[tab:Hal 1]Di forum Pulau Penulis Fiksi Fantasi Dalam Negeri, saya sempat bicara tentang audio novel, yaitu sebuah novel yang disampaikan melalui media audio seperti kaset, CD, atau MP3, dibacakan oleh seorang pencerita, atau bisa juga dalam bentuk seperti sandiwara radio jaman dulu, dan bisa dinikmati kala kita bengong di dalam mobil saat jalanan macet, naik bis, atau bahkan saat berkebun di rumah. Hahahah…

Kemudian saya teringat, bahwa sebenarnya saya dulu pernah membuat audio novel, saat masih SD, walau bukan berasal dari cerita saya sendiri. [tab:Hal 2](sambil tertegun sejenak, betapa masa dua puluh tahun yang lampau itu sepertinya masa-masa yang lebih kreatif buat saya dibanding sekarang—saya bikin cerita audio, komik, majalah, cerita panjang, cerita pendek, bahkan kartun, dan lain-lain).

Korban saya dulu adalah novel-novel Trio Detektif, karya Robert Arthur Jr. Buat anak-anak jaman sekarang yang gak kenal, ini dulu adalah serial yang sangat sangat populer, sebanding dengan Lima Sekawan karya Enid Blyton. Bercerita tentang tiga detektif remaja bernama Jupiter Jones, Pete Crenshaw dan Bob Andrews, yang berasal dari kota kecil Rocky Beach di California. (kembali saya tertegun, betapa dulu anak-anak santapannya adalah buku-buku novel, bukan manga apalagi komputer dan playstation seperti sekarang).

Melalui serial ini, anak-anak diajak berpetualang memecahkan berbagai misteri, berhadapan dengan para penjahat, tinggal di markas ketiga detektif berupa bis trailer bekas dan penuh dengan jalan keluar masuk rahasia, menaiki mobil mewah Rolls Royce dengan sopir Inggris bernama Worthington, dan bertemu sutradara thriller terkenal Alfred Hitchcock. Yang menarik juga adalah karakter tokoh-tokohnya. Jupiter yang gendut, cerdas, tapi suka ngomong tinggi. Pete yang kuat, rada lemot, tapi ahli mematai-matai. Bob yang berkacamata, tekun, tapi agak lemah dan pincang. Menarik. Dan bagi saya pribadi, saat itu adalah masa-masa membaca dan berpetualang yang menyenangkan.

[tab:Hal 3]Nah kembali ke topik awal, memang sih, yang saya buat dulu mungkin tidak terlalu pas disebut sebagai audio novel, melainkan cerita bermedia audio yang diangkat dari sebuah novel. Dan dulu juga gak kepikiran soal hak cipta. Hehe… Bersama kakak dan adik, saya mengadaptasi novel-novelnya menjadi kaset. Tiga judul yang kita buat adaptasinya adalah Misteri Mata Berapi, Misteri Nuri Gagap dan Misteri Rumah Yang Mengkerut. (uh… saya bisa cerita panjang lebar tentang kisah-kisahnya, sebenarnya, saking semangatnya, tapi mungkin tidak saat ini. Hehe…).

Masing-masing buku dibuat menjadi tiga buah kaset, alias berdurasi sekitar tiga jam. Dan sungguh, seluruh prosesnya sangat menyenangkan. Mulai dari mengedit novelnya (karena jika tidak, satu buku mestinya bakal lebih dari enam jam), kemudian memilih peran, siapa yang akan mengisi suara siapa. Contohnya di Misteri Mata Berapi, kakak saya berperan sebagai Jupiter dan Bob, sementara saya menjadi Pete dan August. Bahkan Mama juga kita ajak berperan menjadi Bibi Mathilda, bibinya si Jupiter. Hahahah…

Asyiknya adalah mengubah-ubah warna suara dan cara bicara disesuaikan dengan tokohnya (walau tetap, sejauh mana sih suara anak-anak bisa berbeda?). Kemudian proses berikutnya adalah merekam di kaset, dan tidak lupa memberi tambahan efek suara sederhana, seperti suara mobil dan piring pecah misalnya, hehe… Setiap selesai potongan adegan, lalu diedit, jika misalnya kepanjangan. Terakhir, setelah semua proses rekaman beres, lalu kita melukis buat covernya. Menyenangkan. Semuanya.

