel kita yang jadi keberatan info, kasian juga pembacanya. Deskripsi panjang lebar sepanjang setengah halaman udah cukup tuh buat pembaca males ngebacanya.
Jadinya sedapat mungkin masukkan informasi ke dalam dialog (tapi mesti wajar lho), atau ke dalam action, jadinya deskripsinya bisa keliatan dinamis, gak statis.
Sedapat mungkin gunakan indera si tokoh pencerita (Point of View) buat merasakan suasana atau berpikir mengenai soal-soal spesifik tersebut.
Hah, susah ya.
7. Revision
Revisi la la la…
Banyak dibenci, tapi justru paling penting. kalo menurut si om: paling mengasyikkan.
Ide ceritanya udah masuk semua? Struktur plotnya udah cukup ‘berpuncak-puncak’? Masing-masing scene/adegannya sudah dipilih dan diceritakan dengan baik, mana yang penting dipoles dan yang gak penting dibuang? Dan lain-lain.
Dibuang sayang? Ya jangan dibuang ke tong sampah, simpen aja buat cerita lainnya nanti.
Hmm, asik kan…
Hihihi… udah cukup pusing?
Jangan dong.
Kalo emang masih pusing, pikirin nanti aja ya gak papa.
Yang penting kita nulis aja dulu semua yang ada di kepala…
Kebut ajah…
Ngetik aja kok repot ya?
[tab: Hal 3]
________________________________________
Post by: mocca_chi on November 23, 2007, 01:43:00 pm
________________________________________
ngg.. soal tips neh… yah aku ada suatu artikel yang aku terima dari milis entah apa itu, aku lupa namanya. siapa tau bisa menginspirasikan sesuatu buat teman-teman.
upss… mungkin ada teman yang pernah tak kirimin, tapi nggak apa-apa kan kalu dibaca lagi.
Fakta Seputar Kehidupan Penulis
Oleh: Mridu Khullar
Diterjemahkan secara bebas oleh Syam Asinar Radjam
Jadi, anda bermimpi menjadi penulis terkenal? Anda ingin menyelesaikan sebuah artikel di selembar kertas
secepat mungkin dan melihatnya dimuat di suatu media cetak. Anda memiliki ide yang luar biasa untuk sebuah buku dan anda akan memulainya sekarang. Tapi tahukah anda bagaimana sebenarnya kehidupan riil seorang penulis? Bacalah untuk menemukan jawabannya?
1. Penolakan adalah bagian dari hidup. (Tulisan) anda bakal ditolak. Tak peduli seberapa bagus (tulisan) anda, seberapa ciamiknya teknik (menulis) anda, atau sedetil apapun tulisan anda. Suatu hari, anda bangun dari tidur dan menemukan penolakan (dari penerbit) melalui surat. Janganlah patah arang. Hal ini terjadi ada setiap penulis.
2. Penulisan ulang (rewriting) pasti terjadi. Tanpa peduli sebagus apapun kosakata yang anda pakai, sebagus apapun materi tulisan anda, pasti akan datang suatu ketika, manakala seorang editor meminta anda menulis ulang naskah anda. Sebenarnya, itu berarti sang editor menyukai karya anda, namun butuh anda memoles kembali sejumlah detail yang ia butuhkan.
3. Deadline pasti anda jumpai. Taat deadline merupakan bagian penting dalam karir (menulis) anda. Luput satu deadline, dapat dipastikan bahwa anda kehilangan kesempatan untuk menulis di penerbit tersebut. Waspadalah, jangan mengambil terlalu banyak (pesanan tulisan) yang tidak mampu anda rampungkan.
Ini akan menurunkan reputasi anda dan membuat anda tampak tidak profesional.
4. Kebuntuan Penulis (Writer’s Block) bukan mitos. Writer’s block adalah realitas. Suatu hari anda terbangun dari tidur dan mendapati bahwa diri anda sedang tak mampu lagi menulis. Santai. Itu cuma sebuah fase. Tingkatkan motivasi anda, dan anda akan kembali pulih tanpa memakan waktu lama.
5. Lakukan selingan, lakukan selingan, lakukan selingan. Jika anda bekerja di rumah, anda memiliki
kemudahan untuk melakukan kegiatan selingan. Anak anda butuh makanan, pakaian kotor perlu dicuci, anda butuh secangkir kopi. Dan ketika semua telah dirampungkan, telepon berbunyi. Itu mungkin telepon dari suami atau istri anda, yang mengingatkan anda agar tak lupa hal-hal yang perlu dikerjakan.
