catbirdYang klise-klise itu pasti jelek? Tidak sepenuhnya benar. Kalo jelek, lha buktinya banyak tuh film/cerita di luar sana yang isinya klise tapi digandrungi orang, dan laku dijual (termasuk di antaranya LOTR dan Harry Potter). Saya pikir, mestinya, yang jelek itu adalah jika klisenya terlalu banyak hingga taraf membosankan, ditambah dengan penulisan /pemaparan cerita yang buruk. Dan kemudian yang menjadi masalah adalah jika kita tidak tahu seberapa banyak keklisean tersebut di dalam cerita kita.

Nah, untuk menghindari penggunaan klise yang berlebihan, ada baiknya kita tahu lebih dulu, apa saja itu, sebagai referensi agar kita bisa membuat sesuatu yang berbeda. Tapi ini juga bukan buat memaksa, karena kalau memang tetap mau memakai, ya pakai sajalah, tapi buat kombinasinya, dan tulis dengan bagus. Saya sendiri, terus terang, juga masih banyak memakainya. heheheh…

Ini dia, yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Tentu saja, ini baru sebagian kecil dari banyak lagi keklisean. Nikmati saja dengan tawa. :-)

  • Orang kecil dari pedesaan muncul untuk mengalahkan raja/penyihir jahat, demi menyelamatkan dunia.
  • Si pahlawan mendapatkan guru berupa seorang lelaki tua yang memberitahu banyak hal sekaligus menyembunyikan banyak hal.
  • Si pahlawan jatuh cinta pada seseorang yang awalnya terasa tidak mungkin, tapi di ujung cerita akhirnya didapat juga.
  • Misinya terkait dengan perhiasan/pedang/cincin/kotak atau artefak lain yang bisa menghancurkan/menyelamatkan dunia.
  • Para petualang yang awalnya saling tidak suka berkumpul menjadi satu tim untuk menyelamatkan dunia, dan kemudian selama perjalanan berubah menjadi saling suka.
  • Para petualang berhasil melewati kesulitan dan menemukan artefak , tapi hanya untuk direbut oleh si penjahat yang ternyata telah menunggu mereka sejak awal.
  • Pemula yang baru belajar memakai pedang (atau semacamnya), harus bertempur melawan seorang veteran, dan bisa menang. Dan orang-orang di sekitarnya berkomentar, “aku belum pernah melihat seorang muda sejago dia.”
  • Si pahlawan adalah orang dari jaman sekarang, yang kemudian terlempar ke sebuah dunia fantasi, dan lalu menjadi jagoan dan  punya tugas menyelamatkan dunia di sana.
  • Ada game komputer virtual reality yang membuat si pahlawan terjebak tidak bisa keluar.
  • Si pahlawan di awal cerita mengenali orangtuanya ternyata bukan orangtua sebenarnya, dan bahwa dia ternyata adalah anak raja/penyihir/prajurit terkenal.
  • Si penjahat adalah bapak dari si pahlawan.
  • Si kembar terpisah saat lahir, dan kemudian bertemu lagi dengan takdir masing-masing. Satunya pahlawan, satunya penjahat.
  • Si pahlawan pergi ke gua/hutan/tempat terpencil lain buat mendapatkan barang ajaib.
  • Si pahlawan akhirnya menjadi raja dan memerintah dengan sempurna, tak peduli walaupun sebelumnya dia hanyalah petani/penggembala yang awam.
  • Si tokoh cewek diperkosa, kemudian menjadi jagoan untuk membalas dendam. Atau, seorang bocah melihat keluarganya dibunuh, lalu keluar juga untuk membalas dendam. Semua soal balas dendam.
  • Si penjahat utama jahat karena semata-mata dia jahat, dan sebaliknya si pahlawan baik semata-mata karena dia baik. Hitam dan putih kelihatan jelas tanpa perlu alasan-alasan.
  • Ada tokoh cewek yang menyamar jadi laki-laki supaya bisa ikut dalam petualangan.
  • Ada tokoh cewek berkepribadian nyentrik dan penuh semangat.
  • Ada tokoh cowok yang tampan luar biasa.
  • Ada tokoh pertapa/penyihir/penyembuh tua (atau semacamnya).
  • Si tokoh cowok menyelamatkan dunia untuk mendapatkan hati tokoh ceweknya.
  • Ada prophecy/ramalan, dan si pahlawan akhirnya diketahui sebagai seorang pewaris/putra mahkota berkat sebuah tanda lahir/pedang/artefak lainnya.
  • Seorang pelayan yang tahu asal-usul si pahlawan akhirnya menjadi pengawal setianya.
  • Raja/pangeran/pendeta/orang penting lainnya ikut-ikutan dalam tim untuk bertualang.
  • Si pahlawan orang yang luar biasa baik dan sederhana.
  • Si pahlawan pemula tidak pernah membuat kesalahan.
  • Jahat berarti jelek dan bodoh. Baik berarti tampan dan pintar. Atau sebaliknya, si pahlawan berwajah buruk tapi berhati emas, sementara si penjahat berwajah tampan tapi berhati iblis.
  • Penyihir yang juga sekaligus jago pedang.
  • Si pahlawan mencuri dari si kaya dan memberi ke si miskin a la Robin Hood.
  • Si pahlawan memulai pemberontakan dengan cara mengalahkan musuh di arena gladiator atau tempat umum lainnya.
  • Si pahlawan dibawa ke istana untuk menggantikan seseorang berwajah mirip yang diculik, dan betapapun dia punya latar belakang berbeda, dia tidak punya kesulitan menjadi pengganti.
  • Dewa-dewa berkumpul di langit untuk memutuskan nasib-nasib para manusia.
  • Si cowok jatuh cinta pada si cewek, tapi ditentang dan dikejar oleh bapaknya. Di saat terakhir, secara tidak sengaja si cowok membunuh cewek tersebut.
  • Tokoh cewek ditangkap monster, tapi kemudian berhasil menghiburnya sehingga akhirnya tidak dijadikan makanan.
  • Si pahlawan bertualang jauh mencari seseorang (karena baik atau jahat), dan kemudian diketahui bahwa orang itu ternyata mengikutinya dalam tim selama ini.
  • Si pahlawan pergi mencari tokoh legendaris, yang setelah ditemui ternyata adalah seorang pemabuk.
  • Cewek anak si raja jahat jatuh cinta pada si pahlawan yang tertangkap, terpesona, dan kemudian membebaskannya.
  • Si pahlawan digambarkan sedang belajar sihir (atau apapun) di awal dan selalu gagal, namun akhirnya di akhir, berkat kekuatan cinta, berhasil mengalahkan si penjahat.
  • Sang putri adalah:  seorang yang sedang stress dan butuh pertolongan, atau seorang yang sombong yang akhirnya sadar setelah bertemu si pahlawan cowok, atau seorang keras kepala yang terus berusaha meyakinkan si cowok bahwa dia bisa melakukan semuanya sendiri.
  • Seorang prajurit bayaran yang awalnya disewa orang desa buat melawan bandit demi uang, tapi akhirnya bertempur demi kehormatan.
  • Di dalam tim petualang ada seorang penyanyi yang sebenarnya tidak berguna sama sekali selain untuk memeriahkan suasana.
  • Ada tokoh pendeta/penyihir yang tampak terhormat tapi diam-diam berhubungan dengan/menjadi kaki tangan si penjahat utama. Sebaliknya ada pula tokoh pendeta/penyihir yang baik hati dan selalu dapat membantu si pahlawan.
  • Dalam pertempuran, bukannya langsung menghancurkan si pahlawan, si penjahat memilih mengirimkan dulu aparat terlemahnya satu demi satu.
  • Jika awalnya si penjahat digambarkan berpenampilan mengerikan, maka di akhir ketahuan bahwa sosok sebenarnya adalah kecil dan menyedihkan. Sebaliknya jika di awal ia digambarkan normal, maka kemudian di akhir dia akan muncul sebagai sosok yang mengerikan.
  • Rekan yang tewas dalam pertempuran akan ditangisi dalam selang tiga detik, setelah itu hidup berjalan terus dan dia akan dilupakan.
  • Si pahlawan berhasil mengalahkan para penjaga musuh dan masuk ke ruang dalam istana, untuk menemukan bahwa si penjahat ternyata sudah menunggu sambil bermain piano.
  • Si penjahat, saking menakutkannya, tidak boleh diucapkan namanya. Atau berbisik, cukuplah.
  • Bangsa yang baik tinggal di negeri yang indah. Bangsa yang jahat tinggal di negeri yang mengerikan.
  • Si pahlawan harus mencari jawaban teka-teki sekian lama dan berhalaman-halaman, hanya untuk menemukan bahwa jawaban tersebut ternyata sangatlah mudah.
  • Dunia kita dihubungkan dengan dunia lain melalui semacam portal atau ruangan rahasia, yang tentu saja menggunakan sihir buat mengoperasikannya.
  • Pahlawan dan penjahat dari dunia lain datang ke dunia kita dan memutuskan untuk menjadikannya tempat pertempuran terakhir.
  • Tokoh pahlawan berkarakter anti-hero yang keren selalu berpakaian hitam, bermasa lalu misterius, perangai kasar. Dan walaupun hebat dan sudah menyelamatkan banyak orang, tetap saja dia tidak disukai publik.
