cat3Seorang teman bertanya tentang itu di Pulau Penulis, dan di bawah ini adalah jawaban yang saya tulis di sana.

thriller adalah genre, sedangkan suspense adalah plot devices (penggerak plot).

rada susah untuk mendefinisikan thriller, seperti halnya rada susah kita mendefinisikan fantasi sebagai sebuah genre. paling kita bisa menyebut ciri-ciri yang biasanya ada pada thriller, misalnya: bikin jantungan, bertempo cepat, penuh aksi, ada protagonis yang harus menghadapi musuh yang lebih kuat, dan… silakan ditambah sendiri. heheh…

tapi kalo suspense, bisa didefinisikan, yaitu ketegangan yang timbul akibat ketidakpastian dari tindakan2 yang diambil oleh sang protagonis (misal: ketegangan saat dia harus memotong kabel merah atau kabel biru sebuah bom waktu, ketegangan saat protagonis harus memilih dan menjalani jalan A atau B saat dikejar-kejar–seperti contohnya elthewyn–atau ketegangan akibat dia harus memilih cowok A atau B. halah…).

selain suspense, beberapa plot devices lain yang sering dipakai dalam thriller adalah:
cliffhanger (ending novel, bab atau adegan yang menempatkan protagonis dalam kesulitan),
deathtrap (cerita yang menempatkan protagonis di ‘kandang’ sadis dan mengerikan milik sang antagonis, atau tempat di mana tidak ada jalan keluar),
red herring (pengalih perhatian pembaca),
dan yang sudah pasti:
villain (kehadiran antagonis, yang harus lebih superior daripada sang protagonis).

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

17 Responses to “Apa Beda Thriller dan Suspense”

  1. 1
    GigiSehatBadanSehat Says:

    oh..gitu toh artinya…
    tapi kurang suka sih film beginian…kurang romantis…hihihi

    GigiSehatBadanSehat’s last blog post..Topical Spray untuk Ejakulasi Prematur dapat Membuat Intercourse 6 Kali Lebih Lama

  2. 2
    Villam Says:

    hahahah…
    yeah…

  3. 3
    Mantoel Toeink Says:

    Hmm, gw terutama baru tahu yg ttg “villain”. Ternyata spesifik lbh kuat daripada antagonis biasa.

    Yaah, genre thriller-suspense disisipin ama romantis2an mah hancur pace-nya. IMHO. Gw malah lbh suka thriller-suspense ketimbang romance. Asal jgn kayak Saw aja sih filmnya …

    Hehe.

    Mantoel Toeink’s last blog post..Quote Number 2

  4. 4
    akina Says:

    waahh
    itu genre yang paling bikin penasaran sekaligus bikin kina puyenk…
    cukup nonton the stranger bikin kina pusiink banget…

    sereeeem,,
    pantesan antagonisnya hrz lbih kuat.. ahaQ

  5. 5
    Ndyw Says:

    kalau dis ebuah karya semua unsur d atas ada semua gimana dong??

  6. 6
    ubr Says:

    Dari dulu aku pikir suspense itu semacam subgenrenya macam ‘high’nya fantasy, tapi ternyata plot device toh ternyata.

  7. 7
    Villam Says:

    @juun n kinah,
    iya, dalam thriller antagonisnya harus lebih kuat. lha tujuannya emang supaya protagonis dan pembaca ketar-ketir… kalo musuhnya enteng, ya bukan ‘ketakutan’ efek yang didapat pembaca, tapi ‘kejagoan sang protagonis’.

    huhuhu… ‘saw’, baru nonton iklannya aja gue udah ngeri. gue belon berani nonton filmnya. hahahah… nah ‘saw’ itu contoh yang menggunakan plot devices2 di atas, terutama ‘deathtrap’.

    btw, ‘basic instinct’-nya sharon stone kayaknya termasuk romance-thriller tuh. kayaknya pace-nya oke-oke aja tuh. tergantung penulis dan sutradaranya berarti…

    @ndyw, kalo semua unsur di atas ada, ya oke-oke aja. ya itu thriller. jika memang unsur2 itu mampu membuat pembaca atau penonton terkaget-kaget, ya berarti unsur2 itu berhasil dalam tugasnya. hahah…
    walau ada yang bilang sih, penggunaan plot devices2 juga jangan sampe berlebihan. seperti ‘cliffhanger’ misalnya, banyak justru yang gak suka sama ending-ending yang menggantung.

    @ubur, kalo subgenre itu misalnya: action-thriller, horror-thriller, fantasy-thriller, spy-thriller, conspiracy-thriller, dan masih banyak lagi…

  8. 8
    dian k Says:

    Nah, kalo somniterra bisa memenuhi kriteria, nggak?

  9. 9
    Villam Says:

    Hehehe…
    Menurutku termasuk fantasy-thriller juga.
    Romance-fantasy-thriller.
    Cuman begini: sesuatu dianggap sebagai thriller, jika dia berhasil membuat pembaca/penontonnya berdebar-debar.
    Jika gagal, maka itu bukan thriller, atau thriller yang gagal.
    Ya, mudah-mudahan somniterra bisa membuat pembacanya berdebar-debar.

  10. 10
    dian k Says:

    yap, mudah2an :)

    Have a nice weekend, everyone

  11. 11
    Villam Says:

    yea, have a nice weekend.

  12. 12
    Danny Says:

    Hmm…. ukanny di semu cerita antagonisnya harus lebih kut dari protagonis ya? Kalo lemah, protagonisnya ga perlu berjuang lagi dong.

    Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena

  13. 13
    Villam Says:

    normalnya begitu. tapi gue gak bisa bilang semua. karena gak semua cerita isinya adalah perjuangan sang tokoh protagonis kan?

    mari kita liat beberapa contoh genre lain berikut ini: romance, comedy, horror, mystery, fantasy, science fiction, adventure, action, historical, documentary.

    apakah semuanya berisi perjuangan sang tokoh protagonis?

  14. 14
    Danny Says:

    Masih tetep ja sih menurutku. Kaya di genre romance, yang ceritanya (mungkin) sebagian besar soal gimana cara si protagonis bisa dapet hati pujaannya.
    Kalo pujaannya juga gampang “klepek2″ kan, ga seru novelnya.

    Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena

  15. 15
    Villam Says:

    hehehe… iya juga sih.
    mestinya gue bilang begini: gak semua cerita dimaksudkan untuk membuat pembacanya tegang dan ketakutan.

    kayak barusan semalem gue nonton (sekali lagi) film Mr. Bean Holiday. heheheh… itu film komedi indah yang bukan buat tegang-tegangan. yeah… walau ada juga tegangnya sih dikit. tapi itu disebabkan oleh suasana, bukan oleh kehadiran villain.

    ah itu dia… mungkin memang kudu dibedakan antara villain dan antagonis. villain ya simple saja, itu adalah penjahat. sementara antagonis belum tentu. antagonis adalah penghambat protagonis, dan bisa saja tidak berwujud manusia.

    ah, gue mesti belajar lagi ah…

  16. 16
    yosi Says:

    Oh, mengerti…Villam, minta ijin di-save di kompi biar ga lupa ^^

    Eh, itu kucingnya imut banget. Lagi adegan suspense ya? Deg..deg..deg… ^^

    yosi’s last blog post..Potret Keluarga di Kota Terpencil

  17. 17
    Villam Says:

    silakan, yosi. :-)

    btw, diskusi yang muncul di sini mungkin bertentangan hasilnya dengan topik yang dibahas di artikel berikut:
    http://www.rdvillam.com/2009/05/apa-itu-cerita/

    jadi, anggap saja perbedaan tersebut adalah sebuah proses belajar, yang bisa salah bisa benar.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled