Mengkritik Naskah Fiksi
Posted by: Villam in About Critics, tags: kritik cerita, naskah fiksi, Tips Menulis
Bayangkan, kita menghabiskan hampir seluruh waktu, energi dan perasaan kita untuk menulis sebuah karya fiksi, siang dan malam bagai tanpa henti. Setelah berbulan-bulan akhirnya … selesailah! Gugup, kita lalu memberanikan diri maju ke langkah berikutnya: memberikan naskah kita itu kepada orang lain, untuk dikritik. Mereka itu bisa teman biasa, rekan penulis, atau bahkan editor, dan membacalah mereka, halaman demi halaman.
Kita berpikir, naskah ini adalah masterpiece kita. Kita sudah belajar dan bekerja keras, untuk membuat ini sebagai karya terbaik, dan kita yakin itu. Kita menunggu, apa yang akan kita peroleh nanti, sebuah ucapan selamat: ‘Bagus! Ini sebuah karya yang hebat!’, atau justru sebaliknya: ‘Ini sampah! Sebuah naskah—kalau ini bisa disebut sebagai naskah—yang sangat sangat jelek!’. Duh. Siapkah kita menerima kritikan semacam itu?
Mengkritik bukanlah pekerjaan mudah, dan mendapatkan kritik yang bagus juga tidak mudah, jika kita melihatnya dari sudut pandang penulis. Kritik yang buruk, yang hanya memuji setinggi langit atau hanya menghujat habis-habisan, dijamin akan membuat penulis terbuai atau sebaliknya justru kehilangan semangat. Sedangkan kritik yang bagus, yang membangun, akan membuat naskah menjadi lebih baik nantinya. Dan memang itulah sebenarnya tujuan mengkritik: menemukan kelemahan sebuah naskah dan membantu penulis menuliskannya menjadi lebih bagus.
Kita, sebagai penulis, terutama sangat membutuhkan keterampilan dalam mengkritik, tidak cukup hanya menulis. Baik itu mengkritik karya sendiri, maupun karya orang lain. Pertama, itu kita butuhkan jika hendak memperbaiki draft pertama naskah kita. Siapa lagi yang akan melakukan itu jika bukan kita sendiri? Kedua, dengan mengkritik secara detil karya orang lain, kita juga dilatih untuk berpikir, mana yang baik dan mana yang sebaiknya tidak kita terapkan di karya kita. Kita dilatih untuk memperbaiki diri kita sendiri.
Tentu saja, kritik yang bagus membutuhkan energi dan waktu lebih lama bagi kita untuk membaca, merenung dan menuliskannya. Sama saja dengan menulis cerita. Dan jujur saja, sebagai penulis pastinya kita lebih suka menulis, daripada menghabiskan waktu menilai sebuah karya secara detil. Tapi jika kita bisa melakukannya rutin setiap hari, seperti halnya menulis, yakinlah kita bisa menjadi penulis yang lebih baik. Lagipula, bukankah mengkritik termasuk latihan menulis juga? Memang sulit, tapi bukannya tidak mungkin.
Dan satu lagi, untuk sebuah alasan lain yang lebih mulia, jika kita percaya bahwa kita adalah makhluk sosial, yang telah diberkahi lebih dulu oleh Tuhan sedikit ilmu tentang tulis-menulis, tentunya kita paham bahwa hanya dengan ‘memberitahu’ lewat kritik kita bisa menjadi makhluk yang berharga untuk lingkungan kita. Kita pun bisa berharap, dengan masukan yang kita berikan sekarang, nantinya kita juga bisa mendapatkan masukan yang jauh lebih besar lagi, dari mereka ataupun orang lain, yang sangat kita butuhkan.
Jadi, tersenyumlah sejenak. ?
Baik, teman-teman, di bawah ini adalah sedikit panduan dalam mengkritik, yang mudah-mudahan akan berguna bagi kita semua. Tentu saja, tidak ada aturan kaku dalam mengkritik. Semua orang tentunya mempunyai gaya dan cara sendiri-sendiri. Jadi anggap saja corat-coret di bawah ini sebagai sedikit panduan, yang boleh dipakai boleh juga tidak. Bagi saya pribadi, paling tidak panduan ini—terutama mengenai hal-hal apa saja yang bisa dikritik—bisa dipergunakan untuk membantu merevisi naskah-naskah saya sendiri.
Beberapa hal yang akan disampaikan di sini adalah:
- Karakteristik Kritik Yang Baik
- Langkah-langkah Dalam Mengkritik
- Hal-hal Apa Saja Yang Bisa Dikritik
- Beberapa Tips Lain Tentang Mengkritik
- Perlunya Grup Kritik
Semoga membantu.
Nikmatilah.
-rdv-
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



Entries (RSS)
February 23rd, 2009 at 7:06 am
yups aq setuju ma om villam
kritik seharusnya bersifat membangun
bukan membuat seseorang terbuai ataupun hancur karena mendapat kritikan…
masalahnya sangat sulit membuat kritik membangun itu…
February 23rd, 2009 at 8:56 am
dilakukan, dilatih dan dibiasakan,
maka nanti tidak akan sulit…