[tab: Hal 1]Sebagai penggemar game lawas Romance of the Three Kingdoms keluaran KOEI dan juga pembaca novel berjudul sama, ditambah mendengar niatan sutradara John Woo sebelumnya untuk membuat film epik terbesar dari tanah Asia, ditambah lagi dengan bintang semacam Tony Leung dan Takeshi Kaneshiro, tentu saja adalah keharusan buat saya menonton film Red Cliff.

[tab: Hal 2]Red Cliff adalah salah satu episode paling seru dari cerita Sam Kok (yang keseluruhan ceritanya yang beribu-ribu halaman tentu tak mungkin dibuat dalam satu film), mengisahkan pertempuran di sungai antara pasukan Cao Cao dari utara melawan gabungan pasukan Liu Bei dan Sun Quan. Film ini adalah bagian pertama, berisi persiapan pertempuran tersebut.

Dibuat dengan biaya 80 juta USD, film ini sejak awal produksinya memang sudah ditunggu-tunggu banyak orang. Dan hasilnya, saya rasa, memang cukup kolosal, walaupun di bagian pertama ini belum masuk pada pertempuran yang sesungguhnya.

[tab: Hal 3]Dalam soal karakterisasi, film Red Cliff menitikberatkan cerita pada tokoh Zhou Yu, panglima Sun Quan, yang diperankan oleh Tony Leung Chiu-Wai. Awalnya Chow Yun Fat yang ditawari memerankan tokoh ini, sementara Tony Leung menjadi Zhuge Liang, sang penasihat Liu Bei. Berhubung Chow Yun Fat mundur, maka Tony Leung yang mengisi peran Zhou Yu, sedangkan Zhuge Liang diperankan oleh Takeshi Kaneshiro.

Berkat Tony Leung, tokoh Zhou Yu tergambar dengan baik, terasa menonjol dengan kepiawaiannya bermusik, kepandaiannya berstrategi, keterampilannya bertempur, dan juga kehidupan percintaannya dengan Lady Qiao, istrinya–yang amboi, Lin Chi-Ling benar-benar cantik di sini. Dan adegan seks keduanya juga menarik. Hehe…

Sebaliknya tokoh Zhuge Liang–yang dalam cerita sebenarnya adalah tokoh sentral–tidak mendapat banyak porsi. Takeshi Kaneshiro berhasil menampilkan tokoh Zhuge Liang yang rendah hati, namun tidak cukup meyakinkan untuk menjadi tokoh cerdas legendaris itu, tentu karena porsi yang sedikit.

[tab: Hal 4]Untuk tokoh-tokoh lainnya, berikut adalah penilaian subyektif saya.

Liu Bei, pemimpin negeri Shu diperankan oleh You Yong, kelihatan terlalu sederhana. Oke, dia memang sosok pemimpin sederhana, tapi menurut saya, kharismanya kelihatan kurang di film ini.

Cao Cao, pemimpin negeri Wei diperankan oleh Zhang Fengyi, tampak kurang keras. Yeah, terus terang saya ingin melihat sosok yang lebih gagah dan keras. Di film ini terlalu kecil.

Guan Yu, jendral terkenal adik Liu Bei diperankan oleh Ba Sen Zha Bu, ini apalagi, sangat terlalu ‘lembek’. Badannya terlalu kecil, suaranya terlalu lembut. Padahal dia ini yang berjulukan ‘dewa perang’ gitu loh…

Zhang Fei, satu lagi jendral adik Liu Bei diperankan oleh Zang Jinsheng, oke, dia ditampilkan standar dengan gayanya yang brangasan.

[tab: Hal 5]Zhao Yun, jendral Liu Bei lainnya diperankan oleh Hu Jun, memang banyak dicintai orang berkat kegagahannya. John Woo pasti salah satu pecintanya, karena menempatkan adegan pertempurannya saat menyelamatkan putra Liu Bei di pembuka film. Oke, saya rasa tokoh ini cukup berhasil.

Sun Quan, pemimpin negeri Wu, diperankan dengan baik oleh Chang Chen. Keragu-raguannya tampak.

Lady Sun, adik Sun Quan yang tomboy, juga diperankan dengan baik oleh Vicki Zhao.

Gan Ning, jendral Sun Quan diperankan oleh Nakamura Shido. Standar.

Btw, awalnya saya mengira film ini tidak bersambung. Saya menunggu-nunggu, kapan nih perang utamanya, dan ternyata … to be continued. Oke, berarti harus saya tunggu lanjutannya.

96 Responses to “Red Cliff – The Movie”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 51
    MaxMax Says:

    hentai? engga kok (katanya si, aku jg blum nonton) soalnya dipajang di tempat jualan DVD langgananku. klo hentai mestinya disembunyiin khan?

  2. 52
    Villam Says:

    heheheh… silakan diperiksa deh kalo gitu…

  3. 53
    Serpentwitch Says:

    ah iya yg Chen Chen diulang ampe bosen di TV. Tapi emang gaya freestylenya Jet Li disitu mirip boxing, keras dan keren. Kl gw sih emang dr dulu demen film2nya Jet Li. Selalu dibikin cool sih. (Walau bosen juga liatnya wkwkwkw) Gaya fightingnya juga gw lebih demen Jet Li ketimbang Jackie Chan.

    Yg HungHaikun itu satu perguruan, bareng Fong Sai Yuk. Disitu yg bikin gw bingung. Di satu film ada HungHaiKun + Sai Yuk, satu lagi ada wong Fei Hung + Sai yuk, tp ga pernah nongol tiga2nya. wew… aneh…

  4. 54
    Villam Says:

    oh ngerti ngerti. hung hai kun tuh yang pendekar tombak ya? yang jeti li maen bareng anak kecil jago silat itu? haha… keren juga sih.

    ya kalo jackie chan kan gayanya emang lebih komedi. tapi coba liat film2 jadulnya si jackie, yang drunken master misalnya, buset tuh orang ototnya gila juga. lentur lagi. he’s a real martial artist.

    martial artist lain yang keren adalah donnie yen, pernah jadi chen chen juga di serial tivi. adegan pertempurannya melawan jet li di film hero benar-benar dahsyat. tombak versus pedang.

  5. 55
    Serpentwitch Says:

    Hung Hai Kun yg gw nonton film seri, diperanin Donny Yen. Memang jago tombak, bapaknya kepala tentara dan keras, disiplin. Sementara si Hai kunnya bandel2 gt mirip Sai Yuk. Tapi sepanjang film itu ga ada terdengar nama wong fei hung sama sekali.

    hehe iya. jackie juga martial artist yg hebad, cuma gaya berantemnya di film ga pernah serius dan lari2an. Jadinya ga terlalu intens martial artnya. Ga kaya Jet Li yg di film berduel terus. Soal Jackie yg hebatnya ga pernah pake stuntman untuk melakukan adegan berbahaya. Sedangkan Jet Li cuma jatuh sekali pas syuting udah pernah klaim badannya ga beres, dan mau mundur dr dunia film (walau setelah itu malah nongol banyak film2 dia yg baru berturut2)

  6. 56
    Villam Says:

    oh iya abis maen di film Fearless, jet li bilang gak mau lagi main di film silat. gak ngerti gue apa alasannya karena dia mau mencoba menembus hollywood kayak jackie chen, atau karena bosan babak belur. tapi gue yakin pasti ujung2nya ntar dia balik lagi maen film silat.

  7. 57
    Serpentwitch Says:

    katanya Jet Li ada jatuh pas syuting. Udah diperiksa dokter bbrp kali ktnya ga ada apa2. Tp Jet Linya sendiri ngerasa ada yg ga beres dengan badannya sejak jatuh itu. Dia bilang, dia yg paling tau badannya sendiri, dan kemudian dia bilang ga mau main film action lagi. Tapi toh setelah itu main lagi hehe. Selain Jet Li dan Jackie, masih ada satu lagi jagoan wushu, yaitu si Sammo Hung. Walau gendut tp sakti juga dia hehe.

  8. 58
    Villam Says:

    jackie chan sama samo hung emang dulu saudara seperguruan pas belajar wushu waktu kecil, bareng juga sama yuen biao.

    ada juga dulu jagoan wushu lain, zhao wenzhuo, yang sempet jadi wong fei hung juga menggantikan jet li. tapi udah gak ada lagi film barunya yang ngetop sekarang.

  9. 59
    Serpentwitch Says:

    macem andy lau, tony leung gt ga ada latar belakang wushu ya tp main film kungfu? (uh, keabisan topik, jdnya makin lama makin OOT :P ) Kl Jet Li kan emang juara wushu 5 kali berturut2. adu ama bruce lee menang mana ya. hehe

  10. 60
    Villam Says:

    hahaha… bruce lee tetap lebih baik, soalnya dia memang benar-benar mendedikasikan hidupnya buat kungfu. bahkan bikin jurus-jurus baru.

    oke, biar gak tambah OOT, ini ada informasi baru.
    Red Cliff 2 bakal premiere bulan januari ini di Cina! lalu di taiwan, hongkong, singapura, malaysia, dan mudah2an indonesia juga secepatnya.
    tanggal pastinya belum tau, yang jelas kayaknya sebelum tahun baru cina.

    heheh… gak sabar liat lanjutannya.

  11. 61
    Serpentwitch Says:

    red cliff 2 kapan? Kynya gw dah liat iklan movie posternya di koran…

  12. 62
    Villam Says:

    iya emang udah tayang di bioskop.
    hmm… kapan ya sempet nonton?
    katanya sih emang dahsyat dan kolosal perangnya.

  13. 63
    Serpentwitch Says:

    hoho… can’t wait…

    perang yg mana sekarang? atau direct sequel dr yg pertama?

  14. 64
    MaxMax Says:

    aku mah, nunggu DVD-nya keluar.

  15. 65
    Villam Says:

    iya, jeff, sambungan langsung dari yang pertama.
    sekarang perang di sungainya, kalo bagian pertama kan cuma pertempuran kecil di tepi laut.

    max, dvd bajakan maksudnya? kayaknya udah ada sih, tapi gambarnya masih jelek dan terjemahannya masih ngaco.

  16. 66
    MaxMax Says:

    klo bisa yang bajakan original. ga usah pake Teks Indonesia ga pa pa, asal teks Inggrisnya bagus. aku kadang lebih seneng nonton film pake teks Inggris.

    btw, kan sejarahnyanya si Zhuge Liang ma Zhao Yu itu saingan. di red cliff ditampilkan ga ya, persaingan mereka?

  17. 67
    Villam Says:

    nah itu dia, bajakan original. hahaha… kalo udah muncul di lapak-lapak, bilangin ya, mak…

    betul, aslinya ada persaingan dan pertunjukan kelicikan masing-masing. saling menghormati, saling membantu, tapi juga saling menjatuhkan. tapi di red cliff ini gak terlalu keliatan persaingannya. mereka lebih tampak sebagai sahabat yang sama-sama lurus.

  18. 68
    Serpentwitch Says:

    haha iy, pdhl gw paling demen kata2 terakhir Zhou Yu sebelum mokad krn kalah dr ZhugeLiang.

    “God, if you create me, why do you create Liang?!” (Zhuge Liang)

  19. 69
    MaxMax Says:

    iya.
    sayang matinya zhao yu bukan karena perang, tapi karena sakit.
    setelah itu posisinya digantikan Lu Xun.

    dalam Red Cliff, diceritakan klo Cao Cao emang ngebet ma Qiau sisters ya, padahal setahuku berita Cao Cao mengincar Xiao Qiau cuma kabar angin yang dihembuskan Zhuge Liang biar Zhao Yu memutuskan berperang melawan Wei

  20. 70
    Villam Says:

    eh lupa gue. emang dari zhou yu langsung lu xun ya? kayaknya sempet diseling dulu sama siapa gitu, jadi panglimanya sun quan…

    dan bener, zhuge liang emang coba manas2in zhou yu dengan berbagai cara. tapi kalo menurutku, sebenarnya zhou yu juga udah sadar kalo negeri Wu memang harus berperang melawan negeri Wei, hanya saja dia memang selalu mengulur-ulur waktu, ingin melihat sampai sejauh mana zhuge liang dan negeri Shu ingin berperang, agar tidak terlalu merugikan negeri Wu.

  21. 71
    MaxMax Says:

    klo sebelum Luxun ada apa engga, aku ga gitu tau.
    tapi kalaupun ada, ga masuk ke game DW bukan? makanya aku ga kenal :)

    pengetahuanku ttg ROTK berdasar pada DW seh,

  22. 72
    Villam Says:

    heheheh… kayaknya gue juga mesti buka-buka lagi novelnya…

  23. 73
    Dave_Liang Says:

    Red Cliff film yang buruk banget.
    ceritanya gak ada yang sesuai. tapi ketolong ama efek yang di pake.
    tapi sungguh gw nyesel nontonnya. beda banget ama sejarahnya. se enggak2nya film ini lebih bagus dikit daripada film “three kingdom” yang Andy Lau jadi Zhao Yun. Tapi film ini emang bener2 buruk. Mending gw maen Romance of the Three Kingdom XI aja.

    Masa Cao2 yang berperang ingin menyatukan Cina menyerang Wu hanya karena wanita…????

    zzzzzzzzzz………

  24. 74
    Dave_Liang Says:

    Bab 41 bagian 1
    Liu Bei memimpin rakyatnya melintasi sungai.

    Bab 41 bagian 2
    Zhao Yun menyelamatkan anak liu bei di DangYang.

    ==================================================

    Zhang Fei berhasil menghadang pasukan yang mundur didekat Boling. Xu Chu berserta sisa2x pasukannya datang membantu Cao Ren yang sudah terdesak itu. Zhang Fei segera membawa tombaknya dan berhadapan dengan Xu Chu yang juga maju melawan dia. Kedua jendral ini bertarung dengan kerasnya sampai pepohonan dan bebatuan disekitar mereka hancur berkeping-keping. Tetapi Xu Chu memang tidak mempunyai niat untuk menghadapai Zhang Fei. Dia hanya memberi waktu bagi cao ren dan pasukannya untuk segera pergi. Setelah beberapa saat, Xu Chu mengakui kehebatan Zhang Fei, dia merasa tidak kuat lagi melawan Zhang Fei dan segera kabur. Zhang Fei terus mengejar Xu Chu sampai dia bertemu dengan Liu Bei serta Zhuge Liang. Ketiganya lalu menaiki perahu yang telah disediakan oleh Liu Feng dan Mi Fang, ketika mereka semua telah berhasil sampai ketepi sungai, kemudian semuanya berjalan menuju Fan Cheng. Segera setelah mereka sampai, Zhuge Liang memerintahkan mereka agar membakar seluruh rakit dan perahu yang digunakan.

    Cao Ren mengumpulkan sisa2x pasukannya yang berjumlah kurang dari
    10.000 prajurit yang kebanyakan diantaranya mengalami luka bakar atau tidak memiliki perlengkapan perang. Mereka berkemah di Xinye yang sudah habis terbakar, sementara Cao Hong kembali pada Cao2x untuk melaporkan hasil peperangan.

    “Berani sekali dia, Si Zhuge Liang ini menentangku !!” Kata Cao2x dengan marahnya.

    Cao2x lalu segera memerintahkan pasukan besarnya untuk bergerak mengejar musuh dan berkemah didekat situ. Lalu dia mengeluarkan perintah untuk mendatarkan bukit, dan mengalihkan aliran sungai agar dia dapat menyerang kota itu dari segala sisi dengan segera.

    Lalu Liu Ye datang untuk menemui tuannya dan berkata, “Tuan, Kau belum mengenal daerah ini dan harus bisa mendapatkan hati penduduk sekitar. Liu Bei memindahkan rakyat dari Xinye menuju Fan Cheng. Jika kita bergerak melalui desa2x ini, rakyat akan makin susah. Akan sangat baik jika kau meminta Liu Bei untuk menyerah, yang akan membuktikan bahwa kau perduli dengan mereka. Jika dia menyerah, maka kita akan mendapatkan Jing Zhou tanpa perlu bertempur.”

    Cao2x setuju dan bertanya siapakah yang cocok menjadi utuan, Liu Ye menyarankan Xu Shu.

    “Dia adalah teman dekat Liu Bei, dan dia ada bersama kita disini.” Kata Liu Ye.

    “Tetapi dia tidak akan kembali jika kita mengirimnya,” Kata Cao2x.

    “Jika dia tidak kembali, dia akan menjadi bahan tertawaan diseluruh dunia. Dia pasti akan kembali.”

    Xu Shu segera dikirim dan cao2x berkata, “Awalnya maksudku adalah untuk meratakan Fancheng sampai ketanah. Tetapi karena aku kasihan pada penduduk, kau boleh membawa pesan untuk Liu Bei bahwa jika dia mau menyerah, dia tidak akan dihukum tetapi juga akan diberi jabatan. Tetapi jika dia tetap membangkang, seluruh pengikutnya akan dihancurkan. Sekrang kau adalah pria yang jujur dan aku mempercayakan misi ini padamu dan aku percaya kau tidak akan mengecewakan aku.”

    Xu Shu tidak berkata apapun hanya dia menerima perintah itu dan segera keluar menuju kota Fan Cheng. Setelah sampai disana dia diterima oleh Liu Bei dan Zhuge Liang. Mereka asik berbicara mengenai masa lalu sebelum Xu Shu menceritakan maksud kedatangannya.

    Lalu dia berkata, “Cao2x mengirimku untuk memintamu menyerah. Dia ingin menyerangmu dari berbagai, Dia membendung sungai putih dan aku khawatir kau tidak akan dapat mempertahankan kota. Kau harus segera bersiap-siap.

    Liu Bei meminta Xu Shu untuk tinggal bersama mereka, tetapi Xu Shu berkata, “Hal itu tidak mungkin, karena seluruh dunia nanti akan mentertawakanku jika aku tinggal. Ibuku telah meninggal dan aku tidak akan bisa menghilangkan penyesalanku. Tubuhku mungkin berada disana, tetapi aku bersumpah tidak akan membuat rencana apapun bagi cao2x. Kau sekarang mempunyai Naga Tidur untuk membantumu dan tidak perlu khawatir lagi mengenai apapun. Aku harus pergi sekarang.”

    Dan Xu Shu segera berpamitan. Liu Bei merasa dia tidak dapat memaksa temannya itu untuk tinggal. Xu Shu kembali kekemah cao2x dan melaporkan bahwa Liu Bei tidak memiliki niat untuk menyerah. Hal ini membuat cao2x murka dan segera memberi perintah untuk memulai pengepungan.

    Ketika Liu Bei bertana pada Zhuge Liang apa yang harus dilakukan, Zhuge Liang berkata, “Kita harus meninggalkan FanCheng dan Pergi ke Xiangyang.”

    “Tetapi bagaimana dengan rakyat yang mengikuti kita ? mereka tidak dapat ditinggalkan.”

    “Kau dapat memberitahukan pada mereka untuk terserah mereka. Mereka boleh ikut dengan kita jika mau atau tetap tinggal disini.”

    Liu Bei mengirim Guan Yu untuk menyiapkan perahu dan berkata pada Sun Qian agar memberitahukan mengenai kedatangan cao2x, bahwa kota tidak dapat dipertahankan dan mereka yang ingin ikut, diijinkan untuk ikut bersama pasukan melintasi sungai.

    Semua penduduk yang mendengar berteriak, “Kami akan mengikuti Paman Liu Bei kemanapun hingga ke alam kubur sekalipun !!!”

    Mereka segera bersiap, beberapa berduka, beberapa orang menangis, yang muda membantu yang tua, orang tua membawa anak2xnya dan prajurit yang kuat memapah para wanita. Jumlah rakyat yang ikut mencapai 500.000 orang. Tua,muda, pria, wanita dan anak2x semua berjalan bersama pasukan Liu Bei untuk pergi ke Xiang Yang. Beberapa yang tidak kuat akhirnya meninggal dalam perjalanan, banyak yang jatuh sakit dan meninggal serta banyak yang terluka atau kelelahan. Ketika rombongan itu melintasi sungai, dari kedua sisi sungai terdengar suara2x kesedihan.

    Liu Bei sangat terkesima melihat pemandangan yang dilihat dirinya dari perahunya. Ada seorang ibu yang menangis dan membungkus anak bayinya dengan kain karena sudah meninggal, dan dia membuangnya ke sungai sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Ada orang2x tua yang terkulai lemas dan tidak berdaya sehingga harus ditinggal. Dan masih banyak lagi hal2x seperti itu yang terjadi dikedua sisi sungai.

    “Kenapa aku harus dilahirkan ” Kata Liu Bei, ” Apakah aku adalah sumber penderitaan seluruh rakyat ?”

    Dia mencoba bunuh diri dengan melompat kedalam air, tapi segera diselamatkan oleh para bawahannya. Dia juga mencoba membunuh dirinya sendiri dengan pedangnya, tetapi di cegah oleh Guan Yu dan dia berkata, “Kakak, jika kau mati maka rakyat ini akan mati dengan sia2x dan mereka tidak mempunyai harapan lagi.” Liu Bei pun menangis dan dia bersujud menghormati seluruh rakyat yang ikut denannya. Setiap orang yang melihat Liu Bei lansung bersimpati dengannya. Semangat para prajurit langsung berkobar karena melihat tuannya sangat perduli dengan nasib rakyat. Mereka bersumpah akan menahan tentara cao2x dibelakang sampai tetes darah terakhir.

    Akhirnya setelah sampai ketepi, liu bei segera naik keatas kudanya dan segera menuju Xiang Yang. Setelah dekat dengan kota itu, dia melihat bendera berkibar diatas benteng dan parit2x disekitar kota dipasangi dengan halangan berduri.

    Liu Bei memberhentikan kudanya dan berteriak, “Liu Zong, Keponakanku yang baik ! Aku hanya berharap untuk menyelamatkan rakyat dan tidak lebih. Aku harap kau cepatlah buka gerbang.”

    Tetapi Liu Zong terlalu takut untuk muncul. Cai Mao dan Zhang Yun pergi keatas salah satu menara dan memerintahkan prajurit untuk memanah keluar. Rakyat segera panik dan banyak yang berteriak ketakutan.

    Tiba2x munculah seorang jendral dengan pasukan kecil yang berteriak, “Cai Mai dan Zhang Yun adalah dua orang pengkhianat. Paman Liu Bei adalah orang yang benar dan telah datang kemari untuk menyelamatkan rakyat. Kenapa kau malah mengusir mereka ?”

    Semua melihat pada orang ini. Dia berperawakan tinggi, dengan wajah berkulit coklat. Dia berasal dari YiYang dan bernama Wei Yan. Pada saat ini dia terlihat sangat marah, dia mengibaskan pedangnya seperti akan menebas para penjaga tembok. Mereka segera membuka gerbang dan menurunkan jembatan gantung.

    “Masuklah, Paman Liu Bei.” Teriak Wei Yan, “Dan bawalah pasukanmu untuk membantai pengkhianat ini !”

    Zhang Fei segera maju kedepan untuk membunuh Cai Mao dan Zhang Yun, tetapi dia dicegah oleh kakaknya yang berkata, “Jgn membuat rakyat takut !”

    Lalu Wei Yan membiarkan Liu Bei masuk. Segera setelah dia masuk, dia melihat seorang jendral berkuda dengan beberapa pengawal.

    Orang baru itu berteriak, “Wei Yan, kau bukanlah siapa2x ! berani sekali kau menciptakan masalah ? Apakah kau tidak mengenal diriku, jendral Wen Pin ?”

    Wei Yan dengan marah kemudian mengambil tombaknya dan berkuda untuk menyerang Wen Pin. Prajurit kedua belah pihak kemudian bertempur dan suara keributan peperangan terdengar sampai kelangit.

    “Aku ingin menyelamatkan rakyat dan aku hanya menyebabkan mereka terluka.” Kata Liu Bei dengan gelisah. “Aku tidak ingin untuk masuk kedalam kota.”

    “Jiangling adalah tempat yang penting. Kita pertama akan mengambil tempat itu untuk sementara.” Kata Zhuge Liang.

    “Aku setuju dengan saranmu, “Kata Liu Bei.

    Lalu mereka segera memimpin rakyat dan pergi menjauhi Xiang Yang. Banyak dari penduduk kota Xiang Yang juga mengikuti Liu Bei. Sekarang Jumlah Rakyat yang mengikuti Liu Bei mencapai hampir 1.000.000 jiwa.

    Sementara itu Di Xiang Yang. Wei Yang dan Wen Pin bertempur. Perang berlangsung selama 5-6 jam. Perang berlangsung nyaris sepanjang siang hari dan hampir semua prajurit dari kedua belah pihak tewas. Lalu Wei Yan berhasil kabur dan dia mencari Liu Bei. Karena dia tidak berhasil menemukan Liu Bei dia segera berkuda ke Chang Sha dan meminta perlindungan Gubernur Han Xuan.

    Liu Bei pergi segera dari Kota Xiang Yang yg menolak menerimanya. Prajurit dan rakyat yang mengikutinya sudah sedemikian banyaknya sehingga pasukan berjalan sangat lambat sekali. Panjang barisan mencapai beberapa puluh Li, Kereta barang dan kuda mencapai beberapa puluh ribu kereta, dan beban yang ditanggung rakyat nyaris tak tertahankan. Jalan yang mereka tempuh melintasi makam Liu Biao dan Liu Bei berhenti sejenak untuk memberi sujud pada makam Liu Biao.

    Dia berduka dan berkata, “Sungguh memalukan saudaramu ini, Tidak mempunyai Kebajikan dan juga bakat. Aku menolak untuk mengemban tugas yang kau berikan padaku karena aku menganggap itu salah. Tetapi Rakyat tidak bersalah dan aku harap kau membantuku dialam sana untuk menyelamatkan rakyat ini.”

    Doanya dipenuhi dengan kesedihan dan semua yang mendengarnya ikut menangis.

    Pada saat itu tiba2x pengintai datang dan memberitahukan bahwa FanCheng telah direbut oleh Cao2x dan pasukannya sedang mempersiapkan Perahu dan rakit untuk menyebrangi sungai.

    Para Jendral Liu Bei berkata, “Jiang Ling adalah tempat yang tepat untuk bertahan, tetapi dengan banyaknya rakyat ini kita hanya dapat bergerak sangat lambat dan mungkin kita tidak akan dapat mencapai kota pada waktunya ? Jika cao2x mengejar, kita akan berada dalam keadaan genting. Saran kami adalah untuk meninggalkan rakyat kepada nasib meraka sendiri dan kita segera menuju Jiang Ling.”

    Tetapi Liu Bei menangis dan berkata, “Keberhasilan setiap Negara bergantung pada rasa kemanusiaan. Bagaimana mungkin aku meninggalkan rakyat yang tidak bersalah ini, yang telah rela ikut denganku dan mempercayai bahwa aku akan menyelamatkan mereka ?”

