iz-it-be-caturday-yet-i-iz-still-waytinSetiap cerita punya sejumlah informasi yang harus diberikan kepada pembaca agar mereka mengerti  latar sebuah kisah atau kejadian yang terjadi. Ada yang disampaikan melalui narasi, ada pula yang lewat dialog. Dialog biasanya sering dipakai melalui metode pembicaraan antara ‘si pintar’ dan ‘si bodoh’. Namun di sini kita harus hati-hati agar pembaca tidak merasa seperti sedang digurui.

Nah, tips sederhana untuk memeriksa apakah dialog yang kita buat terasa menggurui atau tidak adalah dengan cara menyelipkan kata-kata, “Tentu saja seperti yang kamu tahu, Villam (atau nama lain juga boleh… heheh…) …” di awal setiap ucapan tokoh-tokohnya itu.

Jika kalimat tersebut cocok dipasang di sana, maka ucapan sang tokoh pintar itu memang menggurui sang tokoh bodoh, bahkan bisa jadi menggurui pembaca juga (kecuali jika memang ini tujuannya, ya sah-sah saja). Apalagi jika kita terang-terangan menyelipkan kata-kata tersebut dengan sengaja.

Dan dengan menyelipkan kata-kata tersebut sebagai judul artikel ini, berarti saya juga sedang menggurui diri saya sendiri, dan mungkin juga Teman-teman. Heheh…

16 Responses to “Seperti Yang Kamu Tahu, Villam …”

  1. 1
    ndyw Says:

    emg sih
    tapi yang bikin bingung tuh menjelaskan setingan dunia fantasy baru atau sesuatu yang baru
    :(
    klo terlalu sedikit bisa membuat pembaca bingung
    tapi…
    klo terlalu jelas kayak punyaku jadi over dan kesannya menggurui ya
    :D
    emg harus belajar tekniknya ya

  2. 2
    Villam Says:

    yeah… aku juga masih belajar kok.
    kudu baca banyak buku fantasi buat referensi.

  3. 3
    Ndyw Says:

    kayanya guru paling tepat memang itu ya
    :D

  4. 4
    Villam Says:

    maksudnya guru paling tepat adalah ‘membaca’, ndyw?
    bukan. guru paling tepat ya ‘menulis’. melakukan sendiri, dan mengetahui kesalahan sendiri dari pengalaman kita sendiri.

  5. 5
    Ndyw Says:

    hem
    aq kira membaca :D
    tapi klu yang kamu maksud mah
    susah ya
    soalnya, kita kan harus mencari perbandingan sebagai pengukurnya
    :(

  6. 6
    Villam Says:

    hehe…
    tentu saja membaca itu sangat penting.
    di suatu tempat aku pernah bilang, jangan pernah berhenti membaca, belajar dari buku dan tempat lain, melakukan riset dan membuat perbandingan-perbandingan.

    tapi bukan itu yang paling penting. yang paling penting adalah terus dan terus menulis, membuat eksperimen-eksperimen, mencari tahu mana yang baik dan mana yang salah, mana yang berhasil mana yang gagal, belajar dari kesalahan kita sendiri, belajar menerima cacian, belajar bangkit dari kegagalan.

  7. 7
    Danny Says:

    Seperti yang kamu tahu, Villam, membaca dan menulis memang harus dilakukan sejalan dan seimbang. Kalo kebanyakan research malah ga pernah nyoba, dan kalo ga pernah research tulisan kita jadi kerasa ga ada isinya.

    Jadi, dua2nya tetep aja penting dan harus dilakukan, cuma emang harus tahu batasnya berapa sering.

    Danny’s last blog post..Nation Watch: Valkan

  8. 8
    Villam Says:

    seperti yang kamu tahu, danny, kamu benar. :-D
    problemnya adalah, kita sering tidak tahu batas-batas itu. dan biasanya kita akan lebih mudah tahu jika sudah bisa merasakannya sendiri, bukan dari membaca atau diberitahu orang lain.
    seperti yang sama-sama kita tahu. heheh…

  9. 9
    yosi Says:

    Kalau menurutku hal-hal yang penting dalam mengembangkan diri adalah membaca, menulis dan orang lain (pembaca, komentar, nara sumber, orang yang dianggap lebih ahli, dsb). Setuju kalau semuanya harus sejalan. Karena tidak semua orang mampu untuk self-study.

  10. 10
    Feline Says:

    menurutku yang membuat kesan menggurui itu bukan penjelasan kayak semacam tempat atau sistem tertentu.

    Tapi penjelasannya yang isinya pesan moral, menyangkut benar atau salah, dan biasanya opini bukan fakta.

  11. 11
    Villam Says:

    tidak semua orang mampu self-study, yosi? hmm… aku yakin sebenernya semua orang bisa. cuman arah studynya yang kemudian berbeda-beda. sama aja yak? hahahah…

    dan betul, feline. harus dipisahkan antara infodump (penjelasan yang terlalu bertele-tele) dan penjelasan yang menggurui. keduanya sama-sama buruk sih, dan harus dihindari.

  12. 12
    panah hujan Says:

    hahaha.. kocak!

    seperti yang kamu tahu, Villam.. aku selalu mengagumi tips-tipsmu (eniwei, kalimatku ini bernuansa mengguruikah? :P )

    mau dooong les bahasa Indonesia di Kakak ^^

    hahaha!

    panah hujan’s last blog post..* Cerpen – Cinta yang Sia-Sia

  13. 13
    cassle Says:

    Btw bung villam.. Waktu itu kan dirimu pernah post tentang nanowrimo tuh.. nah, april nanti waktunya script frenzy lho! Http://scriptfrenzy.org pengen nyoba sih.. :D

  14. 14
    Villam Says:

    hahahah… michel, gurui aku dong… kayaknya enak punya ibu guru kamu. heheh…

    @cassle, iya, aku tahu april ini ada scriptfrenzy. tapi masalahnya aku juga mesti beresin beberapa project yang belum kelar. kalo nanowrimo november nanti mudah2an bisa ikut.

  15. 15
    panah hujan Says:

    mau ikutan sama Cassle buat nimbrung di scriptfrenzy.. ^^

    Cass.. ajak-ajak gue, napa..

    hehehe.. sama Kak, ajakin saya ikutan nanowrimo ya November nanti :)

    nuhun nuhun..

    panah hujan’s last blog post..* Cerpen – Cinta yang Sia-Sia

  16. 16
    Villam Says:

    iya, michel.
    nanti ingetin aku yak kalo bulan november hampir datang. heheh…

Leave a Reply