Ditunggu Sopir Bajaj (100 kata)
Posted by: Villam in 100 Words, tags: 100 kata, cerpen cinta, Ditunggu Sopir Bajaj, tentang kematian, villam's story
”Naik sekarang?” sang sopir bertanya.
”Nanti,” jawabku. Aku masih tetap berdiri di sampingmu yang terus termenung di kursi taman.
Sudah terlalu lama, Sayang.
Lihatlah lelaki yang kini menghampirimu, menyentuh lembut bahumu sambil berkata, ”Menikahlah denganku.”
Ya, menikahlah dengannya.
Tapi dalam gelisah kau tak mengangguk ataupun menggeleng.
Apa harus kuucapkan?
Aku coba berbisik, ”Sayang, menikahlah dengannya. Aku ikhlas.”
Kau pun menangis. ”Ya.”
Ah, kau bisa mendengarku, bahkan menjawabku.
Terima kasih, Tuhan.
Ketika sang sopir bertanya lagi, ”Naik sekarang?”, kini aku bisa tersenyum.
”Ayo! Urusanku sudah selesai.”
Selamat tinggal, Sayang. Semoga Tuhan mempertemukan kita di surga; sopir bajaj putihku sudah menunggu.
Trungtungtungtungtung.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



Entries (RSS)
June 25th, 2010 at 9:28 pm
dia mati dijemput supir bajaj? Kasian amat. -_-
June 26th, 2010 at 12:56 am
eh bajaj tapi putih lho…
heheheh…
June 26th, 2010 at 8:40 am
walau putih, ttp aja bajaj. -_-
trus, bunyi ‘trungtrungtrung’ itu maksudnya apa?
June 27th, 2010 at 10:28 am
emang kayak gitu kan suara bajaj.
coba dengerin deh kalo ada bajaj lewat.
heheheh…
June 27th, 2010 at 12:47 pm
SUARA BAJAJ ?O.o?
Restya´s last blog ..CHAPTER X
June 27th, 2010 at 2:12 pm
heheheheh…