    Semua yang mendengar dia mengucapkan kata2x itu sangat terpengaruh. Para prajurit Liu Bei dan rakyat yg dapat bertempur, semuanya bersujud kepada Liu Bei dan berkata mereka siap mati demi Liu Bei dan akan berusaha selama mungkin menahan pasukan cao2x yang mengejar.

    Liu Bei segera berterima kasih pada mereka dan perjalanan dilanjutkan kembali. Perjalanan mereka sangat lambat karena banyaknya rakyat yang mengikuti. Ribuan dari mereka tewas setiap harinya, dan tangisan serta kesedihan telah memenuhi seluruh penjuru langit. Liu Bei sangat sedih hatinya melihat keadaan ini.

    “Pasukan Cao2x akan tiba secepatnya.” Kata Zhuge Liang, “Mari kita kirim Guan Yu ke JiangXia unutk meminta bantuan. Liu Qi pasti akan membantu kita dan membawa pasukannya serta mempersiapkan perahu bagi kita untuk pergi ke JiangLing.”

    Liu Bei setuju dan dia menulis sepucuk surat yang diberikan pada Guan Yu dan Sun Qian serta 500 prajurit untuk segera pergi ke Jiang Xia. Zhang Fei diperintahkan untuk menjaga barisan belakang dengan 5.000 prajurit. Zhao Yun diperintahkan unutk menjaga keluarga Liu Bei dan pejabat lainnya bersama 2.000 prajurit. Sementara sisa2x prajurit diperintahkan untuk membantu penduduk.

    Mereka hanya dapat bergerak 5-6 Li(sekitar 2,5 Km – 3 Km) setiap harinya dan mereka sering berhenti untuk beristirahat.

    Sementara itu cao2x di Fan Cheng segera mengirim pasukan untuk menyerang Xiang Yang. Dia memerintahkan Liu Zong untuk datang menemuinya, tetapi Liu Zong terlalu takut untuk menjawab panggilan itu. Tidak ada bujukan apapun yang dapat membuatnya pergi.

    Wang Wei berkata pada dia secara pribadi, “Sekarang kau dapat mengalahkan cao2x apabila kau bijak. Karena kau telah mengumumkan penyerahan diri dan Liu Bei telah pergi, Cao2x akan dapat tenang dan tidak waspada terhadapmu dan nantinya kau bisa menangkapnya disaat dia lengah. Kirimkan pasukan yang terlatih baik ketempat yang strategis, sembunyikan pasukan itu dan perintahkan mereka untuk menyerang cao2x ketika dia sedang lengah. Setelah semua ini dilakukan kau akan dapat menangkapnya. Jika kau menangkap cao2x, kemahsyuranmu akan terdengar sampai keseluruh penjuru kekaisaran dan seluruh negeri akan menjadi milikmu. ini adalah kesempatan yang tidak akan terulang lagi dan kau tidak boleh kehilangan kesempatan ini.”

    Liu Zong kemudian berkonsultasi dengan Cai Mao yang segera menyebut Wang Wei sebagai penasehat yang jahat dan berkata kasar kepadanya.

    “Kau Sudah Gila ! Kau tidak mengerti apapun dan memahami apapun tentang takdir, ” Kata Cai Mao.

    Wang Wei marah dan berkata, ” Cai Mao adalah pengkhianat negara dan aku berharap dapat memakannya hidup2x.”

    Pertikaian itu semakin besar dan Cai Mao ingin segera membunuh Wang Wei tetapi mereka berdua dapat ditenangkan oleh Kuai Yue.

    Lalu Cai Mao dan Zhang Yun pergi ke Fan Cheng untuk menemui Cao2x.

    Cao Mao berdasarkan nalurinya memang suka menjilat dan memuji2x orang dan ketika Cao2x berkata mengenai sumber daya alam Jing Zhou dia berkata, “ada 50.000 ekor kuda disana, 150.000 prajurit dan 80.000 marinir. Kebanyakan uang dan makanan ada di JiangLing. Yang Lainnya ada diberbagai tempat. Persediaan disini cukup untuk satu tahun.”

    “Berapa banyak kapal perang disana ? Siapakah komandannya ?” Kata Cao2x.

    “Ada 7000 kapal perang disana dengan berbagai ukuran, dan kami berdua adalah komandannya.”

    Cao2x langsung menganugerahkan Cai Mao, Bangsawan penguasa Selatan dan Admiral utama angkatan Laut. Zhang Yun diangkat menjadi wakil Admiral dengan gelar Bangsawan yang membawa kepatuhan.

    Mereka lalu berkata, “Aku ingin mengusulkan kepada istana bahwa putra Liu Biao harus diangkat secara resmi menjadi pelindung kekaisaran wilayah Jing Zhou sebagai penerus ayahnya yang telah meninggal.”

    Dengan janji untuk tuan mereka dan juga kehormatan serta gelar bagi mereka sendiri, mereka segera pamit.

    Lalu Xun Yu bertanya pada cao2x, “Mengapa kedua penjilat ini kau perlakukan sungguh baik sekali ?”

    Cao2x menjawab, “Apakah kau pikir aku tidak mengetahui tentang mereka ? Hanya saja kita orang2x dari utara yg hidup dipegunungan dan dataran lembah tidak begitu mengetahui bagaimana berperang di air dan kedua orang itu mengetahuinya.Aku menginginkan bantuan mereka, ketika tujuanku telah tercapai aku dapat melakukan apa saja yang kusuka kepada mereka.”

    Liu Zong sangat senang dengan kedua jendralnya yg kembali dengan janji yang diberikan cao2x. Segera dia memberikan stempelnya dan komando militernya serta segera keluar untuk menyambut cao yang menerimanya dengan sangat baik.

    Cao2x kemudian pergi ke kemah didekat Xiang Yang. Penduduk, dipimpin oleh Cai Mao dan Zhang Yun menyambutnya dengan membakar dupa dan Cao2x segera memaklumatkan kepada penduduk agar tetap melakukan kegiatan seperti biasanya.

    Cao2x kemudian masuk kedalam kota dan duduk di istana penguasa JingZhou. Lalu dia memanggil Kuai Yue dan berkata padanya, “Aku tidak terlalu gembira mendapatkan Jing Zhou lebih daripada aku dapat menemuimu, temanku Kuai Yue.”

    Cao2x mengangkat Kuai Yue sebagai gubernur di JiangLing dan bangasawan dari FanCheng. Wang Can, Fu Xuan dan para pejabant lainnya juga mendapat gelar bangsawan. Liu Zong diangakt menjadi Pelindung Kekaisaran daerah Qing Zhou diutara dan segera diperintahkan untuk pergi kedaerah itu.

    Liu Zong sangatlah ketakutan dan berkata, “Aku tidak mempunyai harapan untuk menjadi pejabat. Aku berharap dapat tinggal ditempat dimana ayah dan ibuku tinggal.”

    Kata Cao2x, “Daerahmu yang baru dekat dengan ibukota dan aku telah mengirimmu kesana sebagai pejabat tinggi untuj menjauhkanmu dari tempat berbahaya ini.”

    Dia terpaksa pergi dan dia segera berangkat serta membawa ibunya. Wang Wei menaminya untuk pergi kedaerah kekuasaanya yg baru. Beberapa pejabant lainnya juga mengantarnya sampai sejauh sungai dan disana mereka mengucapkan salam perpisahan.

    Lalu Cao2x memanggil orang kepercayaannya, Yu Jin dan berkata, “Ikutilah Liu Zong dan bunuh dia serta ibunya. Jika sudah maka kekhawatiran kita telah hilang.”

    Yu Jin mengikuti dengan sedikit tentara.

    Ketika dia mendekat, dia berteriak, “Aku mempunyai perintah dari perdana menteri untuk menghukum mait kalian, ibu dan anak ! ”

    Lady Cai segera memeluk anaknya, dan menangis. Yu Jin segera memerintahkan anak buahnya untuk segera melaksanakan tugasnya. Hanya Wang Wei yg berusaha melawan untuk menyelamatkan ibu dan anak itu. Akhirnya mereka bertiga tewas dan Yu Jin kembali serta melaporkan hasil kerjanya. Cao2x yg puas segera memberikan hadiah besar bagi Yu Jin dan pasukannya.

    Kemudian Cao2x memerintahkan untuk menemukan keluarga Zhuge Liang dan menghukum mati mereka, tetapi prajurit mengatakan mereka semua telah menghilang. Zhuge Liang telah memindahkan mereka kedaerah “3 muara” (San Xia). Hal ini cukup mengesalkan cao2x karena Zhuge Liang selalu dapat membaca apa yang akan dilakukanya.

    Lalu masalah di Xiang Yang segera dibereskan dan kemudian Xu You mengusulkan untuk mengejar Liu Bei.

    Dia berkata, “Jiang Ling adalah tempat yang penting dan sangat kaya. Jika Liu Bei mendapat tempat itu, maka akan sulit untuk mengatasinya.”

    “Bagaimana aku dapat melupakan hal itu ?” Kata Cao2x.

    Lalu dia segera memanggil pejabat di Xiang Yang yg dapat memimpin pasukannya dan menunjukan jalan. Mereka semua segera datang kecuali Wen Pin.

    Cao2x segera mengirim orang untuk membawa dia dan segera dia dibawa kehadapannya.

    “Kenapa kau terlambat datang ?” Tanya Cao2x.

    Wen Pin berkata, “Untuk menjadi seorang menteri dan melihat tuannya kehilangan wilayahnya adalah suatu hal yang memalukan. Orang seperti itu tidak mempunyai muka untuk menemui orang lain dan aku terlalu malu untuk datang.”

    Air matanya segera jatuh dengan cepat ketika dia selesai mengucapkan kata2x itu. Cao2x sangat mengagumi kesetiaanya dan memberikannya jabatan sebagai gubernur JiangXia dan gelar kebangsawanan. Dia juga meminta Wen Pin membawa pasukan untuk menunjukan jalan.

    Kemudian mata2x kembali dari pengitaiannya dan berkata, “Liu Bei membawa banyak sekali penduduk bersama dia. Dia hanya dapat bergerak tidak lebih dari 10 Li (5 Km) perhari dan dia sekarang baru berada 200 Li Jauhnya dari sini (100 Km). ”

    Cao2x memutuskan untuk mengambil keuntungan dari kelemahan hati Liu Bei, sehingga dia memerintahkan agar 5.000 pasukan elitnya (Hu Ban Ping Xia/ Pasukan Elit “Armored Tiger”) segera mengejar Liu Bei. Dia hanya memberikan waktu 1 hari dan 1 malam untuk dapat mengejar Liu Bei, jika tidak maka mereka semua akan dihukum mati. Pasukan utama akan mengikuti mereka dari belakang.

    Seperti telah dikatakan sebelumnya, Liu Bei berpergian bersama rakyat yang banyak, untuk menjaga akan pengejaran maka Zhang Fei ditugaskan menjaga barisan belakang dan Zhao Yun menjaga keluarganya dan keluarga pejabat lainnya. Guan Yu dikirim ke Jiang Xia untuk mencari bala bantuan.

    Suatu hari Zhuge Liang berkata, “Karena belum ada berita dari Jiang Xia hingga hari ini aku merasa pasti Guan Yu mengalami kesulitan.”

    “Aku harap kau sendiri yg akan pergi kesana,” Kata Liu Bei. “Liu Qi pasti akan mengingat kebaikanmu dan menyetujui apapun yang kau putuskan.”

    Zhuge Liang berkata dia akan segera berangkat dengan Liu Feng, anak angkat dari Liu Bei dan membawa 500 prajurit mengawal mereka.

    Setelah beberapa hari kemudian, ketika pasukan sedang bergerak dipimpin 3 komandan lainnya– Jian Ying, Mi Zhu dan Mi Fang, tiba2x angin kencang bertiup didepan Liu Bei dan debu2x berterbangan menutup matahari yang bersinar.

    Liu Bei ketakutan dan bertanya, “Pertanda apakah ini ?”

    Jian Yong yg mengerti sedikit mengenai rahasia alam, segera meramal maksud tanda2x ini.

    Dengan pucat dan bergetar dia berkata, “Bencana besar akan datang malam ini. Macan akan keluar dan mencari mangsanya, korban akan berjatuhan dan darah akan mengalir seperti air sungai. Tuanku harus meninggalkan rakyat dan menyerahkan mereka pada nasib mereka masing2x serta tuanku pergi secepat mungkin ke Jiang Ling.”

    “Aku tidak dapat melakukan itu.” Kata Liu Bei sambil melihat rakyat yang berada disekelilingnya.

    “Jika kau membiarkan rasa kasihan mengalahkan pertimbangan rasiomu, maka bencana sudah pasti terjadi.” Kata Jian Yong.

    Setelah Jian Yong berkata pada tuannya, dia kemudian bertanya tempat apa yang terdekat.

    Para rakyat yang berasal dari daerah sana berkata, “DangYang cukup dekat dan disana ada sebuah gunung yang terkenal yg disebut gunung “Harapan” (Qi Dai Shan).

    Lalu Liu Bei segera meminta mereka untuk memimpinnya kesana segera.

    Saat itu sudah akhir musim gugur dan musim sedang berganti kemusim dingin, angin dingin mulai merasuk kedalam sumsum tulang. Segera malampun tiba, lolongan serigala dan anjing liar digunungpun terdengar. Setelah tengah malam berlalu tiba2x mereka mendengar suara gaduh di arah barat laut. Liu Bei berhenti dan segera memanggil prajurit2xnya yang tersisa 2.000 prajurit untuk bersiap-siap menghadapi apapun yang terjadi.

    Saat itu pasukan Elit cao2x telah tiba, mereka datang dengan kuda yang besar berwarna hitam, mereka menggunakan baju zirah berwarna hitam yang mempunyai hiasan harimau dibahu dan dadanya, mereka juga bersenjatakan dengan pedang dan tombak yang besar serta membawa panah2x besar. Mereka membantai penduduk tidak perduli usia ataupun jenis kelamin, tua, muda, dewasa, anak2x , wanita dan pria semuanya mereka bunuh, binatang ternak juga tidak disisakan, semua dibantai dengan mudahnya seperti merobek kertas. Pertahanan tidak mungkin dilakukan walaupun Liu Bei bertaraung mati-matian. Tiba2x Zhang Fei bersama pasukannya datang dan membantu. Melihat kakaknya terkepung, dia segera menebaskan tombaknya kesana dan kemari untuk membuka jalan bagi kakaknya. Walaupun pasukan elit Cao2x adalah yang terhebat tetapi bukanlah lawan bagi Zhang Fei, Tetapi dilain sisi Zhang Fei yg juga merasa bahwa pasukan yang dia lawan bukanlah pasukan yang enteng segera menjemput kakaknya dan membawanya pergi kearah Timur. Tiba2x disana dia berhentikan oleh pasukan yang dipimpin oleh Wen Pin.

    “Bedebah !!! Masih pantaskah kau disebut manusia setelah semua pembantaian ini ?” Teriak Liu Bei.

    Wen Pin yang diliputi rasa malu segera pergi meninggalkan Liu Bei. Zhang Fei sekarang yang berada dibelakang kakaknya berusaha mati2xan menahan serangan pasukan Elit cao2x yang makin menggila dalam membantai rakyat, dia melindungi kakanya hingga hari mejelang pagi. Liu Bei berusaha menyelamatkan rakyat sebisanya, dan dia terus memerintahkan prajurit2xnya agar membawa rakyat ketempat yang aman.

    Setelah beberapa saat akhirnya Liu Bei berhasil menjauh dari daerah pertempuran dan dia beristirahat. Hanya beberapa pengikutnya saja yang masih bersama dia. Dia tidak tahu bagaimana nasib para pejabat2xnya dan juga keluarganya.

    Setelah melihat keadaan sekelilingnya dia lalu tertunduk dan berlutut ketanah, dia berkata dengan sangat sedih, “Puluhan ribu jiwa melayang karena keyakinan mereka padaku, dan para pejabatku serta keluargaku telah hilang. Hanya orang mati yang tidak sedih atas semua kejadian ini !”

    Masih dengan sedihnya, tiba2x dia melihat Mi Fang datang dengan panah musuh yang masih menancap di badannya.

    Mi Fang berkata, “Zhao Yun telah berkhianat dan pergi pada Cao2x.”

    Liu Bei marah dan memerintahkan dia untuk diam serta berteriak, “Apakah kau pikir aku dapat mempercayai hal itu dilakukan oleh sahabat lamaku itu ?”

    “Mungkin dia telah pergi.” Kata Zhang Fei, “Dia pasti melihat bahwa kita hampir kalah total dan disana dia melihat bahwa cao2x sangat kaya dan berkuasa.”

    “Dia telah mengikutiku dengan setia melalui semua bahaya dan kesulitan. Hatinya kokoh bagaikan batu karang. Tidak ada kekayaan dan kehormatan yang akan menggerakan hatinya daripadaku !” Kata Liu Bei.

    “Aku melihat dia pergi kearah Barat laut. ” Kata Mi Fang.

    “Tunggu sampai aku bertemu dia !” Kata Zhang Fei, “Jika aku menemuinya akan aku potong2x dia dan kulemparkan potongan tubuhnya untuk dimakan anjing !!”

    “Hati2x dengan keraguanmu atas dirinya.” Kata Liu Bei, “Apakah kau telah lupa mengenai Guan Yu yang harus membunuh Cai Yang untuk menghapuskan kecurigaanmu padanya ? Zhao Yun pergi pasti untuk suatu alasan yang bagus dan dia pasti akan kembali. Dia tidak mungkin meninggalkan aku.”

    Tetapi Zhang Fei tidak dapat diyakinkan. Lalu dia dengan hanya membawa beberapa puluh prajuritnya segera pergi ke jembatan “Zhang Pan” (Chang Fan Po/Chang Ban Po, Po artinya jembatan. Zhang Pan itu artinya panjang besar). Melihat pepohonan lebat disekitar jembatan, tiba2x sebuah ide muncul dikepalanya. Dia memerintahkan para prajuritnya memotong ranting dari pohon2x tersebut dan mengikatkan ranting tersebut pada kuda mereka. Dan mereka disuruh berkuda kesana dan kemari untuk membuat debu tebal berterbangan sehingga menimbulkan kesan ada prajurit bersembunyi dihutan. Dia sendiri berdiri seorang diri diujung jembatan menghadap kebarat dengan tombaknya siap untuk beraksi. Dia berjaga2x disana.

    Sekarang Zhao Yun yang telah bertempur dengan musuh dari tengah malam sampai tengah hari, tidak dapat melihat tanda2x dari tuannya dan lebih lagi dia kehilangan keluarga tuannya itu.

    Dia menyesal dan berkata dalam hatinya, “Tuanku telah mempercayakan kepadaku keluarganya dan anak tuanku Liu Chan dan aku telah kehilangan mereka. Sekarang bagaimana aku berani melihat mukanya lagi ? Aku hanya dapat pergi dan bertarung sampai mati. Apapun yang terjadi aku harus mencari keluarganya dan anak tuanku.”

    Segera dia berbalik, dia hanya mempunyai 40 prajurit yang tersisa. Dia segera berkuda secepatnya kesana dan kemari diantara prajurit dan rakyat dan terpencar-pencar untuk menanyakan keberadaan keluarga Liu Bei. Penderitaan rakyat dan teriakan2x minta tolong serta kesakitan disekitar dirinya telah mampu untuk membuat langit dan bumi menangis. Beberapa terluka karena panah, dan sebagian lainnya karena tombak dan pedang, mereka telah membuang anak mereka, meninggalkan istrinya dan pergi menyelamatkan diri entah kemana.

    Kemudian Zhao Yun melihat sesorang terbaring di rerumputan dan mengenalinya sebagai Jian Yong.

    “Apakah kau telah melihat istri Paman Liu ?” Tanya Dia.

    Jian Yong menjawab, “Mereka telah meninggalkan kereta kudanya dan lari membawa Liu Chan. Aku mengikuti hingga lereng bukit tetapi akhirnya aku terluka dan jatuh dari kudaku. Kudaku dicuri orang. Aku tidak dapat bertarung lagi dan aku terbaring disini.”

    Zhao Yun segera memerintahkan dua orang anak buahnya untuk membawa Jian Yong pergi ketempat yang aman dan memerintahkan Jian Yong untuk mencari Liu Bei dan menceritakan mengenai hal ini.

    “Katakan padanya, Aku akan mencari keluarganya di surga maupun dineraka, melalui gunung ataupun jurang, aku akan menemukan mereka. Jika aku tidak menemukan mereka ataupun mereka telah mati maka akupun akan mati dimedan peperangan ini.”

    Lalu Zhao Yun pergi menuju arah barat.

    Ketika ditengah perjalanan ada suara memanggil, “Jendral Zhao Yun, kemanakah kau akan pergi ?”

    “Siapakah engkau ?” Tanya Zhao Yun.

    “Aku adalah seorang pengawal dari kereta kuda nyonya dan tuan muda. Aku terluka.”

    “Apakah kau mengetahui bagaimana keadaan kedua nyonya dan anaknya ?”

    “Tidak berapa lama aku melihat Lady Gan pergi kearah selatan bersama wanita2x lainnya. Rambutnya terurai dan dia tidak memakai alas kaki.”

    Mendengar hal ini, tanpa berpikir dua kali dia segera naik keatas kudanya dan bergerak kearah selaan. Segera dia melihat sekelompok orang, wanita dan pria, berlarian.

    “Apakah Lady Gan berada diantara kalian ?” Dia berteriak.

    Seorang Wanita dibarisan belakang segera melihat dia dan menangis tersedu-sedu.

    Zhao Yun segera turun dari kudanya, mengambil tombak peraknya dan menancapkannya ditanah, dia berlutut dan berkata, “Ini adalah salahku sehingga kau menderita. Tetapi dimanakan Lady Mi dan anak tuanku ?”

    Lady Gan menjawab, “Dia dan aku terpaksa meninggalkan kereta kudaku dan berbaur dengan rombongan ini berjalan kaki. Kemudian sekelompok tentara datang dan kami terpisah. Aku tidak tahu dimanakah dia, aku lari menyelamatkan hidupku.”

    Ketika mereka sedang berbicara, erangan kesakitan dan teriakan ketakutan muncul dari belakang rombongan rakyat yang kabur itu. Pasukan infatri ringan cao2x berjumlah sekitar 1.000 prajurit tiba dan membantai penduduk. Zhao Yun segera mengambil Tombak peraknya dan menaiki kudanya untuk beraksi. Ketika itu dia melihat bahwa diantara para prajurit itu ada wajah yang dia kenal yang dijadikan tawanan. Tawanan itu adalah Mi Zhu, dibelakang Mi Zhu ada seorang jendral yang memegang pedang besar. Pasukan itu adalah milik Cao Ren dan jendral itu bernama Chunyu Dao. Setelah menangkap Mi Zhu, dia sedang ingin membawanya pada Cao2x untuk membuktikan jasanya.

    Zhao Yun berteriak dan berkuda pada pasukan itu, Chunyu Dao maju kedepan dan melawan Zhao Yun. Chunyu Dao menebaskan pedangnya yang besar itu pada Zhao Yun tetapi berhasil ditahan, Zhao Yun kemudian menendangnya sehingga terjatuh dari kudanya dan kemudian menusuk Chunyu Dao sehingga tewaslah dia. Pasukan Cao2x yang melihat Zhao Yun berhasil mengalahkan jendralnya segera melemparkan senjatanya dan lari ketakutan. Mi Zhu pun akhirnya dibebaskan. Kemudian dia membawa Mi Zhu dan Lady Gan pergi dari situ. Mereka berkuda menuju Jembatan Chang Ban.

    Disana telah berdiri Zhang Fei yang sedang berjaga2x seorang diri.

    Segera ketikadia melihat Zhao Yun, Zhang Fei berkata, “Zhao Yun, kenapa kau mengkhianati tuan kita ?”

    “Aku terlambat karena aku mencari keluarga tuanku, apa maksudmu mengatakan aku berkhianat ?” Tanya Zhao Yun.

    “Jika bukan karena Jian Yong tiba sebelum kau dan menceritakan kejadiannya padaku, aku sekarang mungkin sudah membunuhmu.”

    “Dimanakah tuan kita ?” Tanya Zhao Yun.

    “Tidak terlalu jauh, Didepan sana.” Kata Zhang Fei.

    “Antarlah Lady Gan kepada Tuan Liu Bei. Aku akan kembali mencari Lady Mi,” Kata Zhao Yun kepada prajuritnya, dan dia segera kemabli kemedan pertempuran.

    Tidak lama kemudian dia bertemu denan seorang pemimpin bersenjatakan tombak dengan gagang besi dan membawa pedang yang digantungkan dipunggunya, dia membawa sekitar 10 penunggang kuda lainnya. Tanpa mengucapkan kata2x apapun, Zhao Yun segera mengejar mereka dari belakang dan membunuh para pengawalnya dan bertarung dengan pemimpinnya itu, Zhao Yun lalu melompat pada pemimpinnya itu dan mendorong dia hingga jatuh ketanah, sekarang keduanya sedang bergulat ditanah.

    Ketika sedang bertarung begitu, Zhao Yun berusaha merebut pedang dari punggung pemimpin itu. Begitu terbuka pedangnya, langsung kepala pemimpin itu terpenggal. Dia kemudian mengetahui bahwa yang mati itu adalah Xiahou En, pembawa pedang cao2x. Dan pedang yang dibawa dipunggung Xiahou En adalah pedang Cao2x. Cao2x memiliki dua bilah pedang, yang satu bernama “Pedang Langit”(Tien Xia Dao) yang lainya disebut “Pedang Sinar”(Ching Hung Dao). Pedang Langit adalah senjata yang umumnya cao2x selalu pakai disisinya, sementara yang lainnya dibawa oleh pembawa pedangnya. Pedang sinar ini dapat memotong besi semudah memotong lumpur dan tidak ada pedang yang memiliku ujung lebih tajam dari pada pedang ini. Hawa pedangnya saja sanggup membelah tubuh manusia dari jarak beberapa meter.

    Sebelum bertemu Zhao Yun, Xiahou En diperintahkan untuk menjarah rakyat. Sungguh sebuah kebetulan dia bertemu Zhao Yun dan mati ditangannya. Nama pedangnya terukir dibatang pedangnya dengan tulisan dari tinta emas jadi dia langsung mengetahui betapa berharganya pedang ini. Kemudian dia membawa pedang itu disisinya dan naik kembali keatas kudanya. Dia baru sadar ternyata sudah tidak ada seorang prajuritpun yang mengikutinya dan dia benar2x sendirian sekarang.

    Walaupun begitu, dia tidak berpikir untuk kemabali sedikitpun sebelum menemukan Lady Mi dan putra Tuannya. Dia berkuda kesana dan kemari, kegaris depan dan belakang, dia dia bertanya pada setiap orang yang ditemuinya.

    Ditengah perjalanannya ada seorang yang berkata, “Seorang wanita dengan anak yg digendongnya dan juga kakinya yang terluka sehingga dia tidak bisa jalan sedang terbaring di rumah tuan itu, kau dapat melalui lubang didinding itu untuk menemuinya.”

    Zhao Yun segera pergi kesana, disamping sumur tua dibelakang lubang tembok itu, duduklah seorang ibu dengan anaknya yang didekapnya erat2x dan dia sedang menangis.

    Zhao Yun segera berlutut dihadapannya saat itu juga.

    “Anakku akan selamat karena engkau telah disini”, Kata Lady Mi, “Kasihanilah dia jendral ! Jagalah dia karena dia adalah satu2xnya darah dan daging ayahnya. Bawalah dia kepada ayahnya dan aku dapat mati dengan tenang.”

    “Ini adalah kesalahanku sehingga kau menderita, nyonya.” Balas Zhao Yun, “Tetapi kita tidak perlu berkata apa2x lagi, segeralah naik keatas kudaku/ Sementara aku akan berjalan disampingmu dan melindungimu sampai kita berhasil bertemu dengan tuanku.”

    Lady Mi menjawab, “Aku tidak dapat melakukan itu. Apa yang akan dapat engkau lakukan tanpa kudamu itu ? Tetapi anak itu, aku percayakan dia padamu. Aku telah terluka parah dan tidak memiliki harapan untuk hidup. Aku harap kau segera membawa dia dan pergi. Jangan kau pikirkan aku lagi !”

    “Aku mendengar teriakan tentara,” Kata Zhao Yun, “Prajurit musuh akan segera sampai kemari kapan saja. Aku harap kau cepat naik keatas kuda.”

    “Tetapi aku tidak dapat bergerak,” Kata Lady Mi, “Cepatlah kau pergi, jgn sampai kita berdua terjebak disini.”

    Dan dia segera memberikan anaknya pada Zhao Yun.

    “Bawalah anak itu !” Pinta Lady Mi, “Hidupnya dan keselamatannya semua sekarang kuserahkan padamu.” Dia mencium kening anaknya dan mendoakan keselamatannya.

    Lagi dan lagi Zhao Yun bersujud meminta sang ibu untuk naik keatas kudanya, tetapi lady Mi menolaknya.

    Lalu teriakan prajurit terdengar makin mendekat, Zhao Yun segera berbicara dengan kasar, “Jika kau tidak melakukan apa yang kukatakan, apakah yang akan terjadi jika prajurit sampai kemari ?”

    Saat itu beberapa prajurit cao2x telah tiba disana dan Zhao Yun segera melawan mereka dan membunuh mereka.

    Ketika Hal itu terjadi, Lady Mi meletakan anaknya ditanah dan dia pun berusaha berdiri dan melompat kedalam sumur tua itu. Dia meninggal dunia dengan mengorbankan nyawanya demi keselamatan anaknya.

    Melihat Lady Mi telah melompat kedalam sumur, maka tidak ada hal lain lagi yang harus dilakukan disana. Zhao Yun segera meruntuhkan tepi sumur dan menutup sumur itu dengan bebatuan agar mayat Lady Mi tidak dirusak ataupun dicemarkan musuh, dia membuatkan kuburan bagi Lady Mi. Kemudian dia melonggarkan baju Zirahnya dan membungkus anak bayi itu dengan pelindung dadanya. Dia menaruh anak itu didalam jubah didadanya. Kemudian dia segera mengambil tombak peraknya dan menaiki kembali kudanya.

    Zhao Yun baru berkuda belum jauh dari tempat itu dimana kemudian dia melihat pasukan musuh yang besar dipimpin oleh Yan Ming, salah satu jendral Cao Hong. Jendral ini menggunakan tombak dua sisi bermata tiga dan menantang bertarung. Tetapi Zhao Yun segera mengalahkannya dan membunuhnya hanya dalam beberapa jurus dan membuat pasukan musuh mundur.

    Zhao Yun bergerak lagi menuju arah timur laut dan tidak lama kemudian dia melihat lagi ada pasukan yang menghalangi jalannya. Didepan pasukan itu ada seorang jendral memimpin, dibenderanya tertulis “ZHANG HE DARI HE JIAN”. Zhao Yun yang menyadari bahwa dibelakangnya ada pasukan mengejar dan didepannya jalannya dihalangi segera berusaha menerobos kepungan pasukan seorang diri. Zhang He dengan tombaknya melawan Zhao Yun. Mereka bertarung selama 50 jurus, tetapi Zhang He masih dapat bertahan. Zhao Yun tidak dapat bertarung dengan leluasa, ditambah ada anak yang harus dilindunginya maka dia memutuskan untuk mundur dan mencari jalan lain. Zhang He memerintahkan pasukannya unutk menghalanginya, tetapi Zhao Yun seperti macan terluka segera menebas dan menusukan tombaknya keselilingnya, pasukan Zhang He berjatuhan disekliling Zhao Yun seperti daun berjatuhan dimusim gugur.

    Zhang He mengejarnya dan Zhao Yun berpikir dapat mengecohnya menuju jalan kecil, tetapi tiba2x dia terjatuh kedalam parit2x. Zhang He tiba dan segera ingin menusukan tombaknya pada Zhao Yun. Zhao Yun yg melihat kematian didepan matanya segera berpikir “Inilah saatnya, aku akan segera mati !!!” Tetapi tiba2x dari badannya muncul sinar terang dan Zhang He segera menutup matanya karena silau sekali seluruh prajurit yang mengepung parit2x itu segera menutup matanya dan mundur, kuda yang terjatuh itu tiba2x meloncat tinggi dan kemudian mendarat lagi dengan selamat diatas tanah.

    Hal ini menakutkan Zhang He dan pasukannya, yang segera mundur dan menghentikan pengejaran. Zhao Yun yang melihat hal itu segera berhenti sebentar dan melihat keadaan Liu Chan yang berada didadanya, ajaibnya bayi itu tertidur pulas sekali. Dia berkata dalam dirinya, “Jika bukan karena keberuntungan putra tuanku ini, aku pasti sudah mati tadi.”

    Kemudian dia segera melanjutkan perjalanannya, tak lama kemudian dia mendengar suara dari belakang yang berteriak. “Zhao Yun, Berhenti kau !!!” dan pada saat yang bersamaan dia melihat ada dua jendral datang dari arah depannya.

    Ma Yan dan Zhang Ji adalah dua jendral yang mengejarnya dari belakang sedangkan Jiao Chu dan Zhang Neng adalah dua jendral yang menghalanginya didepan. Keadaanya sungguh terdesak, tetapi Zhao Yun tidak takut ataupun menyerah.

    Ketika orang2x Cao2x terus menekannya, Zhao Yun melawan mereka sekuat tenaga, para prajurit sudah mengepungnya, Zhao Yun melawan mereka dengan tombaknya. Kemudian ke 4 jendral itu berusaha membunuhnya, Zhao Yun segera melawan mereka, dia berhasil membunuh Ma Yan dengan menebaskan tombaknya dan Zhang Zi dengan menusuknya, tetapi Zhang Zi menarik tombak peraknya Zhao Yun dan tombak itu terlepas dari tangannya dan tetap tertancap dibadan Zhang Zi. Kedua jendral lainnya menyuruh prajurit2xnya menangkap Zhao Yun, tetapi dengan segera Zhao Yun mengeluarkan pedang berharganya. ketika dia mengeluarkan pedang itu, pedang itu mengeluarkan sinar berwarna hijau kebiru-biruan. Ketika dia menebaskan pedang itu, hawa pedangnya langsung memenggal prajurit yang berada disekelilingnya. Pulahan prajurit mati dengan terpenggal dan ratusan lainnya terluka. Jiao Chu dan Zhang Neng segera maju kedepan, Zhao Yun menebaskan pedangnya kebadan mereka dan mereka pun langsung mati. Tidak ada perisai, baju zirah apapun yang dapat menahan serangan pedang itu. Zhao Yun bahkan tidak perlu berusaha susah2x untuk menggunakan kekuatannya, dia hanya menebaskan pedang itu dan darah segera bercucuran seperti air mancur kapanpun pedang itu menebas. Lalu ke 4 jendral itu akhirnya tewas dan pasukannya ketakutan dan lari melihat kehebatan Zhao Yun. Dia segera mengambil kembali tombaknya dan dia membawa tombak ditangan kirinya dan pedang ditangan kanannya. Zhao Yun sekali lagi bebas dan segera bergerak menuju tempat tuannya.

    Sekarang cao2x yang berada diatas bebukitan melihat keberanian seorang jendral dibawahnya itu, dia melihat ada seseorang gagah yang mengenakan jubah putih seperti salju dan helm dari perak menaiki kuda putih sedang berusaha menerobos seluruh pasukannya yang berjumlah ratusan ribu prajurit. Seorang jendral yang keberaniannya tidak ada yang dapat menyamai didunia ini. Lalu cao2x bertanya pada pengikut2xnya apakah mereka mengetahui nama orang itu. Tidak ada seorang pun yang mengenalinya.

    Lalu Cao Hong berkuda turun dari atas bukit dan berteriak, “Kami ingin mendengar siapakah namamu pendekar !!!”

    “Aku adalah Zhao Yun dari ChangShan !!” Jawab Zhao Yun.

    Cao Hong segera kembali pada tuannya, yg berkata, “Seorang pemimpin seperti macan !! Aku harus mendapatkannya hidup2x.”

    Segera dia mengirim perintah kepada seluruh datasmen pasukannya agar tidak ada yang menggunakan panah untuk melukai Zhao Yun. Dia harus ditangkap hidup2x.

    Pasukan Cao2x yang berjumlah ratusan ribu itu berusaha untuk menangkap Zhao Yun. Tetapi Zhao Yun tidak mau menyerah, dengan seluruh kekuatannya, seorang diri dia berusaha menerobos kepungan musuh tanpa rasa takut sedikitpun, Tak terhitung lagi berapa banyak prajurit Cao2x yang tewas dan terluka karena dirinya. Dia menebas kesegala arah, dan kemanapun dia pergi potongan tubuh dan darah para prajurit2x cao2x berceceran dimana-mana. Keberanian pasukan cao2x menjadi berkurang ketika melihat hal ini, dan mereka banyak yang menyingkir dari jalan Zhao Yun kemanapun dia pergi. Pasukan Elit cao2x yang menghalangi dia pun segera mundur.

    Dan akhirnya Zhao Yun berhasil lolos dari bahaya yang sangat, dan Liu Chan aman bersamanya. Selama pembantaian itu berlangsung, Zhao Yun dengan membawa Liu Chan, anak tuannya dibadannya, berhasil menghabisi 2 kelompok bendera pasukan (Sekitar 1.000-1.500 prajurit), mendapatkan pedang pusaka, dan 3 tombak serta membunuh lebih dari 150 orang pasukan elit dan sekitar 50 perwira dan jendral berpangkat tinggi milik cao2x. Yang terluka sedemikian banyaknya sehingga tidak dapat lagi terhitug jumlahnya.

    Setelah berhasil keluar dari tekanan, Zhao Yun segera pergi dari medan perang itu. Jubah putihnya telah berubah warna menjadi merah semua akibat terkena cipratan darah, warna kudanya pun sudah kemerah-merahan.

    Dalam perjalanannya menuju perbukitan, dia bertemu dengan dua kelompok pasukan yang dipimpin kakak beradik, Zhong Jin dan Zhong Shen. Yg pertama bersenjatakan kampak yang besar sekali, sementara yang lainnya menggunakan tombak bermata kampak.

    Segera mereka melihat Zhao Yun, mereka mengenalinya dan berteriak ,”Zhao Yun cepatlah turun dan menyerah !!!”

  25. 75
    Dave_Liang Says:

    Bab 42 Bagian 1
    Teriakan Zhang Fei membawa kemenangan di jembatan Chang Ban

    Bab 42 Bagian 2
    Liu Bei yg kalah mundur ke Hanjin.

    ==================================================

    Seperti telah diceritakan di bab sebelumnya, Zhao Yun berkuda melewati ratusan ribu pasukan cao2x dan membawa Liu Chan dibadannya. Kemudian dia dihalangai oleh 2 orang jendral Cao2x. Zhao Yun segera menerjang kearah kedua jendral itu, Zhong Jin yang maju pertama menggunakan kampak besar sekali. Zhao Yun menhindari tebasan kampak besarnya, lalu dia mengambil kesempatan untuk memukul badan Zhong Jin dengan tombaknya. Zhong Jin segera terjatuh dari kuda dan kesakitan, Zhao Yun yg tidak mau berlama-lama segera melarikan diri, tetapi Zhong Shen mengejarnya dari belakang dan siap menyerang dengan menggunakan tombak kampaknya. Hidung kuda Zhong Shen sudah sedemikian dekatnya dengan buntut dari kuda Zhao Yun, Lalu tiba2x Zhao Yun membalikan kudanya. Zhong Shen yang terkejut segera membacokkan tombaknya kearah kepala Zhao Yun. Zhao Yun menahan serangan itu dengan tombaknya yg berada ditangan kiri, sedangkan pedang sinar ditangan kanannya menebas kearah Zhong Shen. Hanya satu tebasan dan Zhao Yun menebas Zhong Shen melalui helm dan kepalanya. Zhong Shen terjatuh ketanah, mayatnya hanya memiliki sebagian kepala dengan potongan diagonal. Zhong Jin melihat hal itu segera melemparkan kapak besarnya kearah Zhao Yun, Zhao Yun langsung menbaskan pedangnya kearah kapak itu dan kapak itu terbelah menjadi dua dan jatuh ketanah. Dia segera melemparkan tombaknya kearah Zhong Jin dan Zhong Jin yang terperangah tidak dapat bergerak lalu mati tertusuk tombak perak Zhao Yun. Pasukannya yang melihat hal ini segera membubarkan diri dan lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Zhao Yun lalu mengambil lagi tombak peraknya dan segera pergi menuju jembatan Chang Ban.

    Tetapi dibelakang dia segera tampak suara2x teriakan prajurit, dan juga debu2x berterbangan. Ternyata itu adalah Wen Pin dengan pasukan “Armored Tiger”, pasukan elit cao2x yg mengejarnya. Kuda Zhao Yun sudah sangat kelelahan sehingga tidak dapat berlari lebih cepat lagi, walaupun begitu jembatan sudah sangat dekat didepan. Dari kejauhan dia melihat Zhang Fei yang sedang berdiri sendiri sedang berjaga didepan jembatan.

    “Zhang Fei, Bantulah aku !!!” Teriak Zhao Yun.

    “CEPATLAH !!!” Teriak Zhang Fei, “Aku akan menahan para pengejar !!!”

    Akhirnya Zhao Yun dapat melewati jembatan itu.

    Kira2x 7 Km kemudian Zhao Yun berhasil menemukan Liu Bei dan yg lainnya sedang beristirahat dibawah pepohonan. Dia segera turun dari kudanya, menangis, dan berlutut dihadapan tuannya itu. Air mata segera jatuh dari wajah liu bei melihat Zhao Yun berhasil kembali dengan selamat. Seluruh orang disana yang melihat Jubah Zhao Yun yang berwarna putih sudah menjadi merah semua dan tombaknya masih meneteskan darah segar.

    Zhao Yun bersujud dan berkata, “Ini adalah kesalahanku. Kematian masih terlalu ringan sebagai hukumanku. Lady Mi sudah sangat terluka parah. Dia menolak naik keatas kudaku dan dia melompat kedalam sumur tua dan yang dapat kulakukan hanyalah untuk mengisi lobang sumur itu dengan bebatuan yang ada disekitarnya untuk membuatkannya makam. Tetapi aku membawa bayi itu dibadanku dan berhasil lolos dari kepungan pasukan cao2x. Aku harus berterima kasih pada keberuntungan tuan mudaku yg telah menyelamatkan hidupku didalam pertarungan itu dan akhirnya aku berhasil lolos. Awalnya bayi itu menangis cukup keras, tetapi setelah beberapa lama dia tidak mengeluarkan suara sama sekali. Aku takut aku juga tidak dapat menyelamatkan nyawanya.”

    Lalu Zhao Yun membuka jubahnya dan melihat, ternyata bayi itu masih tertidur dengan tenang.

    “Anakmu masih hidup tuanku, dia tidak terluka sama sekali.” Kata Zhao Yun tersenyum bahagia. Dia menyerahkan bayi itu sambil berlutut dihadapan liu bei dengan kedua tangannya.

    Liu Bei mengambil anak itu dan membuangnya ketanah dengan marah serta berkata, “Demi menyelamatkan nyawa anak ini. Aku hampir kehilangan seorang jendral hebat !!!”

    Zhao Yun segera mengambil bayi yg menangis kesakitan itu dan dia menangis seraya berkata, “Tuan, Bahkan jika nyawaku hilang, badanku musnah dan tulangku ditumbuk sehingga menjadi debupun, aku rela. Aku tidak akan pernah dapat membalas kebaikan tuanku !!!”

    Akhirnya Liu Bei memegang tangan Zhao Yun dan membantunya berdiri, dia juga menangis. Liu Chan kemudian diserahkan pada Lady Gan untuk dirawat. Dan Zhao Yun juga diperintahkan untuk dirawat luka2xnya.

    Sementara itu….

    Wen ping dan pasukannya yang mengejar Zhao Yun segera berhenti diseberang jembatan ketika dia melihat Zhang Fei dengan muka sangarnya dan matanya yang menatap mereka dengan penuh amarah. Mereka melihat dia sedang berdiri didepan jembatan seorang diri. Mereka juga melihat awan debu berterbangan dibelakang pepohonan disisi2x jalan itu. Wen Pin berpikir bahwa pasti ada jebakan jika mereka melanjutkan menyebrangi jembatan. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan tidak berani melanjutkan perjalanan.

    Tak lama kemudian Cao Ren, Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Li Dian, Yue Jing, Zhang Liao, Xu Chu, Zhang He dan yang lainnya segera tiba disana dengan pasukan besar. Mereka semua tidak ada yang berani maju karena takut dengan wajah sangar Zhang Fei dan juga kemungkinan adanya jebakan disana yang telah dipersiapkan Zhuge Liang. Mereka mengatur formasi pasukannya dan berhenti disana, serta segera mengirim orang untuk memberitahukan kepada cao2x mengenai posisi mereka.

    Segera setelah utusan itu tiba dan memberitahu pada cao2x, dia segera naik keatas kudanya dan pergi menuju jembatan itu. Zhang Fei menatap seluruh pasukan cao2x yang sedang membentuk formasi, kemudian dia melihat payung sutera dan juga panji2x perang tiba dan menyimpulkan bahwa cao2x telah datang sendiri untuk melihat keadaan.

    Lalu dengan suara yang sangat dahysat dia berteriak, “AKU ADALAH ZHANG FEI DARI YAN. SIAPA YANG BERANI MELAWANKU !!!”

    Suara ini seperti suara petir dilangit, gemuruhnya seperti bumi sedang berguncang. Hal ini mengetarkan hati pasukan cao2x dan dia memerintahkan untuk menyingkirkan payung itu.

    Berbalik pada para jendralnya, “Guan Yu berkata bahwa adiknya Zhang Fei adalah orang yang sanggup menerobos ratusan ribu pasukan dan mengambil kepala komandannya semudah dia mengambil barang dari saku bajunya sendiri. Sekarang dia adalah terror yang ada didepan kita dan kita harus berhati-hati.”

    Setelah dia selesai berbicara, Lagi suara yg menyeramkan itu terdengar lagi, “AKU ADALAH ZHANG FEI DARI YAN, SIAPA YANG BERANI MELAWANKU !!!”

    Cao2x yg melihat bahwa musuhnya itu sungguh menakutkan dan tampak sangat kuat, menjadi ketakutan dan tidak dapat memutuskan apapun kecuali memerintahkan pasukannya mundur.

    Zhang Fei yang melihat pergerakan pasukan musuh, segera memutar-mutar tombaknya diatas kepalanya dan menghujamkannya keatas tanah. Kemudian dia berteriak ,”APA MAKSUDNYA INI !!! KAU TIDAK MELAWAN DAN MELARIKAN DIRI SEMENTARA AKU HANYA SEORANG DIRI !!!!”

    Teriakan yang terakhir ini begitu kencangnya sehingga membuat salah satu staff cao2x, Xiahou Jie terkejut dan dia pun jatuh lalu mati. Teriakan terakhir Zhang Fei itu juga membuat kuda2x menjadi panik dan tidak bisa dikendalikan, banyak kuda2x menginjak-injak pasukan cao2x sehingga menimbulkan korban jiwa. binantang2x dan burung2x dihutanpun segera berlarian keluar mendengar teriakan Zhang Fei. Pasukan cao2x berlarian kesegala arah menyelamatkan diri seperti seorang bayi yang ketakutan mendengar bunyi petir dikala hujan. Banyak dari mereka yang lari meninggalkan tombak dan pedang mereka, maupun barang bawaan mereka dan lari. Gelombang kepanikan melanda mereka semua, kuda2x berlarian sesuka mereka dan tidak dapat dikendalikan. Tidak ada lagi dari mereka yang berpikir apapun kecuali pergi sejauh-jauhnya dan banyak teman2x mereka mati terinjank-injak teman sendiri.

    Tentara cao2x yang panik segera pergi menuju arah barat. Cao2x kehilangan helmnya dan rambutnya terurai. Kemudian Zhang Liao dan Xu Chu datang kepada dia dan membantunya menghentikan kudanya. Ketakutan telah membuat cao2x kehilangan kontrol diri.

    “Jangan takut tuanku,” Kata Zhang Liao, “Lagipula Zhang Fei hanyalah satu orang dan tidak perlu kau takuti begitu rupa. Jika kau kembali dan menyerang maka kau akan berhasil menangkap musuhmu.”

    Pada saat itu akhirnya cao2x dapat mengurangi ketakutannya dan mulai menggunakan otaknya lagi. Kedua jendral itu diperintahkan kembali ke sungai untuk melakukan pengintaian.

    Zhang Fei yang melihat pasukan musuh yang kacau balau tidak berani mengejar. Tetapi, dia memerintahkan prajurit2xnya yang bersembunyi dihutan dan membuat debu segera keluar dan membantunya menghancurkan jembatan. Setelah ini selesai, dia pergi melapor kepada kakaknya dan menceritakan mengenai dia menghancurkan jembatan itu.

    “Kau adalah pemeberani dan tidak ada yang memiliki keberanian lebih daripadamu. Tetapi aku bukalah ahli strategi.” Kata Liu Bei.

    “Apakah maksudmu, kakak ?”

    “Cao2x adalah seorang pemikir, kau bukanlah tandingannya. Penghancuran jembatan itu akan membuatnya mengejar kita.”

    “Jika dia lari akibat teriakanku, pikirmu dia akan berani kembali ?”

    “Jika kau membiarkan jembatan itu, dia mungkin akan berpikir bahwa akan ada jebakan dan tidak berani melintas. Tetapi sekarang karena jembatan itu telah kau hancurkan, artinya kau memberitahu pada dia bahwa kita dalam keadaan lemah dan takut, dan dia akan segera mengejar. Dia tidak akan kesulitan untuk membuat jembatan. Pasukannya sanggup untuk menutup seluruh sungai sekaligus.”

    Lalu perintah segera diberikan untuk bergerak, dan mereka melawati daerah jalan setapak menuju Han Jin melewati daerah Min Yang.

    kedua jendral yang dikirm cao2x segera kembali dan berkata, “Jembatan telah dihancurkan dan Zhang Fei telah pergi.”

    “Ini artinya dia takut”, Kata Cao2x.

    Cao2x segera memerintahkan untuk mengirim 10.000 prajurit membangun sebuah jembatan baru yang harus selesai malam nanti. Perintah hukuman mati bagi ke 10.000 prajurit itu dikeluarkan jika mereka gagal.

    Li Dian berkata, “Aku khawatir ini adalah salah satu akal licik Zhuge Liang, Jadi berhati-hatilah.”

    “Zhang Fei hanyalah seorang pendekar gagah berani, tetapi tidak ada tipu muslihat yang dapat dilakukannya.” Kata Cao2x.

    Dia memerintahkan untuk segera bergerak maju pada pasukannya begitu jembatan selesai.

    Liu Bei secepatnya pergi ke Han Jin. Tiba2x dibelakangnya muncul awan debut dan suara teriakan prajurit serta bunyi genderang perang.

    Liu Bei segera gelisah dan berkata, “Didepan kita ada sungai besar, dibelakang pasukan pengejar, Apakah masih ada harapan unutk kita ?”

    Dia segera memerintahkan Zhao Yun dan Zhang Fei mengatur pertahanan dibelakang, dan memerintahkan para pejabat lainnya dan orang yg tidak dapat berperang untuk segera melanjutkan perjalanan.

    Sekarang cao2x telah mengatur formasi pasukannya dan berkata, “Liu Bei seperti ikan didalam bejana, seperti harimau didalam parit. Tangkaplah dia kali ini, atau ikan akan kembali kelaut dan harimau kembali keatas gunung. Oleh sebab itu setiap jendral harus mengerahkan kemampuan terbaiknya. yang dapat menangkapnya akan dinaikan pangkatnya 3 tingkat.”

    Akhirnya seluruh pemimpin memrintahkan agar pasukannya bergerak lebih cepat. Dan mereka mengejar dengan kecepatan tinggi, Wen Pin dengan 1.000 pasukan elitnya yang tersisa sampai pertama kali dan berhadapan dengan Zhao Yun berserta 500 prajuritnya , sementara Zhang Liao dan Xu Chu berserta 10.000 prajuritnya mengambil jalan besar dan bertemu dengan Zhang Fei berserta 500 prajuritnya. Zhao Yun bertarung mati2xan melawan Pasukan elit yang dipimpin Wen Pin, 1/2 pasukan Zhao Yun sudah habis dalam waktu yang singkat sementara hanya beberapa belas saja pasukan elit itu yang mati. Dilain sisi Zhang Fei kewalahan menghadapi Zhang Liao dan Xu Chu, pasukan Zhang Fei nyaris musnah semua dan dia hampir terkepung. Zhang Fei dan Zhao Yun serta pasukannya yang tersisa segera mundur sampai ke perempatan Ming Yang. Disana mereka tetap dikejar oleh pasukan2x cao2x dan berdua dengan hanya tersisa 100an orang pasukan mereka mempertahankan jalan itu agar liu bei dan yang lainnya dapat lari. Akhirnya tinggalah tersisa Zhang Fei dan Zhao Yun berdua dan mereka melarikan diri sampai kedaerah perbukitan.