  • Jika tokoh anti-hero keren tersebut punya pedamping, pendamping tersebut haruslah seorang yang ceria mendekati tolol.
  • Jika tokoh pendamping anti-hero keren tersebut adalah cewek yang jatuh cinta padanya, betapapun hebatnya si cewek ini bertarung di awal, di akhir cerita dia tetap harus dibuat mati.
  • Ada senjata/artefak penghancur/penyelamat total dunia.
  • Ada ras baik, ada ras jahat.
  • Seseorang punya jenis peliharaan yang lucu dan unik.
  • Banyak kata-kata buatan tanpa aturan yang jelas.
  • Penggunaan nama-nama tokoh, benda maupun tempat yang membuat lidah keriting.
  • Nama berbahasa Inggris/Latin/apapun yang terlalu dicocok-cocokkan dengan kepribadian tokohnya.
  • Seseorang mengorbankan hidupnya buat menyelamatkan yang lain, tapi belakangan hidup kembali.
  • Si penjahat utama membunuh minimal satu pengikutnya sendiri karena kesalahan kecil, tidak peduli betapapun loyalnya dia.
  • Adanya benteng raksasa dan mengerikan penuh penjaga, tapi dengan sebuah cara akhirnya bisa diterobos dengan mudah, atau ketemu jalan rahasianya, oleh si pahlawan.
  • Orangtua si pahlawan sudah mati, alias si pahlawan adalah yatim piatu. Bahkan sekalian, semua tokoh dibuat yatim piatu.
  • Perkelahian muncul di bar. Bar itu sendiri adalah tempat berkumpulnya berbagai macam ras. Juga penuh dengan penjudi dan pelacur.
  • Dunia fantasi yang berkultur Eropa, atau Asia.
  • Ada elf, orf, dwarf, ogre, vampire, werewolf , fairy, dragon dan ras-ras lainnya yang sebelumnya sudah sering dikenal orang.
  • Jagoan cewek bertubuh seksi dan berpakaian minim.
  • Black magic vs White magic
  • Sistem dunia sihir yang tanpa aturan, atau sebaliknya terlalu penuh aturan, atau justru bisa berubah sesuai kebutuhan plot.
  • Ada kultur pengorbanan perawan.
  • Si pahlawan bisa berbicara dengan hewan.
  • Politheisme itu selalu jahat, sedangkan monotheisme itu selalu baik.
  • Semua orang di dunia mempunyai Tuhan yang sama.
  • Semua orang di dunia punya bahasa yang sama. Atau hanya ada satu bahasa kuno, dan satu bahasa baru.
  • Ada tokoh cewek jagoan yang hanya mau menerima tokoh cowok jika si tokoh cowok mengalahkannya dalam pertempuran.
  • Ada kota di tengah gurun yang tidak punya sumber air dan makanan, tapi toh bisa bertahan hidup.
  • Tim, atau bahkan masyarakatnya, berisi orang-orang yang tidak punya kewajiban atau pekerjaan lain selain berpetualang.
  • Ada toko berisi peralatan untuk bertualang.
  • Pedang yang bisa mengeluarkan tembakan-tembakan dengan suara mendesing-desing.
  • Kebudayaan yang aturan moralnya sama dengan kita sekarang.
  • Ada perbudakan.
  • Ramuan obat-obatan bisa menyembuhkan seketika, jadi kematian sama sekali bukan ancaman.
  • Vampir digambarkan sebagai sosok yang tragis dan romantis, bersedia mengorbankan keabadiannya demi cinta.
  • Vampir dan sejenisnya bisa hidup normal di dunia modern tanpa terdeteksi sama sekali.
  • Ada pasukan elit, yang tingkahnya sama sekali tidak elit.
  • Tim petualang dengan komposisi yang sangat seimbang a la Power Rangers.
  • Dunia di mana semua ras manusia tampak serupa.
  • Binatang (seperti serigala) yang menjadi induk seorang bocah, yang sebelumnya dibuang ke hutan, atau dialirkan lewat keranjang di sungai.
  • Mengendarai naga. Naga yang baik tentu saja.
  • Binatang yang berbicara dan bertingkah laku seperti manusia.
  • Pergi ke underworld, secara fisik atau secara mental.
  • Lelaki dan perempuan punya jenis-jenis sihir yang berbeda.
  • Kebrutalan dan pembunuhan diijinkan, asal dilakukan oleh si pahlawan.
  • Kelompok maling yang punya guild dan tempat pertemuan sendiri dan diketahui secara publik.
  • Ada tokoh anak laki-laki/perempuan yang berprofesi maling.
  • No drugs, only alcohol exists.
  • Orang-orang bisa berlarian dengan mudah dalam gelap di hutan, tidak terjatuh.
  • Masyarakat yang tidak maju-maju bahkan setelah lewat ribuan tahun.
  • Para tokohnya tidak pernah mandi–tidak ada kamar mandi dimana-mana. Dan tetap tidak bau.

85 Responses to “Daftar Klise Fiksi Fantasi”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 51
    Villam Says:

    semua cerita pasti ada klisenya.
    tapi tenang saja, tidak berarti ceritanya langsung basi kan?
    klise masih bisa dikurangi, cerita masih bisa diperbaiki.

  2. 52
    Ndyw Says:

    oia
    kenapa ya
    kebanyakan yg posting fantasy d k.com jarang yg mengandung budaya lokal?
    kebanyakan menggunakan nama yang membelit, wajah yang western atau japanese ato mitologi impor…
    ?????
    aq penah nyoba sekali pake unsur lokal, tapi ada beberapa yang memprotesnya… katanya sih bikin ilfil….
    ckckckkckckck
    puyeng aq

  3. 53
    Villam Says:

    sini kasih tau gue siapa yang ilfil tersebut…
    gue pengen liat kayak apa orangnya… heheheh…

    kalo kenapa sekarang jarang yang membuat cerita berbau lokal, jawabannya ya karena jaman sekarang anak-anak lebih terisi hidup dan imajinasinya oleh tayangan atau bacaan dari negeri lain.
    we are what we eat, what we read…

    walau menyedihkan, gue menganggap itu sbg salah satu resiko transformasi budaya. apakah itu berarti buruk atau baik, lain masalahnya.
    tapi jika ada yang berminat untuk mengangkat budaya lokal, gue akan sangat mendukung, dan gak akan bilang ilfil…

  4. 54
    Ndyw Says:

    duh
    :(
    tutup buku ajah dech
    ga enak juga….

  5. 55
    MaxMax Says:

    unsur lokal, kalau di bungkkus dalam kemasan yang menarik, nantinya pasti jadi bagus.

    Masalahnya kebanyakan orang indo sendiri memandang budaya lokal itu sesuatu yang, maaf, kampungan. lokal itu jelek, dan luar itu bagus. padahal itu salah besar. tidak semua yang dari luar itu bagus, dan tidak semua yang dari lokal itu jelek.

    misalnya saja wayang. anak-anak jaman sekarang mungkin sudah ga kenal yang namanya wayang, dan itu sangat menyedihkan. padahal cerita ramayana, mahabarata, dan lakon-lakonnya seperti petruk dadi ratu, bima suci, atau gatot kaca gandrung itu ga kalah sama cerita2 jepang, maupun barat. banyak sekali kearifan lokal yang ada dalam cerita wayang.

