rab-katIni adalah sedikit pertanyaan yang ditujukan buat penulis atau calon penulis–saya kutip dari postingan seorang teman di forum Pulau Penulis–berikut jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Cukup menarik, dan suatu hari nanti, bertahun-tahun dari sekarang mungkin, saya akan tahu apa yang pernah saya cita-citakan hari ini pada akhirnya berhasil tercapai atau tidak. Barangkali, Teman-teman juga ingin mencobanya. Silakan.

1. Sebagai penulis, kalau kamu hanya bisa digolongkan pada satu genre saja, genre apakah itu?
Fantasi.

2. Tapi sebenarnya kamu lebih suka menyebut dirimu sebagai penulis dengan genre…..

Epik-Roman-Fantasi, untuk saat ini. Untuk ke depan, gue gak mau dibatasi oleh genre. Gue mau merambah ke mana-mana (halah… kayak transmigran…).

3. Lebih suka menulis apa: novel, cerpen, puisi atau non fiksi?
Novel. Gue gak bisa nulis puisi, karena pasti jelek. Gue pernah nulis cerpen, tapi katanya jelek juga. Ya sudah … heheh…

4. Mana yang lebih kamu sukai (dalam menulis): buku berseri tipis-tipis atau novel setebal 700 halaman?
Novel tebal. Bukan karena gaya-gayaan, tapi ya karena alasan yang ditulis di nomor 3 (yang mana ya? hahah…). Ya itu, karena rasanya lebih afdol jika bisa bercerita selengkap-lengkapnya.

5. Lebih suka ikut lomba atau mengirim karya langsung ke penerbit?
Bisa yang pertama, bisa yang kedua. Tergantung kredibilitas mereka (emang kredibilitas gue sendiri gimana yak? hahah…). Maksudnya, ya pokoknya pilih mana yang menarik dan menantang, menurut gue.

6. Mana yang lebih baik: menjadi penulis dengan one hit wonder dan setelah itu menghilang atau penulis yang ketenarannya biasa-biasa aja, tapi menghasilkan banyak buku? NB: Jumlah pendapatannya sama aja.
Penulis yang menghasilkan banyak buku, bisa terus menulis sampai akhir hayat, bisa memberi manfaat dan pengaruh lebih lama dan lebih luas. Gue gak mau cuman bikin satu buku sensasional satu kali, lalu hilang.

7. Kalau kamu bisa menyerap kemampuan penulis lain, kemampuan siapa yang bakal kamu serap?

Hmmm… Terlalu banyak untuk disebutkan… Kadang bukan kemampuan menulis mereka yang menarik, tapi usaha yang dilakukan buat menulis itu. Tolkien misalnya, tulisannya memang indah dan bagus, tapi gue juga kagum pada ketekunan dan kerja keras dia dalam membangun dunianya. Untuk contoh penulis fantasi lain seperti ini adalah Robert Jordan. Agatha Christie, karena ketekunannya dalam riset dan kepintarannya menampilkan tokoh dan hal-hal kecil yang membuat pembaca tidak berani melewatkannya. Tapi ada satu penulis fantasi, yang tidak seterkenal penulis lainnya, yang gue suka dan berpengaruh banget pada cara menulis gue. Dialah JV Jones.

8. Di antara semua buku yang ada, buku apa yang kamu harap kamu yang menulisnya?
Lord of the Rings. Karena pengaruhnya di dunia fiksi genre tertentu (dalam hal ini adalah fantasi) terus terasa sampai berpuluh-puluh tahun sejak buku itu terbit. Dan bukan hanya karena filmnya, yang juga spektakuler.

9. Mana yang lebih menakutkan: kehabisan ide atau naskah ditolak penerbit?
Dua-duanya bukan hal yang menakutkan. Ide gampang dicari, dan jika ditolak juga masih ada cara lain buat menerbitkan. Tapi memang lebih menyedihkan ditolak penerbit.

10. Mana yang lebih menarik bagimu: Jadi penulis bestseller atau penulis pemenang nobel?
Penulis bestseller yang menang Hugo Award, vice versa.

