Apa Itu Plot
Posted by: Villam in Tips Menulis, tags: menulis cerita, menulis novel, plot cerita
Menyambung kuliah sebelumnya yang memancing pemberontakan para siswa di Apa Itu ‘Cerita’, Pak Guru nekat memberikan pelajaran berikutnya: apa yang dimaksud dengan plot.
Kali ini dia tak mau berbasa-basi dan langsung mengajukan sebuah definisi. Menurutnya, plot adalah rentetan atau rantai kejadian dalam cerita yang memiliki hubungan sebab akibat. Tak ada cerita jika tak ada plot. Tak ada plot jika tak ada sebab akibat.
Contoh soalnya adalah sebagai berikut:
Lihat dua kejadian ini, manakah yang mengandung plot?
A. ‘Sarimin pergi ke pasar’
B. ‘Sarimin pergi ke pasar untuk mencari pembunuh bapaknya’
Jawaban yang benar adalah B, di mana B adalah akibat dari kejadian sebelumnya, dan menjadi sebab untuk kejadian berikutnya (sebut saja kejadian C. ‘Sarimin mencakar seorang hakim yang sedang berjalan-jalan di pasar; hakim yang baru saja memvonis bebas pembunuh bapaknya’). Dari hubungan sebab akibat antara tiga adegan ini terbentuklah plot.
Masalah berikutnya, bagaimana jika kita punya dua adegan semacam A dan B dalam cerita kita?
Pak Guru memberikan solusi sederhana (karena dia tak mau pusing-pusing dan mungkin dia seorang yang kaku). Katanya, “Jika menemukan adegan tanpa alasan seperti A, buanglah seperti sampah, karena itu tidak penting dan tidak pula logis, betapapun indah dan berbunga-bunganya dia. Atau, buatlah kejadian A menjadi kejadian B. Sebagai pembaca saya tidak mau membuang-buang waktu membaca adegan yang tidak mengandung sebab akibat, tidak mengandung konsekuensi-konsekuensi.”
Ini terkait dengan pendapat dia yang lain, “Yang paling penting dalam sebuah cerita adalah alasan. Setiap adegan, kejadian atau tindakan harus memiliki alasan kenapa hal itu bisa terjadi atau muncul dalam cerita, dan alasan itu haruslah lebih baik daripada sekadar ‘suka-suka penulis’. Tidak masalah jika seorang penulis hendak menulis adegan tidur, bermimpi, bercinta, bangun, mandi, sarapan, berdandan, bercanda, bercerita, melamun, bersekolah, berjalan-jalan, menonton film, berkelahi, bertempur, membunuh atau bahkan mati, asalkan … ada alasan-alasannya kenapa itu harus ada, yang penting dan dan bisa diterima.”
Tentu saja, itu hanyalah pendapat pribadi Pak Guru, yang seperti biasa rentan mengundang sinisme (“begitu aja kok repot? Sok tau bin belagu lo!”) dan pemberontakan (“awas, gue kempesin sepeda lo nanti!”) murid-muridnya. Kejadian B di atas juga hanya contoh.
Maka untuk meredam agresivitas para murid tersebut, Pak Guru mempersilakan mereka untuk membuat alternatif-alternatif untuk kejadian B, misalnya:
- ‘Sarimin pergi ke pasar untuk mencuri buah pisang favoritnya’
- ‘Sarimin pergi ke pasar untuk membantu majikannya mencopet’
- ‘Sarimin pergi ke pasar untuk menyambangi pujaan hatinya, si penjual tempe’
- ‘Sarimin pergi ke pasar untuk bermain catur dengan Sarimun’
- dan lain-lain kejadian yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari muridnya, supaya mereka senang sekaligus tidak pusing.
Masalahnya, masalah tidak berhenti sampai di situ. Selanjutnya, yang tidak kalah penting, bagaimana caranya membangun plot?
