Dungeons & Dragons, Here We Come!
Posted by: Villam in Lain-lain, tags: cerita fantasi, dungeons dan dragons, profil karakter, villam's writing![]()
I Am A: Lawful Good Human Ranger (4th Level)
Ability Scores:
Strength-14
Dexterity-14
Constitution-17
Intelligence-16
Wisdom-14
Charisma-15
Menyambung hasil tes karakter sebelumnya–sesuai masukan ubr, seorang kawan–ini adalah hasil tes lainnya. Selamat mencoba. Lumayan buat lucu-lucuan di awal tahun baru 2009.
Semoga sukses, teman-teman! Mari kita songsong tahun baru dengan semangat baru! Make our first step in the first month!
Untuk melihat penjelasan mengenai Lawful Good, Human dan Ranger, silakan klik link di bawah ini.
Alignment:
Lawful Good A lawful good character acts as a good person is expected or required to act. He combines a commitment to oppose evil with the discipline to fight relentlessly. He tells the truth, keeps his word, helps those in need, and speaks out against injustice. A lawful good character hates to see the guilty go unpunished. Lawful good is the best alignment you can be because it combines honor and compassion. However, lawful good can be a dangerous alignment because it restricts freedom and criminalizes self-interest.
Race:
Humans are the most adaptable of the common races. Short generations and a penchant for migration and conquest have made them physically diverse as well. Humans are often unorthodox in their dress, sporting unusual hairstyles, fanciful clothes, tattoos, and the like.
Class:
Rangers are skilled stalkers and hunters who make their home in the woods. Their martial skill is nearly the equal of the fighter, but they lack the latter’s dedication to the craft of fighting. Instead, the ranger focuses his skills and training on a specific enemy a type of creature he bears a vengeful grudge against and hunts above all others. Rangers often accept the role of protector, aiding those who live in or travel through the woods. His skills allow him to move quietly and stick to the shadows, especially in natural settings, and he also has special knowledge of certain types of creatures. Finally, an experienced ranger has such a tie to nature that he can actually draw on natural power to cast divine spells, much as a druid does, and like a druid he is often accompanied by animal companions. A ranger’s Wisdom score should be high, as this determines the maximum spell level that he can cast.
Find out What Kind of Dungeons and Dragons Character Would You Be?, courtesy of Easydamus (e-mail)
—–
Tambahan:
Detailed Results:
Alignment:
Lawful Good —– XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX (25)
Neutral Good —- XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX (24)
Chaotic Good —- XXXXXXXXXXXXXXXXXXX (19)
Lawful Neutral — XXXXXXXXXXXXXXXXXX (18)
True Neutral —- XXXXXXXXXXXXXXXXX (17)
Chaotic Neutral – XXXXXXXXXXXX (12)
Lawful Evil —– XXXXXXXXXXX (11)
Neutral Evil —- XXXXXXXXXX (10)
Chaotic Evil —- XXXXX (5)
Law & Chaos:
Law —– XXXXXXXXXX (10)
Neutral – XXXXXXXXX (9)
Chaos — XXXX (4)
Good & Evil:
Good —- XXXXXXXXXXXXXXX (15)
Neutral – XXXXXXXX (8)
Evil —- X (1)
Race:
Human —- XXXXXXXXXXXXX (13)
Dwarf —- XXXXXX (6)
Elf —— XXXXXXXX (8)
Gnome —- XXXXXXXXXX (10)
Halfling – XXXXXXXXXXXX (12)
Half-Elf – XXXXXXXXXXX (11)
Half-Orc – XX (2)
Class:
Barbarian – (-25)
Bard —— (-27)
Cleric —- XX (2)
Druid —– (-19)
Fighter — XX (2)
Monk —— XX (2)
Paladin — XX (2)
Ranger —- XXXXXX (6)
Rogue —– (-6)
Sorcerer — XX (2)
Wizard —- (-2)
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



Entries (RSS)
January 20th, 2009 at 12:32 pm
klo ilusi cewek seksi tidak bisa…..
gunakan ilusi COWOK SEKSI!!!!
kali-kali aja evil knight itu homo
January 20th, 2009 at 1:35 pm
awalnya gue juga mikir begitu, tapi ternyata bukan.
dia memang bukan human. maybe orc. orc knight. and merciless.
untung dia masih kenyang. gak tau apa yang dimakan tadi. heheh…
tapi, kuda adalah kelebihan sekaligus kelemahan seorang ksatria.
untuk ngalahin dia, kayaknya kita mesti bantai kudanya lebih dulu. be merciless too. hahah…
January 21st, 2009 at 12:35 pm
Kalo ngelawan mereka berdua langsung, kemungkinan besar kitanya bakalan kalah. Salah satu diusir pergi aja dulu. Misalnya naganya yang dialihkan perhatiannya sama jurus ilusi ato bayangan supaya dia pergi, trus kita keroyok Evil Knightnya rame2 mumpung naganya masih belum balik. Itupun kalo bukan kita yang KO duluan lo ya
Danny’s last blog post..The Old Man and The Sea
January 21st, 2009 at 12:52 pm
kalo strateginya adalah pengalih perhatian, cara pertama adalah tim dibagi menjadi dua. sebagian ngelawan Knight, sebagian lawan Dragon. nah, silakan dipilih, mana mau kemana?
tapi mesti dites dulu kali yak, keras mana kulit naga sama armornya si knight, yang bisa gue tembus pake panah gue. kalo emang kulit naga lebih lunak, biar gue yang ngadepin naganya dulu, bareng satu wizard dan satu sorcerer. tugas sang sorcerer adalah menciptakan perisai buat menghadang api sang naga, dan sang wizard adalah untuk menciptakan ilusi naga cewek buat mengalihkan perhatiannya. gyahahahahah… kayak gak ada cara lain…
January 21st, 2009 at 1:28 pm
Ilusi cewek lagi /swt
Pendapatku, jangan dipisah kaya gitu. Soalnya kayanya kita udah kalah tenaga, kalo dipisah malah ga bisa maksimal serangan kita nanti. Makanya mending full force ngelawan satu dulu, baru ngelawan yang lain. Mungkin si naga/ knight bisa kita iket dulu sewaktu kita nyerang yang lain? (ide mustahil lagi)
Danny’s last blog post..The Old Man and The Sea
January 21st, 2009 at 1:42 pm
ah betul betul, sebaiknya kita tetap bersatu.
bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! hahahah…
hmm… kalo diiket gak bisa (dikerangkeng aja gak bisa, apalagi ditali), mungkin kita bisa coba cara laen, misalnya menjebak mereka buat saling menyerang satu sama lain. dengan cara itu, siapa tau api naga (ditambah serangan2 dari wizrd dan sorcerer kita) cukup buat menghancurkan magic resistance dan armor si knight.
January 22nd, 2009 at 1:41 am
Ugh…Guys… aku baru aja naik level dan dapat summon baru… Dire Boar… Apa sebaiknya langsung aku summon saja ya buat pengalih perhatian si naga? Kan si Dire Boar itu snack favoritnya hwehehehe….
January 22nd, 2009 at 8:21 am
heheheheh…
snack favoritnya siapa? si orc knight apa si dragon?
untung di tim kita gak ada obelix ya…
January 22nd, 2009 at 10:23 am
Serpentwitch : ….sluurppss sshhh….boarrrssshhh….
*menatap dire boar itu dgn mata ular kelaparan*
January 22nd, 2009 at 11:07 am
hahahahahah…
kayaknya umpan yang sukses nih, semua pada rebutan:
evil knight, azure dragon, plus serpentwitch!
ternyata dire boar lebih menarik daripada cewek cakep…
January 22nd, 2009 at 12:48 pm
Serpentwitch…
ilermu itu lho, ilermu.
netes-netes bikin merinding
January 22nd, 2009 at 1:07 pm
hahahah…
tapi jangan-jangan dire boarnya beracun tuh…
ati-ati ajah…
January 22nd, 2009 at 1:28 pm
duduk di pojokan dan memandang Villam dan teman-teman dengan malas…
elbintang : Geez…ini kan hanya orc dan si naga dodol. Apa kalian tidak tahu, cukup dengan membuat si orc dan naganya berputar-putar di tempat sampai kelelahan, penghalang sihirnya akan melemah.’
semua :memandang dengan takjub. kecuali Danny,
Danny : kamu tidak sedang mencoba mantra baru kan?
elbintang : masih ingat pertempuran ke dua di gunung Dimango. Waktu itu, aku minta kau kentut di depan lily si penyihir. Itu karena aku tahu kau baru makan Daun Kenopoa, kau malah memarahiku sampai bentol-bentol. Untungnya si serpentwich mau melakukannya.
*menunjuk-nunjuk Danny dengan murka*
Maxmax : iya. Alhasil bukan hanya si Lily yang pingsan, setengah dari pasukan kita juga ikut pingsan.
elbintang: daaaan, kerna itu sampai sekarang Villam belum bisa merekrut pasukan lain.
Danny duduk dengan kesal. Ia tidak suka diingatkan tentang pertempuran itu.
serpentwich : biar aku saja yang melakukannya. Aku bisa membuat si orc berputar-putar sampai capek…
*berjalan dengan jumawa keluar dari perisai sihir*
Dian K : hei, tunggu dulu…*berlari mengejar dengan setengah hati*
Serpentwich melihat Dian K penuh suka cita tapi terus berjalan dengan senyum lebar
Serpentwich :aku akan kembali, sayang *berbisik sangat pelan takut ketahuan Dian K*
Dian K : huh. Dasar bego! Si Orc baru saja makan itu artinya dia baru kelelahan dalam lima hari kedepan! *berteriak jengkel* BEGOOOO!
semua menatap elbintang
elbintang : aku kan belum selesai tadi…*melengos tanpa rasa bersalah*
Villam : SERPENTWICH! Kembaliii…
(heuheuheu lagi jail)
January 22nd, 2009 at 2:22 pm
Maxmax: tunggu dulu!!! kalau si Orc dikasi makan lagi, ada kemungkinan dia akan ngantuk karena kekenyangan bukan? *melirik kearah Serpentwitch penuh arti* setelah itu mungkin kita punya kesempatan untuk menang.
Serpentwitch: a, apa maksudmu…?
Maxmax: he he he….. nggak kok, ngga ada maksud apa-apa he he he…. *tersenyum jahat*
January 22nd, 2009 at 4:03 pm
Villam menatap seluruh rekan-rekannya bergantian; busur dan anak panah tergenggam di tangan, tapi mulut terbuka lebar, melongo seperti orang tolol.
Dilihatnya Serpentwitch mulai merayap mendekati Orc Knight yang masih terduduk di bawah pohon sambil mengelus-elus perutnya yang membuncit. Kuda hitam sang ksatria mendengus-dengus melihat kedatangan si dukun ular, sementara sang Azure Dragon masih membersihkan sela-sela giginya dengan cakarnya yang tajam.
“Er… Maxmax, maksudmu apa sih tadi?” tanya Villam.
“Ranger tolol!” Dian k mencak-mencak sambil menghentak-hentakkan kaki. “Maxmax mau mengorbankan Serpentwitch!”
Elbintang memunggungi. “Ingat, bukan aku yang minta tadi.”
“Hei, santai dulu,” kata Danny. “Barangkali Serpentwitch memang punya rencana bagus.”
“Ya ya ya, itu betul.” Maxmax terkekeh. “Ya ya ya. Dia dukun ular yang hebat.”
“Hmm… aku curiga dia pergi karena dendam makanannya direbut oleh si Orc,” sahut Villam, yang sebenarnya ingin menggaruk jenggot kambingnya tapi tak berani melepaskan tangannya dari busur dan panah.
“Ehm, apa membantu jika aku membuat Dire Boar lagi?” tanya Ubr sambil menarik ingus.
“Jangan. Itu akan membuat dendamnya hilang.” Villam lalu berseru ke arah Serpentwitch, “Lakukan tugasmu, pemberani! Tapi jika naga itu mulai menggigitmu, jangan sungkan-sungkan minta tolong! Semoga berhasil!”
“Houmpapa,” seluruh rekannya mengamini.
January 22nd, 2009 at 9:34 pm
“Sudah selesai kalian berdoa?” kata Serpentwitch tiba-tiba menyentakkan mereka semua.
“Loh? Kau kembali lagi karena takut? Bagaimana dengan Orc Knight itu? Dan… rasanya ada yang berubah dari dirimu…” kata Villam sambil memperhatikan Serpentwitch, tampak bertambah gemuk dua kali lipat.
“Ah ya, Dire boar–ehm maksudku Orc Knight itu sudah kutelan bulat-bulat. Ternyata rasanya lumayan juga, hanya saja armor dan perisainya cukup sulit dicerna,” kata Serpentwitch sambil menepuk perutnya yang menggembung, menimbulkan bunyi berdentang.
“A…astaga… Kau bahkan menelan perisainya?! Apa kau tidak akan sakit perut?” tanya Danny dengan mulut menganga.
“Srrrppss…. kau meremehkan perut bangsa ular. Sebenarnya aku ingin memakan naga itu juga, tapi sayangnya mulutku hanya bisa dibuka sampai batas maksimum satu setengah meter. Orc tadi kebetulan sedang duduk setengah tidur dengan posisi membulat sehingga mudah untuk ditelan. Lagipula aku sudah kekenyangan–burppssshh–maaf.” Serpentwitch kemudian duduk bersandar dengan perut yang menggunung, bahkan MakMak curiga sepertinya masih ada yang bergerak-gerak didalamnya.
“Uhh… po–pokoknya, sekarang musuh kita sudah berkurang satu! Ayo semuanya tumbangkan naga itu!!” kata Villam menyemangati pasukannya. Dalam hati ia memutuskan untuk berhati-hati bila memakan makanan yang disukai Serpentwitch, bisa-bisa ia ditelan hidup-hidup.
January 23rd, 2009 at 8:16 am
heheheheheh…
ayo yang lain, lanjutkan ceritanya!
keluarkan jurus-jurus baru buat mengalahkan sang naga!
April 7th, 2009 at 11:05 pm
(Iseng nerusin kisah yang belum selesai, semoga yang lain tidak keberatan kalau seperti ini.)
Ketujuh anggota pasukan sihir mencari sang naga, Azure Dragon. Mereka melihat jejaknya memasuki sebuah gua bermulut besar.
“Teman-teman,” kata Villam pelan, takut sang naga bisa bangun. Ia menoleh dan menatap muka-muka rekannya yang dapat melambangkan ‘Seven Sins’ kalau ada kesempatan, seperti sekarang.
Villam menghela napas. “Baiklah… aku mengerti… Ayo.”
Dengan mengendap-endap ketujuh orang anggota pasukan sihir memasuki gua. Didalam sana, mereka akhirnya mengitari si Azure Dragon yang meringkuk terlelap akibat kebanyakan makan Dire Boar. Semuanya tahu apa yang harus dilakukan. apalagi kalau bukan strategi sejak jaman batu, Menyerang serentak!
Villam : Tiga… dua… satu…
“Grrrr…”
Mereka semua melongok ke bibir gua dan melihat ada seekor lagi Azure Dragon yang tengah bertanya-tanya tentang siapa ketujuh makhluk berukuran sekali gigit (bitesized) yang mengitari rekannya.
“O,o…” kata mereka serempak, kecuali Serpentwitch yang mendesis mirip balon bocor. Naga yang baru muncul itu mengedip-edipkan matanya dengan cepat, membuat bulu matanya yang panjang bergoyang-goyang.
Elbintang : Ak- aku tak tahu kalau si Azure punya istri?
Dian : Ooh, jalinan kasih bangsa naga, sungguh menarik!
Danny : Ugh, Vil, sepertinya kita bisa kenalan dengan dewa kematian kalau nyonya membangunkan sasaran…
Villam : “hmmm…” pikirannya tengah menelusuri labirin logika, mencari cara kembali ke jalan yang benar.
Max : “Gua ini buntu, jalan satu2nya kita harus menerobos penjagaan sang nyonya.”
Serpentwitch, memandang Dian, menunduk, memandang , menunduk, memandang… menunduk lagi… Tampaknya lagi bingung memilih kata-kata yang dapat mewakili perasaannya.
Sementara itu, Ubur mengeluarkan seekor tikus putih dari balik bajunya dan mulai mengajaknya bicara.
“Titih (Tikus Putih).”
“Cit?”
“Terima kasih sudah menemaniku selama ini.”
“Cit!… Cit?”
“Dasar rakus! Tapi percuma walau kau dapat kembali ke rumah.”
“Cit?”
“kalau aku mati, kau, familiarku, lintah daya magisku, akan lenyap. Ucapkan selamat tinggal terhadap istana kejumu.”
“Citttt!”
Villam melangkah maju, mendekati si naga betina yang masih mengawasi dengan tenang.
Elbintang : Villam? Apa yang akan kau lakukan?
Villam : Aku ada cara.
Yang lain berharap-harap cemas ketika Villam kini ada didepan naga betina.
Villam : Bisakah kita bicarakan baik-baik, ehhh… Nyonya naga?
Si betina mendekatkan hidungnya ke Villam dan mengeluarkan angin yang kencang. Villam merasakan tubuhnya diterjang angin busuk. Rambutnya teracak adut. Dengan kecewa ia menoleh ke teman-temannya.
Villam : Dia tidak mau.
Dian mengepalkan tangannya ke Villam. “Tentu saja tidak Oon!!! malah bisa-bisa kamu membuatnya membangunkan yang jantan!!!”
“Graaah!”
“Ups…” Dian membungkam mulutnya erat-erat.
Azure jantan terbangun dan kini merasa marah karena tidurnya terganggu. Ia dan si betina mengejar ketujuh anggota pasukan sihir hingga semuanya berlarian kesana kemari. Pokoknya kacau! Kacau!
Villam melihat jalan menuju keluar telah bebas dari penjagaan si betina. “Kesempatan!” serunya mengomandoni gerombolannya.
Semuanya segera berlomba-lomba menuju keluar gua sembari sikut-sana sikut-sini, meninggalkan sepasang naga dibelakang mereka.
Mereka tidak menyangka kalau Azure jantan menghembuskan ‘Stone breath’. Gas abu-abu langsung mengisi seluruh ruangan gua. Tidak ada yang lolos. Tujuh pasang kaki kini berubah menjadi batu yang menempel erat ke lantai gua. Bagian yang membatu merambat, semakin lama semakin keatas. Usaha untuk meronta-ronta sia-sia belaka hingga akhirnya semuanya menyerah dan pasrah menerima nasib.
Ubur : Sampai jumpa lagi Titih!”
Citttt!
Danny : Ayah! Ibu! Aku tidak akan bergaul dengan kawanannya Villam lagi!
Max : Oh Dewa Nasib dan Keberuntungan! Jadikan aku caleg di kehidupan mendatang!
Elbintang : Haaaah… dunia ini hanyalah panggung sandiwara komedi…
Dian : Tidaaak!!! Aku belum sempat mencoba potion penghalus, pemutih, peremaja kulit yang dijual di Delhi!
Serpent : “Dian! Aku! Aku! Aku! aku men-” Kata2nya tidak pernah selesai karena lidahnya yang tipis panjang itu membatu duluan. matanya memancarkan gelombang cinta di titik penghabisan yang kian mendekat. Sayang, ia berada dibelakang Dian sehingga punggung Dian yang menerima pancaran gelombang cinta, bukan matanya.
Villam mengangkat tangan kanannya yang tengah menggenggam busur dan belum membatu tegak keatas. “This is Spartaaa! Villamiaaa!!!”
Beribu-ribu tombak, tongkat, ranting dan batang lidi jauhnya dari situ, Miss Villamia de Windbloom terbangun dari tidurnya.
“Kakak!”
Jantungnya berdebar-debar kencang. Dag dig dug serrr. Ia merasa mendengar teriakan sang kakak kembar yang tengah mengembara entah kemana. Ia bangkit dari ranjang dan menyingkap tirai jendela, membiarkan cahaya matahari siang memasuki ruangan. Matanya menerawang menembus keramaian jalan ibukota teruuus ke tempat yang jaaauh disana.
Firasat buruk, batin Villamia. Ia bergegas keluar dari kamar.
“Nona Mia! Mau kemana!? “ seru seorang pelayan tua.
“Tavern Taring Drakula! Tempat para ‘heroes’ mangkal!”
“Dengan memakai piyama?”
Mia mengamati dirinya sendiri dari ujung kaki hingga ke ujung rambutnya yang panjang lurus keemasan. Ia baru sadar kalau masih memakai piyama pink bermotif kelinci favoritnya.
“Kyaaa!”
Wajah Mia bersemu merah. Dengan malu-malu ia masuk kembali ke kamarnya dan secepat kilat ganti baju, yang lebih pantas tentu.
Setengah jam kemudian Mia telah berada ditengah-tengah ruangan Tavern Taring Drakula yang dipenuhi berbagai macam ras dan berbagai macam wajah. Semuanya adalah para ‘heroes’, para pahlawan yang tengah mengisi waktu luang diantara saat-saat berpetualang.
Mia membuka kerudungnya, dan seluruh isi Tavern diam, terpesona akan kecantikan anak manusia yang belum pernah mereka lihat secara langsung, live, dan berjarak hanya beberapa meter dari tempat mereka duduk. Biasanya mereka melihat putri cantik sekelas Mia duduk di balkon istana jauh diatas sana dekat sang Raja sambil melambaikan tangan, atau melihatnya sewaktu diculik oleh orang jahat, atau berdansa dengan pangeran-pangeran metroseksual.
“Saudara-saudara!” seru Mia lantang, “Aku membutuhkan bantuan kalian untuk mencari kakakku! Villam de Windbloom! Mungkin diantara kalian tahu julukannya, ‘Half-Hawkeye’ Villam! Bayaran bukan masalah!”
Mia mengeluarkan sekantong emas yang ia jatuhkan ke atas meja terdekat. Gemerincing koin emas terdengar merdu di telinga.
“Siapa diantara kalian yang sanggup? Mau?… Hik hik hik… Tolonglah gadis-cantik-lembut-menawan-dan-pintar-tapi-tak-berdaya-ini…” kata Mia bernada sendu sembari mengusap air mata di pipi.
(Hayo, Siapa yang mau berbaik hati membantu si cantik Mia mencari sang kakak? Segera isi formulir pendaftaran hwehehehe
. Buat ‘original seven’ dapat cari akal biar tokohnya selamat, atau, kalau mau, bikin karakter baru. Siapa tahu dari non-human akhirnya jadi human, dan yang udah human, moga-moga nih, ‘sedikit’ menerima berkah upgrade jadi Elf atau minimal Half-Elf
. )
April 8th, 2009 at 12:14 pm
(hueheheheheh… lucu…
ayo siapa yang mau mendaftar?)
April 8th, 2009 at 9:36 pm
Yah, jagoan utamanya udah pada membatu semua.
Bikin karakter baru gapapa ya?
Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena
April 8th, 2009 at 10:29 pm
ntar dulu ya, vil.
masih kunang-kunang kena gelombang cinta, nih, wkwkwk
April 9th, 2009 at 9:09 am
hehe…
kalo mau bikin karakter baru mesti registrasi yang baru dulu lewat sini:
http://www.easydamus.com/character.html
hmm… kalo gue sih mikirnya proses membatu ini cuman sementara… harus ada kejutannya…
April 9th, 2009 at 10:57 am
Bener mas! Jadi nanti bisa ada dua kelompok. Plot Yg kepikir adl tim lama akhirnya lolos berkat ‘cara/hal’ tertentu, sedangkan tim baru mencari/ jadi backup yg tak disangka2 (surprise!).
Saya menantikan saat2 Villamia bertemu kakaknya, Villam. Pasti mengharukan hwehehe
April 10th, 2009 at 7:41 am
beberapa plot yang muncul di kepala kadang terlalu liar buat dijabanin… hahahah…
April 10th, 2009 at 9:21 am
this is sparta’ wakkaka XD konyol abis~
April 10th, 2009 at 3:30 pm
kayaknya lama-lama ceritanya bakalan berkembang jadi parodi… heheh… eh kayaknya menarik juga tuh, parodi fantasi…
April 11th, 2009 at 8:58 pm
Udah bikin baru, ni hasilnya.
I Am A: Lawful Neutral Human Wizard (3rd Level)
Ability Scores:
Strength-14
Dexterity-15
Constitution-16
Intelligence-14
Wisdom-16
Charisma-14
Alignment:Lawful Neutral A lawful neutral character acts as law, tradition, or a personal code directs him. Order and organization are paramount to him. He may believe in personal order and live by a code or standard, or he may believe in order for all and favor a strong, organized government. Lawful neutral is the best alignment you can be because it means you are reliable and honorable without being a zealot. However, lawful neutral can be a dangerous alignment because it seeks to eliminate all freedom, choice, and diversity in society.
Race:Humans are the most adaptable of the common races. Short generations and a penchant for migration and conquest have made them physically diverse as well. Humans are often unorthodox in their dress, sporting unusual hairstyles, fanciful clothes, tattoos, and the like.
Class:Wizards are arcane spellcasters who depend on intensive study to create their magic. To wizards, magic is not a talent but a difficult, rewarding art. When they are prepared for battle, wizards can use their spells to devastating effect. When caught by surprise, they are vulnerable. The wizard’s strength is her spells, everything else is secondary. She learns new spells as she experiments and grows in experience, and she can also learn them from other wizards. In addition, over time a wizard learns to manipulate her spells so they go farther, work better, or are improved in some other way. A wizard can call a familiar- a small, magical, animal companion that serves her. With a high Intelligence, wizards are capable of casting very high levels of spells.
Find out What Kind of Dungeons and Dragons Character Would You Be?, courtesy of Easydamus (e-mail)
Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena
April 11th, 2009 at 10:17 pm
@Danny:
) naik level pula!
Gimana rasanya akhirnya jadi manusia seutuhnya? (kecuali kalau ternyata lebih mantep jadi halfling
April 12th, 2009 at 4:50 pm
hoho…
ntar gue coba masukin sisi-sisi feminin saat bikin karakter saudara kembar Villam itu… hahahahah…
April 20th, 2009 at 5:13 pm
@ubr: Rasanya… aku msih tetep wizard. Hehehehe.
Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena
April 20th, 2009 at 5:26 pm
heheheh…
seperti biasa, bakal lebih banyak wizard daripada warrior…