[tab:Hal 4]Tapi sayang memang, karena dulu hanya bisa dibuat dalam media kaset yang gak tahan lama, sekarang sudah gak bisa dinikmati lagi. Udah hampir dua puluh tahun, gila. Tapi saya masih sempat denger lagi beberapa tahun yang lalu, dan ketawa-ketawa sendiri, mendengar suara-suara saya pas masih kecil. Hmm… bisa gak ya direvitalisasi lagi? Urusannya adalah urusan kenangan nih, soalnya.

Lalu apakah nanti saya berminat untuk membuat audio novel semacam ini lagi?

Oh, yes, absolutely! Jika ada waktu dan kesempatan (yang semakin tua kayaknya semakin sedikit). Dan kali ini harus cerita karya saya sendiri. Bahkan biar lebih serius, memakai studio khusus. Hahaha…

It’s just like the old time.

[tab:tambahan]Catatan tambahan:

Saat ini audio novel sudah cukup populer di Amrik. Termasuk sudah banyak pula novel-novel fantasi yang kemudian diubah menjadi audio. Durasinya? Untuk buku setebal 600 halaman biasanya menjadi 600 menit, alias 10 jam. Sebagian dijual dalam bentuk CD, tapi ada juga yang bisa didownload gratis. Tinggal ketik saja ‘audio novel’ di search engine untuk mencari tahu. Sementara kalau di Indonesia memang belum populer, dan jika ada kebanyakan adalah buku-buku bertema agama (ceramah).

Related posts:

  1. Akkadia: Gerbang Sungai Tigris – Audio Trailer Kalau film ada trailernya, novel juga ada. Download audio trailer...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

38 Responses to “Trio Detektif dan Audio Novel Yang Saya Buat Saat SD”

  1. 1
    FA purawan Says:

    Hebat, gimana ngeditnya, emangnya pada punya alat-alat rekaman? Untuk menyelamatkan harta tak ternilai itu, mendingan lo segera merekam dalam komputer, terus diburn ke CD! Salam, FA Pur.

  2. 2
    Villam Says:

    wah manual, mas pur. pake dua tape recorder. hahahah…
    nah itu, gue mau coba setel lagi kasetnya, tapi kayaknya sih pitanya udah pada lengket gitu, dan suaranya juga udah ancur.

  3. 3
    dian k Says:

    really-really envy you.

    i don’t have such a lively childhood.

  4. 4
    Villam Says:

    then make a lively present and future, dian. :-)

  5. 5
    Serpentwitch Says:

    Modal headphone yang sekaligus ada mike/receivernya jg bisa. Gw dulu sering main2 rekam suara gw dan bikin sound effect sendiri huahua. Sayang skrg dah rusek headphonenya huhuhu… kudu beli baru.

  6. 6
    Villam Says:

    hahahah… emang lu bikin apaan, jeff?
    eh tapi emang asik tuh coba2 bikin sound effect, pake barang-barang di sekeliling kita, jadi suara yang aneh-aneh.

  7. 7
    dian k Says:

    dulu sih ngerekam suara ngorok salah satu kerabat. heuehueu..

    hasilnya lumayan dahsyat >.<

  8. 8
    Villam Says:

    mestinya sekalian juga dibikin kisahnya, dian.
    kalo bisa fantasi juga. heheheh…

  9. 9
    Serpentwitch Says:

    Sound effectnya Troll lagi tidur ngorok yah hueheuheu…

    Dulu sih gw cm main2 aja ga jelas gt. Ngetes2 nyanyi, dengerin suara sendiri kaya apa (jawabannya : parah) XD trus bikin2 bunyi2an, di mix, di edit2 tinggi rendah frekuensinya, alhasil bisa ciptain banyak jenis sound effect ^^. Getok2 besi di edit2 aja bisa jadi mirip suara pedang beradu hehe. Sebenernya sound effect yg di film juga banyak yg editan.

  10. 10
    Villam Says:

    troll? hahahah…
    wah tapi kalo di film jaman sekarang sih segala jenis suara udah ada kayaknya. gak perlu pusing-pusing lagi kayak jaman dulu mestinya.

  11. 11
    Serpentwitch Says:

    iya, kl mau nyari stock sound effect juga sebenernya ada banyak di internet, gratis.

