arsenalArsenal harus puas bermain imbang melawan Liverpool 1-1, hari Minggu kemarin, dan akibatnya selisih antara keduanya tetaplah delapan poin menjelang pertandingan terakhir putaran pertama nanti pada Boxing Day, 26 Desember 2008. Robin van Persie membuat The Gunners unggul, namun dibalas oleh Robbie Keane.

Jika melihat permainan Arsenal semalam, sebenarnya mereka masih pantas menjadi salah satu penantang titel juara. Siapa saja yang meremehkan pasti bakal menyesal. Namun dibandingkan para saingannya–Liverpool, Chelsea, Man. Utd dan Aston Villa–perjuangan mereka memang akan lebih berat gara-gara ketinggalan poin yang terlalu jauh.

Selain itu Arsenal juga masih punya masalah konsistensi yang harus dibereskan di posisi Central Defender dan Defensive Midfielder. Kita lihat saja nanti bagaimana hasil perburuan Arsene Wenger di bursa transfer Januari.

Sebagai informasi tambahan, jadwal Liga Champions sudah keluar, dan di babak 16 besar nanti Arsenal akan berhadapan melawan AS Roma. Ini juga bukan pertandingan yang ringan. AS Roma, walaupun musim ini juga tidak sekonsisten musim lalu, tetaplah tim besar yang berisi pemain-pemain hebat di dalamnya.

Jalan masih terjal.

22 Responses to “Jalan Masih Terjal”

  1. 1
    mocca_chi Says:

    haiaaaaa ga doyan bola :(

    mocca_chi’s last blog post..Untuk Dua Puluh Tiga Tahun Ini….

  2. 2
    dian k Says:

    *cengengesan, desperately*

    really, villam.. setelah menanti2 ternyata topik barunya adalah ini??
    secara aq gak punya kualifikasi untuk komen soal sepak bola >.<

    nyengir aja dah..

  3. 3
    Villam Says:

    ada tuh satu topik lagi. tentang resolusi. heheh…
    dan ada satu lagi sih sebenarnya, tapi masih kusimpen dulu, soalnya masih belon yakin sama konsekuensi isinya.

  4. 4
    MaxMax Says:

    Secara Kualitas Arsenal sebenarnya Yahuud. mulai dari pelatih hebat, Nasri di kiri, Theo di kanan, Fabregas ditengah, van Persie dan Adebayor didepan, ada Silvestre dan Gallas di belakang, membuat kemampuan Arsenal tak usah diragukan. sayangnya, Arsenal terlalu percaya sama pasukan muda mereka. mereka masih belum stabil. mereka masih perlu sosok pemimpin tangguh seperti Tony Adams, ato Patrick Viera yang mampu berteriak-teriak memberi semangat teman-temannya selama 90 menit diatas lapangan.

    Sesuatu yang tidak dimiliki oleh Arsenal itu dimiliki oleh Big Four yang lainnya.

    Mu misalnya, sosok kapten hebat ada dalam figur Neville. dan hebatnya lagi, lapisan kepemimpinan dalam MU berlapis-apis tebalnya. bila Neville tidak bisa bermain, masih ada Rio Ferdinand, dan Van de Sar.

    sama halnya dengan Liverpool, ang memiliki Gerrard dan Caragher, dan Chelsea yang punya Tery, Lampard, dan Ballack.

    Nah arsenal, untuk bertarung merebut gelar juara liga inggris, perlu seorang kapten hebat, bukan seorang bocah yang bernama Fabregas. Fabregas adalah seorang pemain hebat, namun sayangnya dia bukan Kapten yang tepat. seandainya Gilberto Silva atau Flamini masih ada, mungkin mereka yang lebih cocok menyandang ban kapten.

    WOAH!! kok aku jadi nulis panjang lebar tinggi kek gini?

  5. 5
    Villam Says:

    saat tony adams pertama kali jadi kapten, umurnya 21 tahun, lebih bocah daripada fabregas. di chelsea, john terry juga jadi kapten di usia muda. jadi kalo menurut gue, umur bukan faktor utama pantas jadi kapten atau tidak. yang paling penting adalah konsistensi (teladan permainan), kepercayaan diri, dan pengalaman.

    lalu, terry, vieira atau adams memang contoh kapten yg gemar berteriak-teriak. tapi gerrard dan lampard tidak, dan toh gerrard dan lampard bisa jadi kapten yang hebat di liverpool dan chelsea. itu karena mereka selalu bermain seratus persen secara konsisten. nah ini salah satu pertimbangan memilih fabregas, karena soal konsistensi, dia adalah pemain yang paling konsisten di arsenal, sehingga diharapkan itu bisa mendorong rekan2nya buat memberi yg terbaik pula.

    pertimbangan lain, walaupun masih muda, fabregas adalah pemain dg jam terbang paling tinggi dibanding pemain yang lain (hanya di bawah kolo toure). dia sudah jadi pemain inti sejak berumur 17 tahun, sejak empat tahun yang lalu. jadi pengalamannya jauh di atas umurnya.

    tinggal sekarang pembuktian apakah fabregas mampu atau tidak jadi kapten yang besar. dan gue pikir gak bisa dinilai terlalu dini. lebih baik dilihat nanti pengaruhnya sampe akhir musim. dan kalo gagal, siapa nanti yang lebih pantas jadi kapten.

    soal gilberto atau flamini, mungkin sudah gak ada gunanya lagi dibahas, toh mereka udah gak ada. kalo gue dulu sebenarnya berharap pada tomas rosicky, si kapten ceko. sayang dia cedera hampir dua tahun, mungkin baru bisa tampil maksimal lagi di musim depan.

  6. 6
    dian k Says:

    @.@

    okeh.. okeh!! saya menyerah, ampuni saya!!

    hihihihi

  7. 7
    Villam Says:

    ya…
    kamu diampuni…
    haha…

  8. 8
    MaxMax Says:

    Rosicky? ah, aku malah dah lupa klo pemain itu masih di Arsenal. Kebanyakan cedera sih, jadinya ga main-main.

    klo Rosicky, mungkin emang paling mungkin dijadikan kapten, klo nggak lagi cedera.

    tapi untuk sosok kapten ideal menurutku itu adalah seseorang yang ‘bermulut besar’, maksudnya suka teriak-teriak.

    Mbak Dian, kenapa minta ampun? karena kami teriaki? he he he:)

  9. 9
    mocca_chi Says:

    dasar cowo, napa doyan banget si am bola >.<

    mocca_chi’s last blog post..Untuk Dua Puluh Tiga Tahun Ini….

  10. 10
    Villam Says:

    @maxmax, gallas tuh contoh kapten ‘bermulut besar’ yang gemar berteriak-teriak, tapi masalahnya dia gak konsisten. kadang solid banget, kadang sering bikin blunder yg berakibat fatal. makanya banyak dikritik, dan akhirnya jabatan kaptennya dilepas.

    @arik, heheheh… aku menahan diri buat tidak membalas di sini … heheh…

  11. 11
    MaxMax Says:

    masalahnya ‘mulut besarnya’ kadang bukan didalam lapangan, malah ‘mulut besar’ ke media massa. dilepas deh, dari jabatan kapten.

  12. 12
    Villam Says:

    hahahah… iya sih. asal nyablak gak pada tempatnya. niatnya benar, tapi caranya salah. jadinya kehilangan respek dari pemain lain.

    ah, kayaknya itu deh yang paling penting buat seorang kapten. respect.
    dan respect didapat bukan hanya dari ngomong doang, tapi juga dari tindakan dan contoh langsung di lapangan.

  13. 13
    dian k Says:

    ampun dijee…!

    dapet gelombang tsunami soccer niy! >.<

    gile ya kalian, bisa komen ampe sebanyak ini. pada nyambi jadi reporter bola ya?

  14. 14
    Villam Says:

    hehe… bola sudah mendarah daging sejak aku kelas satu SD…
    sebelum tabloid BOLA pertama kali terbit di indonesia, aku udah bikin ulasan soal bola dalam dan luar negeri. gyahahahah…

  15. 15
    MaxMax Says:

    cowok itu mainnya bola. Sejak dalam kandungan ibu sudah berlatih menendang, trus kebawa sampe sekarang.

    Dulu seorang pemain terkenal asal Jepang pernah berkata,”Bola adalah teman” ^_^

  16. 16
    Villam Says:

    btw, draft novel pertama yang dulu kubikin adalah tentang pemain bola indonesia yang maen di eropa. buku satu selesai, tapi cerita keseluruhannya belum. first person POV. ditulis di buku. terhenti karena ceritanya melemah gara-gara riset yang kurang.

  17. 17
    MaxMax Says:

    klo novel tentang bola, menurutku malah lebih menarik kalau dilihat dari sisi manajerialnya, bukan sisi pemainnya.

    bagaimana hubungan manajer dengan pemain, kondisi internal klub, masalah-masalah yang dihadapi pemain. bagaimana manajer mengalami kesulitan karena pemainnya sedikit memberontak, kebijakan transfer, dan lain-lain.

    aku belum bisa membayangkan bagaimana menjelaskan kondisi dalam lapangan dalam bentuk tulisan. pasti suliiiit buanget secara dalam lapangan itu kondisinya sangat dinamis.

    hebat kau, Vil, klo bisa bikin itu novel.

  18. 18
    Villam Says:

    max, apa yang elu bilang ya memang itu yang aku tulis.

    mungkin kalo nanti proyek2 yg sekarang udah beres, dan gue sempet riset-riset lebih banyak lagi, gue bakal pindahin tulisan itu dari buku ke komputer.

  19. 19
    baw Says:

    wah, nulis tentang pesepakbola?
    keren tuh..

    *bersiap-siap liburan & nulis :)

  20. 20
    Villam Says:

    yeah, itu memang mimpi masa kecil sih… jadi pesepakbola ngetop. hmm… mesti dijadiin lagi nih tulisannya.

    mari menulis!

  21. 21
    MaxMax Says:

    seri lagi ma Villa. 2-2.
    jalan arsenal emang makin terjal

  22. 22
    Villam Says:

    tapi semalem menang 1-0 lawan portsmouth, lewat gol gallas.
    paling tidak ada angin segar di akhir tahun.

Leave a Reply