    Pasukan cao2x segera mengejar mereka dan sampai juga didaerah perbukitan, Xu Chu, Zhang Liao, Xiahou Dun dan Xiahou Yuan menyusul dari belakang membawa lebih dari 50.000 prajurit. Setelah sampai disana, tiba2x dari sisi bukit muncul pasukan baru dan ada suara berteriak, “Aku Telah Menunggu Lama sekali disini !!!”

    Pemimpin pasukan itu segera mengangkat golok naga hijau ditangannya an mengendarai kuda berwarna merah. Dia tidak lain adalah Guan Yu yang pergi ke Jiang Xia untuk meminta bantuan dan telah kembali dengan 10.000 prajurit unutk membantu Liu Bei. Setelah mendengar mengenai pertempuran itu, dia mengambil jalan pintas untuk memotong jalur pengejaran cao2x.

    Segera setelah Guan Yu muncul, cao2x berhenti dan berkata pada jendral2xnya, “Disinilah kita, tertipu lagi oleh akal Zhuge Liang !”

    Guan Yu berkuda menuruni bukit dan membantai pasukan cao2x semudah mencabut rumput dari tanah. Pasukan Elit Cao2x berjatuhan dari atas bukit seperti bukit runtuh, Wen Pin segera memerintahkan pasukannya mundur. Prajurit2x yang lain yang mencoba menahan Guan Yu akhirnya bergelimpangan tak bernyawa dikaki bukit. Melihat hal ini tanpa pikir panjang lagi, cao2x langsung memerintahkan pasukannya untuk mundur. Guan Yu terus menghabisi barisan belakang pasukan cao2x dan mengikuti mereka sejauh 3 Km lagi dan kemudian dia kembali Han Jin untuk mengawal kakaknya menuju sungai. Disana perahu telah disiapkan, dan Liu Bei berserta keluarga segera naik keatas kapal. Ketika semua telah seslai, Guan Yu bertanya dimanakan kakak iparnya, Lady Mi. Lalu Liu Bei menceritakan kisahnya di Dang Yang.

    “Ahhh!!!” Kata Guan Yu, “Jika saja kau menerima nasehatku ketika hari perburuan di Xutian, kita pasti tidak akan menderita seperti hari ini.”

    “Tetapi,” Kata Liu Bei, “Hari itu keadaanNya adalah ‘Peralatan pecah ketika mengusir tikus’ ”

    Ketika Liu Bei berkata seperti itu, Dia mendengar bunyi genderang perang dari arah selatan. Sekelompok kapal perang, banyaknya seperti semut, datang dengan kecepatan penuh. Dia langsung gelisah.

    Perahu2x itu mendekat. Disana dia melihat seorang pemuda mengenakan helm perak berdiri di anjungan paling depan.

    Pemimpin itu berteriak, “Apakah kau baik2x saja paman Liu Bei ? Aku sangat bersalah datang terlambat.”

    Itu adalah Liu Qi, Dia segera bersujud ketika kapal mereka merapat. “Aku mendengar kau ada dalam bahaya karena cao2x dan aku datang untuk membantumu.”

    Liu Bei menyambut Liu Qi dengan sangat senang, dan sisa2x prajuritnya yang tidak lebih dari 2.000 prajurit segera bergabung dengan pasukan besar itu. Seluruh perahu berlayar kearah barat laut, Mereka semua menceritakan pengalamannya masing2x.

    Tiba2x di sebelah barat daya muncul barisan kapal perang yang mendekat dengan kecepatan penuh.

    Liu Qi berkata, “Seluruh pasukan dan kapalku ada disini dan sekarang ada musuh datang. Jika mereka bukan milik cao2x, mereka pasti berasal dari dataran selatan. Apa yang harus kita lakukan sekarang ?”

    Liu Bei pergi ke atas anjungan dan melihat siapakah mereka. Kemudian dia melihat seorang berpakaian pendeta tao mengenakan topi putih terbuat dari sutra dan memengang kipas bulu sedang duduk diatas dek kapal. Dia mengetahui itu pasti Zhuge Liang dan yang berdiri dibelakangnya adalah Sun Qian.

    Ketika mereka telah mendekat, Liu Bei bertanya pada Zhuge Liang bagaimana dia dapat sampai kemari.

    Dan Zhuge Liang melaporkan apa yang telah dia lakukan, “Ketika aku sampai di Jiang Xia. Aku mengirim Guan Yu untuk mendarat di Han Jin dengan bala bantuan, karena aku takut cao2x akan mengejar dan aku tahu kau akan mengambil jalan ke han jin dan bukan Jiang Ling. Lalu aku meminta keponakanmu untuk pergi menemuimu terlebih dahulu sementara aku ke Xiakou untuk mengumpulkan tentara sebanyak mungkin.”

    Tambahan pasukan ini semakin memperkuat rombongan Liu Bei dan mereka mulai mempertimbangkan bagaimana dapat mengatasi musuh mereka yang kuat.

    Kata Zhuge Liang ,”Xiakou cukup kuat dan merupkan tempat yang strategis. Daerah itu juga kaya dan cocok untuk ditinggali dalam jangka waktu panjang. Aku ingin meminta padamu, tuanku, untuk membuat itu sebagai daerah permanen. Keponakanmu dapat pergi ke Jiang Xia untuk mempersiapkan angkatan laut dan melatih pelaut2x. Akhirnya kita akan dapat membuat posisi yang mengancam kedudukan cao2x dari dua sisi sungai. Jika kita semua kembali ke Jiang Xia, Posisi kita akan lebih lemah.”

    Liu Qi menjawab, “Kata2x Guru naga sangatlah benar, tetapi aku berharap pamanku mau tinggal sebentar di Jiang Xia sampai pasukan dapat beristirahat dan diatur kembali. Lalu pamanku dapat melanjutkan perjalanan ke Xiakou.”

    “Saranmu cukup bagus keponakanku.” Jawab Liu Bei.

    Dia lalu memerintahkan Guan Yu untuk membawa 5.000 prajurit ke Xiakou. Dia, Zhuge Liang dan keponakannya pergi ke Jiang Xia

    Ketika cao2x mendengar kabar bahwa Guan Yu telah membawa pasukannya untuk pergi ke Xiakou, dia khawatir bahwa akan ada pasukan yang lebih besar lagi dibelakangnya, lalu dia berhenti mengejar. Dia juga takut kalau Liu Bei akan mengambil Jiang Ling, lalu dia pergi kesana dengan segera.

    Kedua pejabat dikota Jing Zhou, Deng Yi dan Liu Xin, telah mendengar kematian tuan mereka Liu Zong di Xiang Yang dan mengetahui bahwa mereka tidak mempunyai kesempatan bertahan dari serangan Cao2x. Mereka memimpin penduduk Jing Zhou keluar dan menyerah. Cao2x masuk kedalam kota dan setelah mengembalikan keadaan serta meyakinkan rakyat, dia membebaskan Han Song dan memberi dia jabatan sebagai kepala dari penerima duta besar. Dia juga memberikan imbalan pada yang lainnya.

    Lalu cao2x berkata, “Liu Bei telah pergi ke Jiang Xia dan mungkin akan bersekutu dengan daerah selatan, dan perlawanan terhadapku akan semakin gencar. Dapatkah dia dihancurkan ?”

    Xun You berkata, “Keberhasilanmu telah menyebar luas. Oleh sebab itu kau boleh mengirim utusan pada Sun Quan untuk mengundang dia pada perburuan kekaisaran di Jiang Xia dan kalian berdua dapat membicarakan untuk menangkap Liu Bei, membagi Jing Zhou dengan Sun Quan dan membuat perjanjian yang adil. Sun Quan akan terlalu takut untuk tidak datang menemuimu dan dia pasti setuju.”

    Cao2x setuju dan dia segera mengirim utusan, dan dia juga mempersiapkan pasukannya–pasukan berkuda, infantri maupun angkatan lautnnya semua dia kumpulkan dan diatur kembali. Dalam perang melawan Liu Bei dan merebut Jing Zhou ,dia membawa 1.000.000 prajurit, Liu Bei waktu itu hanya memiliki kurang dari 20.000 prajurit dan setelah perang selesai, pasukan cao2x yang tersisa adalah 830.000 prajurit. Tetapi dia tetap menyebut mereka “1 juta pasukan langit”. Penyerangan akan dilakukan dari darat dan laut pada saat yang bersamaan.

    Pada saat ini pasukan angkatan laut cao2x baru saja tiba. Perahu2x itu dibariskan ditepi sungai dalam dua barisan. DiSebelah barat barisan itu mencapai Jiang Xia, Disebelah timur barisan itu mencapai QiChun. Perbentengan laut itu mencapai panjang sejauh 300 Li (150 Km).

    Berita mengenai pergerakan cao2x dan kemenangannya mencapai Sun Quan. Lalu di kemahnya di Chaisang. Dia mengumpulkan para ahli strateginya untuk memutuskan sebuah rencana pertahanan.

    Lu Su berkata, “Jing Zhou ada didepan perbatasan kita. Daerah itu sangat kuat dan memliki pertahanan alami, penduduknya makmur. Itu adalah daerah yang harus dimiliki seorang kaisar atau raja. Kematian Liu Biao baru2xi ini dapat memberikan alasan untukku pergi kesana dan menyampaikan bela sungkawa. Nanti ketika aku sampai disana aku akan mencari peluang untuk bertemu dengan Liu Bei dan meminta dia menggabungkan kekuataannya denganmu melawan Cao2x. Jika Liu Bei setuju maka keberhasilan akan ada dipihakmu.”

    Sun Quan berpikir bahwa ini adalah suatu rencana yang bagus, lalu dia mempersiapkan sebuah surat dan hadiah, dan mengirim Lu Su bersama dengan barang2x itu.

    Sekarang Liu Bei sedang berada di Jiang Xia bersama Zhuge Liang dan Liu Qi, dia sedang menyusun rencana untuk mengalahkan cao2x.

    Zhuge Liang berkata, “Kekuatan Cao2x teralalu besar untuk kita hadapi. Mari kita pergi ke daerah selatan dan meminta bantuan dari Sun Quan. Jika kita dapat mengadu antara Utara dan selatan, kita mungkin dapat mengambil keuntungan dari posisi kita yang berada ditengah diantara mereka berdua.”

    “Tetapi apakah mereka akan mau bergabung dengan kita ? ” Kata Liu Bei, “Daerah selatan sangatlah luas dan memiliki banyak penduduk, dan Sun Quan juga memiliki ambisinya sendiri.”

    Zhuge Liang menjawab, “Cao2x dengan 1.000.000 prajuritnya menguasai seluruh sungai Han dan 1/2 dari sungai besar. Daerah Selatan pasti akan mencari cara untuk mengatasi hal ini. Jika ada utusan yang datang, aku akan meminjam perahu kecil dan pergi menyebrang sungai serta mempercayakan semuanya pada lidah kecilku ini untuk mengadu Utara dan selatan. Jika Selatan menang, kita akan membantu mereka menghancurkan Cao2x untuk mendapatkan Jing Zhou. Jika utara menang, kita akan mendapatkan keuntungan dari kemenangan itu unutk mendapatkan daerah selatan. Jadi kita akan mendapatkan keuntungan bagaimanapun juga hasilnya.”

    “Ini adalah rencana yang baik.” Kata Liu Bei, “Tetapi bagaimana kau dapat mencari orang dari selatan untuk kau ajak bicara ?”

    Pertanyaan Liu Bei langsung terjawab dengan kedatangan Lu Su, dan ketika perahunya merapat ketepi dan utusan turun kepinggir sungai, Zhuge Liang tertawa dan berkata, “Anggap saja masalah telah selesai !”

    Berbalik pada Liu Qi , dia berkata, “Ketika Sun Ce meninggal, apakah daerahmu mengirim utusan untuk mengucapkan duka cita ?”

    “Sangatlah tidak mungkin adanya duka cita dari pihak kami. Kami telah menyebabkan kematian ayah mereka, Sun Jian.”

    “Dapat kupastikan bahwa utusan ini tidak datang untuk memberikan bela sungkawa tetapi untuk memata-matai daerah ini.”

    Lalu kata dia pada Liu Bei, “Jika Lu Su bertanya mengenai pergerakan cao2x, kau akan berkata tidak mengetahui apapun. Jika dia mendesak masalah ini, katakan padanya untuk berbicara padaku.”

    Setelah menyiapkan rencana itu, mereka keluar untuk menyambut utusan2x itu, yang masuk kedalam kota dengan pakaian berkabung. Hadiah mereka diterima dengan baik, Liu Qi meminta Lu Su untuk bertemu Liu Bei. Ketika salam dan perkenalan telah usai, ketiga pria itu duduk didalam ruangan pribadi sambil meminum beberapa cangkir arak.

    Kemudian Lu Su berkata pada Liu Bei, “Aku telah mengenalmu dari reputasimu, paman Liu Bei, tetapi baru hari ini aku dapat bertemu denganmu. Kau telah melawan Cao2x akhir2x ini jadi kukira kau mengetahui semua mengenai kekuatannya. Apakah dia memang memiliki pasukan yang besar ? Berapa banyak kau pikir dia mempunyai prajurit ?”

    “Pasukanku sangatlah kecil dan kami langsung lari begitu mendengar kedatangannya. Jadi aku tidak tahu berapa besarkah pasukannya.”

    “Kau memiliki nasihat dari Zhuge Liang dan kau telah menggunakan api 2 kali terhadap cao2x. Kau membakar pasukannya sampai hampir tak bersisa, mana mungkin kau tidak mengetahui kekuatannya.” Kata Lu Su.

    “Tanpa bertanya pada penasehatku, aku benar2x tidak mengetahui detailnya.”

    “Dimanakah Zhuge Liang ? aku ingin melihat dirinya.” Kata Lu Su.

    Lalu mereka mengirim orang untuk memanggilnya dan dia segera diperkenalkan.

    Ketika perkenalan telah berakhir, Lu Su berkata, “Aku telah lama mengagumi kejeniusanmu tetapi belum cukup beruntung untuk dapat menemuimu. Sekarang karena aku telah bertemu denganmu, aku harap aku dapat berbicara mengenai keadaan politik saat ini.”

    Jawab Zhuge Liang ,”Aku mengetahui semua kekuatan dan kelemahan cao2x, tetapi sangat kusayangkan kami tidak cukup kuat untuk melawannya. Itulah sebabnya mengapa kami menghindarinya.”

    “Apakah Paman Kaisar akan tetap berada disini ?”

    “Paman Kaisar adalah teman dari Wu Ju, Gubernur Chang Wu dan berencana pergi ke sana.”

    “Wu Ju hanya mempunyai sedikit pasukan dan persediaan yang tidak cukup. Dia tidak dapat menjamin keselamatannya sendiri. Bagaimana dia dapat menerima paman Liu ?” Tanya Lu Su.

    “Changwu bukanlah tempat untuk bertahan lama, tetapi cukup baik untuk saat ini. Kita dapat membuat rencana lain dikemudian hari.”

    Lu Su berkata, “Sun Quan sangat kuat dan berada di 6 wilayah selatan dan memiliki banyak persediaan. Dia memperlakukan orang dengan baik dan pelajar dengan kerendahan hati sehingga mereka semua berkumpul disisinya. Sekarang jika kau ingin mencari rencana untuk tuanmu, kau tidak ada pilihan lain selain mengirim seseorang untuk menjalin hubungan persahabatan dengannya.”

    “Tidak pernah ada hubungan apapun antara tuanku dan tuanmu.” Kata Zhuge Liang, “Aku khawatir hanya akan ada ke sia-siaan. Lagipula kami tidak memiliki orang yg tepat untuk dikirimkan.”

    “Kakak tertuamu, Zhuge Jin ada bersama kami dan menjadi penasehat bagi tuanku. Aku hanya seorang sederhana, tetapi aku akan sangat senang untuk membicarakan masalah negara dengan tuanku dan dirimu.”

    Liu Bei berkata, “Tetapi Zhuge liang adalah penasehatku,” Kata Liu Bei, “Dan aku tidak dapat berbuat apapun tanpa dirinya. Dia tidak dapat pergi.”

    Lu Su mendesak dia, Liu Bei berpura-pura tidak mengijinkan pergi.

    “Ini sangat penting, aku harap kau memberikan ijin padaku untuk pergi.” Kata Zhuge Liang.

    Lalu Liu Beipun setuju dan segera mereka berpamitan. Kedua orang itu pergi dengan perahu menuju markas besar Sun Quan.

  26. 76
    Dave_Liang Says:

    Bab 43 bagian 1
    Zhuge Liang berseteru dengan 10 pelajar terbaik Wu.

    Bab 43 bagian 2
    Lu Su mendukung perang terhadap Cao2x.

    ==================================================
    Didalam perjalanan menuju Chaisang, kedua orang itu mulai menghabiskan waktu dengan mendiskusikan masalah2x pemerintahan.

    Lu Su sangat terpuau dengan teman seperjalanannya ini dan berkata, “Ketika kau bertemu tuanku, jgn kau ceritakan keadaan sebenarnya dari pasukan cao2x.”

    “Kau tidak perlu mengingatkan dirimu,” Jawab Zhuge Liang, “Tetapi aku akan tahu bagaimana harus menjawabnya.”

    Ketika perahu itu tiba, Zhuge Liang sedang ditempatkan di rumah tamu dan Lu Su pergi sendiri menemui tuannya. Lu Su menemukan Sun Quan yg sedang memimpin rapat, mereka dikumpulkan untuk mempertimbangkan masalah ini. Lu Su segera dipanggil dan diminta sarannya segera mengenai apa yang telah dilihatnya ketika pergi ke Jing Zhou.

    “Aku mengetahui garis besarnya saja, tetapi aku butuh waktu menyiapkan laporanku.” Jawab Lu Su.

    Lalu Sun Quan menyerahkan kepada Lu Su surat yang dikirm cao2x.

    “Surat itu datang kemarin. Aku telah mengirim utusan itu kembali dan pertemuan ini kuadakan untuk menjawab balasan apa yang akan kita berikan.” Kata Sun Quan.

    Lu Su membaca surat Cao2x yang intinya mengajak daerah selatan bersekutu dan menghancurkan Liu Bei serta membagi daerah Jing Zhou.

    “Apa yang telah kauputuskan mengenai masalah ini, tuanku ?” Tanya Lu Su setelah dia selesai membaca surat itu.

    “Aku belum memutuskan apapun.”

    Lalu Zhang Zhao berkata, “Akan sangat ceroboh bila kita mencoba melawan cao2x yang memiliki pasukan ribuan legiun dan didukung oleh titah kaisar. Lebih lagi, pertahanan terpentingmu adalah sungai besar dan karena cao2x telah mendapatkan Jing Zhou, sungai ini sekarang adalah sekutunya unutk melawan kita. Kita tidak akan dapat bertahan melawan dia dan satu2xnya cara untuk memperoleh kedamaian, menurut pendapatku adalah dengan menyerah.”

    “Kata2x dari Adipati Zhang Zhao sesuatu dengan kehendak langit,” Seluruh penasehat yang duduk disana berkata secara serentak.

    Sun Quan tetap terdiam dan berpikir.

    Zhang Zhao lalu berargumen lagi, “Jangan ragu, tuanku. Menyerah pada cao2x artinya membawa kedamaian pada rakyat daerah selatan dan keamanan bagi ke 6 wilayah.”

    Sun Quan masih tetap terdiam. Palanya tertunduk berpikir dengan serius. Kemudian dia berdiri dan berjalan pelan sekali menuju pintu dan Lu Su mengikutinya.

    Didepan pintu dia memegang tangan Lu Su dan berkata, “Apa yang kau inginkan ?”

    “Apa yang mereka katakan sangatlah menyepelekanmu, Orang biasa boleh menyerah, tetapi kau tidak tuanku.”

    “Kenapa ? Dapatkah kau jelaskan kepadaku.” Pinta Sun Quan.

    “Jika orang2x yang mengabdi seperti kami ini menyerah, kita hanya akan dikembalikan kedesa kita dan melanjutkan hidup sebagai petani atau mungkin dapat meneruskan jabatan kita. Segalanya akan berjalan seperti biasanya. Jika orang seperti kau yang menyerah, kemanakah kau akan pergi ? Kau akan diangkat sebagai penguasa daerah yang jauh mungkin. Kau akan memiliki satu kereta kuda, tidak lebih. Atau hanya satu sadel kuda saja dan tidak lebih. Penghasilanmu tidak akan lebih dari 1/10 pajak. Apakah setelah itu kau masih dapat lagi memandang keselatan dan menyebut dirimu dengan sebagai seorang raja ? Setiap orang diruangan itu hanya memikirkan dirinya sendiri saja, dan benar2x egois dan kau harusnya tidak mendengarkan mereka, tetapi ambilah sendiri keputusanmu dan lakukan itu secepatnya. Kita akan bermain permainan berbahaya tetapi patut dicoba.”

    Sun Quan menghela napas, “Mereka semua hanya dapat berbicara dan berbicara saja. Mereka tidak memandang dari sudut pandangku. Sekarang kau telah berkata mengenai hal ini dan pandanganmu sama dengan pandanganku. Tentu Langit telah memberi petunjuk padaku melalui dirimu. Tetapi cao2x sekarang lebih kuat daripada Yuan Shao dan Liu Biao, dan juga dia telah memiliki Jing Zhou. Aku takut dia telah terlalu kuat untuk kita hadapi.”

    “Aku telah membawa Zhuge Liang kemari, Dia adalah adik dari Zhuge Jin. Jika kau bertanya pada dia, dia akan menjelaskan secara lengkap mengenai keadaan pasukan cao2x.”

    “Apakah Guru Naga benar2x berada disini ?”

    “Benar dia ada disini, di rumah tamu.”

    “Sekarang sudah terlalu malam untuk menemuinya. Tetapi esok hari aku akan mengumpulkan para pejabat dan kau akan memperkenalkan dia kepada orang2x terbaikku. Setelah itu kita akan berdebat mengenai masalah ini.”

    Dengan perintah ini Lu Su kemudian pergi.

    Keesokan harinya dia pergi ke rumah tamu dan melaksanakan perintah Sun Quan, dia berkata, “Ketika kau bertemu tuanku, jangan katakan apapun mengenai kekuatan sebenarnya dari pasukan cao2x.”

    Zhuge Liang tersenyum dan berkata, “Aku akan bertindak sesuai dengan keadaan. Kau tenang saja, aku tidak akan berbuat kesalahan.”

    Zhuge Liang lalu dibawa menemui ketempat dimana para pejabat tinggi, sipil maupun militer yg berjumlah 40 orang lebih sedang berkumpul. Mereka membentuk barisan yang disesuaikan dengan jabatan dan senioritas.

    Zhang Zhao duduk dibarisan paling depan dan Zhuge Liang memberi salam padanya. Lalu satu demi satu dari mereka saling memberi salam dan memperkenalkan diri pada ZhugeLiang, Setelah ini semua selesai, Zhuge Liang duduk dikursi yang disediakan bagi tamu.

    Mereka semua sangat terkesan dengan sikap Zhuge Liang yang elegan dan karisma yang memancar dari dirinya, mereka semua berpikir, “inilah dia seorang penghasut yang akan mengarahkan Wu berperang dgn Wei.”

    Zhang Zhao lalu membuka pembicaraan untuk mengumpan Zhuge Liang, dia berkata, “Kau harus maklum pada para pejabat2x kami yang tidak terkenal ini dan dirku sendiri juga. Karena jika tidak salah kau membandingkan dirimu dengan dua orang hebat dari masa lampau, Guan Zhong dan Yue Yi. Apakah hal ini benar ?”

    “Sampai batas2x tertentu aku dapat dibandingkan dengan mereka.” Jawab Zhuge Liang.

    “Aku mendengar Liu Bei mengunjungimu 3 kali ketika kau hidup didalam pengasingamu di Lembah naga tidur dan ketika kau setuju untuk melayaninya, dia berkata bahwa dia beruntung seperti ikan yang kembali kedalam lautan. Lalu dia ingin mendapatkan daerah Jing Zhou. Tetapi hari ini daerah itu menjadi milik Cao2x. Aku berniat mendengar penjelasanmu mengenai hal itu.”

    Zhuge Liang berpikir, “Zhang Zhao ini adalah penasehat utama Sun Quan. Jika dia tidak bisa mengunggulinya, maka tidak mungkin akan dapat mengerakan Sun Quan.”

    Lalu dia menjawab, “Menurut pendapatku, pengambil alihan daerah disekitar sungai han sangatlah mudah seperti membalikan telapak tangan. Tetapi Tuanku Liu Bei sangatlah mulia dan memiliki rasa prikemanusiaan dan tidak akan merebut daerah yang dikuasai oleh sesama keluarganya sendiri. Jadi dia menolak untuk menggantikan Liu Biao. Tetapi Liu Zong, anak bodoh itu, mendengar kata2x penjilat dan penghasut sehingga menyerah pada Cao2x dan akhirnya menjadi korban dari kegananasan cao2x. TuanKu sekarang berkemah di Jiang Xia, tetapi apa rencananya untuk kemudian hari tidak dapat kukatakan disini.”

    Zhang Zhao berkata, “Mungkin memang begitu. Tetapi kata2xmu dan perbuatanmu adalah dua hal yang berbeda. Kau bilang kau setara dengan kedua orangitu. Guan Zong, Seorang menteri dari pangeran Huan, dia menempatkan tuannya sebagai kepala dari raja2x lainnya, membuat Tuannya menjadi yang teratas diseluruh negeri. Dibawah negarawan hebat, Yue Yi, negara kecil Yan menguasai seluruh Qi, merebut hampir 70 kota2xnya. Kedua orang itu adalah pemimpin hebat.”

    “Ketika kau hidup dalam pengasinganmu, kau menghabiskan waktumu dengan bermalas-malasan, kau hanya duduk saja dan tersenyum pada orang2x yang lewat dan sekarang kau bertindak seolah2x kau memiliki kemampuan yang hebat untuk mengurusi masalah negara. Menurutmu Liu Bei itu lebih dari seorang manusia, dia harus membawa kebaikan pada semua orang dan menghilangkan kejahatan, Pemberontakan dan Penjarahan akan hilang jika dia yang memerintah. Liu Bei sebelum dia mendapatkan bantuanmu hanyalah seorang pelarian yang mencuri kota disini dan disana dimanapun dia bisa. Dengan bantuanmu dia dianggap lebih hebat lagi, anak2x sekolahan menyebutnya macan yang telah tumbuh sayap, Han akan berhasil direstorasi dan cao2x akan dimusnahkan. Hari2x baik seperti waktu yang lalu akan ada kembali dan seluruh orang akan dapat hidup dengan tenang. Semua orang menganggap bahwa Liu Bei akan dapat menghilangkan awan gelap dan menggantikannya dengan sinar mentari yang cerah. Hal itu semua diharapkan oleh orang2x diseluruh penjuru negeri.”