6. Tak dapat dilakukan tanpa “thesaurus” atau kamus. Tak peduli sebetapa bagus daftar kosakata yang anda kuasai atau betapa kocaknya gaya penulisan anda. Faktanya dalam kehidupan menulis anda membutuhkan “thesaurus”. Bakal ada saatnya anda terlalu sering menggunakan kata yang sama, atau sulit menemukan ungkapan yang lebih baik. Saat itulah anda memerlukan thesaurus.
7. Anda tak mungkin dapat menyenangkan semua orang. Setiap orang berbeda. Lusinan orang yang akan
mengapresiasi pekerjaan anda. Ada juga orang yang akan merobek karya anda dengan kritik pedas mereka.
Belajarlah mengambil hal-hal baik dari hal-hal buruk.
8. Perlu kesabaran yang luar biasa. Banyak editor yang aneh. Para editor membutuhkan waktu mereka, dan
kita butuh kesabaran kita. Jangan meminta jawaban sehari setelah kita mengirimkan pengajuan. Kesempatan
membutuhkan waktu.
9. Uang tidak datang dengan mudah. Dalam dunia penulisan, uang tak datang semudah di dunia kerja yang
lain. Anda mungkin menulis lusinan artikel setiap minggu, dan berharap banyak akan sejumlah uang akan
datang darinya. Atau, anda mungkin berharap buku andaakan melampaui target yang anda perkirakan. Anda tidak pernah tahu, ini cuma dalam angan-angan, namun tidaksetiap orang bisa menjadi Stephen King. Dan anda berpeluang untuk belajar menjalaninya bersama fakta bahwa tak akan ada film (movie) dibuat berdasarkan novel pertama anda.
10. Jalan Penulis itu panjang dan keras. Jalannya bergelombang, dan bakal ada saatnya dimana anda merasa
ingin menyerah. Tapi tujuan akhir merupakan sebuah kepuasan. Jangan biarkan jalan itu menghalangi anda
dari mimpi yang anda bangun. Dan, jangan pernah menyerah.
maaf kalu ada yang tersinggung karena aku asal comot artikel orang. mahap ya Om/Mas
[tab: Hal 4]
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 23, 2007, 03:35:54 pm
________________________________________
friends,
di bawah ini adalah jenis informasi yang lain: alamat penerbit.
ini daftar yang gua punya. kalo ada yang tau alamat lainnya, tambahin ya, terutama yang cukup ‘prospektif’ buat dikirimin naskah novel bergenre fantasi (atau yang umum juga boleh deh).
haha… genre yang umum aja susah, apalagi fantasi…
tapi maju terus pantang mundur wow nekat aja dah… ;D
——————–
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
up. Redaksi Fiksi
Gedung Gramedia lantai 3
Jl. Palmerah Barat 33-37
Jakarta 10270
Penerbit Matahati
up. Redaksi Novel
Plaza Karinda B1.17
Jln. Karang Tengah
Jakarta Selatan
Penerbit GagasMedia
up. Redaksi Novel (FantasyLit)
Jl. H. Montong No. 57
Ciganjur – Jagakarsa
Jakarta Selatan 12630
Penerbit Serambi
up. Redaksi Novel
Jl. Kemang Timur Raya no. 16
Jakarta 12730
Penerbit Grasindo
Up. Redaksi Fiksi
Jl. Palmerah Selatan 22-28
Jakarta 10270
Penerbit AKOER
up. Redaksi Novel
Jl. Kemang Raya No. 1
Jakarta 12730
Penerbit Hikmah (Mizan)
up. Redaksi Novel
Gedung MP Book Point
Jl. Puri Mutiara Raya No. 72
Jakarta 12410
Penerbit Dastan Books
up. Redaksi Novel
Jl. Batu Ampar III No. 14
Condet, Jakarta Timur 13520
Penerbit Ufuk Press
up. Redaksi Novel
Jl. Warga No. 23 A Pejaten Barat
Ps. Minggu – Jakarta Selatan 12510
Pustaka Alvabet
up. Redaksi Novel
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl.Ir.H.Juanda No 5A
Ciputat Jakarta Selatan 15411
Pustaka Primatama
up. Redaksi Novel
Jl. Beruang Raya 28A
Kampung Peladen Pondok Bintaro
Ciputat 15225
[tab: Hal 5]
________________________________________
Post by: rd_Villam on December 01, 2007, 03:28:57 pm
________________________________________
barusan mampir ke toko buku, gua nemuin tuh novel Reinhart yang rey ceritain. Iya betul fantasi dengan gaya bahasa remaja.
ini penerbitnya (buat nambahin daftar sebelumnya):
Pustaka Populer Obor
Jl. Plaju No. 10
Jakarta 10230
www.obor.co.id
hmm, kayaknya daftar sebelumnya mesti ditambahin websitenya juga ya…
________________________________________
Post by: eniyorda on December 03, 2007, 11:06:50 am
________________________________________
Btw, di sini ada yang suka baca/nulis fantasi modern (?) ngga? Tipe-tipenya macam Sarah Singleton, Neil Gaiman. Soalnya sepintas kayaknya orang-orang pada senang yang epik.
