Elf Pertama Yang Saya Kenal
Posted by: Villam in Fantasy World, tags: cerita fantasi, makhluk elf, Pulau Penulis
Poor little birdie teased, by Victorian era illustrator Richard Doyle depicts the traditional view of an elf from later English folklore as a diminutive woodland humanoid.
“waktu kecil di bandung, elf pertama yang gue tau adalah seperti ini: beroda empat, bisa memasukkan sampe lebih dari dua puluh penumpang, kalo jalan bener-bener ngeraja, dan jurusannya banyak, bisa ke lembang, ke pengalengan, atau ke soreang… dan lain-lain… yeah… begitulah…”
Jawaban saya ketika ada yang bertanya di forum Pulau Penulis – Fiksi Fantasi Dalam Negeri, seperti apa sosok elf yang kita tahu.
Elf menurut Wikipedia, lihat di sini.





Entries (RSS)
April 3rd, 2009 at 7:44 pm
elf yang gw kenal waktu kecil, sikapnya penuh rahasia, kalu berbadan kecil dan lucu itu jenis elf penghibur. tinggalnya di hutan, seringkali mereka bermain-main sampai pinggiran hutan. seringkali usil tapi juga polos, hingga dapat ditipu oleh manusia.
kalu berbadan indah, tinggi, ramping, kulit berkilauan dan sangat-sangat-sangat menawan, jenis yang memiliki kekuasaan tinggi di negeri elf. punya tugas menjaga kehidupan elf dan wilayah dimana mereka tinggal. Bisa berhubungan secara politis dengan manusia.
semua elf tidak bisa diliat manusia kecuali mereka menginginkannya. Dan punah jika tempat tinggalnya rusak/tercemar…
*ck…jawaban serius*
April 4th, 2009 at 7:20 am
Aha~ha~ha
Aku klo denger elf, bayanganku langsung ke Deedlit-nya Record of Lodoss War
April 4th, 2009 at 11:27 am
heheh…
senang kalo ngeliat elbintang nulis serius…
dasar gnome, aku yakin dirimu pasti memang kenal banyak elf dan makhluk-makhluk aneh lainnya…
@max, perang lodoss yang mana sih?
April 4th, 2009 at 1:28 pm
manga kok Vill, bukan novel
April 5th, 2009 at 11:04 pm
oh… okay…
April 6th, 2009 at 1:22 pm
kok aku ga inget ya elf yang pertama kudengar. cerita anak yang pertama kubaca hanya ttg anak berambut tomat, walau ga sampai habis membacanya wkwkwk
April 6th, 2009 at 1:39 pm
kalo gitu ceritain deh, tentang anak berambut tomat itu. kayaknya menarik… heheh…
April 6th, 2009 at 2:01 pm
Arik…apa yg kamu baca itu crita anak yg rambutnya berubah jadi tomat kerna pernah makan tomat diam-diam? *mencuri maksudnya*
whuaaa…itu bacaan gw kelas 3 SD kalu nggak salah. Bukunya asik banget…
*sambil menulis ini kok ya aku jadi ingat drama-drama fantasy yg kudengar dari kaset*
eh ya, sekarang kok jarang orang bikin kaset drama lagi yah? *OOT*
April 6th, 2009 at 5:31 pm
heheheh… hukuman mencurinya mengerikan ya?
sekarang udah gak ada kaset dongeng model sanggar cerita lagi ya? inget candra kirana…
mungkin, karena sekarang budaya tontonan visual (film) sudah mengalahkan audio dan juga buku. terutama justru di indonesia ya… karena di amrik sono, seperti yang sempet gue singgung di artikel lain, kaset atau cd audio-book (termasuk fantasi) juga tetap berkembang.
April 6th, 2009 at 6:43 pm
euh…mengerikan tapi juga penuh petualangan. Critanya kerna kepanya ada pohon tomat, jadi orang-orang yg doyan tomat memetik dari kepalanya dan itu sanga-sangat sakit sekali…walo di akhir crita cukup mengejutkan
Villam : tentang kaset-kaset drama itu…kayaknya lebih membuat imajinasi anak berkembang dari pada tontonan. Ah, jadi ingat kaset drama “Nawang Wulan”…
elbintang’s last blog post..Putri Api
April 7th, 2009 at 12:07 pm
memetik tomat dari kepala?
uh… menyakitkan pasti ya… seperti kalo rambut dicabut dari kepala…
iya, dengan suara-suara imajinasi bisa lebih berkembang. dan gak cuma anak-anak sih, orang dewasa pasti juga suka berimajinasi begitu… heheh…
April 7th, 2009 at 12:28 pm
duh soal elf ya
aq sempet bingung soal yg satu ini…
-ada yang bilang klo elf itu sama dengan fairy
-ada yg bilang klo elf itu peri hutan
-ada yg bilang juga klo elf itu peri yg jahat
-ada yg mendeskripsikan elf itu sebagai peri kecil dengan pakaian daun dan dua pasang sayap serangga
-ada juga yg menyebutkan bentuknya menyerupai manusia dengan rambut yang kemilau dan berkuping lancip
-ada yg bilang mereka pemalu dan penyendiri
-ada yg bilang juga mereka suka pesta dan kebisingan
ga tw dech yg mana
hehehehhehe
tp klo versi elf pertamaku sih tingkerbell
hehehehheheh
termasuk ga ya
hahahahahhaha
April 7th, 2009 at 1:08 pm
semua itu benar kok, ndyw.
jaman sekarang aja orang-orang kemudian memilah-milah, memisah-misah, meredefinisi. sebagaimana orang jaman sekarang suka memisah-misahkan cerita dalam bermacam genre. heheh…
termasuk juga tinkerbell itu.
salam buat dia…
April 7th, 2009 at 2:48 pm
@ elbintang, endingnya begimana? aku baca cuman sampe dia ngaca terus ngelihat tomat di kepalanya. aku ga bisa lanjutin baca kr temen2 waktu SD ga mau lagi diajakin ke perpust
aku ga berani sendiri kr perpustnya di ruang guru. (sory villam, abis ini pertamakalinya tau ad yg baca buku serupa:P)
April 7th, 2009 at 5:06 pm
elbintang & arik, emang itu buku apa ya? kok aku gak pernah baca waktu kecil?
April 8th, 2009 at 11:52 am
aku ga inget judulnya, yang jelas itu salah satunya cerita yang membekas di otakku hingga sekarang,membuatku merinding *maklum masi anak kecil
April 8th, 2009 at 12:03 pm
hooo…
waktu kecil dulu ngeri liat pocong di film warkop… sekarang malah ketawa (mentertawakan…) semua-semua yang menghadirkan pocong… heheh…
uh… OOT…
April 8th, 2009 at 9:03 pm
endingnya : ternyata semua itu cuma mimpi …
aku dulu punya buku ini, tapi kerna gudang pernah di bongkar, jadinya udah kemana-mana tau…
Arik, aku juga surprise ada yg pernh baca buku itu, kerna bacaan SD tea
judulnya aku lupa, Villam
elbintang’s last blog post..Putri Api
April 8th, 2009 at 10:27 pm
elbintang,
aq baca itu juga! aq inget soalnya jadi parno makan tomat dan diomelin, heheheh
April 9th, 2009 at 9:06 am
ternyata semua cuman mimpi?
halah…
heheheh… ternyata banyak juga yang baca ya…
April 11th, 2009 at 9:58 am
oh, cuman mimpi toh, tapi format cerita anak emang gitu yak. pertama seting cerita beserta detail kenalakan, terus sebuah hukuman dan akhirnya sadar. hmmm… (ga berasa apa format ceirta bikinan sendiri
)
juga sama
hehehee….
mocca_chi’s last blog post..Takdirkah?