    “Tetapi kenapa, ketika kau pergi ke Xinye, pasukan cao2x tiak membuang senjata mereka dan lari seperti tikus2x ? Kenapa kau tidak berkata pada Liu Biao bagaimana memberikan keamanan pada rakyat ? Kenapa kau tidak membantu anak2xnya untuk mempertahankan perbatasan mereka ? malah kau meninggalkan Xinye dan lari ke Fancheng. Kau dikalahkan di Dangyang dan lari ke Xiakou serta tidak ada tempat untuk beristirahat, setelah kau ikut liu bei malah kurasa keadaanya menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Apakah ini yang kau maksud dapat disamakan dengan Guan Zhong dan Yue Yi ? Aku harap kau tidak mengambil hati kata2xku ini.”

    Zhuge Liang menunggu sampai Zhang Zhao selesai berorasi, lalu dia tertawa dan berkata, “Bagaimana mungkin burung biasa dapat mengerti cara terbang burung phoenix ? Aku akan mengilustrasikannya seperti ini, Seseorang telah jatuh sakit. Pertama sang tabib akan mencoba melihat gejala2xnya, lalu dia akan membuatkan obat untuk menenangkan nadinya sehingga detaknya beraturan. Ketika tubuh sipasien sudah ditenangkan, maka dia akan memberikan daging untuk memperkuat tubuhnya dan obat keras untuk menyembuhkan penyakitnya. Setelah itu penyakit tersebut akan disembuhkan dan pasien itu akan sehat kembali. Jika sang tabib tidak menunggu sampai detak nadi pasien itu teratur, tetapi langsung memberinya obat keras maka dia akan susah untuk menyembuhkan pasien itu.”

    “Tuanku mengalami kekalahan di Runan dan pergi kepada Liu Biao. Dia hanya punya kurang dari 1.000 prajurit dan 3 jendral saja– Guan Yu, Zhang Fei dan Zhao Yun. Saat itu benar2x merupakan saat2x terlemah mereka. Xinye sangat terpencil, kota tua dengan penduduk yang sedikit dan persediaan yang tidak mencukupi. Tuanku hanya berdiam sementara dikota itu. Bagaimana mungkin dia berpikir untuk tinggal lama ditempat seperti itu ? Tetapi walaupun dengan pasukan kecil,dikota yang lemah,persediaah yang tipis dan orang2x yang tidak terlatih baik, kami membakar Xiahou Dun di bowang dan menenggelamkan Cao Ren dan Cao Hong berserta pasukannya di Sungai Putih. Hal ini menyebabkan ketakutan dipihak musuh sehingga mereka lari. Aku ragu apakah Guan Zhong dan Yue Yi dapat melakukan lebih baik daripada diriku. Dan untuk penyerahan Liu Zong, Paman Liu Bei tidak mengetahui apapun mengenai hal itu dan dia terlalu mulia dan baik hati untuk tidak merebut kekuasaan dari tangan sesama keluarganya. Dan untuk kekalahan di Dang Yang, harus diingat bahwa Tuanku terdesak karena banyaknya rakyat yang ikut bersama kami, banyak diantara mereka anak2x dan manula, yang dimana dia terlalu berprikemanusiaan untuk meninggalkan mereka. Dia tidak pernah berpikir untuk mengambil Jingling, tetapi dia bersedia untuk menderita bersama rakyatnya. Ini adalah bukti kebesaran hatinya yang membuatnya dicintai rakyat.”

    “Pasukan Kecil tidaklah pantas untuk melawan pasukan besar. Kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa didalam setiap peperangan. Pendiri dinasti Han telah mengalami banyak sekali kekalahan ditangan Xiang Yu, tetapi Liu Bang berhasil menang dia GaiXia dan peperang itu adalah yang paling menentukan. Hal ini bukanlah karena strategi Han Xin yg walaupun dia telah lama mengabdi pada Liu Bang, tetapi belum berhasil memberikan kemenangan mutlak. Sungguh, seorang negarawan sejati mengetahui bahwa menciptakan pemerintahan yang stabil memerlukan rencana yang matang dipikirkan. Dan untuk membuat rencana seperti itu mereka tidak akan berdebat dengan mengatakan hal2x yang tidak penting, omongan2x yang menghasut dan menyesatkan. Ketika tiba saatnya untuk bertindak dan memutuskan sesuatu seorang negarawan sejati haruslah berpegang pada rencana itu tetapi lebih perduli mengenai omong kosong mengenai menang dan kalah serta sebab akibat adalah orang bodoh. Mereka yang mengaku negarawan tetapi tidak dapat mengerti hal ini benar2x merupakan bahan tertawaan dunia.”

    Zhang Zhao tidak dapat berkata apa2x lagi.

    Tetapi seorang lainnya langsung bersuara dan berkata, “Tetapi bagaimana posisi cao2x sekarang ? Dia berkemah dengan ribuan legiun tentara dan ribuan pemimpin hebat. Dia seperti naga yang berada diangaksa, seperti macan buas yang mengaum. Sepertinya dia sudah akan merebut Jiang Xia.”

    Pembicara itu adalah Yu Fan.

    Dan Zhuge Liang berkata, “Cao2x telah mendapatkan pasukan Yuan Shao dan mencuri pasukan Liu Biao. Tetapi aku tidak khawatir sedikitpun mengenai hal itu.”

    Yu Fan tersenyum sinis dan berkata, “Ketika kau dikalahkan di Dang Yang dan sekarang kau kemari untuk meminta bantuan, apakan ini artinya bahwa kau tidak perduli ? Apakah kau pikir omong besar saja dapat membuat orang percaya ?”

    Zhuge Liang berkata, “Liu Bei mempunyai beberapa ribu prajurit yang gagah berani yg mampu melawan 1 juta pasukan. Dia mundur ke Xiakou sebagai tempat untuk bernapas. Dataran selatan sangatlah luas dan memiliki banyak prajurit, dan juga persediaan yang cukup, dan sungai besar diutara dapat dijadikan sebagai pertahanan alami. Apakah sekarang merupakan waktunya menyakinkan tuanmu untuk berlutut dihadapan pemberontak, untuk menanggalkan kehormatan dan reputasinya ? Seperti yang kalian tahu Liu Bei bukanlah orang takut kepada pemberontak seperti cao2x.”

    Yu Fan terdian tidak menjawab.

    Kemudian, Bu Zhi berdiri dari tempat duduknya dan berkata, “Apakah kau akan berkata2x mengenai daerah selatan kami menggunakan lidahmu dengan maksud yang sama seperti penghasut Zhang Yi dan Su Qin dimasa lampau ?”

    Zhuge Liang menjawab,”Kau menganggap mereka itu adalah orang2x penghasut. Kau tidak mengenali mereka sebagai seorang pahlawankah ? Su Qin memegang jabatan perdana menteri untuk 6 wilayah kerajaan. Zhang Yi menjabat perdana menteri Qin sebanyak dua kali. Kedua orang itu memiliki kemampuan tinggi yang berhasil mereformasi pemerintahan mereka. Mereka tidak dapat diperbandingkan dengan orang yang takut pada yang kuat dan menindas yang lemah, kepada yang takut akan pisau dan lari dari pedang. Kau, Tuan, Telah mendengarkan ancaman kosong dan licik dari cao2x dan hal itu telah membuatmu sedemikan takutnya dan menasehati untuk menyerah. Masih pantaskah kau menyebut nama Su Qin dan Zhang Yi ?”

    Bu Zhi lalu terdiam.

    Lalu tiba2x datang lagi pertanyaan, “Apa yang kau pikirkan mengenai Cao2x ?”

    Kali ini Xue Zong yang bertanya.

    Dan Zhuge Liang menjawab, “Cao2x adalah salah satu pemberontak yang melawan dinasti. Kenapa kau bertanya mengenai dia ?”

    “Kau salah,” Kata Xue Zong,”Dinasti Han telah habis masanya dan akhirnya telah dekat. Cao2x telah merebut 2/3 wilayah kekaisaran dan rakyat berpaling kepadanya. Tuanmu tidak mengenai saat2x menentukan ini dan mencoba melawan orang sekuat itu adalah seperti menghancurkan batu dengan telur. Kekalahan sudah dapat dipastikan.”

    Zhuge Liang dengan marah menjawab, “Kenapa kau berbicara kata2x yang tidak bertanggung jawab seperti itu, seperti kau tidak mengenal apa yang disebut ayah dan kaisar ? Kesetiaan dan balas budi adalah hal yang utama dari diri seseorang. Bagi seorang menteri Han, perlakuan yang benar menuntuk dirinya untuk bersumpah menghancurkan siapa saja yang tidak mengikuti tugas2x yang seharusnya dilakukan oleh menteri. Leluhur cao2x menikmati kekayaan dari dinasti ini, tetapi bukannya menunjukan rasa terima kasihnya, dia malah memberontak. Seluruh dunia menghujat dirinya, tetapi kau malah menyebutnya dia mengikuti takdir. Benar2x kau adalah orang yang tidak mengetahui ayahmu dan kaisarmu, seseorang yang tidak pantas bebicara apapun, dan aku menolak untuk melanjutkan berargumen dengan orang sepertimu.”

    Wajah Xue Zong menjadi merah karena malu dan dia tidak berkata apa2x lagi.

    tetapi yg lainnya, Lu Ji, ikut didalam perseteruan itu dan berkata, “Walaupu cao2x membayang-bayangi kaisar dan namanya memalukan para bangsawan, tetapi dia adalah keturunan dari perdana menteri Cao Shen. Sementara tuanmu walaupun dikatakan bahwa dia adalah keturunan pangeran, tidak mempunyai bukti mengenai hal itu. Dimata dunia, Liu Bei hanyalah seorang penganyam jerami dan penjual sendal. Siapakan dia berani melawan cao2x ?”

    Zhuge Liang tertawa dan membalasnya, “Apakah kau Lu Ji yang mencuri buah jeruk ketika kau duduk diantara tamunya Yuan Shu ? Dengarkan aku: aku punya kata yang harus kukatakan padamu. Cao2x memang benar merupakan keturunan perdana menteri cao shen, dia berdasarkan keturunan merupakan pelayan dari dinasti Han. Tetapi dia sekarang memonopoli kekuasaan pemerintah dan kekuasaan dipengang seluruhnya oleh dirinya. Dia melangkahi setiap wewenang tuannya. Tidah hanya dia melupakan siapa tuannya tetapi dia juga melupakan siapa leluhurnya. Tidak saja dia adalah pemberontak dinasti Han, tetap juga merupakan aib bagi keluarganya. Liu Bei dari Yu Zhou adalah keturunan mulia dari keluarga kekaisaran yg dimana kaisar telah mengakuinya sebagai paman seperti yang tercatat dalam sejarah keluarga kekaisaran. Bagaimana mungkin kau dapat berkata bahwa tidak ada bukti bahwa dia keturunan kekaisaran ? Lagipula, pendiri dinasti Han padamulanya juga berasal dari derajat yang rendah tetapi akhirnya dia menjadi kasiar. Dimana malunya harus menganyam jerami dan menjual sepatu ? Maksud2xmu, padangan kurang dewasamu tidak pantas untuk diungkapkan dihadapan para orang2x terpelajar yang berdiri disini.”

    Hal ini membuat Lu Ji tidak dapat berkata apa2x lagi.

    Tetapi seorang lainnya lagi berkata, “Kata Zhuge Liang sangatlah berlebihan dan dia menyesatkan maksud dari pembicaraan ini. Yang dikatakannya bukanlah argumen yang semestinya dan dia lebih baik tidak usah berkata apa2x lagi. Tetapi aku ingin bertanya pada dia, buku2x klasik apa saja yang dia telah pelajari ?”

    Zhuge Liang melihat pada orang itu, yang ternyata adalah Yan Jun dan berkata, “Apa gunanya buku2x itu ? Apakah buku2x itu dapat menjalankan kebijakan negara atu mengatur pemerintahan ? Yi Yin yang merupakan petani di negara Shen, Lu Wang seorang nelayan di Sungai Wei, Zhang Liang dan Chen Ping, Zheng Yu dan Geng Yan– Semua adalah orang2x dengan kemampuan luar biasa, tetapi aku tidak pernah mengetahui buku2x apa saja yang pernah mereka baca. Apakah kau ingin menyamakan dia dengan murid2x kutu bukumu itu, yang menghabiskan waktu untuk berkutat dengan kuas dan tinta mereka, yang menghabiskan hidup mereka untuk mempelajari literatur yang sia2x, menyia-nyiakan waktu dan tinta ?”

    Tidak ada balasan yang dilontarkan, Yan Jun menundukan kepalanya dengan malu.

    Lalu sangahan lain dilontarkan, Cheng Deshu kali ini yang berbicara, “Kau benar2x hanya berbicara besar saja, tuan, Tetapi kata itu tidak memberikan bukti dari keterpelajaranmu. Aku berpikir bhawa pelajar yang asli pasti akan tertawa mendengarkan kata2xmu.”

    Zhuge Liang menjawab, “Ada yang disebut pelajar mulia, Setia dan patriotik. Dia sangat menjaga kelakuannya dan membenci kepura-puraan. Yang menjadi perhatian pelajar seperti itu bertindak dengan sadar dan sepenuh hati serta membiarkan masa depannya diisi dengan reputasi yang baik. Ada pelajar yang biasa2x saja, seorang kutu buku, tidak lebih. Setiap hari hanya berteman dengan penanya saja, dimasa mudanya dia menyusun ode dan di masa tuanya berusaha mengerti isi buku2x klasik sepenuhnya. Ribuan kata telah dituliskan dari penanya, tetapi tidak ada suatu ide yang gemilang dipikirannya. Dia mungkin, seperti Yang Xiong, yang memasyurkan masanya dengan tulisan akan tetapi berhenti untuk melayani tiran seperti Wang Mang. Aku tidak heran Yang Xiong meloncat dari jendela. Itu adalah jalan dari pelajar biasa2x saja. Walaupun dia membuat ratusan ode, tetapi apa gunanya itu bagi dia ?”

    Cheng Deshu tidak menjawab. Para pejabat yang lain sekarang mulai merasa ketakutan atas kehebatan Zhuge liang dalam berdebat. Baru pertama kali mereka melihat ada seorang yang dapat mengetarkan hati para manusia ini dengan ketakutan hanya melalui kata2x.

    Hanya dua diantara mereka, Zhang Wen dan Luo Tong yang tidak mendapat kesempatan untuk bertanya, tetapi ketika mereka berusaha untuk mempermalukan Zhuge Liang, tiba2x seseorang muncul dan dengan marah berteriak ,”Ini bukanlah cara yang tepat untuk menyambut seorang tamu. Kalian adalah orang2x terpelajar dan terhebat dimasa ini dan kau semua duduk disana berusaha untuk menjatuhkan dia sementara musuh besar kita cao2x mendekati perbatasan kita. Bukannya membahas bagaimana mengalahkan cao2x, kalian semua bersengketa dan saling menjatuhkan.”

    Semua mata tertuju pada pembicara itu. Dia adalah Huang Gai dari LingLing, yang merupakan kepala komsaris tentara dari wilayah selatan.

    Dia berbalik memberi salam pada Zhuge Liang dan berkata, “Ada pepatah mengatakan walaupun sesuatu dapat diraih dengan berkata-kata, tetapi kita mungkin akan mendapatkan lebih dengan diam. Kenapa tidak memberikan tuanku keuntungan dari mendengarkan nasihatmu dan bukannya menghabiskan waktu berdiskusi dengan gerombolan ini ?”

    “Mereka tidak mengerti” Balas Zhuge Liang, “Dan sangat diperlukan untuk membuat mereka mengerti, jadi aku harus berbicara.”

    Ketika Huang Gai dan Lu Su mengantar tamu mereka menuju tempat Sun Quan, mereka bertemu Zhuge jin. Zhuge Liang memberi salam padanya selayaknya adik kepada kakaknya.

    Zhuge Jin berkata, “Kenapa kau belum menemuiku, adik?”

    “Aku sekarang berkerja pada Liu Bei dari Yu Zhou dan adalah tepat untuk mendahulukan kepentingan publik dibandingkan kewajiban pribadi. Aku tidak dapat menghadiri urusan pribadi sampai tugasku selesai. Kau harus memaafkan ku, kakak.”

    “Setelah kau menemui Tuan Sun Quan, datanglah kepadaku dan ceritakan mengenai kabar di rumah.” Kata dia segera berpamitan.

    Ketika mereka melintasi ruang audiensi, Lu SU sekali lagi meminta Zhuge Liang untuk tidak berbicara terus terang, “Jangan katakan besarnya pasukan cao2x. Aku mohon ingatlah itu.”

    Zhuge Liang hanya mengangguk saja tidak menjawab. Ketika mereka sampai di aula besar, Sun Quan datang menuruni tangga untuk menyambut tamunya dan bersikap sungguh baik. Setelah bersalaman dan memperkenalkan diri, Zhuge Liang dipersilahkan duduk sementara Para pejabat Sun Quan berbaris menjadi dua sisi, disatu sisi pejabat sipil dan dilain sisi pejabat militer. Lu SU berdiri disamping Zhuge Liang.

    Lalu Zhuge Liang berbicara mengenai niat Liu Bei, dia menatap pada Sun Quan. Dia melihat Sun Quan memiliki warnat mata biru kehijauan dan janggut berwarna ungu kemerahan. Aura kepemimpinan meliputi seluruh badannya, “Dapat dipastikan dari penampilannya bahwa dia bukanlah orang biasa. Dia mungkin dapat dikejutkan tetapi tidak dapat dibujuk. Akan lebih baik mendengarkan apa yang dibicarakannya terlebih dahulu, lalu akan mengarahkan tindakannya.” Pikir Zhuge Liang.

    “Lu Su sering membicarakan kejeniusanmu,” Kata Tuan Rumahnya, “Sungguh suatu hal yang menyenangkan untuk bertemu denganmu. Aku percaya kau akan memberikanku nasihatmu yang berharga itu.”

    “Aku tidaklah pintar ataupun terpelajar,” Jawabnya, “Sangat memalukanku untuk mendengar kata2x seperti itu.”

    “Kau telah berada di Xinye Akhir2x ini dan kau membantu tuanmu untuk melewati perang yang sangat menentukan dengan cao2x, Kau pasti mengetahui berapa besar kekuatan militernya.”

    “Pasukan tuanku sangatlah kecil dan jendralnya hanya sedikit, pertahanan kota sungguh lemah dan tidak ada persediaan mencukupi. Karena itu tidak ada pertahanan yang dapat dibuat untuk melawan pasukan sebesar pasukan yg dipunyai cao2x.”

    “Berapa banyakkah yang dia punya ?”

    “Pasukan kuda, pejalan kaki, darat dan laut, dia mempunyai satu juta pasukan.”

    “Apakah tidak ada keraguan mengenai hal itu ?” Tanya Sun Quan terkejut.

    “Tidak ada sama sekali. Ketika cao2x pergi ke Yan Zhou, dia memiliki 200.000 prajurit QingZhou. Dia mendapatkan 500.000-600.000 prajurit ketika mengalahkan Yuan Shao. Dia mendapatkan lagi 300.000-400.000 prajurit baru di ibu kota. Terakhir-terakhir ini dia mendapatkan lagi 200.000- 300.000 pasukan Jing Zhou. Dan jika ini semua dijumlah maka pasukannya tidak kurang dari 1.500.000 prajurit. Aku mengatakan 1.000.000 prajurit karena aku khawatir hal ini akan menakuti para perwiramu.”

    Lu Su sangat gelisah dan mukanya pucat. Dia melihat kepada Zhuge Liang, tetapi Zhuge Liang pura2x tidak melihatnya. Sun Quan bertanya apakah musuh besarnya itu memiliki pemimpin2x yang cukup.

    “Cao2x memiliki cukup adminsitrator dan ahli strategi untuk mengatur pasukan sebesar itu dan jendral2xnya serta pemimpin2x lainnya berjumlah tidak kurang dari 1.000 orang atau mungkin 2.000 orang.”

    “Apakakah yang akan dilakukan cao2x berikutnya setelah dia mendapatkan Jing Zhou ?”

    “Dia berkemah disepajang sungai, dan dia mengumpulkan kapal2x perang. Jika dia tidak berniat menyerang dataran selatan, apa yang akan dilakukannya dengan itu semua ?”

    “Karena memang itu niatnya, berarti masalahku adalah apakah melawannya atau tidak melawannya. Aku harap kau dapat memutuskan itu untukku.”

    “Aku mempunyai sesuatu untuk kukatakan, tetapi aku khawatir, tuan, kau tidak akan mau mendengar hal ini.”

    “Aku sangat ingin mendengar saranmu yang berharga itu.”

    “Pergolakan telah berlangsung cukup lama dan kau telah membuat pasukan didaerah selatan dan Liu Bei mengumpulkan kekuatan diselatan sungai Han untuk memperebutkan daerah kekaisaran ini melawan cao2x. Sekarang cao2x telah mengatasi hampir seluruh kesulitannya dan kemenangannya baru2x ini di Jing Zhou telah memenangkannya reputasi. Walaupun mungkin ada seorang yang berani untuk menentangnya, tetapi tampaknya sampai saat ini belum ada tanda2x kesempatan untuk mengalahkannya. Oleh sebab itu Liu Bei terpaksa untuk datang kemari. Tetapi, jendral, aku harap kau mengukur sendiri kemampuan pasukanmu dan memutuskan apakah kau dapat bergerak menyerang cao2x dan kau harus lakukan itu segera. Jika kau merasa tidak mampu, maka ikutilah nasihat para penasehatmu itu. Hentikan seluruh kegiatan militer dan menyerah, lalu tundukan wajahmu kearah utara dan melayaninya.”

    Sun Quan tidak menjawab. Zhuge Liang melanjutkan, “Kau telah memiliki reputasi sebagai orang yang rasional tetapi aku jg tahu bahwa kau sering merasa ragu2x. Tetapi masalah ini sangatlah penting, dan bencana akan segera sampai jika kau tidak bisa memutuskan apapun.”

    Lalu Sun Quan menjawab, “Jika apa yang kau katakan adalah kondisi sebenarnya, kenapa Liu Bei tidak menyerah ?”

    “Apakah kau mengetahui cerita mengenai Tian Feng, pahlawan negara Qi. Dia terlalu mulia untuk menyerah dan malu. Perlu diingat bahwa Liu Bei juga merupakan keluarga Jauh dari dinasti, selain dia adalah orang yang terkenal. Setiap orang melihat dan berharap kepada dia. Ketidakberhasilannya sampai saat ini adalah karena kehendak langit, tetapi dia tetap tidak bisa berlutut dan bersujud kepada siapapun juga.”

    Kata2x terakhir itu sangat membuat Sun Quan gusar, dan dia tidak dapat mengontrol rasa marahnya. Dia segera berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu. Semua pejabat sipil yang berada disana tersenyum satu sama yg lainnya.

    tetapi Lu Su yang kesal segera menghampiri Zhuge Liang dan berkata,”Beruntung untukmu, tuanku berpikiran luas dan berlapang dada dengan tidak memenggal kepalamu karena telah berbicara kasar kepadanya.”

    Zhuge Liang lalu tertawa.

    “Sungguh orang yang sangat sensitif !” Kata Dia,”Aku tahu cao2x dapat dihancurkan, tetapi dia tidak pernah bertanya begitu padaku. Jadi aku tidak berkata apa2x.”

    “Jika kau sungguh tahu apa yg harus dilakukan, aku akan segera memohon tuanku untuk bertanya padamu.”

    “Pasukan cao2x dimataku tidak lebih daripada sekumpulan semut. Aku hanya perlu mengangkat tanganku dan mereka akan hancur semua.” Kata Zhuge Liang.

    Lu Su segera pergi keruangan pribadi tuannya, dimana dia menemukan Sun Quan masih sangat kesal dan marah.

    “Zhuge Liang menghinaku terlalu dalam.” kata Sun Quan.

    “Aku telah berbincang dengannya.” Kata Lu Su, “Dan dia tertawa serta berkata bahwa kau terlalu sensitif. Dia tidak akan memberikanmu nasehat apapun bila kau tidak bertanya padanya. Kenapa kau tidak meminta nasehat darinya tuanku ?”

    Segera kemarahan Sun Quan berubah menjadi keceriaan.

    Dia berkata, “Jadi dia telah memiliki rencana, dan katak2xnya bermaksud untuk memprovokasi aku. Aku sempat membencinya untuk sesaat dan itu hampir saja membuatku kalah.”

    Lalu Sun Quan kembali ke aula dimana tamunya masih duduk dan meminta Zhuge Liang untuk melanjutkan yang ingin dikatakannya.

    Sun Quan berkata, “Aku menyinggungmu barusan. Aku harap kau tidak masukan dalam hati.”

    “Dan aku juga sungguh kasar,” Jawab Zhuge Liang, “Aku memohon ampunanmu.”

    Tuan Rumah dan tamunya itu pergi keruangan dalam dimana arak telah disajikan.

    Setelah meminum beberapa cangkir, Sun Quan berkata, “Musuh cao2x adalah Lu Bu, Liu Biao, Yuan Shao, Yuan Shu, Liu Bei dan diriku sendiri. Sekarang kebanyakan dari orang2x ini telah tiada dan hanya tinggal aku dan Liu bei yang tersisa. Aku tidak akan pernah membiarkan tanah Wu untuk di atur2x oleh orang lain. Satunya yang telah bertahan melawan cao2x hanyalah Liu Bei, tetapi dia juga telah dikalahkan dan apa yang dapat kita lakukan dengan cao2x ?”

    Zhuge Liang menjawab, “Walaupun dikalahkan, Liu Bei masih memilik Guan Yu dengan 10.000 prajurit veteran. Dan Liu Qi masih memimpin 10.000 prajurit darat dan laut di Jiang Xia. Pasukan cao2x datang dari jauh, dan mereka sedang kelelahan. Mereka memaksakan diri untuk menyerang tuanku dan mereka harus melakukannya dengan berat sekali sebelum tuanku berhasil mundur. Pasukan mereka terpaksa berkuda sejauh 100 Km dalam satu malam. Juga sekarang adalah musim semi, panah2x mereka tidak lagi cukup tajam untuk menembus sutra tipis dari Lu. Pasukan mereka sudah tidak bisa apa2x lagi. Mereka juga adalah orang2x utara, tidak terlatih perang laut dan juga orang2x Jing Zhou menolak membantu mereka. Mereka tidak ingin membantu cao2x, sekarang jika kau, jendral, membantu Liu Bei, cao2x pasti dapat dikalahkan, dan harus mundur ke utara. Lalu negaramu dan Jing Zhou akan menjadi kuat, dan tiga posisi kekuatan akan terbentuk. Tetapi rencana ini harus dijalankan secepatnya dan hanya kau yang dapat memutuskan.”