Apa boleh buat, terpaksa topik tersebut harus dibahas di lain kesempatan. Pak Guru baru saja melihat ‘Bat Sign’ di langit (langit malam; ini kuliah malam ya, jangan salah), dan berhubung dia percaya bahwa dirinya adalah Batman, maka dia merasa harus segera pergi ke gua kelelawarnya (di mana pun itu berada, tentu saja itu rahasia). Mengenai bagaimana dia bisa mempunyai kepribadian ganda atau hanya sekadar halusinasi, itu cerita lain.
Salam.
Villam
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



Entries (RSS)
May 28th, 2009 at 2:55 pm
Lah, aku bikin adegan cewek mandi ga ada alasannya, masa harus dibuang??
Danny’s last blog post..Ancient magic: Elements
May 28th, 2009 at 5:21 pm
kalo itu jangan dibuang. gue mau liat. heheh…
May 29th, 2009 at 3:48 pm
Yah, malah gak boleh dibuang krn ada yg mau liat. Lol. Egois kamu, Llam. Lol.
Hehe.
Mantoel Toeink’s last blog post..Syukur deh …
May 29th, 2009 at 5:09 pm
heheheheh.
kan mesti diliat dulu, adegan mandi itu bagus atau enggak, perlu atau enggak. heheh…
May 29th, 2009 at 5:19 pm
kurasa adegan mandi yg sensual termasuk bumbu serba guna yg bisa dipakai ke berbagai cerita. (asal jgn cowo yg lg mandi ya, wkwkwkw).
Penggunaannya bisa saat cerita sedang membosankan dan sedikit dragging. Sebuah bathing scene yg wellput bisa membantu membuat mata pembaca ‘melek’. setidaknya sampai adegan menarik berikutnya hehehe…
Ngomong2 ini topic nya Apa itu Plot kok jd bahas yg ‘basah basah ?
serpentwitch’s last blog post..http://www.felgirth.com (Game – in depth explanation)
May 29th, 2009 at 5:32 pm
nah, itu memang alasan yang bagus untuk memasukkan sebuah adegan semacam itu. untuk mengatur tempo cerita, seperti yang sebelumnya pernah dibahas di sini:
http://www.rdvillam.com/2009/01/bagaimana-mempercepat-dan-memperlambat-tempo-cerita/
good point, serpent.
May 29th, 2009 at 11:21 pm
padahal adegan mandi cwok jg bkin melek.. ahahah
May 30th, 2009 at 7:17 am
biar lebih melek lagi adegan cowo ama cewe mandi bareng.. xixixixixiiii….. tapi kira-kira apa ya alasan dan latar belakang mereka mandi bareng?? takut mandi sendirian kali ya,, secara mandinya tengah malam buta.. lha ngapain juga mandi tengah malam buta?? hayoooo… karena berhari-hari belum mandi mungkin,, dan baru punya kesempatan mandi malam itu..
Yah kira-kira seperti itu ya,, harus selalu ada alasan untuk setiap adegan..
May 30th, 2009 at 8:01 am
heheh… betul betul, zeta…
kira-kira seperti itu.
May 30th, 2009 at 8:42 am
halo villam, lama ga mampir kesini,
bagaimana kalau sarimin pergi kepasar hanya karena ia harus ke pasar? apakah itu bisa disebut sebab akibat? hiii
mocca_chi’s last blog post..Saat Tergelap WaktuMalam
May 30th, 2009 at 8:50 am
lho? kalau disebut ‘harus’ ya berarti ada alasan lain.
nha alasan lainnya itu apa?
May 30th, 2009 at 5:09 pm
aq sih lebih suka adegan cowo ma cewe buka baju di kamar heu…
berseni kan
hehehhehehheheh
May 31st, 2009 at 9:16 am
hmm…
jangan mancing-mancing gue, ndyw… hehe…
May 31st, 2009 at 11:01 am
Ow, great.
kumpulan mahluk mesum….
++’
May 31st, 2009 at 11:42 am
Kayak gak ada alternatif lain buat mempercepat ato mengisi kekosongan sementara selain dengan adegan mandi ato buka2an.
Efek samping kebanyakan nonton anime???
Hehe.