11. Apa penghargaan tertinggi yang bisa diberikan dunia kepadamu (sebagai seorang penulis)? Uang? Menjadi Terkenal? atau apa?
Disejajarkan dengan para penulis yang tersohor itu. Bayangkan, disejajarkan dengan Tolkien… buset dah…

12. Di mana tempat kamu menemukan ide terbaikmu?
Di mobil, di tempat tidur, di kamar mandi, di mana-mana.

13. Kapan waktu terbaikmu untuk menulis?
Pagi, siang, sore, malam. Kapan saja, asal waktu itu memang ada, benar-benar ada.

14. Apa aja ‘senjata’ waktu menulis?
Konsentrasi gue, selain perangkat menulis. Asal itu ada, pasti beres deh. Masalahnya, emang sering ilang sih… hahah…

15. Apa yang kamu lakukan kalau mengalami writer’s block?
Berkonsentrasi. Fokus. Lalu Menulis. Prinsip gue, yang mungkin bertentangan dengan banyak orang, adalah justru jangan menjauhkan diri dari dunia tulis menulis jika lagi mentok, seperti jalan-jalan, nonton, main game, atau lainnya, karena justru membuat semangat menulis semakin meredup, dan buruknya, lalu menghilang. Membuat tulis menulis jadi bagian rutin kehidupan sehari-hari adalah jalan terbaik. Sekali lagi, itu menurut gue.

16. Seorang produser film ingin membuat film dari novelmu, tapi pas kamu ngeliat naskahnya, beda banget dengan semangat novelmu. Tapi kamu tahu film ini akan bikin kamu terkenal. Terima tawaran itu atau tidak?
Tidak. Jadi terkenal bukan hal yang paling penting. Kepuasan batin, yang dilambangkan dengan semangat novel gue, tetap yang paling utama.

43 Responses to “Wawancara Buat Penulis”

  1. 1
    rivai Says:

    Ikutan wawancaranya ya… hehe.

    1. Misteri

    2. Psychological-Mystery-Surrelaism-whatever

    3. Sebenernya lebih suka nulis novel, walau belum ada yang selesai. hehe.

    4. Yang tebal, karena lebih keren.

    5. Langsung ke penerbit, karena kalo lomba kesannya jadi diburu waktu dan ga bebas.

    6. Penulis yang terus-terusan lah. To Kill A Mocking Bird mungkin adalah legenda, tapi saya bukan tipe orang yang bisa memfokuskan seluruh hidup saya pada satu karya saja.

    7. Stephen King, Andrea Hirata, Shakespear, Dan Brown, J.R.R Tolkien, Stephen Hawking (lho? bukan penulis ya?) Hmm… pikir-pikir lagi yah….

    8. Mein Kamft. Haha.

    9. Kehabisan ide. Ditolak penerbit, masih banyak penerbit yang lain.

    10. Pemenang Nobel. Rasanya lebih keren.

    11. Memberikan saya pelajaran untuk hidup lebih baik

    12. WC. The best place.

    13. Tengah malam, setelah tidur dulu.

    14. Komputer dan mood yang enak.

    15. Nonton film, baca buku, tapi yang masih ada hubungannya dengan tema tulisan yg lagi dibikin.

    16. Nggak deh. Tapi kalo dipaksa ya gapapa juga. soalnya, kalo filmnya jelek, toh orang2 bakal menganggap “seperti biasa, film-nya ga lebih bagus dari novelnya”, trus mereka penasaran. Dan kalo pun ternyata filmnya bagus, tentu novel saya jadi lebih terangkat. Either way, karya saya tetap akan terangkat. haha.

    rivai’s last blog post..Ritual di Toko Buku

  2. 2
    Villam Says:

    rivai said:
    3. Sebenernya lebih suka nulis novel, walau belum ada yang selesai. hehe.

    nah, kalo gitu gue semangatin deh.
    if you really want it,
    ayo diselesaikan segera! ntar gue liat deh kalo udah selesai! :-)

  3. 3
    panah hujan Says:

    1. Sains Fiksi

    2. Romans-Adventure-Crime-SciFi

    3. Untuk serius, novel. Untuk iseng-iseng, cerpen.

    4. Suka kedua-duanya, boleh? :D

    5. Bisa kedua-duanya :D

    6. (setuju sama Kak Villam, deh ^^)
    Penulis yang menghasilkan banyak buku, bisa terus menulis sampai akhir hayat, bisa memberi manfaat dan pengaruh lebih lama dan lebih luas. Gue gak mau cuman bikin satu buku sensasional satu kali, lalu hilang.

    7. kemampuan semua penulis yang menarik minat bacaku.

    8. The Alchemist

    9. (Idem lagi sama Kak Villam :) ) )
    Dua-duanya bukan hal yang menakutkan. Ide gampang dicari, dan jika ditolak juga masih ada cara lain buat menerbitkan. Tapi memang lebih menyedihkan ditolak penerbit.

    10. Penulis best seller yang menang nobel sastra, sekaligus nobel kedokteran, sekaligus novel perdamaian :) )

    11. Menjadi berguna bagi masyarakat pembaca :)

    12. Everywhere, everytime.

    13. Kapanpun :)

    14. Kenangan, inspirasi, riset, laptop tersayang :)

    15. Brainstorming :D

    16. Sayangnya, saya bukan orang yang ingin menghancurkan dunia perfilman..

  4. 4
    panah hujan Says:

    8. Mein Kamft. Haha.

    ?

    =))

    hahahahaha…. Adolf Hitler II =))

    Villam.. gencatan senjata!! =))

  5. 5
    panah hujan Says:

    novel perdamaian :) )

    ups, maksudnya nobel perdamaian :P

    membasmi otak-otak seperti Rivai :) ) *kidding, Vai..

  6. 6
    Villam Says:

    panah hujan said:
    16. Sayangnya, saya bukan orang yang ingin menghancurkan dunia perfilman..

    gak papa kok, michel… ancurin aja dulu… trus bikin dunia yang baru… heheheh… <— pola pikir tidak baik yang jangan kamu ambil ya, nak… hahahah…

  7. 7
    Serpentwitch Says:

    Ikuutt~ :D

    1. Fantasi.

    2. Epik Fantasi, dengan bumbu misteri dan teka teki.

    3. Novel. Lebih jelasnya novel dengan bumbu fantasy artwork/concept art yg cukup mendominasi.

    4. Novel tebal. Gw paling bingung nulis cerita pendek. Begitu mulai nulis cerita, otaknya lgsg merambat kemana2, mengeksplor beribu kemungkinan perkembangan cerita itu ke arah yg lebih epik dan panjang.

    5. Tidak 2-2nya. Gw cuma akan maju dengan self publishing, dan kurasa itu satu2nya kekeraskepalaan ku yg akan kupertahankan sampai akhir. Either that, or I don’t publish at all.

    6. One hit wonder. That hits my spot. Gw lebih suka mengukir sejarah sekali sebagai yg terbaik, drpd menghabiskan seluruh hidupku menjadi nobody atau juara 2. Biasanya kl sudah menjadi yg terbaik di 1 bidang, itu sudah cukup bg gw, dan gw akan mencari tantangan lain di bidang lain sampai menjadi yg terbaik lagi. :)

    7. Kurasa Tolkien dan JK Rowling.

    8. uh.. kurasa tidak ada.

    9. Kehabisan ide jelas. Penerbit bukan tolak ukur sukses atau gagalnya diri gw. Yg bisa menentukan itu cm diri gw sendiri dan fakta di lapangan. Jadi ditolak penerbit hanya angin lalu dibanding kena mindblock dan tak bisa berkarya.

    10. penulis best seller. krn itu berasal dr fakta di lapangan hasil penjualan bukuku. Bukan dr penilaian sekelompok kecil org yg dihormati.

    11. Money, fame, and honor. Oh one more thing. Di minta licensenya buat di bikin filmnya oleh peter jackson :D Uhhh… that would be awesome…

    12. tempat tidur, ketika insomnia XD

    13. pagi, atau malam.

    14. uhh.. niat dan determinasi

    15. stress dan mencak2 wakakaka XD

    16. Nope, terkenal dgn karya yg sudah tidak bisa dibilang karya gw, sudah ga fun lagi.

  8. 8
    Villam Says:

    serpentwitch said:
    5. Tidak 2-2nya. Gw cuma akan maju dengan self publishing, dan kurasa itu satu2nya kekeraskepalaan ku yg akan kupertahankan sampai akhir. Either that, or I don’t publish at all.

    hahahahah… ini yang gue suka dari lu, jeff…
    bukan keras kepalanya lho, tapi niatnya.

    serpentwitch said again:
    11. Money, fame, and honor. Oh one more thing. Di minta licensenya buat di bikin filmnya oleh peter jackson :D Uhhh… that would be awesome…

    hmm… kalo gue lebih berharap ridley scott yang menghampiri TFH gue… heheheh…

  9. 9
    dyah p.rinni Says:

    Karena Ridley scott ma peter jackson dah diambil, gue ambil Tim Burton aja, deh. *apaan, sih!* apalagi kan biasanya satu paket ma Johnny Depp (maunyaaaa)

    But seriously, satu-satunya sutradara yang gue bayangkan sama dengan gaya novel gue adalah Tim Burton…. ^_^

  10. 10
    Serpentwitch Says:

    haha yap, niat, dan prinsip yg dipegang teguh sampai akhir :D (walau cukup tipis jg bedanya dgn keras kepala)

    Ridley Scott? Kingdom of Heaven ya hehe. Boleh juga tuh :D

  11. 11
    Villam Says:

    hahah… iya, tim burton biasanya sepaket sama johnny depp. keren…
    uh, tim burton kan biasanya filmnya aneh-aneh… ceritamu aneh ya, dyah?

    iyak, jeff. kingdom of heaven. juga gladiator. cocok kan dengan TFH? hahah…
    kalo bintangnya, tawarin christian bale ah… heheh…

  12. 12
    ubr Says:

    1. Fantasi.

    2. Fantasi indie kali :) , gak terlalu suka fantasi yang terlalu mengekspos sihir, monster dan dewa2. Tapi bikin cerita genre lain juga pengen…

    3. Lebih suka menulis apa: novel, cerpen, puisi atau non fiksi?
    Novel atau cerpen.

    4. Imbang. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

    5. Lebih suka ikut lomba atau mengirim karya langsung ke penerbit?
    Mengirim karya langsung ke penerbit (padahal gak pernah :) ).

    6. Kalau bisa penulis yang biasa tapi menghasilkan banyak buku.

    7. Gak tahu namanya sih, tapi para penulis script game Suikoden 2, game yang ceritanya aku paling suka.

    8. Discworld Series. Fantasi + parodi = EPIC! Lagipula sebelum HP muncul, Discworld merupakan seri novel fantasi terlaris di negaranya sana.

    9. Sama deh jawabannya…

    10. Penulis Bestseller.

    11. Uang bisa… terkenal bisa… dua2nya? kenapa tidak :D … Kalau bisa hidup seperti yang kita inginkan saja sudah cukup kok hwehehehehe…

    12. Dimana-mana.

    13. Kapan saja, asalkan gak ada yang memanggil, menyenggol, mengajak bicara, mengawasi….

    14. Konsentrasi, komputer/buku, ingatan, dan Wikipedia.

    15. Kadang dipaksa akhirnya lancar, kadang nggak dan akhirnya melakukan kegiatan lain.

    16. Tidak. Melihat novel kita diperkosa orang lain itu sangat menyakitkan. Pengalaman melihat film yang kisahnya beda jauh (secara negatif) dengan sumbernya itu mengecewakan orang yang tahu/membaca sumbernya (Resident Evil … masak Nemesis tinju :( ).

  13. 13
    dyah p.rinni Says:

    hihi…. Tim Burton aneh, ya….
    In some way, gue suka dengan atmosphere yang dibangun oleh Tim Burton. Serasa ada di alam mimpi, a little bit wacky, tapi keren. Belum ada karyanya dia yang mirip dengan jenis novel yang lagi gue bikin, tapi mungkin.. feeling gue…. Alice in Wonderland yang lagi dia garap.

  14. 14
    Serpentwitch Says:

    Kingdom of Heaven gw demen tuh pas Salahudin bombardir kota Yerusalemnya. Asik ngeliatnya, keren :D Siege warnya keren. Pake sirem2 minyak dan bakar2an, parah wkkwkwk.

    Btw, Saladin apa Salahuddin sih? gw sering bingung. sama apa beda.

    Gw demen peter Jackson krn kemampuan editing dan special effectnya. Film bikinan dia punya ambient fantasy tersendiri, dgn over light2 yg silau tapi asik ngeliatnya. Kabarnya dia bakal bikin The Hobbit, walau ga jadi director utamanya. Jadi penasaran ky apa jadinya.

  15. 15
    Villam Says:

    tim burton apa johnny depp-nya yang bikin lu seneng, dyah? heheheh…

    kalo KoH yang keren emang adegan siege-nya.
    namanya salah ad-din (sesuai huruf arab), dilafalkan jadi salahaddin. dan oleh orang barat diucapkan jadi saladin.

    kalo peter jackson, dia banyak ketolong sama special effect sih. membuat makhluk2 aneh jadi terlihat sangat nyata. king kong bikinan dia, ya keren juga, tapi gue rasa masih kalah jauh dibanding LOTR.

  16. 16
    rivai Says:

    @panah hujan: Gapapa, sebenarnya saya juga belum pernah baca Mein Kampft. Cuma pernah liat di toko buku, kaya keren…. hahaha.

    rivai’s last blog post..Ritual di Toko Buku

  17. 17
    rivai Says:

    @panah hujan: Gapapa, sebenarnya saya juga belum pernah baca Mein Kampft. Cuma pernah liat di toko buku, kayanya keren…. hahaha.

    rivai’s last blog post..Ritual di Toko Buku

  18. 18
    panah hujan Says:

    @ rivai : ya, tapi mein kampf keren, kok :)

    ada tentang betapa Adolf Hitler suka membaca dan suka pelajaran sejarah.. :) )

    panah hujan’s last blog post..* Cerpen – Pria Kecil, Permen Kuning dalam Toples Kaca, dan Segelas Air

  19. 19
    Serpentwitch Says:

    Ah iye, ada satu lagi yg asik dr KoH. Suara dentingan pedang bergema yg khas, ditambah slow motion yg pas ketika membabat musuh :D Rasanya gw menonton untuk mendengar suara keren itu wkwkwkw XD

    Soal bang P.Jack, scr gw memang org yg mentingin grafis, jadinya gw lebih jatuh cinta ke karya2 dia. :D Krn gw pengen visual dunia fantasy dgn ambient yg bener2 cantik dan menyilaukan :D (Kalau liat gbr2 artwork gw, 80% selalu dgn background awan/matahari yg menyilaukan dr balik karakter, hal yg sering terlihat di karya P.Jack) :D

    Kalau TFH emang rasanya lebih cocok dgn Ridley krn TFH banyak fokus ke war keren ketimbang kecantikan dunia fantasy dan ras di dalamnya :)

  20. 20
    Villam Says:

    @ubr, fantasi indie maksudnya gimana neh? heheheh…

    @rivai & michel, sebelum baca mein kampf, gimana kalo baca dulu il principe-nya niccolo macchiavelli. heheh…

    @jeff, iya. background matahari bersinar di LOTR emang keren tuh. yang paling keren adalah pas gandalf dan pasukannya eomer turun dari puncak bukit menyerbu pasukan orc di helm’s deep. huh… merinding liatnya!

  21. 21
    FANNY Says:

    wah, genreku bukan penulis fantasi nih.

    FANNY’s last blog post..AWARD DAN PE-ER YANG MENGERIKAN….

  22. 22
    Villam Says:

    fanny,
    lha wawancara ini kan juga tidak khusus buat penulis fantasi… ini umum kok… :-)

  23. 23
    zetamari Says:

    ikutan ah…

    1. harus satu ya… fantasi deh..

    2. apa aja deh.. gw terbuka dengan segala macam jenis genre

    3. suka semua sih.. tapi paling suka nulis novel.. coz novel itu tidak punya batasan,, selalu ada celah untuk berkembang,, dan lebih bebas berekspresi

    4. novel tebal.. abis kalo tipis selesainya cepet.. gak seru…

    5. langsung ke penerbit aja

    6. penulis yang nulis banyak buku.. masa seh dari semua buku yang di tulis gak ada yang bakal ngehit?? bukannya dengan banyak menulis itu jadi banyak belajar untuk membuat buku yang ngehits??

    7. kalo secara gaya penulisan,, gw gak kepikiran sapa.. untuk saat ini yang lagi jadi kiblat gw adalah Langit Kresna Hariadi.. lagian gw juga doyan bacanya baru 5 tahun belakangan ini,, belum banyak buku yang gw baca.. tapi kalo secara fantasi gw penggemar CLAMP.. maklum pecinta anime,, apalagi Tsubasa Reservoir,, banyak banget dunianyaa…..

    8. stardust.. speachless lah kalo ma yang atu itu..

    9. yang sangat menakutkan adalah udah ditolak penerbit gak dapet ide pula…

    10. kalo bisa dua-duanya… bestseller iya pemenang nobel iya.. tapi untuk saat ini jadi bestseller dulu aja kali ya….

    11. orang-orang kenal dengan karya gw dan bisa menjadikannya hidup.. maksudnya mereka membicarakan apa yang gw ciptakan seolah itu nyata.. itu jauh lebih puas dari sekedar terkenal dan banyak uang… walaupun dua hal itu juga sangat menggiurkan..

    12. dimana aja… gak bisa ditebak.. tiba-tiba ide itu datang sendiri.. kadang malah gw dapet ide dari mimpi…

    13. kapan aja selama lingkungan mendukung… tenang dan tidak banyak suara,, dan yang wajib menemani gw waktu nulis adalah lagu-lagu yang sejalan dengan apa yang sedang gw tulis.. kayak soundtrack gitu deh.. huhhuhu……

    14. ide, laptop/alat tulis (kalo lagi gak megang laptop biasanya gw tulis dulu), lagu-lagu kesayangan (bisa nambah inspirasi bagi gw)

    15. biar inspirasi gw balik lagi biasanya gw dengerin lagu-lagu favorit gw atau baca beberapa halaman novel yang udah selesai gw baca (kalo belum selesai gw baca yang ada gw malah konsen baca).. dua hal itu sangat bisa membuat gw untuk kembali ke laptop.. kalo melakukan hal lain,, gw setuju ma villam,, yang ada malah jadi maless…

    16. absolutely no.. mending gw bikin ndiri deh naskahnya… hehe :D

  24. 24
    Villam Says:

    mending bikin ndiri naskahnya…
    heheheh… bener juga sih… ada lahan baru buat diekspansi. hahah…

  25. 25
    Danny Says:

    btw, Vill, hasil wawancara ini ga mau dijadiin topik baru? Kaya survey lainnya gitu.

    Danny’s last blog post..The Girl Who Loved Tom Gordon

  26. 26
    Villam Says:

    he…
    ide menarik, danny.
    boleh juga… :-D

  27. 27
    titin Says:

    Aduh gitu ya? grogi juga kalo ditanya gitu

  28. 28
    Villam Says:

    santai… gak usah grogi…
    kalo ‘ditembak’ cowok, baru grogi…
    atau justru enggak… hahahah…

  29. 29
    Ndyw Says:

    apalagi klo cowok nembak cowok
    pasti lebih grogi lagi
    :D

  30. 30
    Villam Says:

    heheheh…
    udah ah…
    gue ndiri yang bikin OOT.

  31. 31
    elbintang Says:

    di luar naskah : ekhm…ikutan ya, Villam…

    Act 1. Int. duduk se rapih mungkin di sofa berwarna merah pupus.

    -menjawab pertanyaan nomer 1 -
    jawab : uh? anda serius? (merapatkan kaki lebih dekat ke badan, tubuh condong ke arah interviewer)
    kita bisa membuat gen re satu saja dalam tubuh kita an sanggup hidup seperti manusia biasa? (menatap interviewer dengan kagum)

    -interviewer tersenyum janggal, berpikir ada yang salah. Namun tetap mengajukan pertanyaan kedua-
    jawab : tidak! tidak pernah saya menyebutkan pernah mengenal satu gen re. Apalagi menuliskan. Eh, anda tadi benar-benar menyebut…menulis?

    -semakin merasa ada sesuatu yang salah. Tapi tugas mewawancarai orang ‘penting’ ini harus dilaksanakan atau …interviewer berusaha tersenyum (ia tidak ingin memikirkan apa yang akan terjadi kalau ia tidak menyelesaikan tugas ini). Interviewer melanjutkan ke pertanyaan ke tiga-

    jawab : Begini…saya merasa anda benar-benar orang hebat karena masih mau melakukan pekerjaan menulis. Tapi…apa tidak sebaiknya apa yang kita pikirkan dan kita kerjakan dalam otak langsung disimpan di dalam memoricard yang bisa di akses oleh setiap orang?

    -interviewer langsung mengarahkan pertanyaan selanjutnya (mungkin iaharus lebih detail, begitu pikirnya)-
    jawab : -merunduk sejenak kemudian mengangkat kepalanya, memandang jauh ke belakang interviewer-

    euhhh, buku sudah sangat mahal saat ini. dengan beratus-ratus halaman siapa yang bisa memilikinya? Lagi pula(tersenyum, mata kembali terarah pada interviewer)…tidak mungkin mengakses berlebar-lembar kertas saat ini. Di perpustakaan kota saja hanya punya 23 lembar.

    -interviewer tertegun. Menghela napas panjang ia melanjutkan pertanyaan ke 5-

    jawab : (tertawa menggeleng-gelengkan kapala)

    -pertanyaan selanjutnya. interviewer memasang tampang masa bodoh-

    jawab : baik. saya asumsikan menulis yang kamu sebut-sebut itu (tersenyum sedih) saya merindukan istilah itu juga (menatap interviewer dengan pandangan memahami)proses menyalin pikiran kita ke memorycard. Dan, menurut saya, kita bisa gila kalau hanya melakukannya satu kali kemudian berhenti.

    -pertanyaan selanjutnya-

    jawab : bukankah kita telah melakukannya? apakah ada orang yang kamu ketahui tidak melakukannya?

    -Interviewer mengangguk canggung dan melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya-
    Apapun. Saya akan berbahagia kalau bisa menulis buku. Itu adalah pengalaman mahal secara harfi dan batin. Kita semua akan begitu, bukan? (mencondongkan tubuhnya ke interviewer dan menepuk ringan ke arahnya) -hologram bergetar-

    -pertanyaan selanjutnya-
    Jawab : kehabisan ide, karena itu artinya kita sudah mati.

    -pertanyaan selanjutnya ditanyakan ragu-ragu-
    jawab : -menatap interviewer dengan pandangan terganggu-
    Apa masih ada orang yang memikirkan hal-hal remeh seperti itu?

    -interviewer meminta maaf dan melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya-
    jawab : kita sudah melewati semuanya. Namun, menghasilkan buah pikiran atau yang anda sebut tulisan kemudian membuat orang tertarik untuk menghubungkan pemikiran-pemikiran yang punya tujuan yang sama, adalah kebahagiaan tersendiri. Untuk saat ini kita tidak bisa melakukan itu karena undang-undang melarangnya, Tapi siapa tahu, satu hari nanti…ya?

    -meneruskan pertanyaan selanjutnya dengan energi positif-

    jawab : kadang-kadang hampir…saya sendiri tidak menyadari kapan pastinya. Tiba-tiba memorycard saya sudah penuh. (tersenyum)

    -pertanyaan selanjutnya-

    jawab : pertanyaan menarik. namun seharusnya anda bertanya, kapan waktu terbaik yang tidak kita gunakan untuk menulis, ukhm, maksud saya mentransfer pikiran.

    -tersenyum setengah, interviewer melanjutkan pertanyaan selanjutnya-

    jawab : memorycard dan izin penggunaan memory

    -pertanyaan selanjutnya-

    jawab : Buwai…(kata-kata yang artinya sayang/honey/sweetheart) kalau ada yang mengalaminya, dia harus pergi ke bagian penyembuhan, atau akan menerima pencabutan izin hidup.

    -pertanyaan terakhir. Interviewer mendesah lega-
    jawab : (tertawa)
    tidak perlu orang lain. Produser hanya diperlukan untuk film sejarah dan purbakala. untuk tulisan-tulisan saya, dan hampir semua tulisan yang lain. Anda tinggal memilih mau dibaca, didengarkan atau ditonton. Animasi atau tidak. Pemainnya dari wilayah kita atau bagian lain dari sejarah masa lampau.
    (tertawa)
    hanya jika ingin melihat hewan, tumbuhan atau peradaban yang sudah punah saja, anda memerlukan produser.

    -interviewer berterima kasih-
    (hologram menghilang)

    :D

    14. Apa aja ’senjata’ waktu menulis?
    Konsentrasi gue, selain perangkat menulis. Asal itu ada, pasti beres deh. Masalahnya, emang sering ilang sih… hahah…

    15. Apa yang kamu lakukan kalau mengalami writer’s block?
    Berkonsentrasi. Fokus. Lalu Menulis. Prinsip gue, yang mungkin bertentangan dengan banyak orang, adalah justru jangan menjauhkan diri dari dunia tulis menulis jika lagi mentok, seperti jalan-jalan, nonton, main game, atau lainnya, karena justru membuat semangat menulis semakin meredup, dan buruknya, lalu menghilang. Membuat tulis menulis jadi bagian rutin kehidupan sehari-hari adalah jalan terbaik. Sekali lagi, itu menurut gue.

    16. Seorang produser film ingin membuat film dari novelmu, tapi pas kamu ngeliat naskahnya, beda banget dengan semangat novelmu. Tapi kamu tahu film ini akan bikin kamu terkenal. Terima tawaran itu atau tidak?
    Tidak. Jadi terkenal bukan hal yang paling penting. Kepuasan batin, yang dilambangkan dengan semangat novel gue, tetap yang paling utama.
    *uh?

    elbintang’s last blog post..Putri Api

  32. 32
    elbintang Says:

    eh…c/p pertanyaannya ke ikut…
    hiks…nggak bisa di edit siiii

    elbintang’s last blog post..Putri Api

  33. 33
    Villam Says:

    huahahahahah!
    keren nih interviewnya, elbintang! keren!

  34. 34
    ndyw Says:

    :o
    bused dah
    keren om

  35. 35
    Villam Says:

    it’s a new and good perspective.

  36. 36
    elbintang Says:

    kalo ngereply model begini, jadi berkarakter gnome beneran, ya? *baru menyadari*

    dan ndyw…gw bukan om-om :D

    elbintang’s last blog post..P2: The New Prologue

  37. 37
    Mantoel Toeink Says:

    Membuat gw teringat bahwa gw hrsnya mengupdate pengarang yg mau diserap kemampuannya dgn satu nama lagi:

    Michael Scott

    Org itu edan. :D Ahli sejarah dan mitologi! Gak perlu lagi deh kamus mitologi yg lolos dari tangan gw bbrp tahun silam itu!

    Hehe.

    Mantoel Toeink’s last blog post..Trading Student Game?

  38. 38
    Villam Says:

    emang, elbintang, dasar gnome…
    hahahahahah…

    hmm… michael scott…
    maksudnya yang kamu mau serap itu keahliannya dalam sejarah dan mitologi, juun?

  39. 39
    Mantoel Toeink Says:

    Lebih ke keahliannya itu, yep.

    Itu sih bisa dipelajari sendiri tapi yah. :D Dasar gw aja yg maunya instan nih!

    Hehe.

    Mantoel Toeink’s last blog post..Trading Student Game?

  40. 40
    Villam Says:

    hahahahah…
    namanya instan biasanya dapet pinggir-pinggirnya doang sih, bukan tengahnya…
    ntar pas mau riset, kita pake referensinya buku michael scott, bukan dari sumber-sumber referensinya si michael scott itu sendiri. heheh…

  41. 41
    Danny Says:

    Memanfaatkan hasil kerja keras orang lain namanya ya? hehehe.

    Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena

  42. 42
    sakurazaki90 Says:

    Ikutan dong :D (buset, telat amat gw)

    1. Fantasi dong…

    2. Fantasi-humor-psikologi. Tabrakan banget, haha…

    3. Novel ato cerpen.

    4. Novel tebel.. Kalo tipis2 nanti disangka buku anak kecil, lagi. haha

    5. Kalo kbetulan penerbit sekelas Gramed ngadain lomba novel fantasi, so pasti ikut. Kalo ga, ya trpaksa kirim pake cara biasa.

    6. No, gw gamau terkenal sesaat trus ilang ditelan bumi. Namanya penulis ga kreatip itu. Kalo langsung bombastis kayak HarPot gitu bebannya berat juga ya, kalo mo mulai serial baru lagi. Jadi, gw pilih biasa2 aja (tapi jangan ga kedengeran sama 1x, amit2) tapi banyak buku yg gw telorin.

    7. Pertanyaan yg bagus. Gw pengen banget punya kemampuan J.K. Rowling, Trudi Canavan, Michael Scott.

    8. HarPot ah, banyak duit.

    9. Kehabisan ide. Kalo ditolak penerbit, masih bisa pake jalan alternatif.

    10. Dua2nya lha…

    11. Jadi novel fantasi lokal yg pertama kali masuk jajaran bestseller, sejajar sama Laskar Pelangi? Itu kebanggaan tersendiri bagi gw, soalnya selama ini novel fantasi lokal dipandang jelek gitu sama orang2.

    12. Di kasur, depan laptop.

    13. Tergantung sikon.

    14. Laptop, tesaurus, kamus online.

    15. Curhat ke sesama penulis, nonton film, baca komik/novel, jalan2.

    16. Daripada nantinya gw ilfil sama tuh film, mending ga usah.

  43. 43
    Villam Says:

    hayo hayo…
    mari kita bikin mimpi kita sekarang, dan wujudkan…

Leave a Reply