    Sun Quan dengan gembira menjawan. “Kata2xmu, Guru, telah membuka jalan bagi pikiranku. Aku telah memutuskan dan tidak ada keraguan lagi.”

    Lalu perintah segera diberikan untuk mengadakan serangan bersama terhadap posisi pasukan cao2x. Dan Sun Quan memerintahkan Lu Su untuk memberitakan hal ini kepada seluruh pejabatnya. Dia sendiri mengantar Zhuge Liang kepenginapan tamu.

    Ketika Zhang Zhao mendengar keputusan ini, dia bertemu dengan para koleganya dan berkata, “Tuan Kita telah jatuh kedalam perangkap Zhuge Liang.”

    Mereka pergi secara bersama2x kepada tuan mereka, “Kami mendengar kau akan menyerang cao2x. Tetapi bagaimana kau membandingkan dirimu dengan Yuan Shao ? Pada saat itu Cao2x dapat dikatakan cukup lemah, tetapi dia berhasil menang perang. Dan sekarang dia memiliki pasukan yang tak terhitung lagi jumlahnya. Dia tidak boleh dengan ceroboh diserang. Dan mendengarkan saran Zhuge Liang untuk berperang sama seperti membawa minyak menuju api.”

    Sun Quan tidak menjawab dan Gu Yong menambah argumen itu.

    Gu Yong berkata, “Liu Bei telah dikalahkan dan dia ingin meminjam bantuan kita untuk mengalahkan musuhnya. Kenapa tuanku harus menyerahkan dirinya kedalam rencananya ? Aku harap tuanku mendengarkan kata2x para penasehat.”

    Keragu-raguan muncul kembali dikepala Sun Quan.

    Ketika para penasehat sudah pergi, Lu Su datang dan berkata, “Mereka datang untuk membujukmu tidak berperang, tetapi memintamu menyerah. Semua ini karena mereka ingin mengamankan keselamatan keluarga mereka. Mereka telah kehilangan rasa tanggung jawab mereka dan mengabdi sampai akhir. dan aku harap kau tidak mendengarkan saran mereka.”

    Sun Quan makin terlena dalam kebingungan dan tidak berkata apapun, Lu Su lalu berkata, “Jika kau ragu maka kau akan jatuh dan…..”

    “Berhentilah kau berbicara,” Kata Sun Quan, “Aku harus memikirkan masalah ini hati2x.”

    Lalu Lu Su meninggalkan ruangan itu. Diantara bawahannya, yang prajurit menginginkan berperang, tetapi yang sipil menginginkan menyerah. Dan Akhirnya banyak terjadi diskusi dan perdebatan diantara mereka. Sun Quan pergi kekediaman pribadinya dgn sangat tidak tenang. Disana dia tidak makan maupun tidur. DIa tidak dapat memutuskan apa yang harus dilakukannya.

    Lalu Lady Wu, Adik dari ibunya, yang juga dianggap ibu oleh Sun Quan sendiri, bertanya apa yang membuatnya khawatir. Dan dia menceritakan mengenai kekalutan pikirannya dan masalah cao2x yang akan menyerang. Dia juga menjelaskan bagaimana pandangan para penasehatnya yang saling berlainan.

    “Jika aku bertarung maka aku mungkin kalah, jika aku menyerah mungkin cao2x tidak akan membiarkanku hidup.” Kata Sun Quan.

    Lalu dia berkata, “Apakah kau lupa pd kata2x terakhir dari kakakku yg juga adalah ibu kandungmu ?”

    Seperti terbangun dari mabuk dan mimpi, lalu terlintaslah kata2x terakhir ibu kandungnya itu tepat sebelum kematiannya.

    Ibunya berpesan .”Didalam Zhou Yu kau akan menemukan kedamaianmu.”

  27. 77
    Dave_Liang Says:

    Bab 44 bagian 1
    Zhou Yu memutuskan Wu berperang.

    Bab 44 bagian 2
    Sun Quan berhasil diyakinkan, Zhou Yu diangkat menjadi panglima besar.

    Teringat oleh kata2x ibunya sebelum meninggal, Zhou Yu pun dipanggil menuju ChaiShang.

    Zhou Yu sedang melatih pasukan laut di danau Po Yang ketika dia mendengar cao2x dan pasukannya bergerak kedataran selatan. Dia segera pergi ke Chaisang secepatnya. Jadi sebelum utusan dikirim memanggilnya maka dia telah tiba terlebih dahulu. Karena Zhou Yu dan Lu Su adalah teman dekat, maka Lu Su pergi untuk menyambut kedatangannya dan menceritakan padanya apa yang telah terjadi di pertemuan kemarin.

    “Kau tidak perlu khawatir, temanku. Aku akan melakukan yang terbaik bagi tuan kita dan Wu. Panggilah Zhuge Liang itu, aku ingin berbicara kepadanya.” Kata Zhou Yu.

    Lalu pergilan Lu Su mencari Zhuge Liang di rumah tamu.

    Sementara itu Zhou Yu kedatangan tamu2x lainnya, Yg pertama adalah Kelompok pejabat sipil yang dipimpin oleh Zhang Zhao. Zhang Hong, Gu Yong dan Bu Zhi yg mewakili kelompok para penasehat tinggi.

    Mereka diterima dengan baik dan setelah berbincang2x sebentar, Zhang Zhao berkata, “Apakah kau telah mendengar berita besar baru2x ini ?”

    “Aku tidak mendengar berita apapun,” Kata Zhou Yu.

    “Cao dan pasukannya telah menguasai Jing Zhou dan berkemah di utara sungai. Dia telah mengirim utusan untuk meminta tuan kita berburu bersamanya dia Jiang Xia. Dia ingin mengambil wilayah kita pastinya tetapi cao2x masih bersikap seperti teman. Kami berharap tuan kita menyerah sehingga hal itu akan menghilangkan bencana dari dataran selatan. Tetapi Lu Su telah kembali bersama Penasehat Liu Bei yang bernama Zhuge Liang, Dia menginginkan balas dendam untuk diri mereka sendiri akibat kekalahannya dengan menggunakan kekuatan kita. Lu Su jg memaksa untuk mendukung kebijakan menyerang cao2x. Kami semua menunggu keputusan akhir yang berada ditanganmu.”

    “Apakah pendapat kalian semua dari para penasehat tinggi sudah sama ?”

    “Kami berpendapat sama.” Kata Zhang Zhao.

    Zhou Yu lalu berkata, “Aku juga berpendapat sama seperti kalian. Aku harap kalian segera pulang dan esok aku akan bertemu tuan kita dan akan membujuknya untuk menyerah.”

    Lalu mereka semua akhirnya pergi.

    Tidak berapa lama datang lagi sekelompok pejabat yang dipimpin Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang. Mereka mewakili kelompok Jendral Besar.

    Setelah berbincang-bincang sejenak lalu Cheng Pu berkata, “Apakah kau telah mendengar bahwa daerah kita akan diserahkan pada orang lain ?”

    “Belum, aku belum mendengar berita apapun.” Jawab Zhou Yu.

    “Kami membantu Jendral Sun Jian dan Sun Ce untuk mendapatkan daerah2x ini dan mulai menyiapkan pondasi untuk sebuah kerajaan. Dan untuk mendapatkan hal itu kami berperang dalam berbagai pertempuran sebelum akhirnya bisa memenangkan ke 6 daerah Wu dan Yue. Sekarang tuan kita mendengarkan nasehat para pejabat sipil yang ingin menyerah pada cao2x. Ini adalah hal yang sangat disayangkan dan memalukan, dan kami lebih baik mati daripada mengikuti hal ini. Jadi kami harap engkau akan memutuskan untuk berperang dan kau dapat bergantung pada kami sampai orang kami yang terakhir.”

    “Dan apakah keputusan kalian sudah bulat ?” Tanya Zhou Yu.

    Huang Gai tiba2x maju dan memukul dahinya sendiri serta berkata,” Mereka boleh mengambil kepalaku, tetapi aku bersumpah tidak akan pernah menyerah.”

    “Tidak ada dari kamu yang akan menyerah !!!” Teriak yang lainnya.

    “Aku juga berpendapat kita tidak menyerah dan melawan Cao2x. Bagaimana mungkin kita berpikir untuk menyerah setelah semua jerih payah yang kita lakukan untuk mendapatkan daerah selatan ini? Sekarang aku harap kalian kembali ke tempat masin2x, jendral, dan ketika aku menemui tuan kita, aku akan menyelesaikan masalah ini.”

    Akhirnya mereka semua pergi. Lalu datang lagi kelompok pejabat pemerintahan daerah yang dipimpin oleh Zhuge Jin, Lu Fan dan yang lainnya.

    Mereka diterima dengan baik dan setelah saling memberi salam, Zhuge Jin berkata, “Adikku telah datang dan berkata bahwa Liu Bei ingin bersekutu dengan tuan kita melawan Cao2x. Pejabat sipil dan militer memiliki pendapat yang berbeda. Tetapi karena adikku terlibat disini maka aku tidak akan berbicara banyak mengenai kedua belah pihak. Kami menunggu keputusanmu.”

    “Dan apakah yang kau pikir mengenai masalah ini ?” Tanya Zhou Yu.

    “Penyerahan diri adalah jalan menuju kedamaian dan itu lebih mudah, sedangkan hasil dari perang sangat sulit untuk diramalkan.”

    Zhou Yu tersenyum dan berkata, “Aku akan memiliki jawabannya esok hari, datanglah ke istana esok dan keputusannya akan diumumkan.”

    Orang2x itu segera pergi. Tetapi belum lama berselang, para komandan lapangan datang menemui Zhou Yu, Mereka adalah Lu Meng, Gan Ning dan para pendukungnya. Mereka juga berkeinginan untuk membiacarakan masalah yang sama.

    “Aku tidak akan banyak berbicara sekarang,” Jawab Zhou Yu, “Tetapi akan keputusannya akan diumumkan besok hari di istana.”

    Mereka akhirnya pergi juga.

    Kira2x tengah hari, Lu Su dan Zhuge Liang datang. Zhou Yu segera menyambut mereka di gerbang utama untuk menerima mereka.

    Ketika mereka telah duduk pada tempat2x masing2x, Lu Su berkata, “Cao2x telah datang melawan daerah selatan dengan tentara besarnya. Tuan Kita tidak dapat memutuskan apakah harus menyerah atau berperang dan menunggu untuk keputusanmu. Apakah pendaptmu ?”

    Zhou Yu berkata, “Kita tidak boleh melawan cao2x ketika dia memegang titah dari kaisar. Lebih lagi, dia sangat kuat dan untuk menyerang dia sangat beresiko. Menurut pendapatku, melawan artinya kekalahan dan karena menyerah artinya memilih jalan damai. Aku memutuskan unutk menasehati tuan kita untuk menyerah.”

    “Tetapi kau salah !!!” Lu Su menjawab, ” Daerah ini telah berada ditangan keluarga yang sama selama 3 generasi dan tidak bisa tiba2x ditinggalkan dan diserahkan pada orang lain. Tuan Kita yang terdahulu, Sun Ce mempercayakan keamanan daerah ini kepadamu dan kepadamulah kami semua berharap agar daerah ini kokoh seperti gunung tai shan. Sekarang kau mengambil pandangan mereka yang lemah dan mengusulkan menyerah ! Aku tidak dapat percaya kau melakukan hal ini.”

    Jawab Zhou Yu,”6 daerah yang kita miliki ini memiliki penduduk yang banyak sekali. Jika akan membawa bencana pada mereka dengan penderitaan akibat perang, maka mereka akan membenciku. Jadi aku telah memutuskan untuk menyerah.”

    “Tetapi apakah kau tidak menyadari kekuatan tuan kita dan kemampuan dari negeri kita ini ? Jika cao2x akan menyerang, maka belum tentu dia dapat menguasainya semudah itu.”

    Kedua orang itu saling berdebat lama sekali, sementara Zhuge Liang duduk tersenyum dengan mengipas-ngipaskan kipas bulunya.

    Lalu Zhou Yu berkata, “Kenapa kau tersenyum begitu, guru ?”

    Dan Zhuge Liang menjawab, “Aku tersenyum kepada Lu Su, yang tidak mengetahui mengenai kejadian akhir2x ini.”

    “Guru,” Kata Lu Su, “Apakah maksudmu ?”

    “Maksud untuk menyerahkan diri ini sangatlah masuk akal. Ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.”

    “Nah, !” Zhou Yu langsung menimpali, “Zhuge Liang mengetahui saat yang tepat dan dia setuju denganku.”

    “Tetapi…. Kenapa kalian berdua ini, kenapa kalian berkata seperti ini ?” Tanya Lu Su.

    Kata Zhuge Liang, “Cao2x adalah seorang pemimpin yang hebat, begitu hebatnya sampai tidak ada yang berani menentangnya. Hanya beberapa orang yang pernah mencobanya dan mereka semua telah dihancurkan. Dunia sudah tidak mengenal nama mereka. Terkecuali Liu Bei, yang tidak mengerti mengenai keadaan ini dan terus menerus melawan dia tanpa lelah, dan sekarang hasilnya dia ada di Jiang Xia dengan kondisi pasukan yang mengenaskan. Untuk menyerah artinya menjaga keselamatan istri dan anak2x, untuk menjadi kaya dan dihormati. Tetapi harga diri suatu negeri akan diserahkan pada kesempatan dan takdirnya. Walaupun begitu hal itu tidak layak dijadikan bahan pertimbangan.”

    Lu Su lalu menyela dengan marah, “Apakah kau ingin membuat tuanku berlutut dan memohon pada pemberontak seperti cao2x ?”

    Lalu Zhuge Liang berkata, “Sebenarnya ada jalan lain yang lebih mudah. Kita tidak perlu menyerah dan juga berperang. Bahkan kita tidak perlu melintasi sungai. Yang kita perlukan hanya utusan dan perahu kecil yg cukup untuk beberapa orang saja. Jika cao2x mendapatkan 2 orang saja dari tanah ini, maka dia berserta seluruh pasukannya akan segera mundur dan pergi.”

    “Siapakah kedua orang yang dapat menyebabkan cao2x pergi seperti yang kau katakan ?” Tanya Zhou Yu.

    “Suatu ketika aku pernah mendengar bahwa cao2x seang membangun sebuah bangunan megah di sisi sungai Zhang. Tempat itu akan dinamakan “Menara Burung Perunggu”. Bangunan itu sangat indah dan dia telah mencari keseluruh dunia untuk wanita2x tercantik yang akan tinggal didalam tempat itu.”

    “Sekarang di Wu ada dua wanita cantik dari keluarga Qiao. Mereka begitu cantik sehingga burung berhenti terbang dan ikan tenggelam, bulan menutup mukanya dan bunga2x indah tersipu malu dihadapan mereka. Cao2x telah bersumpah dia hanya menginginkan dua hal didunia ini. Yang pertama adalah Tahta Kekaisaran yang aman dan kedua wanita cantik ini berada di menara Burung perunggu. Apabila dia diberikan kedua wanita itu, maka matipun dia tidak akan menyesal. Ekspedisi kali ini dengan membawa pasukan besar sebenarnya juga bertujuan untuk merebut kedua wanita itu. Kenapa kau tidak membeli kedua wanita ini dari orang tuanya, Sesepuh Qiao, berapapun harganya dan mengirimkannya kepada cao2x ? Setelah mereka dikirim, pasukan cao2x pasti akan segera menjauh. Ini adalah taktik yang digunakan Fan Li dari Yue dengan mengunakan si cantik Xi Shi untuk mengalahkan Raja Wu.”

    Zhou Yu mendengarkan penjelasan Zhuge Liang sampai akhir lalu dia berdiri dan sangat marah.

    Dia menunjuk keutara dengan jarinya dan berkata,” Kau Pemberontak tua, penghinaan ini sudah sungguh keterlaluan !”

    Zhuge Liang langsung berdiri dan berusaha menenangkan hatinya seraya berkata, “Tetapi ingatlah, Khan dari suku Xiongnu. Kaisar Han memberikannya putrinya sebagai istri walaupun Khan itu telah sering sekali menyerang daerah kita. Ini adalah harga sebuah perdamaian. Kau pasti tidak akan berkeberatan untuk memberikan dua wanita dari antara orang2x mu ini.”

    “Kau tentu tidak tahu, tuan.” Balas Zhou Yu, “Dari kedua wanita keluarga Qiao itu, Yang tertua adalah janda dari Sun Ce dan yang muda adalah istriku !”

    Zhuge Liang berpura sangat terkejut dan berkata, “Aku sungguh2x tidak tahu. Aku telah salah bicara….Benar2x pantas mati…pantas mati!”

    “Salah satu dari kita harus pergi, Apakah pemberontak tua itu atau aku. Karena kita tidak akan dapat hidup dibawah langit yang sama. Aku bersumpah !” Teriak Zhou Yu.

    “Tetapi, hal seperti ini memerlukan pertimbangan yang matang,” Kata Zhuge Liang, “Kita tidak boleh membuat kesalahan.”

    Zhou Yu berkata, “Aku telah menerima kepercayaan dari tuanku yang lalu, Sun Ce. Aku tidak akan berlutut kepada Cao2x. Apa yang tadi kukatakan hanya untuk melihat bagaimana kau akan menghadapinya. Aku meninggalkan Po Yang dengan tujuan menyerang utara. Dan tidak ada suatu apapun yang dapat mengubah pendirianku, tidak juga pedang dibadangku atau kampak di leherku. Tetapi aku percaya kau akan membantuku dan kita akan menyerang cao2x bersama-sama.”

    “Aku sangat senang dan tidak akan menolak ajakanmu, aku akan memberikan kemampuanku yang tidak seberapa ini selama aku bisa. Mungkin, aku akan dapat memberikanmu sebuah rencana untuk melawan dia.”

    “Aku akan pergi menemui tuanku esok hari untuk membicarakan masalah ini.” Kata Zhou Yu.

    Zhuge Liang dan Lu Su lalu berpamitan.

    Keesokan harinya, Sun Quan mengadakan pertemuan dimana semua bawahannya, baik sipil, militer, pejabat daerah dan komandan lapangan semua ada disana. Mereka berjumlah 60 orang kira2x. Dikelompok pejabat tinggi sipil ada Zhang Zhao sebagai pimpinan, disisi pejabat militer ada Cheng Pu yg mewakili mereka.

    Segera Zhou Yu masuk.

    Ketika Sun Quan sudah selesai memberi kata2x pembukaan, Zhou Yu berkata, “Aku dengar cao2x sedang berkemah di utara sungai dan telah mengirim utusan padamu, tuanku, aku ingin bertanya bagaimana pendapatmu ?”

    Sun Quan terdiam dan tidak menjawab.

    Lalu Zhou Yu dengan tersenyum, “Sipencuri tua itu mengira bahwa tidak ada seorang manusiapun ditanah selatan ini.”

    “Apa menurut pendapatmu, tuan ?” Tanya Sun Quan.

    “Apakah kau telah mendiskuskan ini dengan para pejabat ?” Tanya Zhou Yu.

    “Kita telah berdebat selama berhari-hari. Ada saran yang berkata agar kita menyerah saja dan ada lagi sebagian yang lainnya meyarankan perang. Aku tidak dapat memutuskan dan karena itu aku meminta kau datang dan memutuskan untukku.”

    “Siapa yang menyarankan menyerah ?” Tanya Zhou Yu.

    “Zhang Zhao dan kelompoknya telah teguh dengan pendiriannya itu.”

    Zhou Yu lalu melihat pada Zhang Zhao dan berkata, “Aku ingin mendengar kenapa kau menasehat untuk menyerah , guru .”

    Lalu Zhang Zhao berkata, “Cao2x telah menyerang semua musuh2xnya atas nama kaisar yang sepenuhnya berada dalam tangannya. Dia melakukan apapun atas nama pemerintah. akhir2x ini dia telah mengambil Jingzhou dan karena itu hal ini meningkatkan popularitasnya. Pertahanan kita melawan dia adalah sungai besar, tetapi sekarang dia juga telah memiliki angkatan laut yang besar dan dapat menyerang melewati laut. Bagaimana mungkin kita dapat melawan dia ? Karena itu aku usulkan bagi kita untuk menyerah sampai ada kesempatan untuk menang.”

    “Ini hanyalah saran dari seorang kutu buku.” Kata Zhou Yu, “Bagaimana mungkin kau berpikir untuk meninggalkan daerah yang telah kita pertahankan ini selama 3 generasi.”

    “Jika memang begitu,” Kata Sun Quan, “Adakah sebuah rencana untuk melawannya ?”

    “Walaupun cao2x menggunakan nama perdana menteri dinasti Han, didalam hatinya dia adalah pemberontak. Kau, tuan, adalah seorang pemberani dan juga ahli perang. Kau adalah pewaris dari ayahmu dan kakakmu. Kau memimpin pasukan yang berani dan terlatih dan juga memiliki banyak persediaan. Kau mampu menguasai seluruh negeri dan mengenyahkan kejahatan. Tidak ada alasan mengapa kau harus menyerah pada pemberontak.”

    “Lebih lagi, Cao2x telah menjalankan ekspedisi ini dengan mengesampingkan semua taktik2x perang.Daerah utara belum sepenuhnya aman. Ma Teng dan Han Sui masih menghantui mereka. Pasukan utara jg tidak terbiasa berperang diair. Cao2x sedang mengubah pasukan kavelerinya dan melatih mereka untuk mendayung kapal. Lagi, sekarang adalah musim dingin dan cuaca sedang dingin2xnya sehingga tidak ada makanan untuk kuda2x mereka. Pasukan dari daerah tengah harus melalui jalan yang berlumpur dan akan menemukan diri mereka tidak terbiasa dengan cuaca ini dan akan jatuh sakit terkena malaria. Dan sekarang karena semua hal yang kusebutkan ini maka kekalahannya sudah dapat dipastikan, bagaimanapun banyaknya mereka, kau akan dapat menangkap cao2x segera. Berikan aku beberapa legiun veteran dan aku akan pergi menghancurkan dia.”

    Sun Quan lalu berdiri dari tempatnya dan berkata, “Pemberontak tua itu telah dari dahulu ingin menjatuhkan Han dan menjadi kaisar. Dia telah menyingkirkan seluruh orang yang ditakutinya, hanya tersisa diriku dan aku bersumpah bahwa salah satu dari kami harus pergi sekarang. Aku dan dia tidak akan dapat hidup dibawah langit yang sama. Apa yang kau katakan, temanku, adalah seperti yang kupikirkan, dan langit pasti telah mengirimkanmu padaku untuk membantu.”

    “Hambamu ini akan betermpur sampai akhir.” Kata Zhou Yu, “Dan tidak akan takut untuk berkorban apapun juga, hanya saja jendral kau jgn ragu lagi.”

    Sun Quan mengambil pedangnya dan menebas ujung meja dihadapannya serta berkata, “Siapapun orang yang menyarankan aku untuk menyerah maka nasibnya akan sama seperti meja ini !”

    Lalu dia menyerahkan pedang itu pada Zhou Yu, dan pada saat yang sama segera memberikan jabatan Panglima Besar dan Admiral utama angkatan Laut Wu kepada Zhou Yu, Cheng Pu diangkat menjadi Wakil admiral dan kepala pasukan Angkatan Laut Wu. Lu Su diangkat menjadi Asisten komandan lapangan.

    Lalu Sun Quan berkata, “Dengan pedang ini kau akan membunuh siapapun pejabat yang tidak menuruti perintahmu.”

    Zhou Yu mengambil pedang itu dan lalu berbalik pd semua orang diruang pertemuan itu, “Kalian semua telah mendengar perintah tuan kita yang menugaskanku untuk memimpin kalian semua melawan cao2x. Kalian akan dikumpulkan esok hari di tepi sungai untuk menerima perintah. Jika kalian terlambat atau gagal datang, maka hukum militer akan dijalankan atas kalian. 7 larangan dan 54 hukuman berat juga berlaku didalam operasi militer ini. Aku harap kalian semua dapat mematuhi perintah ini.”

    Zhou Yu berpamitan pada Sun Quan dan meninggalkan ruangan itu. Para pejabat juga segera bubar.

    Ketika Zhou Yu sampai ditempatnya, dia segera memanggil Zhuge Liang untuk berdiskusi masalah ini. Dia memberitahukan Zhuge Liang bahwa keputusan telah diambil dan bertanya apa rencana yang terbaik untuk dilakukan.

    Zhuge Liang berkatan “Tuanmu masih belum menetapkan pikirannya. Sampai dia telah yakin maka tidak akan ada rencana yang bisa dibuat.”

    “Apa maksudmu ?”

    “Didalam hatinya Sun Quan masih takut akan kekuatan pasukan cao2x dan ketidak seimbangan besar kedua pasukan. Kau harus menjelaskan padanya mengenai angka2x itu dan buatlah dia membuat keputusan final sebelum kita melakukan apapun.”

    “Saranmu sungguh baik,” Kata Zhou Yu dan dia segera pergi malam itu kekediaman Sun Quan.

    Sun Quan berkata, “Kau pasti memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan jika kau datang malam2x begini.”

    Zhou Yu berkata, “Aku akan membuat persiapan esok hari. Apakah kau sudah yakin dengan keputusanmu ini ?”

    “Sebenarnya aku masih ragu mengenai perbandingan jumlah pasukan kita dan mereka. Aku merasa pasukan kita terlalu kecil dan aku ragu mengenai hal ini.”

    “Karena keragu-raguanmu itulah aku datang malam ini dan aku akan menjelaskan. Cao2x berkata bahwa dia memiliki 1.000.000 prajurit dan kau ragu serta takut sehingga tidak bisa berpikir keadaan sebenarnya. Mari kita lihat masalahya satu per satu. Kita tahu bahwa pasukan cao2x yang berasal dari daerah tengah, mungkin berjumlaj 100.000 – 150.000 prajurit, banyak dari mereka sakit. Dia hanya mempunyai 70.000 – 80.000 prajurit dari utara dan banyak dari mereka sudah kelelahan. Pasukan yang lainnya didapat dari hasil menguasai pasukan Yuan Shao dan Jing Zhou, dan mereka belum memiliki kesetiaan kepada Cao2x. Ditambah lagi mereka semua tidak terbiasa perang di air. Walaupun tampaknya pasukan mereka besar tetapi tidaklah menakutkan. Aku dapat menghancurkan mereka dengan 50.000 prajurit saja. Kau,tuanku tidak perlu khawatir. ”

    Sun Quan berkata, “Kau telah menjelaskan kesulitanku dan menghilangkan keraguanku. Zhang Zhao adalah orang bodoh yang selalu menghalang-halangi ekspedisiku. Hanya kau dan Lu Su yang mengerti isi hatiku. Besok, kau, Lu Su dan Cheng Pu akan mulai mengerakkan pasukan dan aku akan mempersiapkan tentara cadangan untuk membantu kalian jika dibutuhkan. Kirimlah pesan padaku jika kau ada kesulitan, dan aku akan membawa pasukanku untuk membantumu.”

    Zhou Yu berpamitan tetapi didalam hatinya dia berkata, “Jika Zhuge Liang dapat menduga apa pikiran tuanku dengan begitu tepatnya, dia terlalu pintar untuk diriku dan dia akan menjadi sumber bencana dikemudian hari. Dia harus dapat segera disingkirkan.”

    Zhou Yu mengirim utusan untuk memanggil Lu Su dan membicarakan masalah mengenyahkan Zhuge Liang. Lu Su menolak usulan itu.

    “Tidak, Jangan !” Kata Lu Su, “Ini artinya menghancurkan diri sendiri dengan menyingkirkan orang terbaikmu sebelum cao2x dihancurkan.”

    “Tetapi Zhuge Liang pasti akan membantu Liu Bei dan akan merugikan kita.”

    “Cobalah untuk meminta Zhuge Jin membujuk dirinya. Akan sangat menguntungkan kita untuk dapat memiliki mereka berdua.”

    “Ya, memang benar.” Jawab Zhou Yu.

    Keesokan paginya, Zhou Yu pergi kekemahnya dan memimpin rapat. Para pasukan bersenjata berjaga disisi kiri dan kanannya dan para pejabat berbaris dan mendengarkan perintah.

    Cheng Pu yang lebih tua dari Zhou Yu tetapi hanya dijadikan Wakil panglima, sangat marah karena penugasan ini. Dia berpura-pura sakit dan tidak hadir dari rapat. Tetapi dia mengirim anaknya Cheng Zi untuk mewakili dirinya.

    Zhou Yu berkata pada para pejabat , “Hukum tidak pandang bulu dan kalian semua harus memenuhi tugas2x yang ditugaskan pada kalian. Cao2x sekarang lebih kejam dari pada Dong Zhuo dan kaisar benar2x merupakan tahanan di XuChang, dijaga oleh pasukan yang paling kejam. Kita telah menerima perintah untuk menghancurkan cao2x dan dengan bantuan kalian, kita akan bergerak maju. Pasukan tidak boleh menyengsarakan rakyat dimanapun. Imbalan untuk jasa dan hukuman untuk kesalahan akan diberikan secara adil.”

    Setelah itu Zhou Yu mulai membagi-bagi tugas. Zhou Yu memerintahkan Han Dang dan Huang Gai sebagai pemimpin pasukan utama dan memerintahkan membawa 1.000 kapal tempur berbagai ukuran untuk berlayar dan pergi ke “3 Muara”. Mereka akan dapat perintah lain setelah sampai disana. Lalu dia membagi pasukan menjadi 4 kelompok pasukan dengan dua pemimpin di masing2x pasukan. Jiang Qin dan Zhou Tai, Pan Zhang dan Ling Tong, Taishi Chi dan Lu Meng, Lu Xun dan Dong Xi. Lu Fan dan Zhu Zhi ditugaskan menjadi inspektur untuk memeriksa segala kesiapan dan keperluan dan memastikan semua rencana dijalankan dengan baik. Pasukan darat dan laut akan digerakan secara serentak. Dan dimulailah ekspedisi Wu menyerang utara.

    Setelah menerima perinah2x itu, masing2x orang segera menuju posnya masing2x. Cheng Zi anak Cheng Pu kembali dan memberitahu ayahnya mengenai pengaturan itu. Cheng Pu sangat terpukau oleh kemampuan Zhou Yu dalam mengatur urusan militer.

    Kata Dia, “Aku selalu membenci Zhou Yu dan mengira dia hanyalah seorang kutu buku yg tidak akan bisa menjadi seorang jendral, tetapi hari ini dia telah menunjukan bahwa dia memiliki bakat pemimpin besar. Aku harus membantunya.”

    Lalu Cheng pu pergi ketenda Zhou Yu dan dia disana mengakui kesalahannya. Dia diterima dengan baik dan dimaafkan.

    Kemudian Zhou Yu memanggil Zhuge Jin dan berkata, “Adikmu itu seorang jenius, seorang pria yang dilahirkan untuk menjadi penasehat raja. Kenapa dia mau melayani Liu Bei ? Sekarang dia sedang berada disini, aku harap kau mau mencoba untuk membujuknya berkerja pada kita. Sehingga tuan kita akan mendapatkan dukungan dan kalian, kakak dan adik akan dapat bersama kembali. ”

    Zhuge Jin berkata, “Aku malu atas jasa2x ku yang kecil sekali selama aku berada disini, dan aku tidak dapat melakukan yg lainnya selain mentaati perintahmu dan berusaha sebaik yang aku bisa.”

    Segera dia berangkat menuju tempat adiknya. Zhuge Liang menerima dia dan ketika mereka sampai diruangan dalam, Zhuge Liang bersujud dengan hormat dan menangis, dia menceritakan kejadian2x yang dialaminya sejak mereka berpisah dan kesedihannya atas perpisahan itu.

    Lalu Zhuge Jin menangis dan berkata, “Adik, apakah kau ingat cerita mengenai Bo Yi dan Shu Qi, kakak dan adik yang tidak mau dipisahkan ?”

    “Zhou Yu pasti mengrimnya untuk membujukku.” Pikir Zhuge Liang,dia lalu menjawab ,”Mereka adalah dua orang mulia dimasa lampau, tentu aku tahu.”

    “Kedua orang itu walaupun mereka meninggal karena kelaparan di bukit Shuoyang, tetapi mereka tidak pernah berpisah. Kau dan aku lahir dari ibu yang sama, tetapi melayani tuan yang berbeda dan tidak pernah bertemu. Apakah kau tidak malu ketika kau berpikir mengenai Bo Yi dan Shu Qi ?”

    Zhuge Liang menjawab, “Kau sekarang berkata mengenai kekeluargaan, tetapi yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah tugas2x negara. Kita berdua adalah orang2x Han dan Liu Bei merupakan keluarga dinasti. Jika kau, kakakku, dapat meninggalkan datartan selatan dan ikut denganku melayani Liu Bei, maka disatu sisi kita akan dihormati sebagai menteri Han dan dilain sisi kita akan bersama sebagai kakak dan adik. Keluarga dan tugas dapat diterima dan disesuikan dengan keadaan. Apa yang kau pikirkan mengenai hal ini, kakakku ?”

    “Aku datang ingin membujuk dirinya tetapi sekarang malah aku yang dibujuknya.” Pikir Zhuge Jin.

    Dia tidak dapat berkata apa2x untuk membalas omongan adiknya. Lalu dia berdiri dan segera berpamitan. Dia kembali pada Zhou Yu dimana dia menceritakan semua kejadian ini.

    “Apa jadi keputusanmu ?” Tanya Zhou Yu.

    “Jendral Sun Quan telah sangat baik terhadapku dan aku tidak akan dapat meninggalkan dia begitu saja.” Jawab Zhuge Jin.

    “Karena kau bersikap tetap setia, maka tidak ada yg perlu dikatakan lagi. Aku pikir aku punya rencana untuk mengatasi adikmu itu.”

  28. 78
    Dave_Liang Says:

    Bab 45 Bagian 1
    Di 3 muara, Cao2x mengalami kekalahan pertamanya.

    Bab 45 Bagian 2
    Siasat Zhou Yu, Cai Mao dan Zhang Yun dihukum mati.

    Zhou Yu sekarang takut dengan kepandaian Zhuge Liang yang suatu hari akan membuat daerah selatan terancam. Dia membuat rencana rahasia untuk menyingkirkan Zhuge Liang. Dia meneruskan persiapan perang dan ketika semua pasukan telah selesai dikumpulkan dan siap, dia pergi untuk bertemu dengan tuannya.

    “Kau pergilah dahulu, tuan.” Kata Sun Quan, “Aku akan memimpin pasukan untuk mendukungmu.”

    Zhou Yu segera berpamitan dan degnan Cheng Pu serta Lu Su, Dia bergerak dengan pasukan utama. Dia mengundang Zhuge Liang untuk menemaninya dalam ekspedisi kali ini. Dan Zhuge Liang dengan sangat senang menyetujuinya, mereka ber 4 berada dalam perahu utama yang besar. Mereka segera berlayar menuju Xiakou.

    Kira2x 50 Li dari “3 Muara”, kapal2x mereka segera menurunkan jangkar dan Zhou Yu membangun benteng dan perkemahan ditepi sungai. Zhuge Liang walaupun begitu, tidak tinggal didalam perkemahan, dia memilih untuk menetap disebuah kapal kecil.

    Ketika kemah telah selesai dibuat, Zhou Yu mengirimkan permintaan pada Zhuge Liang untuk datang dan memberinya nasehat. Zhuge Liang lalu datang.

    Setelah memberi salam, Zhou Yu berkata, “Cao2x, walaupun dia mempunyai pasukan yang lebih kecil dari Yuan Shao, tetapi dia berhasil mengalahkan Yuan Shao karena dia mengikuti nasehat yang diberikan oleh Xun You untuk menghancurkan depot persediaan Yuan Shao di Wu Chao. Sekarang cao2x memiliki lebih dari 800.000 prajurit lebih sementara aku hanya memiliki 50.000-60.000 prajurit saja. Jadi untuk mengalahkannya maka kita harus menghancurkan persediaanya. Aku telah menemukan bahwa depot persediaan pasukan cao2x berada digunung TieDuo. Karena kau berasal dari daerah ini, kau tentu mengetahui topografi daerah ini dengan baik sekali dan aku berharap untuk memerintahkanmu menghancurkan tempat itu bersama dengan Guan Yu, Zhang Fei dan Zhao Yun. Aku akan membantumu dengna 1.000 prajurit. Aku harap kau segera memulainya. Dengan cara ini kita dapat mempercepat kemenangan pasukan.”

    Zhuge Liang langsung mengetahui rencana dibalik perintah ini. Dia berpikir dalam dirinya sendiri, “Ini adalah siasat untuk membalasku karena tidak mau menerima ajakan bergabung dengan daerah selatan. Jika aku menolaknya, aku akan menjadi bahan tertawaan.Jadi aku akan melakukan seperti apa yang dia minta dan akan mencari cara untuk mengelak.”

    Lalu Zhuge Liang segera menerima perintah itu, dan Zhou Yu sangat senang dalam hatinya.

    Setelah Zhuge Liang keluar dari kemah, Lu Su menemui Zhou Yu dan berkata, “Kenapa kau mengirimnya untuk tugas ini ?”

    “Karena aku ingin membuat dia mati tanpa terlihat bahwa aku yang melakukannya. Aku berharap dia akan dibunuh oleh tangan cao2x dan mencegah dia untuk melakukan bencana pada kita dikemdian hari.”

    Lu Su pergi dan menemui Zhuge Liang untuk melihat apakah dia mencurigai sesuatu. Lu Su menemukan, Zhuge Liang tampak tidak khawatir dan sedang mempersiapkan pasukan untuk berangkat.

    Tidak dapat membiarkan Zhuge Liang pergi tanpa peringatan mengenai bahaya ini, Lu Su berkata, “Apakan kau pikir ekspedisi ini akan sukses ?”

    Zhuge Liang berkata, “Aku ahli dalam berbagai hal pertempuran, Dengan infantri, kavaleri dan kereta kuda. Dengan pasukan darat, atau pasukan laut semua sama saja. Aku tidak seperti kau dan temanmu itu, hanya mampu melakukan satu hal saja.”

    “Apa maksudmu dengan perkataan itu ? “Tanya Lu Su.

    “Aku mendengar anak2x dijalan bernyanyi seperti ini ‘Untuk menyiapkan penyergapan dan mempertahankan kota, Lu Su adalah yang harus dipilih. Tetapi ketika perang di air, Zhou Yu adalah orangnya.’ ”

    “Kau hanya pantas untuk menyiapkan jebakan dan menjaga benteng, Seperti Zhou Yu yang hanya mengerti perang di air.” Kata Zhuge Liang.

    Lu Su kembali kepada Zhou Yu membawa cerita ini yg membuatnya lebih membenci Zhuge Liang.

    “Berani sekali dia menghinaku, berkata aku tidak dapat berperang di darat !!! Aku tdk akan membiarkannya pergi. Aku akan pergi sendiri dengan 10.000 prajurit dan menghancurkan depot persediaan cao2x !!!”

    Lu Su pergi kembali kepada Zhuge Liang dan menceritakan kejadian itu, Zhuge liang tersenyum dan berkata, “Zhou Yu hanya menginginkan aku untuk pergi dalam ekspedisi ini karena dia berharap cao2x membunuhku. Dan aku menggodanya sedikit saja, tetapi ternyata dia tidak dapat menahan marah. Sekarang adalah saat2x yang penting, dan Tuan Sun Quan berserta Tuanku harus berkerja sama jika ingin berhasil. Jika salah satu orang ingin mencelakakan yang lainnya, seluruh rencana kita akan gagal. Cao2x bukanlah orang bodoh dan biasanya dia yang selalu menyerang musuh dengan cara menghancurkan persediaan mereka. Apakah kau kira cao2x tidak menambah penjagaan terhadap depot persediaannya ? Jika Zhou Yu mencoba, maka dia akan tertangkap dan dijadikan tawanan. Apa yang harus dilakukannya adalah membuat peperangan di sungai, dimana disana kita akan mematahkan semangat pasukan utara dan mencari jalan lain untuk mengalahkan mereka seluruhnya. Jika kau dapat membujuk dia untuk melihat bahwa ini adalah jalan terbaik, maka semuanya akan baik2x saja.”

    Segera Lu Su kembali pada Zhou Yu dan menceritakan apa yang Zhuge Liang katakan.

    Zhou Yu mengeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar hal itu dan dia berkata, “Orang ini terlalu pintar. Dia lebih pintar 10 kali dibandingkan aku. Dia harus segera disingkirkan atau akan menjadi masalah nantinya.”

    Kata Lu Su ,”Ini adalah saatnya kau memakai orang2x hebat. Kau harus memikirkan kebaikan untuk negeri kita terlebih dahulu. Ketika cao2x sudah dikalahkan, kau boleh melakukan semaumu padanya.”

    Zhou Yu merasa bahwa hal ini cukup beralasan.

    Liu Bei memerintahkan keponakannya Liu Qi untuk menjaga Jiang Xia, sementara dia bersama pasukannya kembali ke Xiakou. Lalu dia melihat di tepi sungai seberang, banyak sekali bendera2x dan panji2x dengan berbagai warna. Dia mengetahui bahwa ekspedisi tentara selatan telah dimulai. Lalu dia memajukan semua pasukannya di Jiang Xia ke Fankou.

    Lalu dia mengumpulkan seluruh pejabatnya dan berkata, “Zhuge Liang sudah berada Di Wu cukup lama, dan tidak ada kabar darinya. Jadi aku tidak tahu bagaimana keadaan disana. Apakah ada diantara kalian yang bersukarela mencari tahu kesana ?”

    “Aku akan pergi,” Kata Mi Zhu.

    Lalu hadiah berupa daging dan arak dipersiapkan, dan Mi Zhu bersiap untuk perjalanan kedaerah selatan dengan alasan memberikan hadiah untuk para para prajurit yang akan berperang. Dia pergi menggunakan perahu kecil dan menuju benteng Wu. Pasukan Wu melaporkan kedatangannya pada Zhou Yu, yang langsung memerintahkan agar dia diantar masuk. Mi Zhu bersujud dan memberi selamat serta membawakannya hadiah2x dari Liu Bei untuk pasukan yang akan berperang.

    Mi Zhu berkata, “Zhuge Liang telah berada disini untuk waktu yg cukup lama, aku datang untuk memintanya kembali denganku.”

    “Zhuge Liang membuat rencana denganku disini dan aku tidak dapat membiarkannya pergi,” Kata Zhou Yu, “Aku juga ingin melihat Liu Bei sehingga kita dapat membuat rencana serangan bersama-sama. Tetapi ketika seseorang menjadi kepala pasukan dari pasukan utama, maka dia tidak dapat pergi bahkan sesaat juga. Jika saja tuanmu mau datang kemari maka itu suatu kehormatan untukku.”

    Mi Zhu setuju bahwa Liu Bei akan datang dan segera berpamitan.

    Lalu Lu Su bertanay pada Zhou Yu, “Apa alasanmu menginginkan Liu Bei datang ?”

    “Liu Bei adalah seorang pemberani dan pria berbahaya yang harus segera dimusnahkan. Aku mengambil kesempatan ini untuk membujuknya datang. Ketika dia mati, maka sebuah bahaya besar telah hilang.”

    Lu Su mencoba untuk mencegah hal ini, tetapi Zhou Yu tidak mendengarkannya.

    Zhou Yu lalu memerintahkan, “Aturlah 50 prajurit bersembunyi disekitar tenda jika liu bei memutuskan untuk datang dan ketika aku jatuhkan cangkir maka, itu adalah tandanya bagi mereka untuk membunuh dia.”

    Mi Zhu kembali dan berkata pada Liu Bei bahwa Zhou Yu meminta kehadirannya. Dan tanpa curiga sedikitpun, Liu Bei segera memerintahkan mereka untuk menyediakan perahu untuk membawanya segera.

    Guan Yu menentang keputusannya untuk pergi dan berkata, “Zhou Yu sangatlah licik dan memiliki banyak siasat, dan tidak ada berita dari Zhuge Liang. Aku harap kau pertimbangkan lagi hal ini.”

    Liu Bei menjawab, “Aku telah berencana mengabungkan kekuatanku dengan mereka untuk menyerang musuh yang sama. Jika Zhou Yu berharap untuk melihatku dan aku menolak datang, itu artinya pengkhianatan. Tidak ada yang akan dihasilkan apabila kedua belah pihak saling curiga.”

    “Jika kau memutuskan untuk pergi, maka aku akan pergi denganmu.” Kata Guan Yu.

    “Dan aku juga.” Kata Zhang Fei.

    Tetapi Liu Bei berkata, “Biarkan Guan Yu yang pergi denganku sementara kau dan Zhao Yun berjaga disini. Jian Yong akan menjaga Exian. Aku tidak akan pergi terlalu lama.”

    Setelah memberikan perintah ini, Liu Bei berangkat dengan Guan Yu dengan perahu kecil. Pengawal yang menyertainya tidak sampai 20 orang. Liu Bei bersuka cita ketika melihat deretan kapal perang Wu ditepi sungai, para prajurit berjaga dengan baju Zirah mereka yang dirancang khusus untuk bertempur diair. Mereka semua terlihat gagah dan kuat. Seluruh kapal perang disusun dan dibariskan dengan rapih, perbentengan dan kemah2xnya sangat rapih dan semua tersusun dengan sebagaimana mestinya.

    Segera setelah dia sampai, penjaga berlari memberitahu Zhou Yu.

    “Berapa banyak kapal yang dia bawa ?” Tanya Zhou Yu.

    Mereka menjawab, “Hanya satu dan pengawalnya sekitar belasan orang saja.”

    “Nasibnya telah habis. “Kata Zhou Yu.

    Zhou Yu lalu memerintahkan beberapa puluh prajurit untuk bersembunyi dan bersiap-siap membunuh Liu Bei apabila melihat tanda yang diberikan. Dia lalu keluar untuk menyambut Liu Bei. Liu Bei lalu bersama adiknya masuk kedalam kemah Zhou Yu.

    Setelah saling mengucapkan salam, Zhou Yu berharap Liu Bei untuk duduk dikursi kehormatan, tetapi Liu Bei menolak dan berkata, “Jendral, kau sangat terkenal diseluruh kekaisaran, sedangkan aku bukanlah siapa2x. Jangan memperlakukan aku begitu, aku rasa aku tidak pantas.”

    Lalu mereka mengambil posisi seperti dua orang sahabat dan sesajian dibawa masuk.

    Secara kebetulan ketika sedang berada ditepi sungai, Zhuge Liang mendengar bahwa tuannya telah tiba dan sedang bersama Zhou Yu. Berita itu mengejutkan Zhuge Liang dan dia berkata pada dirinya sendiri, “Apa yang harus kulakukan ?”

    Dia segera pergi ke tempat tenda Zhou Yu dan mencuri lihat. Dia melihat bahwa Zhou Yu tampaknya memiliki aura buruk dan dia juga melihat ada pasukan yang bersembunyi disekitar kemah. Lalu dia melihat Liu Bei yang sedang tertawa dan tampak tidak khawatir, tetapi waktu Zhuge Liang melihat Guan Yu berada dibelakang Liu Bei, dia langsung tenang dan pergi.

    “Tuanku tidak dalam bahaya.” Kata Zhuge Liang dan dia pergi ke tepi sungai menunggu akhir dari pertemuan itu.

    Sementara perjamuan sedang berlangsung dan ketika arak sudah dituangkan beberapa kali, Zhou Yu mengangkat cangkir untuk memberi signal bersiap. Tetap pada saat Zhou Yu ingin menjatuhkan cangkir itu dia melihat pada orang dibelakang Liu Bei, dengan pedang ditangan, Zhou Yu menjadi ragu dan bertanya siapakah dia.

    “Ini adalah adikku, Guan Yu.” Jawab Liu Bei sambil meminta Guan Yu maju mendekat.

    Zhou Yu, cukup terkejut, berkata, “Apakah dia yang membunuh Yan Liang dan Wen Chou ?”

    “Memang benar, dia orangnya.” Balas Liu Bei.

    Keringat dingin langsung keluar dari badan Zhou Yu dan dia menuangkan secangkir arak pada Guan Yu.

    Lalu Tiba2x Lu Su datang dan Liu Bei berkata, “Dimanakah Zhuge Liang ? Maaf akan merepotkanmu untuk memanggilnya kemari.”

    “Tunggu sampai kita kalahkan cao2x, “Kata Zhou Yu, “Lalu kau akan melihat dia.”

    Liu Bei tidak bernai mengulangi permintaanya lagi, tetapi Guan Yu memberi dia suatu tatapan bermakna yang Liu Bei pun mengerti, dan berkata, “Aku akan pergi dahulu sekarang. Aku akan datang lagi untuk mengucapkan selamat kepadamu ketika musuh telah dikalahkan.”

    Zhou Yu jg tidak menahan dia untuk tinggal, tetapi segera mengantar dia kedepan gerbang kemah dan Liu Bei pun pergi. Ketika dia sampai di tepi sungai, mereka bertemu Zhuge Liang yang sedang menunggu mereka diperahu.

    Liu Bei sangatlah senang, tetapi Zhuge Liang berkata, “Tuan, tahukah kau bahwa kau baru saja lolos dari maut hari ini ?”

    Liu Bei bekata,”Tidak, aku tidak berpikir ada bahaya.”

    “Jika Guan Yu tidak berada disisimu, kau pasti sudah terbunuh.” Kata Zhuge Liang.

    Liu Bei setelah beberapa saat berpikir melihat bahwa itu benar. Dia meminta Zhuge Liang untuk kembali bersamanya ke Fankou, tetapi Zhuge Liang menolaknya.

    “Aku cukup aman berada disini.” Kata Zhuge Liang, “Walaupun aku tinggal dimulut naga, aku tetap teguh seperti gunung Taishan. Sekarang, tuanku, pulanglah dan siapkan kapal dan prajurit pada hari ke 20 bulan ke 11, kirim mereka bersama Zhao Yun ketepi selatan untuk menjemputku. Pastikan agar perintah ini dilaksanakan tanpa kesalahan.”

    “Apa tujuanmu ?” Tanya Liu Bei.

    “Ketika angin tenggara bertiup aku akan kembali.”

    Liu Bei ingin menanyainya lebih lanjut, tetapi Zhuge Liang mendesaknya segera kembali. Lalu perahu Liu Bei pun berlayar kembali ke Fankou dan Zhuge Liang kembali ke perahunya.

    Perahu Liu Bei belum pergi Jauh ketika tiba2x terlihat kapal kecil berjumlah kurang lebih 50 buah sedang mendekat. Dan dihaluan kapal itu ada seorang pemimpin berbadan besar sedang berdiri dengan tomabk. Guan Yu sudah bersiap untuk melawan, tetapi ketika dia mendekat, dia mengenali bahwa itu adalah Zhang Fei, Yang datang karena takut kakaknya mengalami kesulitan.”

    Kemudian ke 3 bersaudara itu kembali bersama-sama.

    Setelah Zhou Yu mengantar Liu Bei kegerbang kemah, dia kembali ke tendanya, Lu Su lalu datang menemuinya.

    “Kau telah membujuk Liu Bei untuk datang, kenapa kau tidak menjalankan rencanamu ? ” Tanya Lu Su.

    “Karena Guan Yu itu, dia adalah seekor harimau buas. Dia tidak pernah meninggalkan kakaknya bahkan untuk sesaatpun. Jika aku mencoba melakukan sesuatu, kemungkinan besar aku akan kehilangan nyawaku.”

    Lu Su mengetahui bahwa Zhou Yu berkata yang sebenarnya. Lalu tiba2x seorang utusan memohon untuk menghadap dengan surat dari Cao2x. Zhou memerintahkannya untuk membawanya masuk dan mengambil suratnya. Tetapi ketika dia melihat kata2x yang tertera disampulnya “PERDANA MENTERI HAN KEPADA KOMANDAN UTAMA ZHOU YU”, Dia langsung merobek surat itu dan membuangnya ketanah.

    “Penggal utusan ini !” Teriak dia.

    “Ketika dua negara berperang, utusan mereka tidaklah boleh dibunuh.” Kata Lu Su.

    “Utusan dibunuh untuk menunjukan harga diri dan kemerdekaan sebuah negeri.” Jawab Zhou Yu

    Utusan itu dipenggal dan kepalanya dikirim balik kepada cao2x.

    Zhou Yu lalu memutuskan untuk bergerak. Pemimpin pasukannya adalah Gan Ning, didukung oleh dua sayap pasukan yang dipimpin Han Dang dan Jiang Qin. Zhou Yu memimpin pasukan yang ditengah. Keesokan paginya setelah makan pagi, perahu2x perang Wu segera belayar dengan membunyikan genderang perang.

    Cao2x yang sangat marah melihat bahwa suratnya disobek dan utusannya dipenggal bermaksud untuk menyerang dengan kekuatan penuh. Pasukannya dipimpin oleh Cai Mai dan Zhang Yun. Angkatan laut cao2x yang besar itu baru berlayar sampai didaerah 3 muara ketika mereka melihat kapal berbendera Wu di cakrawala.

    Ketika kedua kapal terdepan mendekat, Dari arah pasukan Wu, Muncul seorang jendral yg berteriak, “Aku adalah Gan Ning, aku menantang siapapun dari kalian bertempur !”

    Cai Mao mengirim adiknya, Cai Xun untuk menerima tantangan itu. Tetapi Begitu kapal Cai Xun mendekat, Gan Ning menembakan panah dan Cai Xun langsung tewas. Gan Ning lalu memerintahkan kapal2x perangnya maju. Kapal2x Wu lebih cepat dan pasukannya lebih terlatih diair. Kapal2x cao2x lebih besar dan memiliki prajurit lebih banyak, tetapi mereka tidak terbiasa diombang-ambing ombak sehingga tidak dapat memanah dengan tepat dan akibatnya hanya menghabiskan anak panah saja. Gan Ning bersama anak buahnya dengan kapal serang kecilnya bergerak diantara kapal besar cao2x dan memecah belah pasukan musuh. Kedua sayap pasukan Wu yg dipimpin oleh Han Dang dikiri dan Jiang Qin dikanan menggunakan kapal dengan besar sedang tetapi memiliki tombak besar yang dipasang di ujung kapalnya untuk menenggelamkan kapal musuh.

    Pasukan Cao2x yang kebanyakan berasal dari utara tidak mengetahui bagaimana berperang dilaut dengan efektif. Dan pasukan selatan dengan mudah mengakali mereka. Hari itu lebih dari 50.000 prajurit cao2x tewas serta puluhan kapal rusak dan hancur. Pertempuran berlanjut hingga menjelang malam, dan Zhou Yu memutuskan untuk mundur, dan tidak ingin mengambil resiko terpancing mengejar musuh.

    Cao2x berhasil dikalahkan, tetapi kapal2xnya masih dapat kembali ketepi sungai dan disana dia berkemah serta memerintahkan perbaikan kapal2xnya yang rusak.

    Cao2x lalu memanggil Cai Mao dan Zhang Yun dan berkata, “Kalian tidak berusaha dengan baik dan membiarkan diri kalian dikalahkan oleh pasukan yang lebih kecil.”

    Cai mao membela dirinya dengan mengatakan, “Marinir Jing Zhou sudah lama tidak berlatih dan pasukan dari utara tidak terbiasa bertempur diair. Sebuah benteng air harus dibuat dan pasukan utara dilatih. Ketika mereka telah selesai pastilah kemenangan akan menjadi milik kita.”

    “Kau adalah admiral utama angkatan laut, jika sudah tahu apa yang harus dilakukan mengapa kau tidak melakukannya dan apa gunanya kau hanya mengatakannya padaku ?”

    Lalu Cai Mao dan Zhang Yun membuat benteng air di tepi sungai. Mereka membuat 24 pintu air. Kapal2x besar diletakan lebih diluar sementara kapal2x yg lebih kecil ditempatkan disisi-sisi kapal besar untuk berpatroli. Malam hari lentera dan obor dinyalakan sehingga membuat langit menjadi terang benderang, air sungai tampak berwarna kemeraha-merahan. Kepulan asap terlihat sejah 100 Km tanpa terputus dari obor2x itu.

    Zhou Yu kembali kedalam kemahnya dan mengadakan pesta kemenangan. Utusan dikirim kepada Sun Quan mengabarkan berita yang mengembirakan ini. Ketika malam tiba, Zhou Yu pergi kepuncak sebuah bukit dan melihat rentetan sinar memanjang di tepi barat. Dia tidak berkata apapun, tetapi kekhawatiran besar terjadi didalam dirinya.

    Keesokan harinya Zhou Yu memutuskan bahwa dia akan pergi seorang diri untuk mengetahui kekuatan dari musuh. Lalu dia memerintahkan mereka menyiapkan beberapa kapal kecil yang diperlengkapi dengan berbagai persenjataan. Dia juga menempatkan pemain musik disetiap kapal. Mereka berlayar. Ketika mereka sampai didekat kemah cao2x, jangkar diturunkan dan musik dimainkan sementara Zhou Yu memperhatikan formasi musuh dan bentengnya. Ketika dia melihat hal tersebut dia sangat terkejut karena persiapannya sangat hebat.

    Dia berkata, “Benteng air ini disusun dengan sangat hebat dan rapih ! Adakah yang tahu siapakah yang memengang komando benteng ini ?”

    “Mereka adalah Cai Mao dan Zhang Yun.” Jawab salah seorang bawahannya.

    “Mereka telah hidup diselatan cukup lama, “Kata Zhou Yu, “dan mereka sangat berpengalaman dalam perang dilaut. Aku harus mencari cara untuk menyingkirkan mereka sebelum mereka menyulitkanku.”

    Sementara itu ditepi sungai, penjaga menara memberitahukan pada Cao2x bahwa kapal2x musuh sedang memata-matai mereka. Cao2x memerintahkan beberapa kapal untuk menangkap mata2x itu. Zhou Yu yang melihat hal ini segera memberi perintah untuk kembali ke kemahnya. Kapal2x Wu sangatlah cepat dan belum sempat cao2x mengejar mereka, kapal2x Wu telah pergi jauh.

    Kapal2x cao2x berusaha mengejar, namun segera mereka sadar bahwa pengejaran itu tidak akan berhasil. Mereka kembali dan melaporkan ketidakberhasilan mereka.

    Lagi Cao2x berkata, “Waktu itu kau kalah dalam pertempuran dan pasukanku menjadi takut. Sekarang musuh mengintai kemah kita, apa yang dapat kau lakukam ?”

    Tiba2x ada seseorang yang maju dan berkata, “Ketika aku muda, Zhou Yu dan aku adalah sesama pelajar dan kami berteman baik. Lidahku ini masih baik dan aku akan pergi kesana dan membujuknya untuk menyerah.”

    Cao2x bergembiar mendapatkan jawaban atas masalahnya, dia melihat pada siapa yang berbicara itu. Dia adalah Jiang Gan dari Jiujiang. Salah satu penasehat dikemah itu.

    “Apakah kau adalah teman Zhou Yu ?” Tanya Cao2x.

    “Tenanglah, yang mulia perdana menteri.” Jawab Jiang Gan, “Jika saja aku dapat menyebrangi sungai, maka aku akan mengurus segalanya.”

    “Apa saja yang kau perlukan ? ” Tanya Cao2x.

    “Berikan aku beberapa pelayan dan pelaut. Itu saja sudah cukup.”

    Cao2x lalu memerintahkan agar dipersiapkan seperti yang diminta.

    Jiang Gan lalu pergi dengan perahunya, dan ketika telah turun ditepi sungai satunya, pelayannya diperintahkan memberitahukan pada Zhou Yu bahwa teman lamanya yang bernama Jiang Gan ingin bertemu.

    Zhou Yu sedang berada didalam tendanya ketika utusan itu datang dan dia tertawa serta berkaa, “Seorang pembujuk sedang datang kemari.”

    Lalu dia berbisik pada para bawahannya dan prajuritnya merencanakan sesuatu.

    Zhou Yu menerima temannya dengan senang. Kumpulan pejabat dan bawahannya mengiringi penyambutan itu. Jiang Gan berjalan dengan bangganya dan Zhou Yu memberinya salam.

    “Kuharap kau baik2x saja sejak terakhir kali kita bertemu.” kata Jiang Gan.

    “Kau telah datang dari jauh dan tentu sekarng lelah, Cao2x telah mengutusmu tentunya . ” Kata Zhou Yu.

    “Aku telah lama tidak melihatmu,” Kata Jiang Gan, “Dan sekarang aku datang demi masa lalu. Kenapa kau berkata bahwa aku datang karena diutus cao2x ?”

    “Karena kau memilih memperlakukan teman lamamu seperti ini maka aku memutuskan untuk pergi.” Kata Jiang Gan.

    Zhou Yu mentertawainya dan berkata, “Aku khawatir kau datang untuk membujukku. Tetapi jika bukan itu maksud kedatanganmu maka kau tidak perlu pergi secepat itu.”

    Lalu keduanya masuk kedalam tenda. Disana mereka memberi hormat satu sama lainnya dengan beberapa pejabat Wu lainnya.

    Jiang Gan diperkenalkan pada mereka semua dan perjamuan diadakan, sementara mereka minum dan makan, musik dibawakan oleh para wanita2x cantik dari selatan.

    Zhou Yu lalu berkata, “Jiang Gan adalah teman lamaku disekolah dan kami pernah membuat sumpah sebagai teman. Walaupun dia dari utara, dia bukanlah seorang yang membahayakan. Jadi kalian semua tidak perlu khawatir.”

    Lalu Zhou Yu mengambil pedang komando yang dipakainya sebagai kepala komandan dan menyerahkan itu pada Taishi Chi serta berkata, “Kau ambil dan peganglah ini. Hari ini aku bertemu dengannya sebagai teman dan hanya berbicara sebagai teman dan jika ada orang yang mulai mendiskusikan masalah mengenai cao2x dan daerah selatan, bunuhlah dia.”

    Taishi Chi langsung mengambil pedang itu dan duduk kembali ditempatnya. Jiang Gan cukup terkejut tetapi dia tidak mengucapkan sepatah katapun.

    Akhirnya mereka semua saling tertawa dan bergembira malam itu.

    Akhirnya mereka semua telah 1/2 mabuk. Lalu Zhou Yu mengajak temannya keluar dari tenda perjamuan. Pengawal yang berada diluar tenda berdiri dengan tegak dengan senjatanya yg mengkilap.

    “Apakah kau pikir tentaraku adalah tentara yang hebat ?” Tanya Zhou Yu.

    “Kuat seperti beruang dan berani seperti harimau.” Jawab Jiang Gan.

    Lalu Zhou Yu membawanya kebelakang kemah diama dia memperlihatkan beras dan persediaan yang ditumpuk disana dimana tingginya menyerupai bukit kecil.

    “Apakah kau pikir aku mempunyai cukup persediaan makanan ?”

    “Pasukanmu hebat dan persediaanmu cukup. Kabar burung yang beredar di ibu kota mengenai daerah selatan ternyata bukanlah isapan jempol belaka.”

    Zhou Yu berpura-pura mabuk berat dan melanjutkan, “Ketika kau dan aku masih menjadi murid disekolah, kita tidak pernah berpikir bahwa akan ada hari seperti hari ini, ya bukan ?”

    “Untuk seorng jenius sepertimu, ini bukanlah hal yang luar biasa,” Kata Jiang Gan.

    Zhou Yu lalu menarik tangan temannya dan mereka duduk disuatu tenda.

    “Aku telah menemukan tuan untuk kulayani. Kepadanya kami menemukan suatu perasaan yang benar mengenai bagaimana atasan memperlakukan bawahan. Dirumah kami semua merasakan kehangatan bersama keluarga. Dia mendengarkan semua perkataanku dan mengikuti saran2xku. Kami membagi suka dan duka bersama. Bahkan para penghasut dan pembujuk seperti Su Qin, Zhang Yi, Lu Jia, Li Yi ji hidup kembali, dan dengan kata2x mereka yang seperti air sungai mengalir dan lidah mereka yang tajam seperto pedang, tidak akan dapat membuatku mengkhianati tuanku.”

    Zhou Yu tertawa keras sekali setelah dia selesai mengucapkan kata2x tersebut dan wajah Jiang Gan berubah menjadi ketakutan. Zhou Yu lalu membawa Jiang Gan kembali kedalam tenda perjamuan itu dan lagi mereka meminum arak bersama-sama dengan para pejabat yang lainnya.

    Kemudian Zhou Yu menunjuk pada mereka semua yang ada didalam perjamuan itu dan berkata , “Mereka semua adalah yang terbaik dan terhebat didataran selatan. Pertemuan kali ini mungkin dapat kita sebut “PERJAMUAN PARA PENDEKAR” ”

    Mereka minum2x sampai hari menjelang tengah malam.

    Lalu Jiang Gan berkata, “Aku sudah minum terlalu banyak.”

    Zhou Yu lalu memerintahkan agar meja dibereskan.

    Akhirnya perjamuanpun berakhir dan setiap orang kembali ketempatnya masing2x. Zhou Yu lalu berkata pd Jiang Gan, “Tampaknya telah cukup lama berlalu ketika masa2x dimana aku bisa berbagi dengan temanku. Malam ini kau akan menemaniku berbincang-bincang ditendaku.”

    Memasang Wajah orang sangat mabuk, dia mengantar Jiang Gan kedalam tendanya. Zhou Yu langsung berpura-pura terjatuh diatas ranjangnya.

    Jiang Gan hanya berbaring dan mendengarkan pembicaraan2x tentara disekitar tenda itu. Kira2x 2 jam lewat tengah malam dia bangun dan mencari2x sesuatu di meja Zhou Yu. Dia melihat banyak tumpukan kertas dimejanya dan diantara tumpukan itu dia melihat ada surat yang dikirimkan oleh Cai Mao dan Zhang Yu, Admiral angkatan laut cao2x dan Wakilnya. Dia membaca surat itu dang langsung terkejut karena isinya menceritakan pengkhianatan kedua orang itu.

    “Kedua orang itu berhubungan dengan dataran selatan sejak dari awal.” Pikir Jiang Gan. Lalu dia secara rahasia menyembunyikan kertasnya didalam sakunya dan mulai mencari yang lainnya. Tetapi pada saat itu Zhou Yu berbalik dan Jiang Gan langsung memadamkan lilin dan kembali berbaring tidur.

    Zhou Yu kemudian berbicara dalam tidurnya dan berkata, “Temanku, aku akan membiarkanmu melihat kepala Cao2x dalam 1 atau 2 hari lagi.”

    Jiang Gan lalu berkata, “Kau bilang apa ?”

    “Tunggulah beberapa hari lagi, kau akan melihat kepala cao2x, Bajingan tua itu !!” Kata Zhou Yu berpura-pura mengigau.

    Zhou Yu lalu berpura-pura tertidur kembali. Jiang Gan lalu hanya berbaring saja sampai jam berikutnya.

    Lalu tiba2x ada seseorang yang datang, “Jendral, apakah kau masih bangun ?”

    Pada saat itu Zhou Yu berpura-pura terbangun dari tidurnya, dia lalu berkata, “Siapakah yang ada disampingku ini ?”

    Suara itu menjawab, “Apakah kau tidak ingat jendral ? Kau meminta teman lamamu itu untuk tinggal ditendamu. Dan itu adalah dia tentunya.”

    “Aku minum terlalu banyak kemarin malam,” Kata Zhou Yu dgn nada menyesal, “Aku khawatir aku mengatakan terlalu banyak hal kemarin malam.”

    Lalu Suara itu melanjutkan, “Ada utusan datang dari utara.”

    “Pelankan suaramu,” Kata Zhou Yu dan dia berbalik mendekati Jiang Gan yang dipanggil namanya. Tetapi Jiang Gan berpura-pura tertidur pulas dan tidak mendengar.

    Zhou Yu melangkah pelan2x keluar tendanya dan Jiang Gan kemudian berjalan mendekati dan mendengarkan pembicaraan mereka. Dia mendengar ada yang berkata, “Cai mao dan Zhang Yu, mengirim utusannya.”

    Tetapi karena mereka berbisik-bisik, Jiang Gan tidak dapat mendengar apakah yang mereka bicarakan. Segera Zhou Yu kembali dan memanggil lagi nama Jiang Gan yang berpura2x sedang tidur pulas. Lalu Zhou Yu pun kembali ketempat tidurnya.

    Kemudian setelah Zhou Yu tertidur, Jiang Gan teringat bahwa Zhou Yu dikenal sangat teliti dan jika pagi harinya Zhou Yu menemukan bahwa suratnya telah hilang maka dia pasti akan menghukum mati dirinya. Oleh sebab itu Jiang Gan segera bangun dan pergi dengan tergesa-gesa.

    “Kemanakah kau akan pergi tuan ?” Kata Penjaga gerbang perkemahan.

    “Aku khawatir aku hanya mengganggu disini.” Jawab Jiang Gan, “Dan aku lebih baik pergi dari sini, jadi aku mohon kau mau membiarkanku pergi.”

    Dia kemudian diijinkan keluar kemah dan segera pergi ketepi sungai dimana dia berlayar kembali ke Kemah Cao2x. Ketika dia kembali Cao2x langsung bertanya padanya bagaimana hasil tugasnya dan dia harus mengakui kegagalannya.

    “Zhou Yu sangat pintar dan sungguh setia,” Kata Jiang Gan, “Tidak ada suatu apapun yang dapat kulakukan untuk membuatnya menyerah pada kita.”

    “Kegagalanmu membuat diriku tampak bodoh.” Kata Cao2x.

    “Aku tidak dapat membujuk Zhou Yu, tetapi aku menemukan sesuatu untukmu. Suruh keluarlah para pelayan dan orang2x yang lain setelah itu aku akan memberitahumu apa yang kutemukan.”

    Cao2x lalu memerintahkan para pelayannya keluar dan Jiang Gan kemudian menyerahkan surat yang dicurinya dari tenda Zhou Yu. Dia memberikan surat itu pada cao2x. Cao2x membacanya dan lalu sangat marah. Dia segera memanggil orang untuk memerintahkan Cai Mao dan Zhang Yun menghadap.

    Segera ketika mereka berdua tiba, dia berkata, “Aku ingin agar kalian berdua segera menyerang sekarang .”

    Cai Mao menjawab, “Tetapi pasukan kita belumlah siap.”

    “Pasukan akan siap jika kau telah mengirimkan kepalaku pada Zhou Yu, bukankah begitu ?”

    Kedua komandan itu bingung mendengar jawaban Cao2x dan tidak mengetahui apa maksudnya. Mereka terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa. Cao2x lalu memerintahkan penjaga untuk segera membawanya keluar dan menghukum matinya. Segera kepala mereka dibawa kehadapan cao2x.

    Kemudian cao2x malam itu merenungkan masalah ini dan setelah beberapa saat dia tersadar bahwa dia telah tertipu.

    Kematian kedua komandan angkatan laut ini menyebabkan banyak kebingungan didalam kemah mereka dan para pejabat lainnya bertanya apa alasan hukuman mati tersebut. Walaupun cao2x mengetahui bahwa mereka hanya korban tetapi dia tidak mau mengakui hal tersebut.

    Jadi dia berkata, “Mereka telah sering gagal, dan karena itu aku hukum mati.”

    Yang lainnya terkejut mendengar jawaban itu, tetapi tidak ada yg dapat mereka lakukan. Kedua komandan lainnya, Mao Jie dan Yu Jin diangkat menggantikan mereka.

    Mata2x membawa berita ini kepada Zhou Yu yang gembira karena siasatnya berhasil.

    “Kedua orang itu, Cai Mao dan Zhang Yun adalah satu2xnya sumber kekhawatiranku.” kata Zhou Yu, “Sekarang aku merasa lebih lega setelah mereka kusingkirkan.”

    Lu Su lalu berkata, “Jendral, jika kau dapat melanjutkan seperti ini, kau tidak perlu takut akan cao2x.”

    “Aku tidak berpikir bahwa mereka melihat permainanku ini.” Kata Zhou Yu, “Kecuali Zhuge Liang. Dia dapat mengalahkanku, dan aku tidak berpikir ada siasatku yang dapat disembunyikan darinya. Kau pergi dan tanyakanlah padanya. Coba cari tahu apakah yang dia tahu.”

  29. 79
    Dave_Liang Says:

    Bab 46 bagian 1
    Zhuge Liang “Meminjam Panah”

    Bab 46 bagian 2
    Menjalankan Strategi, Huang Gai menerima hukuman.

    Lu Su segera pergi menemui Zhuge Liang untuk mencari tahu apa yang Zhuge Liang ketahui mengenai taktik Zhou Yu.

    “Banyak hal yang terjadi sehingga aku tidak dapat datang untuk mendengarkan nasehatmu.” Kata Lu Su sambil memberi hormat.

    “Memang benar begitu, dan aku belum sempat memberi ucapan selamat pada Komandanmu.” Kata Zhuge Liang.

    “Apa yang perlu kau berikan selamat dari dirinya ?”

    “Kenapa kau masih bertanya, tuan. Bukankah dia mengirimmu untuk mencari tahu apakah aku mengetahui taktiknya atau tidak. Sungguh, aku harus mengucapkan selamat atas taktik yang hebat itu.”

    Lu Su langsung berubah pucat dan menarik napas panjang dan berkata, “Bagaimana kau mengetahuinya, guru ?”

    “Taktik itu berhasil hanya karena Jiang Gan dapat dgn mudah dipermainkan. Cao2x walaupun telah tertipu pasti menyadarinya lambat laun. Hanya saja dia tidak akan mengakuinya. Bagaimanapun juga kedua orang itu telah lenyap dan pasukan dataran selatan terbebas dari kekhawatiran yang besar.Apakah kau pikir hal ini tidak pantas diberi ucapan selamat ? Aku mendengar Mao Jie dan Yu Jin adalah admiral yang baru, dan ditangan mereka terletak nasib seluruh angkatan laut pasukan utara.”

    Lu Su cukup terkejut. Dia berdiri cukup lama disana tak dapat berkata apapun, dan kemudian dia pergi.

    Saat dia akan pergi, Zhuge Liang menesahit dia dan berkata, “Jangan kau beritahukan pada Zhou Yu bahwa aku mengetahui siasatnya. Jika kau memberitahu dia maka dia akan mencari cara untuk menyakiti aku.”

    Lu Su berjanji. Tetapi ketika dia bertemu dengan atasannya itu, dia menceritakan seluruh kejadian yang terjadi.

    “Kita benar2x harus segera mengenyahkan dia.” Kata Zhou Yu,”Aku telah memutuskan untuk menyingkirkan dia.”

    “Jika kau membunuh dia, Cao2x pasti akan mentertawakan dirimu ?”

    “Dia tidak akan !! Aku akan mencari cara yang baik untuk menyingkirkannya sehingga dia akan menemui kematian tanpa tahu apa yang terjadi.”

    “Tetapi bagaimana kau akan mencari cara untuk memperdayanya ?”

    “Jangan kau tanyakan terlalu banyak. Aku akan segera melihatnya.”

    Segera seluruh pejabat dipanggil menuju tenda utama, dan Zhuge Liang dipanggil untuk hadir. Dia segera pergi bersama pengawal menuju tenda utama.

    Ketika semua telah duduk, Zhou Yu tiba2x berkata pada Zhuge Liang, “Aku akan menyerang musuh secepatnya. Senjata apakah yang harus kugunakan ?”

    “Peperangan di sungai paling tepat menggunakan panah.”, Kata Zhuge Liang.

    “Pendapatmu sama denganku. Tetapi saat ini kita kekurangan panah. Aku harap kau mau membantuku dengan menyuplai 100.000 anak panah untuk perang laut ini. Karena ini adalah tugas yang penting aku harap kau tidak akan menolaknya.”

    “Apapun tugas yang komandan perintahkan, aku harus mencoba untuk menjalankannya.” Jawab Zhuge Liang. “Dan jika bisa, bolehkah aku tahu kapan kau akan membutuhkannya ?”

    “Dapatkah kau menyiapkannya didalam waktu 10 hari ?”

    “Musuh akan segera tiba, aku rasa 10 hari terlalu lama.” Jawab Zhuge Liang.

    “Oh, begitukah. Jadi dalam berapa harikah kau perkirakan anak panah itu akan siap ?”

    “Berikan aku 3 hari. Lalu kau akan mendapatkan 100.000 anak panahmu itu.”

    “Harap diingat, disini tidak boleh bercanda !” kata Zhou Yu, “Disaat perang seperti ini kita tidak boleh bercanda.”

    “Beranikah aku bercanda dengan komandan perang ? Berikan aku perintah tertulis. Jika aku tidak dapat menyelesaikan tugasku dalam 3 hari. Aku akan menerima hukuman.”

    Zhou Yu dalam hatinya merasa sangat senang, dia segera memerintahkan sekertarisnya untuk menyiapkan perintah.

    Lalu dia minum arak untuk memberikan ucapan semoga sukses dan berkata, “Aku pasti akan memberi selamat dengan sepenuh hati ketika hal ini telah usai.”

    “Hari ini sudah terlalu malam untuk dihitung.” Kata Zhuge Liang, “Pada hari yang ketiga dari esok pagi. Kirimkan 500 perahu kesungai untuk mengambil panah2x itu.”

    Mereka minum beberapa cangkir arak lagi dan Zhuge Liang kemudian berpamitan.

    Setelah dia pergi, Lu Su berkata, “Apakah kau pikir ada tipuan dibalik semua ini ?”

    “Aku yakin tidak ! Dia benar2x telah menandatangani surat kematiannya.” Kata Zhou Yu, “Tanpa perlu kupaksa, dia meminta surat penugasan resmi didepan seluruh pejabat. Bahkan jika dia tumbuh sayap, dia tidak akan lolos. Aku akan memerintahkan agar dia tidak diberikan material yang dibutuhkannya , sehingga aku yakin dia akan gagal. Dan ketika saat itu tiba, jika aku memberikan hukuman maka siapakah yang akan mengkritikku karena bertindak terlalu jauh ? Kau dapat pergi dan cari tahu apa yang dia lakukan setelah itu beritahukanlah padaku.”

    Jadi Lu Su segera pergi mencari Zhuge Liang, yang segera memasang wajah marah karena Lu SU telah melanggar janjinya.

    Zhuge Liang berkata, “Dia ingin menyakiti aku seperti yang kau tahu dan aku tidak berpikir kau membocorkan rahasia kita bersama. Dan dari apa yang kau tahu, bagaimana mungkin aku akan mendapatkan 100.000 anak panah didalam 3 hari ? Kau harus membantuku sekarang.”

    “Kau membawa masalah pada dirimu sendiri, dan bagaimana sekarang aku akan menyelamatkanmu ?” kata Lu su.

    “Aku berharap kau mau meminjamkan 20 kapal, masing2x berisi 30 orang pendayung. Aku ingin boneka2x jerami diberi seragam pasukan Wu dan ditaruh disisi kapal tersebut. Aku akan menggunakan mereka. Pada hari yang ke 3, aku akan memberikan Zhou Yu 100.000 panah. Tetapi sekarang kau harus berjanji tidak akan memberitahu Zhou Yu mengenai hal ini, atau rencanaku akan gagal dan aku akan mati.”

    Lu Su setuju, dan kali ini dia benar2x melaksanakannya. Dia pergi melapor pada atasannya seperti biasanya, tetapi dia tidak berkata apapun mengenai