    Sebagai penggemar wayang, aku merasa sedih….SEDIH!! T_T *hiks hiks*

  6. 56
    Villam Says:

    heheh…
    oke, ndyw… tutup bukunya…

    dan jangan menangis, makmak…
    kisah2 itu hanya tidur, belum mati, dan masih bisa dihidupkan lagi… :-)

  7. 57
    Danny Says:

    Emang sih, saking banyaknya cerita dari luar yang kita baca kita sampe beranggapan kalo kisah fantasi/ fiksi yang bagus itu yang pake setting luar. Tapi masih ada triknya kok supaya budaya lokal dipake pembaca. caranya jangan pake cerita/ setting yang umum.

    Biasanya orang kalo nulis cerita setting Indonesia kan biasanya pake setting jaman kerajaan gitu, trus para tokohnya kerasa kurang “gagah”(ga ada yang pake baju besi, pedang gede, dll, dst). Kamu ganti aja jadi pake setting modern, sifat para tokohnya juga sekalian kamu ubah, tapi makna dalam ceritanya sama.

    Contohnya kaya animee saiyuki. Itu sifat dan penampilan karakter2nya udah berubah banget, ceritanya juga dibikin beda, tapi hasilnya malah jadi bagus banget kan? Kalo dicoba juga ga mustahil kok.

    Danny’s last blog post..The Girl Who Loved Tom Gordon

  8. 58
    Serpentwitch Says:

    haha… saiyuki itu aja udah lumayan kurang ajar modifnya. Itukan bhiksu suci dan dewa. Coba kl lo bikin story yg ngangkat nyangkut2 agama sini, apalagi yg dibikin nyimpang gitu. Weh… bisa abis dikecam disana sini.

    Org sini itu terlalu sensitif dan fanatis, itu sebabnya ga bisa kreatif dengan budaya sendiri. Rubah dikit salah, nyimpang dikit salah. Kl lo rubah2 budaya lokal mah susah deh. Pikiran masyarakatnya harus dibuka dulu br bisa nerima yg ky gt.

  9. 59
    MaxMax Says:

    klo mo bikin yang nyimpang-nyimpang gitu, mending diterbitin di luar negeri aja.

    Mmmm….. kek-nya dulu pernah ada novel modif dari cerita Ramayana, dimana protagonisnya adalah Rahwana dan antagonisnya adalah Sri Rama. Judulnya apa aku lupa

  10. 60
    Villam Says:

    iya, mak, ada yan gitu, tapi gue juga lupa judulnya…

    btw, gue jadi inget wayang mbeling, karikatur yang dulu biasanya muncul di koran suara merdeka semarang. settingnya jaman wayang, tapi senjatanya berat kayak terminator. hahahah…

  11. 61
    zetamari Says:

    Awalnya gak banyak yang nyangkut ama cerita gw.. Tapi ke bawah-bawah banyaaaakkkk…. Emang klise tapi kalo bisa dibikin lebih inovatif lagi rasanya gak ada salahnya.. Pinter-pinternye kite aje merubah yang klise itu jadi spesial.. :D

    Wah pengen banget tuh bikin fiksi fantasi berlatar budaya sendiri.. Tapi masalahnya bro, dari kecil gw jarang banget dapet makanan cerita daerah, kebanyakan cerita luar ala eropa n jepang. (Salahkan tv yang selalu menjejali anak-anak Indonesia dengan budaya asing).. Jadi yang terbentuk di otak gw ya itu.

    Gw tetep punya cita-cita untuk bikin fiksi fantasi asli Indonesia, tapi riset dulu kali yaa.. Takutnya tar malah jadinya asal-asalan. Gak nyambung antara latar, karakter, bahasa, and budaya.

    zetamari’s last blog post..SHOPAHOLIC Hobi Yang Jadi Bencana

  12. 62
    Villam Says:

    setuju, zeta. kudu banyak risetnya.
    masalahnya ya itu, di jaman instan seperti sekarang, akses buat mencari informasi budaya lokal seringkali justru lebih sulit dibanding mencari informasi tentang budaya luar, yang bejibun banyaknya kalo dicari lewat internet. butuh energi lebih buat menyambangi langsung ke daerah-daerah jika kita memang hendak membuat sesuatu yang tidak asal-asalan.