________________________________________
Post by: rd_Villam on December 03, 2007, 11:52:44 am
________________________________________
pasti banyak yang suka. apalagi kalo udah yang ngetop kayak neil gaiman. lumayan menginspirasi.
dari cover stardust-nya aja aku bisa dapet inspirasi cerita tuh. walaupun belon baca novelnya. ;D
________________________________________
Post by: clickdian on December 03, 2007, 12:32:34 pm
________________________________________
Epik? nggak juga.. kita mah macem2 fantasi dilalap dah. Stardust bagus.
Btw mksdnya fantasi modern gimana? yg futuristik? hege udah punya satu tuh, Hozzo.. aq lagi revisi satu yg kyk gini.. coba, yg lain gimana.. ada komen?
________________________________________
Post by: eniyorda on December 03, 2007, 02:26:28 pm
________________________________________
@villam, clickdian: O iya hozzo bisa juga, bagian awalnya, cuma di belakang2 sudah jd dunia bikinan semua. Yg dimaksud fantasi modern itu yang dunianya masih kayak sehari2, tp ada unsur ajaib/fantasinya. Ngga tau juga istilah yg benar apa. Contoh yang paling terkenal harry potter. Kalo stardust mungkin nggak ya, tapi karya neil gaiman yang lain termasuk.
________________________________________
Post by: hege on December 03, 2007, 05:20:53 pm
________________________________________
hello mb Fatma, mb ini yg bikin resensi pertama utk hozzo, hehehe…. mari2 sini mampir.
[tab: Hal 6]
________________________________________
Post by: clickdian on December 04, 2007, 09:51:38 am
________________________________________
Hmm.. klo gitu kali kyk Magical Seira-nya Sitta Karina ya? Blom pernah baca sih, tapi denger2 ceritanya dunia nyata nyampur fantasi.
________________________________________
Post by: eniyorda on December 04, 2007, 05:28:14 pm
________________________________________
@dian: ya betul, seperti magical seira. Udah baca yg pertama, dan masih mikir2 beli buku ke2. Gw pernah komen di goodreads dgn tanggapan yg agak terlalu negatif (pdhl ga maksud begitu). Dan gw rasa kejeduk, karna dlm hitungan jam mbak sitta sendiri yg menanggapi, dgn besar hati pula. *serasa bersalah* Gw gak ngira beliau ada di sana. Inti komplainku sih dunia Madriva-nya kurang berasa, terlalu “tipis”.
@hege, dian + semua yg dah bikin buku: adakah kalian pernah dpt surat pembaca yg isinya kritik semua?
________________________________________
Post by: clickdian on December 05, 2007, 08:43:51 am
________________________________________
Surat pembaca sih belum ya. Rata2 pada suka. Malah temenku yg ngomong langsung, itu pun nggak kritik semua. Dia bilang ceritanya bagus, dia sebenernya suka, cuman keberatan sama endingnya. Sebegitu pentingnyakah hubungan antara Dios dan Regia, sampe aq bikin satu bab khusus tentang mereka?
Temenku ini ga tau klo sebenernya Zauri itu love story ;D
________________________________________
Post by: hege on December 05, 2007, 12:18:10 pm
________________________________________
btw, mb fatma, hege pernah mempir ke forum tertentu dan nemu satu review hozzo yg isinya kritik pedas panjang. Meski rada sotoy gitu review-nya, tapi sangat kuhargai. Revisi naskahnya jadi lancar.
________________________________________
Post by: clickdian on December 05, 2007, 12:20:15 pm
________________________________________
Sebetulnya kritik itu bagus buat kita. Semakin banyak yang muji aq malah curiga.. masa sih se-perfect itu, kyknya ga mungkin deh hehehe..
