Feed the Elephants! #7-9
Posted by: Villam in Feed the Elephants, tags: cerita fantasi, ide cerita, plot cerita, story plotting
Pilihlah satu dari tiga ‘gajah’ alias ide plot cerita fantasi nomor 7, 8 dan 9 di bawah ini yang menurut Anda paling menarik. Berikan alasannya, dan silakan berikan ide tambahan untuk membuatnya jadi lebih menarik. Jika seandainya Anda tertarik untuk membuat ceritanya (panjang atau pendek), maka tulislah, jangan sungkan-sungkan. Mari, Teman-teman, kita menari-nari dengan ide!
Gajah-gajah nomor 7 s/d 9 adalah:
7. Seorang tukang pos dikira oleh penduduk desa sebagai pendekar yang menyelamatkan mereka dari serangan makhluk buas, dan mendapat hadiah. Saat ia pergi ke tempat lain, ternyata serangan-serangan itu mengikutinya dan mengubah perilakunya menjadi serupa makhluk tersebut.
8. Seorang pembunuh bersembunyi di istana dan menyamar menjadi pendeta, tapi kemudian mengetahui sasarannya ternyata adalah putranya sendiri. Ia mencoba pergi tapi lalu putranya tetap terbunuh, dan sang pembunuh pun ditangkap dan diubah menjadi makhluk aduan.
9. Seorang bajak laut ditangkap di bar pelabuhan karena omong besar, dan kawanannya dibunuh. Sebelum digantung, ia diselamatkan peri laut yang hilang kekuatan. Sang putri lalu meminta si bajak laut membawa pulang dirinya ke rumahnya di samudera, dan menjebaknya di sana.








Entries (RSS)
January 28th, 2009 at 12:27 am
wadoh vilam cepet banget sih…..
give us more time donk to finish one by one
yg no.9 tuh pesenanku bukan?
January 28th, 2009 at 8:23 am
ah iya… kecepetan keluar gajah-gajahnya yak?
yeah, mereka memang pengen cepet-cepet melihat dunia. hahahah…
okay, untuk gajah berikutnya, no. 10 s/d 12 bakal keluar tanggal 31 januari deh, sebagai penutup bulan. dan setelah itu proses pelahiran gajah akan dihentikan sementara, supaya bisa lebih konsentrasi pada perawatan mereka2 yang sudah lahir. heheheh…
January 28th, 2009 at 5:47 pm
Jangan2 Vilam emang produsen gajah nh? Pabriknya mana?
January 28th, 2009 at 5:54 pm
semua orang bisa jadi produsen gajah.
cukup dengan sedikit meluangkan waktu buat mencari si gajah itu di dalam kepala, dan melahirkannya. gak sulit kok.
January 29th, 2009 at 8:59 am
halah..
gajahnya udah beranak-pinak..:)
dikumpulin n dikandangin tuh, tar pada ilang..
atau dibendel aja..
btw, dikau pakai diagram balon kah?
tuh gajah kalo gak dikeluarin bikin jerawatan yak? hehehe..
January 29th, 2009 at 10:44 am
Jd keinget konsep pensieve di Harpot. Gajah2 ini benang pensieve yg dikeluarkan dr kepala Villam yak weheheh… Biar ga mumet, ngandangin bejibun gajah di kepala.
January 29th, 2009 at 11:41 am
kalo gajah2nya gak dikeluarin gue berubah, jadi kayak the good Dr. Jekyll yang berubah jadi the evil Mr. Hyde.
(hmm… salute to Robert Louis Stevenson)
bukan pake diagram balon, baw.
cuman sederhana ajah, yaitu:
- tentukan tokoh unik untuk dijadikan protagonis
- tentukan masalah pertamanya untuk dijadikan adegan pertama
- tentukan masalah terakhir dan terbesar yang harus diselesaikannya
- tentukan jebakan dan resiko yang bakal diperoleh jika gagal
- tentukan tokoh/situasi yang jadi penghalang, alias antagonis
- tentukan tokoh pendamping, jika ada
- setelah itu, tinggal digabung-gabungin aja
sederhana kan cara bikin plotnya?
February 3rd, 2009 at 9:27 am
klo villam mah bukan dr jekyll n mr hyde,
klo baik namanya rd_villam, kalo jahat namanya jadi rd_villain
qeqeqeqeqe
February 3rd, 2009 at 10:04 am
heheheheh…
kenyataannya gue emang punya minimal dua kepribadian berbeda.
kadang menyenangkan, seringkali melelahkan. heheh…
February 5th, 2009 at 12:04 pm
Hmm. Ketiga gajah ini agak susah dibayangin, karena kayaknya latar belakang ketiganya lebih dalem dari yang dulu2.
#7 kayaknya agak bergeser fokus plotnya, ttg inti masalahnya di mana. tapi idenya menarik kok. Ada nuansa psikologis begitu? Paranoia? Hooo. Itu bisa bagus. Paling cocok kalo di sekitar tukang pos ditunjukin gimana adegan2 selalu terjadi dalam cara yang enggak dia pahami. dia lama2 percaya kalo dia dibuntutin monster. lalu dia mulai curiga ama SEMUA hal yang ada di sekelilingnya. misteri… misteri…
#8 agak gimanaa gitu. soalnya aku ga susah ngebayangin nilai moralnya ada di mana. situasi yang ngejebak dia masih belum kebayang
#9 juga masih belum kebayang. untuk saat ini, kayaknya sebatas cuma jadi dongeng mirip urashima taro. mungkin mesti ngebayangin sedikit detil lebih banyak
February 5th, 2009 at 2:36 pm
no. 7. betul, alfare, ceritanya bakal asik nanti jika dijadikan thriller di mana tokoh utamanya akhirnya menderita paranoid. tapi supaya berbeda dengan banyak banyak cerita/film dengan plot serupa, harus ditambahin banyak hal unik, seperti detil-detil fantasi, dan twist akhir yang mengejutkan.
no. 8. nilai moralnya sebenarnya muncul ketika si tokoh kemudian menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dan lain yang menyebabkan kematian putranya, yang membuat dia akhirnya berusaha bangkit dan melawan.
no. 9. hmmm… kayak gimana tuh urashima taro? tapi memang plot yang ada di atas belum sampai ke masalah utama, baru pembuka konflik.