  13. 63
    akina Says:

    Ceritaku klise smua!!
    hahahaha,,
    ampun, rasanya banyak dari itu yang ada di ceritaku…
    dan
    mengenai point terakhir :D
    rasanya yang terakhir itu yang paling kupikirin kalau ngebuat cerita tapi segera kutepis dari pikiranku krn kupikir itu gak ada yang mikirin XD
    hahahahahaha……

  14. 64
    Villam Says:

    yeah,
    santai dulu sajalah.
    klisenya cerita kita bukan akhir dunia. hahahah…

    btw, seharusnya kudu dipisahkan sih antara Cliche dan Tropes, dan beberapa poin di atas sebenarnya termasuk Tropes. bedanya tipis, yang pertama kudu dihindari, yang kedua adalah kewajaran yang selalu bisa diterima. ntar aku bikin tulisan khusus ttg Tropes deh…

  15. 65
    Danny Says:

    Ya, kayanya tropes (apapun itu) mesti cepet2 dibahas deh Villam. Banyak yang salah paham klise itu jelek dan jadi ga pede sama cerita mereka.

    Danny’s last blog post..Ancient magic: Elements

  16. 66
    Villam Says:

    masalahnya setiap baca tropes yang kebayang di otak gue adalah pantai tropis berpasir putih dan berlaut biru yang indah… heheheh…

  17. 67
    Ndyw Says:

    duh s om villam…
    OOT ga tuh
    hehehehe…
    betewe klise bukan berarti ga boleh kan? soalnya susah banged nyari ide fresh…
    nah tropes itu apa om-eh villam? bedanya ma klise pa?
    klo k injek meledak ga? apa termasuk ke dlm pasukan prajurit?
    :p

  18. 68
    Villam Says:

    untuk paham lebih banyak tentang tropes, silakan buka link berikut:
    http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/HomePage

    secara sederhana, tropes adalah metode, tema, aturan atau trik yang bisa dipakai penulis untuk memenuhi ekspektasi pembaca saat membaca ceritanya. tujuan akhirnya adalah menghibur pembaca. sejauh itu asyik dibaca dan tidak membosankan (walaupun mungkin bisa ditebak arahnya kemana), maka itu adalah tropes, bukan klise.

    namun perlu hati-hati juga menggunakannya, karena suatu hari nanti, jika terlampau sering digunakan dan disajikan dimana-mana, maka itu berubah menjadi klise. dan klise adalah sesuatu yang memang harus dihindari.

    maka, ndyw, saat ini jika tropes keinjek belum akan meledak. tapi jika berlebihan, ya, dia akan membunuh kita. gyahahahah… hiperbolis…

  19. 69
    Ndyw Says:

    hooo i c
    i c
    thxkyu penjelasannya
    jadi bukan yg meledak klo d injek ya (traps)?
    ato pasukan prajurit ya (troops)
    hehehhehhe

  20. 70
    Villam Says:

    trap kalo diinjek jadinya kejepit ah, bukan meledak…
    heheheh…
    tapi dikasih keju dulu.

  21. 71
    serpentwitch Says:

    btw, br beli tunnels ama deeper, jujur krn ga ada judul fantasy lain yg cukup memikat, dan krn penasaran seberapa mirip konsep undergroundnya ama Felgirthku.

    Baru baca dikit sih, tapi sambil gw baca2, muncul pertanyaan :
    1. Apa sebaiknya seorang penulis itu membaca sebanyak mungkin cerita sehingga tau mana ide yg uda pernah dipakai dan bisa menghindarinya,

    atau

    2. Apa sebaiknya penulis menghindari membaca novel lain sehingga pikirannya masih pure dan belum terkontaminasi ide2 stereotipe yg malah menggoda kita untuk menirunya dan pada akhirnya membuat klise?

    Kalau yg gw baca jelek sih ya gw dgn entengnya bilang gw ga akan mengulangi kesalahan seperti itu. tetapi kl yg gw baca itu bagus banget, alih2 gw catat dalam kepala untuk menghindari ide yg sama, yg ada gw malah jd gatel banget untuk memakai ide yg sama atau paling tidak mencuiptakan impact yg sama. Alasannya ya bilang ‘terinspirasi’. Tapi toh sebetulnya terinspirasi sama nyuri ide itu cukup tipis perbedaannya.

    Seperti halnya waktu gw nonton city of ember, gw lgsg kena banget. Shit, ini Felgirth banget nih! dan kemudian muncul dalam benakku: “Bisa dipakai!”