April 11th, 2009 at 10:46 am
cerita dewasa pun pada dasarnya punya formula serupa kok, cuman konfliknya dibikin lebih dalam dan berbelit…
April 12th, 2009 at 1:39 pm
wah, Mbak Dian juga pernah baca…*so surprised*
heuheu efek tiap-tiap yg baca ternyata beda-beda ya? kalu gw malah beneran jadi suka banget makan tomat dan berharap ntar bangun2 ada pohon tomat yg tumbuh di kepala gw…:D
ada yg sudah/sedang baca ABARAT dan Tintenherz inkheart gk ya, sekarang?
semakin OOT
April 12th, 2009 at 5:07 pm
aku baca bab-bab pertama abarat dan inkheart di gramedia, berhubung udah ada yang disobek sampulnya, tapi belum tergerak buat beli.
abarat unik, ditambah lagi ada ilustrasi2 yang aneh di dalamnya. sementara inkheart belum ketemu yang bener2 unik di bab pertamanya, walau gaya cornelia funke cukup enak buat dibaca. kenapa el, ada elf juga di sana? hahahah…
April 12th, 2009 at 5:35 pm
inkheart = cornelia funke?
waahh… inget novel fantasi penunggang naga yg dulu kuceritain, vil? kyknya itu bukan funke deh …
April 13th, 2009 at 12:11 pm
drachenreiter, bukan? yang sampulnya warna biru?
itu bener tulisan funke…
April 13th, 2009 at 5:50 pm
Villam, iya, di inkheart (ikh ternyata lagi2 trilogi) ada elf
… (iya punya Cornelia Funke, mbak Dian)
April 14th, 2009 at 12:06 pm
ntar aku coba baca lebih banyak, elbintang.
mungkin sambil menjadikan toko buku gramedia sebagai taman bacaan, kalo seandainya belum mampu buat beli bukunya. heheh…
btw, bapaknya dipanggil dengan nama ‘Mo’. lucu juga…
April 14th, 2009 at 6:30 pm
heuheu…
gramed kalibata *kalu gak salah ingat* di catatan gw emang plangnya jadi taman bacaan, saking boleh santai berjam-jam baca di sana…
iyah. Namanya Mortimer dipanggil anaknya ‘Mo’.
Abarat dan Inkheart, 2 buku yg punya ide unik, gaya menulisnya juga lancar, cuma kok ya…critanya tidak membuat pembaca greget, ya? *wonder, deh*
April 14th, 2009 at 9:58 pm
ha…
jangan cuman wonder, ceritakan dong alasannya, elbintang.
April 21st, 2009 at 7:50 am
Masa sih, El? Aku malah pengen beli Abarat (kalo udah punya duitnya tentu
)
Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena
April 21st, 2009 at 12:16 pm
lha, danny, elu sendiri alasannya apa pengen beli abarat?
May 3rd, 2009 at 7:54 pm
Habis baca review dari temen, jadi tertarik.
Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena
May 3rd, 2009 at 9:03 pm
hehe…
elu beli dong, trus bikin reviewnya juga.
May 6th, 2009 at 12:39 pm
Tenang aja. Kalo udah baca, pasti direview.
Masalahnya kapan bisa baca, itu aja.
Danny’s last blog post..Nation Watch: Selena
May 6th, 2009 at 1:29 pm
hyahahahah… iya…
selalu lebih senang menulis daripada membaca.
May 10th, 2009 at 1:43 pm
Elf sama liliput beda, ya?
yosi’s last blog post..Potret Keluarga di Kota Terpencil
May 10th, 2009 at 9:38 pm
kayak di cerita Guliver di Negeri Liliput?
hmm… aku pikir kayaknya sama aja…
May 28th, 2009 at 1:20 pm
kayaknya beda deh Villam
liliput semacam hobbit deh, menurutku
Dany : makanya gw pengen tau kalau udah ada yg baca. Maklum baca novel tinteherz dan abarat sekalian. Kerna tintenherz plan, jadi gw baca selangseling sama abarat. suka banget sama peta dan sejarahnya tapi…dicritanya brasa ada yg kurang…
*ada yg dah baca Maximum Ride? (trilogy, lagi-lagi)
May 28th, 2009 at 1:30 pm
ada yang bilang liliput itu dwarf. heheh…
maximum ride? hehe… belon baca juga…
May 28th, 2009 at 1:40 pm
dwarf ya?
hiks…ternyata maximun ride bukan trilogy tapi berseri entah sampai berapa…(baru baca sampe yg ke3)
dibandingkan trilogy trudi canavan (black magician), Maximum Ride lebih lumayan *menurutku*
May 28th, 2009 at 1:55 pm
hoo… menarik.
kayak gimana tuh el, maximum ride dibanding the magician, mana kelebihan dan kekurangan keduanya?
May 28th, 2009 at 2:53 pm
he.he. sebenarnya jenis tulisannya beda. satunya fantasy dunia sihir, satunya genre sci fie,
satunya POV 3, lainnya POV 1. Rada gak objectif kali ya, kalu mbanding-in.
ato kalu mbandingin…sekalian saja…
twilight series, black magician trilogy dan Maximum Ride series …
twilight series : critanya terkesan tidak berkembang padahal 4 series. ugh! boring-bosan.
Black Magician Trilogy : pembangunan karakter masing-masing tokoh tidak sejalan dengan umur yang dimaksud. Terlalu kekanak-kanak-an menurut gw, hingga pas buku ke 3 ada adegan adultnya, gw kaget…untungnya pembaca diingatkan lagi umur para tokoh. untuk harap maklum
)
Tokohnya jadi terlalu tidak berdaya, musuhnya terlalu digdaya tapi pas ketemu nggak ada adegan jebar-jeber yang membuat pembaca deg-deg plash
kalu nonton film bilangnya “ah segitu doang” gila aja dari buku 1 pembaca dipersiapkan menghadapi lawan yg digdaya, eh ternyata pas ketemu eksekusinya segitu aja…
Tokoh-tokohnya juga susah diingat, kerna nggak unik-unik banget.
kerennya ada twist pada plot dari buku 1-2 ke buku 3. keren.
Maximum Ride : Karakter masing-masing tokohnya kuat. Adegan per adegan juga diramu dengan banyak bumbu ‘rasa’. Tokoh uatamanya yg dari umur 6 tahun sampe 14 tahun, punya ciri khas yang unik. persoalan eksternal dan internalnya pun diramu pas. Walo lawannya rada-rada garing, itupun bisa dimaklumi secara lawannya adalah ilmuwan bukan manusia super duper.
Jeleknya : kerna critanya di US, aneh pun menjengkelkan logika, kok ya tidak ada intervensi pemerintah lebih jauh padahal critanya “kawanan burung” max itu sudah sempat direkam oleh media.
*di sini kredit point to J.K Rowling to her Harpot yg dipikirkan sampe ke konsekuensi panik massal*
ha.ha…gw bukan reviewer yang baik sih, Villam…
May 28th, 2009 at 5:19 pm
hehe… reviewnya lumayan kok.
hmm… twilight. ceritanya tidak berkembang kenapa ya?
kalo magician itu, asik juga ada adegan adultnya. heheh. tapi iya sih, kalo final battlenya gak seru, kesannya ada yang kurang. aku juga pernah punya masalah yang sama di ceritaku.
maximum ride, kayaknya pas kalo mau dijadiin film tuh. di film hollywood kan logika semacam itu bisa dikesampingkan. heheh… tapi kalo di novel yang ruangnya lebih lebar, mestinya logika itu harus ada.
May 28th, 2009 at 5:40 pm
maximum ride : mungkin di buku yg selanjutnya kali, Villam. gw kan baru baca sampe buku 3.
Dany : abarat gw baca lagi deh kalu ada waktu. dan mencari tahu apa permasalahan baca gw di buku itu
ternyata bisa se OOT ini ya
May 28th, 2009 at 5:43 pm
yep. OOT. tapi biarin deh. masih menyangkut tulis menulis. hehe…