Setiap malam aku menulis, selalu ditemani dua orang.

Orang pertama, wanita cantik bergaun putih, selalu berdiri rapat di sampingku. Ia berbisik, ”Menulislah tentang cinta.”

Orang kedua, lelaki berjas kelabu yang selalu duduk di sofa, menukas, ”Mana mungkin? Dia tak tahu apa itu cinta.”

”Akan kuajarkan,” balas sang wanita.

Sang lelaki mendengus. ”Menyerahlah, Sayang. Dia selamanya dingin, pemurung, egois. Seperti aku. Karenanya, aku selalu lebih lama berada di sini dibanding kau.”

”Diam!” Aku tak tahan. ”Aku punya teman baru sekarang.”

Dari sudut ruangan muncul pria berjubah hitam dengan tatapan tajam menusuk.

Aku menyeringai. ”Teman-teman, malam ini aku akan menulis tentang… KEMATIAN.”

6 Responses to “Teman Menulis (100 kata)”

  1. 1
    panah hujan Says:

    hahahahaha ~~~

    berkomplot menulis tentang kematian, yukk, kk ^^

    wkwkwkwkwkw..

  2. 2
    Villam Says:

    hahaha…
    tapi jangan bikin yang ngeri-ngeri yak…

  3. 3
    dian k Says:

    *BIG GRIIIINNN*

    ngebayangin seringai dengan dua taring di masing-masing ujung mulut, darah menetes di sudut bibir…

    hehehe…

  4. 4
    Villam Says:

    kayaknya lebih menarik kalo dibikin sosok yang lebih elegan dan misterius deh. heheh…

  5. 5
    restya Says:

    SETUJU!
    Elegan dan misterius!

  6. 6
    Villam Says:

    kebayang joe black dari film ‘Meet Joe Black’

Leave a Reply