    Semakin banyak gw baca cerita bagus, semakin banyak ide2 serupa cerita itu yg numpuk di kepala berteriak minta dituliskan ke buku. Kalau ky begini… apa lebih baik tidak membaca sama sekali ya…

    ada opini soal ini?

  22. 72
    Villam Says:

    pada dasarnya selalu lebih baik membaca lebih banyak. kita bisa belajar lebih banyak, tidak hanya tentang ide, tapi juga wawasan dan teknik menulis atau teknik bercerita.

    tapi pendapat nomor juga bisa benar, pada saat tertentu. jika sang penulis memang benar2 yakin bahwa itu adalah cara terbaik untuk keluar dari keklisean, ya lakukanlah.

    jadi kalo menurut gue, jangan terlalu kaku pada pilihan satu atau dua. dua2nya bisa benar. tergantung pinter2nya kita memilih.

  23. 73
    ndyw Says:

    setuju hehehehhehe
    aq juga memiliki pemikiran yg sama seperti itu…

  24. 74
    Villam Says:

    peniruan mendahului penciptaan.
    dalam kasus ini.

  25. 75
    Imaginary_Guitarist Says:

    sepertinya cerita stephenie meyer’s twilight saga klise bgt,vampir-cakep bgt lagi,cinta terlarang. tapi karena cara nulisnya yg oke bgt,bisa bawa org terhanyut,saya jadi suka. padahal saya paling sebel sama novel romance gitu,makanya awal2 waktu baca sinopsis-nya pun nggak tertarik,baru tertarik setelah diprovokasi org lain,dan jatuh cinta ketika membacanya hehe… tapi ya,tetap saja,kalau cara berceritanya nggak sebagus itu sih,jadinya klise-membosankan. jadi ide cerita boleh klise-apa,tapi yang beda…apanya ya? :p

  26. 76
    Villam Says:

    yang beda?
    ya mestinya adalah gayanya.
    orang bilang, berhubung orisinalitas adalah sesuatu yang sangat mudah diperdebatkan, maka keotentikan (sesuatu yang membedakan seorang penulis dengan penulis yang lain–biasanya terkait dengan gaya bahasa atau pilihan tema yang biasa dipilih oleh dia) itulah yang lebih penting.

  27. 77
    Imaginary_Guitarist Says:

    ah,ternyata itu kata2 yg tepat,susah mengungkapkannya hehe… sebenarnya,saya ini jenis orang yang belum apa-apa udah takut dibilang klise ahahaha…

  28. 78
    Villam Says:

    yeah, takut urusan belakangan ajah…
    hari ini klise, besok mungkin tidak
    hari ini gak klise, besok mungkin iya
    apapun, kita tetap belon tau. jadi ya menulis ajah apa yang kita suka. heheh…

  29. 79
    dirgita Says:

    Cerita fantasiku yang ada unsur lokalnya, lalu diserbu komen, “Waaaah, cersiiiiil!”

    Emang sengaja dibuat mirip cersil, sih^^

  30. 80
    Villam Says:

    yeah cersil sama fantasi kan sodaraan… hehe…

  31. 81
    sekar88 Says:

    ketika membaca ini saya merasa, semua cerita saya berupa klise hihihi.
    .-= sekar88´s last blog ..Kontras =-.

  32. 82
    Icchan-chan Says:

    Mati aku … semua cerita saya klise semua !!!

  33. 83
    Villam Says:

    rileks, klise bukan berarti kiamat. :-P

    ketahui itu, tapi jangan terlalu dipikirin.

    daripada mikirin klise, lebih penting mikirin bagaimana kita bisa bikin cerita atau tulisan yang mempunyai ciri khas, yang pada akhirnya bisa membuat orang melihat bahwa walaupun mungkin itu nanti klise, tetap saja cerita atau tulisan kita itu tetap terasa berbeda atau unik. :-)

  34. 84
    seilaa Says:

    waktu baca ini, aku senyam-senyum sendiri.. hehehe, emang bener. Trus, aku ingat cerita2 fantasi yg aku buat untuk mengisi waktu luang… kayaknya juga klise2 gitu.. huhuhu T__T

    tapi artikelnya bagus,, :)
    salam kenal ^^

  35. 85
    Villam Says:

    salam kenal juga, seilaa. :-)

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply