thumb_othf38Pilihlah satu dari tiga ‘gajah’ alias ide plot cerita fantasi nomor 10, 11 dan 12 di bawah ini yang menurut Anda paling menarik. Berikan alasannya, dan silakan berikan ide tambahan untuk membuatnya jadi lebih menarik. Jika seandainya Anda tertarik untuk membuat ceritanya (panjang atau pendek), maka tulislah, jangan sungkan-sungkan. Mari, Teman-teman, kita menari-nari dengan ide!

Gajah-gajah nomor 10 s/d 12 adalah:

10. Seorang pemuda barbar terluka parah saat desanya dibumihanguskan para ksatria. Ia diselamatkan seorang pendeta wanita yang berasal dari kaum musuhnya. Sang wanita dikutuk, dan untuk menolongnya sang pemuda barbar dipaksa mencari saudaranya yang tersisa dan membunuhnya.

11. Seorang panglima kejam tertangkap oleh musuhnya dan siap digantung, tapi ia diampuni seorang gadis yang keluarganya dulu justru dibunuh oleh si panglima. Sang panglima jatuh cinta, tapi kembali ke negerinya, dan kini ditugaskan lagi menyerang musuhnya.

12. Seorang gadis penyihir diserang di sebuah lembah, menjadi buta, dan dikurung di gua. Sekelompok petualang membebaskannya tapi lalu memaksanya mengikuti mereka memburu musuh mereka. Ia terjebak dalam pertempuran segi empat tanpa tahu siapa musuhnya sebenarnya.

19 Responses to “Feed the Elephants! #10-12”

  1. 1
    MaxMax Says:

    untuk yg no 1:

    seorang pemuda terluka. berlumuran darah. dengan sisa-sisa kekuatan, dia menyeret kakinya menjauhi desanya yang dibakar, dibumi hanguskan oleh musuh. dengan menggunakan ranting pohon sebagai tongkat penyangga, dia berjalan menjauh. dia tidak lagi menengok kebelakang, kearah desanya yang membara, terbakar. dia bisa mendengar suara teriakan kematian orangtua, saudara, teman-temannya, seperti menghantam genang telingannya hingga menggetarkan otaknya. dia sedih, dia ingin menolong mereka semua, tapi dia mengingat pesan terakhir ibunya, ‘hiduplah anakku, hiduplah’ jadi dia harus tetap hidup,bagaimanapun caranya. dia menangis. dia bisa melihat desanya yang memerah, tapi dia tidak berani.

    dendam marah takut benci sedih dendam marah takut benci sedih dendam marah takut benci sedih ingin mati dendam marah takut benci sedih dendam marah takut benci sedih ingin mati dendam marah takut benci sedih dendam marah takut benci sedih tidak boleh mati dendam marah takut benci sedih harus terus hidup hidup hidup hidup hidup hidup hidup hidup hidup aku harus hidup AKU HARUS HIDUP!!

    Ribuan perasaan memasuki hatinya dalam waktu bersamaan hingga membuatnya ingin muntah.

    si pemuda terus berjalan. menjauh dari tempat itu menuju hutan. menjauh dari neraka dunia. menjauh agar tetap hidup. entah sudah berapa jauh dia berjalan tanpa tujuan, tapi pada suatu saat, tubuhnya sudah tidak mampu lagi berdiri. dia terjatuh. kesadarannya memudar. pandangannya kabur. tapi dia tetap dapat mendengar suara teriakan kematian saudara-saudaranya, berputar-putar dalam kepala. dia kemudian menutup matanya, karena tubuhnya ternyata jauh lebih lelah daripada yang dibayangkannya.

    *******

    “Hei, hei”
    suara seseorang mengusiknya.

    “Hei, hei”
    perlahan si pemuda membuka matanya.

    “Hei, hei, kau tidak apa-apa? sebentar lagi hujan sebaiknya kau mencari tempat berteduh”
    begitu dia membuka matanya, dia melihat seorang gadis berkerudung hitam sedang jongkok disampingya.

    refleks, pemuda itu melompat kebelakang, melupakan luka-lukanya, memasang sikap siaga.

    begitu mendarat, si pemuda seperti merasakan sengatan listrik menjalar keseluruh tubuhnya. tubuhnya yang belum pulih dipaksakan untuk melakukan sebuah gerakan tiba-tiba. seperti protes, luka-luka yang dideritanya kembali menyala.

    “AAAAGH!!!”
    si pemuda berteriak kesakitan, berguling-guling diatas tanah berusaha meredam rasa sakit.

    “Ka, kau tidak apa-apa?” tanya si gadis cemas sambil mendekatinya.

    begitu tangan si gadis berusaha menyentuh tubuhnya, pemuda itu menampiknya.

    di mata gadis itu, si pemuda tampak seperti binatang liar yang terluka. dia menganggap siapapun yang mendekatinya akan membahayakn jiwanya. karena itu si pemuda bersikap ekstra waspada kepada siapapun yang berusaha mendekatinya.

    si pemuda melihat gadis itu memasang ekspresi wajah kasihan. dan dia tidak suka itu. diambilnya sebongkah batu terdekat yang bisa diraihnya, dan dilemparkannya batu itu kearah si gadis.

    tidak sempat menghindar, batu itu menghantam dahi si gadis dengan telak. gadis itu berteriak kesakitan, namun suara teriakannya tertutup oleh suara guntur yang menggelegar.

    hujan rintik.
    gadis itu berlari menjauhi si pemuda dalam terpaan hujan rintik.

    baguslah, pikir si pemuda. sebaiknya kau menjauh, kalau tidak akan kubunuh kau.

    semakin lama, hujan semakin deras. pemuda terluka itu berusaha membawa tubuhnya untuk berteduh dibawah sebuah pohon besar didekatnya, tapi dia kemudian sadar bahwa tubuhnya tidak mampu lagi untuk bergerak. Menyerah, dia biarkan air hujan membasahi tubuhnya, membasuh luka-lukanya yang terasa perih.

    Beberapa saat kemudian dia mendengar suara langkah kaki mendekat. Ketika dia menoleh kearah suara itu, dia melihat gadis yang tadi dia lempar dengan batu kembali dengan berlari-lari kecil sambil membawa sesuatu yang panjang terbungkus terpal dibawah siraman hujan lebat.

    Si pemuda sempat mengira kalau gadis itu kembali untuk membalas dendam, namun perkiraannya salah. Yang dibawa gadis itu ternyata adalah tongkat yang digunakan untuk mendirikan tenda sederhana. Dengan susah payah, gadis itu memberdirikan tongkat, mengikat ujung-ujungnya dengan tali, dan menghubungkannya dengan terpal.

    Tenda sederhana berdiri. Tidak rapi, tapi cukup untuk berteduh. Gadis yang sekarang basah kuyub itu membuka bungkusan yang sama basahnya dengan baju yang dikenakannya, dan mengeluarkan roti.

    “basah memang, tapi masih enak” katanya sambil menjulurkan tangannya yang memegang roti.

    “………..”
    Si pemuda menatap gadis itu dengan curiga. Seperti mengetahui apa yang dipikirkan oleh pemuda liar dihadapannya, dia kemudian meletakkan roti basah itu di tanah, dan kemudian menjauh.

    “kenapa?” Tanya pemuda itu heran tanpa melepaskan kecurigaannya. Pemuda itu kemudian mengambil roti yang diberikan oleh si gadis. “kenapa kau menolongku?”

    Dengan tenang gadis itu menjawab,”sudah kewajiban bagi seorang pendeta untuk menolong sesamanya. Aku hanya menjalankan apa yang diajarkan tuhan kepadaku”

    Gadis itu tersenyum. Sebuah senyuman terindah yang pernah dilihat oleh si pemuda. Dia kemudian menggigit roti yang digenggamnya, memakannya, dan menangis.

    ini aku buat di tempat, jadi kalau nggak bagus, mohon dimaafkan :P

  2. 2
    Villam Says:

    buat di tempat?!
    hoho… that’s good, makmak!
    udah cukup lumayan kok. suasananya dapet!
    kalo mau diterusin, adegan-adegan selanjutnya juga udah kebayang.
    hahahah… gue juga jadi pengen nulis lanjutannya!

  3. 3
    MaxMax Says:

    lanjutin aja vil,

    toh, ini gajahmu :)

  4. 4
    Villam Says:

    hehe…
    ngasah pedang dulu kalo gitu…

  5. 5
    dejongstebroer Says:

    gajahnya mau disunat dulu ya?

  6. 6
    Villam Says:

    bukan.
    mau dijadiin mutant. heheh…

  7. 7
    MaxMax Says:

    ta kirain mau dijadiin kurban.

    sekali-kali kurban gajah gitu, jangan sapi melulu :)

  8. 8
    Villam Says:

    lha? udah capek-capek bikin gajah, masak trus dipotong?
    mau dibalikin kok ke hutan. mau dibandingin dengan gajah-gajah bikinan orang laen, bisa bersaing atau tidak. hehe…

  9. 9
    alfare Says:

    #10 agak klise dan berpotensi jadi corny. aku benci tema saling bunuh antar keluarga tanpa sebab yang manusiawi. Tapi ini bisa menarik kok. Desa si barbar dihancurkan ternyata gara2 si sodara yang ternyata punya niat jahat dan si barbar terjebak dalam dilema karena mesti juga balas budi pada si pendeta wanita. Mereka harus berhadapan juga dengan pihak musuh si cewek yang ternyata ujung2nya berhubungan dengan si sodara tadi. dilema… dilema…

    #11 cocok buat jadi cerita pendek. nuff said. bung villam udah lebih dari mampu buat bikin sendiri. usul tambahan paling soal kawan2 si panglima beserta ideologi sesat yang selama ini mereka anut. menurutku akan bagus jika berakhir tragis.

    #12 terlalu banyak misteri, jadi belum bisa berkomentar. tapi misteri itu bagus. bisa kayak salah satu bab dalam suatu cerita silat tiongkok

    BTW. mungkin tak lama lagi saya ingin meminta bung villam mengomentari salah satu ceritaku. mohon bantuannya ya,

  10. 10
    Villam Says:

    no. 10. hehe… memang dilema-dilema semacam itu yang justru harus digali. bagaimana harus memilih di antara kepentingan keluarga dan sahabat, misalnya. untuk membuat unik, harus diciptakan pula semacam budaya berbeda di negeri2 barbar itu, yang membuat sang tokoh semakin sulit dalam memilih.

    no. 11. hahahah… kayaknya kamu memang paham betul, alfare. aku memang bermaksud membuat ending yang tragis. tragic ending is the best! hahahah…

    no. 12. hahah… kayak perang aliran2 di cerita silat ya? hmm… emang belon keliatan dalem sih plotnya.

  11. 11
    Villam Says:

    oh ya, alfare, silakan kalo mau kirim cerita lu buat direview.
    rencananya memang begitu salah satu cerita gue selesai ditulis dan diedit minggu depan, gue emang mau meluangkan waktu sejenak buat membaca dan mereview dua naskah teman2, sebelum melanjutkan menulis Gerbang Sungai Tigris.
    yang pertama rencananya Pendekar Garuda-nya Mas Pur, yang kedua ya berarti elu. gue tunggu nanti.

  12. 12
    Mantoel Toeink Says:

    Sbnrnya tertarik ama plot no 12. Itu sisi lain dari jenis2 party di game2 RPG, tapi biasanya yg diajak bertualang tahu siapa musuhnya. :D

    Duh, tapi lagi gak sempat kyknya buat bikin2 gini. (tugas kuliahku~) Di VGI jg ada yg tipenya gini tapi satu topik per dua minggu. :P *kok numpang promosi???*

    Hehe.

    Mantoel Toeink’s last blog post..Trading Student Game?

  13. 13
    Villam Says:

    hooo… bulan-bulan segini emang pasti tugas2 kuliah menumpuk. heheheh…
    yeah, ini emang baru taraf ngumpulin ide dulu…

  14. 14
    MaxMax Says:

    Vil, cerita gajah no 10 itu ta posting di blog-ku yah?
    bolehkan?

  15. 15
    Villam Says:

    silakan, mak. kan elu juga yang nulis ceritanya.
    ada rencana buat dibikin lebih jauh?

  16. 16
    MaxMax Says:

    iya
    ha ha ha ha ha

  17. 17
    Villam Says:

    baguslah. :-)
    mana link ke blog lu?

  18. 18
    MaxMax Says:

    http://ninou-maxmax.blogspot.com/

    isinya (rencananya) kumpulan cerita2 yang ta buat sejak jaman mulai nulis ampe sekarang. tapi banyak yang ilang, meskipun aku dah bongkarin HDD lama

    T_T

  19. 19
    Villam Says:

    ah, bagus. buat dokumentasi juga.
    gue juga udah banyak yang ilang, btw. huhu…

Leave a Reply