[tab: Hal 7]
________________________________________
Post by: eniyorda on December 05, 2007, 06:00:29 pm
________________________________________
Pengen tau juga kritik pedas hozzo ;p Hozzo edisi baru udah naik cetak belum? mau nambahin kritik soalnya, tp kalo udah final, ga jd deh.
mb dian, td nyari bukumu. blm ketemu, jadi penasaran…
Buku fantasy-related yg dibeli 2 mg ke blkg:
- The Bookaholic Club, Poppy D C, GPU, fantasy teenlit
- Ratu Callista, Vinca R., Gagas, fantasy teenlit
- Catatan Harian Alien, Vinda S, Liliput, fantasy anak
- Janda dari Jirah, Cok Sawitri, GPU, historical fantasy/folklore retelling
Baru baca 2 sih. Ada yg diminati?
________________________________________
Title: Re: Fiksi Fantasi Dalam Negeri III
Post by: eniyorda on December 11, 2007, 11:50:56 am
________________________________________
hege, saya mau nunjukkin kalo Hozzo ngga separah as he makes out. Tunggu aja, soalnya sekarang pikiranku lagi kusut.
to semua,
Baru bikin list ebooks beserta sedikit komentarku. Format file-nya macam-macam, ada doc, pdf, dan lit. Mayoritas judul di sini adalah yang populer, klasik, atau award-winning. Jadi bukan yang langka-langka, atau yang hardcore. Disclaimer: Ada kemungkinan menderita sakit mata
Douglas Adams – Hitchhiker’s Guide to the Universe Series (Book 1 – 5)
Sebaiknya nonton filmnya dulu. Ini salah satu seri buku yang kusarankan nonton film sebelum baca. Filmnya berasal dari buku 1, ditambah sedikit unsur dari buku-buku lain. Bukunya British banget, dan biasanya banyak yang nggak suka humornya. Tapi aku suka hehehe.
Clive Barker – Abarat Book 1
Sudah diterjemahkan oleh Gramedia. Belum baca.
Orson Scott Card – Ender Series (specific titles: Ender’s Game/Speaker for the Dead/Xenocide/Ender’s Shadow)
Recommended!
Eoin Colfer – Artemis Fowl (Book 4-5)
Eoin Colfer – The Supernaturalist
Kalo suka Artemis Fowl, recommended.
Cornelia Funke – Inkheart
Fantasy anak. Pengarangnya yang nulis Thief Lord/Pangeran Pencuri.
William Gibson – Neuromancer
Belum baca
William Goldman – The Princess Bride
Kemasan unik–ngerti deh, kalo udah baca. Gaya ceritanya mirip cerita heroik di dongeng-dongeng.
Ursula K Le Guin – Earthsea Cycle (Book 2 – 6)
Recommended book 1-3 ajah. Le Guin hebat dalam membangun suasana, dan saya suka gaya bahasanya. Plot dan idenya biasa aja sih.
Frank Herbert – Dune (Book 1)
Belum baca.
Diana Wynne Jones – Howl’s Moving Castle
Yang dijadikan film oleh Hayao Miyazaki. Nggak sama persis. Both film and book GREAT in their own right.
Robert Jordan – Wheel of Time Series (Book 1 – 11)
Buat yang suka epic macam LOTR. Lagi stuck di book 2.
Mercedes Lackey – Heralds of Valdemar/Last Herald Mage (Book 1 – 3)
Belum baca
George RR Martin – Song of Ice and Fire (Book 1 – 3)
Epic juga, baru baca yang no 1. Nggak ada good guys-nya di sini. Semua tokohnya mengerikan dah.
Larry Niven – Ringworld (Book 1 – 3)
Belum baca
Terry Pratchett – Discworld Series (first 27 books + Wee Free Men + Hat Full of Sky)
British banget. Tapi aku suka juga. Nggak mesti baca urut, karena tiap ceritanya berdiri sendiri. Baru 10 bukuan yang kubaca.
Philip Pullman – His Dark Materials Trilogy (Book 1 – 3)
Ada terjemahannya.
Jonathan Stroud – Bartimaeus Trilogy (Book 1 – 3)
Ada terjemahannya juga. I love you, Genie!
Asterix Book 1 – 24 (English version) – ini humourous fantasy ataw historical fantasy kali, hehehe
________________________________________
Post by: rd_Villam on December 11, 2007, 12:22:33 pm
________________________________________
eniyorda,
dari daftarmu itu, aku punya novel aslinya Robert Jordan, Wheel of Time yang Crown of Swords.
pendapatku, si jordan ini mungkin lebih gila daripada tolkien. dia bikin dunianya bener-bener detil, dengan latar sejarah yang panjang juga. bukunya tebel bener lagi, bacanya mesti sepenuh hati tuh… ;D
________________________________________
Post by: eniyorda on December 11, 2007, 12:54:28 pm
________________________________________
villam,
iya tuh, harus kuat konsentrasi. Mestinya jangan baca lewat komputer kali. ya, saya cuma nyebutin LOTR karena wheel of time ini epik, sehingga kontras dengan buku-buku lain yang ada di daftar tadi.
Betul juga, WoT sangat detil dan kompleks dari segi pembangunan dunia. banyak fantasi epik sering dituduh LOTR wannabe. Berdasarkan review, WoT adalah yang menonjol dibanding seri-seri lain itu. Buktinya, plot dan dunianya solid (dan laku) sampai jadi buku 11 biji.
[tab: Hal 8]
________________________________________
Title: Re: Fiksi Fantasi Dalam Negeri III
Post by: eniyorda on December 12, 2007, 04:08:52 pm
________________________________________
Oh ya ini yang dijanjikan:
Card, Orson Scott – Enderverse.rar
hxxp://www.mediafire.com/?6gmywyjswnf
Colfer, Eoin – The Supernaturalist.zip
hxxp://www.mediafire.com/?6t0ml6fmwxd
Jones, Diana Wynne – Howl’s Moving Castle.rar
hxxp://www.mediafire.com/?dnqdll9gczz
Le Guin, Ursula K – Earthsea Cycle.rar
hxxp://www.mediafire.com/?9hydvywq4ls
Pullman, Philip – His Dark Materials Trilogy.rar
hxxp://www.mediafire.com/?71nibmz1zmg
Stroud, Jonathan – Bartimaeus Trilogy.rar
hxxp://www.mediafire.com/?2mmmm6kxtzm
file lit buka dengan Microsoft Reader di sini: http://www.microsoft.com/Reader/
________________________________________
Post by: BloodSin on December 14, 2007, 10:25:52 am
________________________________________
@enyorda,
just for my curiousity,
novel fantasi lokal apa aja yg pernah ente baca?
ane: hozzo, narend, janos, ledgard, pinissi, sang penandai, zauri, nightfall.. huaaaa..baru dikid. :-[
penasaran nih ma coruption, skinheald, phoenix, dll..
________________________________________
Post by: eniyorda on December 14, 2007, 11:16:54 am
________________________________________
@bloodsin, saya juga baru dikit kok. yang pernah: semua buku lokal liliput selain cincin odeleodeo (gak nemu), ledgard, skinheald (buku no 1 doang), phoenix, sama yang terakhir ratu callista. pengen baca yang lain, cuma kadang pas lihat diriku nggak ngeh itu buku fantasi, atau kadang nggak ketemu. biasanya juga gw mikiiir laaamaaa dulu kalo lihat harganya >50ribu.
________________________________________
Post by: eniyorda on December 15, 2007, 09:07:56 am
________________________________________
@bloodsin:
dari buku lokal yang dah dibaca dan menurutku lumayan cuma Hozzo dan Ledgard. ‘Lumayan’ dalam definisiku adalah mempunyai daya tarik untuk kalangan pembaca luas, nggak khusus ‘anak-anak’ atau terlalu ‘teenlit’. Selain itu dari segi teknik penulisan dan penceritaan nggak parah-parah amat, atau setidaknya ada kelebihan yang bisa dinikmati.
Aku nggak menuntut tingkat orisinalitas yang terlalu tinggi, atau ide baru yang heboh. Terus ini juga nggak termasuk dongeng yang dinovelkan, karena ada satu yang bagus menurutku, yaitu “Panah Patah Sangkuriang” oleh mbak femmy syahrani.
Kalau menurutmu yang mana? Terus dari buku yang udah kamu baca tapi aku belum–Janos, Sang Penandai, Nightfall, Zauri–adakah yang sama atau lebih bagus dari kedua buku itu? Kalau dilihat dari judulnya, nampaknya seru-seru tuh.





Entries (RSS)
July 4th, 2009 at 8:15 pm
artikelx lebih dr bermanfaat mas..
lengkap dan ditulis dgn sungguh2…
sebuah tulisan yg bermanffat dan membuat sy bertahan utk membacax sampai selesai…
salut.
.-= Anto´s last blog ..PRESIDEN PILIHAN ANAK =-.
July 5th, 2009 at 6:56 am
thanks, anto.
silakan juga membaca artikel2 lainnya di situs ini. mudah2an bermanfaat juga.