    Palingan cuma untuk memenuhi hasrat aja, kan bangga kalau sampe ke detil sfxnya murni bikinan sendiri dari nol hehe. Gw sendiri belakangan tertarik bikin music buat karya2 gw, pake alat musiknya keyboard. Lantaran gw ga bisa main gitar atau alat2 musik lainnya, keyboard jd pilihan paling cocok. lantaran seperti main piano biasa tp bisa hasilin suara gitar/alat musik lainnya. Kemudian bisa di save dan diedit2 dan dikombinasikan. Intinya, dgn keyboard, a single man, and a computer, you can make a whole Orchestra music by yours self. ^^

  12. 12
    Villam Says:

    haha… betul kepuasan diri.
    sekalian aja kan, bercerita langsung lewat mulut kita sendiri, jadi pendongeng. trus di latar belakang kita masukin efek-efek suara. trus dijual dah CDnya, buat alternatif novelnya. tinggal dipikirn aja nanti supaya gak bisa dibajak. kayaknya banyak deh software buat CD protection.
    heheh… mimpi gak dilarang kan?

  13. 13
    Serpentwitch Says:

    Software buat CD protection? Wah jgn terlalu dipercaya.

    pembuat software CD protection jg membuat software hackingnya khusus untuk proteksi itu.

    sama seperti perusahaan antivirus yg terus membuat virus baru, kemudian dia buat sendiri penangkalnya. ^^. Begitulah cara dunia ini bekerja :P

  14. 14
    Villam Says:

    wahahahah!
    begitu yak? baru tau gue!
    tapi kalo dipikir-pikir, emang logis juga begitu…

  15. 15
    baw Says:

    haha..
    trio detektif yak..
    these used to be ‘my playground’
    these used to be ‘a place i ran to’

  16. 16
    Villam Says:

    hahah…
    gue tumbuh bersama mereka, lima sekawan, tintin, asterix, trigan, lucky luke, dan masih banyak lagi novel dan komik lainnya yang sebagian kini sudah tinggal sejarah.

  17. 17
    baw Says:

    hahah..
    ko sama plek..
    trigan fantasi tuh..
    asterix ma lucky luke juga, cuma kadarnya duikit, tapi cukup untuk mendukung cerita..
    dulu istilahnya cergam yak.. cerita bergambar.. hehe
    asik tuh semuanya..
    never die

  18. 18
    Villam Says:

    iyak. trigan keren banget tuh. serial storm juga.
    seksi bener tuh si rambut merah. hahahahah…
    don lawrence benar-benar pencerita sekaligus pelukis ulung.
    huh… jadi pengen baca-baca lagi… udah pada kemana yak koleksi jadul gue?

  19. 19
    dian k Says:

    villam,
    kemaren bongkarin notebook, dan ternyata aq punya audiobook-nya stephen king, judulnya the man in black suit gituh. a friend copied it to me without my notice.

    langsung kudengerin dan iyah, betul, isinya suara doang, bacain ceritanya dari ujung ke ujung. suaranya sih laki-laki dan sendirian, tapi dia bacain dengan intonasi yang pas dan bagus, walopun karena bahasa inggris yg ada aq malah jadi ngantuk karena males mikir :p

    lumayan buat dipake backsound nulis. dan kalo didenger pake earphone, suaranya rada-rada gimanaaa gitu. heuheu

  20. 20
    Villam Says:

    audiobooknya stephen king? hohoho… jadi berapa jam tuh buat satu novelnya?

    *mikir* maksudnya suaranya rada-rada gimana apa sih? seksi?

  21. 21
    dian k Says:

    sempet mikir yg sama.
    tapi ternyata setelah kuliat cuma sejam sekian menit gitu, mungkin bukan novel yg panjang, ya.

    hihihihi
    mirip suara masku kalo dia lagi batuk :p

  22. 22
    Villam Says:

    hahahahah…

    atau mungkin banyak adegan yang dipotong. coba aja misalnya kita baca keras-keras satu halaman novel, kira-kira panjangnya berapa menit tuh? satu menit? dua menit? kalo 300 halaman, ya bisa 300 s/d 600 menit.

  23. 23
    dian k Says:

    villam, really, ini ide yg bagus sebenernya.
    pertanyaannya, punya waktu buat ini ato nggak? weuheuheuhue

  24. 24
    Villam Says:

    sekarang sih belon ada lagi waktunya…
    tapi siapa tau ada nanti…
    aku masukkan itu ke dalam daftar mimpi. :-)

  25. 25
    dian k Says:

    Eh, nemu link ini, nih:
    http://jualaudiobook.wordpress.com/

    dari judulnya dah ketauan kalo dia jualan audio book, kebetulan yg kebuka tadi harpot lengkap. penasaran dikit sih, tapi kalo mikirin bahasanya yg kemungkinan english, nggak deh. hehehehh..

    mendingan cari kaset sanggar cerita. biar jadul tapi at least gak perlu mikir dua kali untuk ngerti ceritanya.

  26. 26
    Villam Says:

    wah itu yang dijual apakah orisinal semua dari amrik, atau bajakan yak?
    hare gene… tanker minyak aja dibajak, apalagi buku… :-D
    semoga asli sih…

    kalo gak sanggar cerita, saur sepuh deh… cariin dong… :-D

  27. 27
    dian k Says:

    itu juga yg kepikiran pas pertama liat, secara harganya lumayan murah.
    cobain aja jajal, vill, ntar hasilnya posting di sini yak. wkwkwk

    udah dicari, tapi dapetnya ini:
    http://forum.detik.com/archive/index.php/t-69739.html
    cuma obrolan sih. lumayan kalo cuman mau nostalgia. apa bisa didapetin kalo nanya RRI, ya? secara dulu pan yg nyiarin sandiwara radio kebanyakan ya RRI.

    kalo kaset2 mah mending nongkrongin kaki lima.
    di bandung banyak tuh deket terminal kebon kelapa. selain kaset, banyak banget buku2 dan majalah bekas di situ. sering nemu harta di tempat begini, lho!

    kalo di jakarta, aq nemu di pasar festival. tapi … harganya agak terlalu mahal untuk ukuran buku bekas terbitan puluhan tahun lalu :(
    tapi karena langka, apa boleh buat …

  28. 28
    Villam Says:

    hmmm… jajal ya? oke, masuk daftar antrian prioritas… taro di belakang.
    gyahahahah… nanya RRI. ah masak sih dulu di RRI? kayaknya bukan… dah lupa. masih kecil sih… hihi…

    tapi kalo kaset bekas takutnya sih udah kurang nyaman didengar lagi di tape.
    mestinya pake piringan hitam. halah…

  29. 29
    dian k Says:

    biasanya sih kalo udah lima-tujuh taun kasetnya udah ‘nge-juit’
    trus pitanya kusem. yg ada dengerinnya malah ketawa2

    :D

  30. 30
    Villam Says:

    iya. itu juga yang terjadi dengan kaset2 bikinanku dulu itu.
    menyedihkan…
    hmm… aku taro dimana yak barang2 itu sekarang?

  31. 31
    Langgam Says:

    Bagi yang berminat untuk mendapatkan koleksi kaset-kaset sanggar cerita, bisa mengunjungi http://www.langgam.com. Terima kasih.

  32. 32
    Villam Says:

    terima kasih atas informasinya. :-)

  33. 33
    ndyw Says:

    jadi inged jaman dulu hehehhe…
    dulu suka beli kaset kayak gitu
    kalau ga salah dulu aq punya
    -dragonball
    -ular putih
    -satria baja hitam…

    jadi inged masa laluuuuuuuuuuuu….

  34. 34
    Villam Says:

    masa lalu emang enak buat diingat… hehe…

  35. 35
    Budi Cheung Says:

    ada yang mau sanggar cerita ? bisa lihat lihat koleksi gua ato beli dari sini heheheh :) salah satu koleksi langka loh hehehee

    http://kotarominami.multiply.com/photos/album/219/Sanggar_Cerita_Kaset_Cerita_For_Sale_CD_Format

    thanks

  36. 36
    Villam Says:

    thanks for the info. :-)

  37. 37
    dewi Says:

    eh, misteri nuri gagap itu keren lo yaa…. jadi keinget lagi….’to to to or not to be…’…skrg terbit lagi nggak ya buku spt itu?

  38. 38
    Villam Says:

    trio detektif terbitan baru? hehe… ada gak ya? kayaknya sih nanti bakal diterbitin lagi. kayak lima sekawan, komik tintin, lucky luke dll yg muncul dg format baru.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled