”Tuanku, biarkan jendral bodoh itu yang membunuh ayahmu,” bisikku pada Pangeran.

Di balairung istana kami menyaksikan Jendral menghunjamkan belatinya menembus jantung Raja.

”Sangat mudah membakar dendamnya,” lanjutku.

”Balasan yang setimpal.” Pangeran mengangguk. ”Kau memang pandai, Penasihat. Sekarang giliranku?”

”Betul. Sesuai rencana.”

Lonceng berbunyi. Seketika muncul sebarisan pasukan bertombak yang langsung mencacah habis tubuh Jendral.

Pangeran tertawa keras. ”Akulah penguasa sekarang!”

Jangan terlalu yakin.

Tawanya mendadak terhenti, dan darah hitam tersembur dari dalam mulutnya.

Ketika ia meregang nyawa, aku menyeringai. ” Ayahmu menitip pesan: ’matilah kau, bocah pengkhianat!’.”

”Lihat belakangmu, tolol!” balasnya.

Sedetik kemudian sebilah pedang menyambar leherku.

Orang kelima sialan.

11 Responses to “Empat ‘Sehat’ Lima ‘Sempurna’ (100 kata)”

  1. 1
    dian k Says:

    Entah berapa kali kubaca, masih tetep suka ;)

  2. 2
    Villam Says:

    mau dikembangin deh ceritanya… :-)

  3. 3
    dian k Says:

    Buset. Bakalan berapa orang yang kebunuh kalo ceritanya dikembangin? haha :) )

  4. 4
    Villam Says:

    tinggal pilih angka berapa yang bagus.
    tujuh? delapan? tiga belas? seratus?

  5. 5
    Bebek Says:

    Hahahaha, lucu juga.

  6. 6
    Villam Says:

    btw mulai kepikiran bahwa judul cerita ini ternyata memang sangat menyesatkan. karna banyak yg masuk ke sini gara2 googling pengen cari tahu soal gizi, ternyata malah nemu cerita ini. heheheh…

  7. 7
    Bebek Says:

    Iya, bener. Tadi saya juga ngira tentang gizi gitu.

  8. 8
    restya Says:

    yang kelima itu siapa?

  9. 9
    Villam Says:

    nah itu misterinya. heheh…

    hmm, coba nyari judul baru deh…

  10. 10
    restya Says:

    anak orang turun berlima~ mati empat tinggal siapaaa~

    *nyanyi dgn nada anak ayam turun sejuta*

  11. 11
    Villam Says:

    kayaknya mesti bikin polling nih, kira2 siapa yang pantas jadi tokoh kelima. :-P

Leave a Reply