June 1st, 2009 at 4:00 am
tapi klo baca harpot ato LOTR adegan2 itu pasti ada(maksudnya makan, mandi, de el el)
tapi emang sih semua adegan itu ada maksudnya githu…
June 1st, 2009 at 10:50 am
kl LOTR sih maksudnya dipertanyakan. Secara semua adegan kegiatan sehari2 yang diuraikan detil itu tak ada pengaruh atau gunanya terhadap jalinan plot cerita selain membuat pembaca lelah. (or is that the answer? hehe)
serpentwitch’s last blog post..http://www.felgirth.com (Game – in depth explanation)
June 1st, 2009 at 11:30 am
@mantoel: beberapa th terakhir fanservice dlm
Anime memang semakin berlebihan. Misalnya ‘saki’, yg di’tonjol’kan selain mahjong (inti cerita) adl bagian tertentu tubuh manusia (‘oppai’ heheh).
Tapi itu masih kalah jauh kalau dibandingkan sama ‘strike witches’ atau ‘queen blade’ …
@vil: a itu cerita, b itu cerita berplot! Kata murid keras kepala
@serpent: setuju! Memang aku gak berjodoh sama gaya menulis Tolkien.
Enaknya pilih mana? Fanservice/adegan gak jelas (tp menarik) atau penjelasan/backstory sbg filler jika sebuah bab terasa kurang panjang?
June 1st, 2009 at 12:17 pm
dibanding dua itu?
yang masih mendingan fanservice (yang gak jelas, tapi paling tidak menarik). syaratnya, gue termasuk ke dalam fans tersebut. kalo gak ya tetep aja gak menarik. heheh.
kalo backstory yang hanya dimaksudkan sebagai filler mah anggap aja itu senjata bunuh diri.
June 1st, 2009 at 8:06 pm
iya jg ya…
LOTR terlalu bertele-tele
hehehehhehe
(meskipun ga berhak berkata demikian :p )
pokoknya githu dech
June 2nd, 2009 at 12:09 pm
kenapa gak berhak, ndyw?
sebagai pembaca kita berhak bicara apapun kok.
June 2nd, 2009 at 6:37 pm
hohohohoho
kan takud d marahin om tolkien d dunia sana…
June 2nd, 2009 at 11:47 pm
kalo dia marah, ketawa aja…
June 8th, 2009 at 8:52 pm
Kalo dia marah, lari dong. Orang udah mati bisa marah2 ama kita.
Danny’s last blog post..Lenne Vallenda
June 9th, 2009 at 4:06 am
Kalau beliau menyuruh Nazgûl untuk mengejar terus kita lari kemana?… Ada yang tahu lokasi Rivendell?
ubr’s last blog post..Tokoh Harry Potter yang cocok kamu perankan…
June 9th, 2009 at 12:06 pm
jiah…
ke OOTan masih berlanjut ya…
ahay…
June 9th, 2009 at 12:08 pm
@danny, kalo dia bisa marah sama kita, ya berarti kita juga udah mati dong. heheh…
@ubr, rivendell? ah… kayaknya pernah ke sana… tapi ingatan gue kayaknya udah dihapus, entah oleh siapa… Agent J, atau Agent K?
*beuh, jadi gabungan LOTR dan Men In Black?
@ndyw, hehe… iya… jadi malu…
June 15th, 2009 at 3:37 am
Itu hanya perasaanmu saja, Agent V !
*memasukkan kembali ‘Neuralyzers’ ke dalam baju*
ubr´s last blog ..Tokoh Harry Potter yang cocok kamu perankan…
June 15th, 2009 at 12:10 pm
July 20th, 2009 at 1:24 pm
Salam. thanx 4 artikel di atas. baik artikel ataupun komentar sangat berguna bagi yg baru mo mulai/blajar mnulis sprti sy. sy masih bingung mngenai plot..butuh bacaan lanjut nih… btw, ada nga yg punya buku/ebook dgn judul : Plot, penulisx : Ansen dibell? klo ada yg punya…klo bisa d share ama kita2 ini…..soalx dah ga di cetak lg kata penerbitx..thanx
July 21st, 2009 at 12:17 pm
salam, arman.
silakan kalo ada yang tau buku yang dimaksud, pasang linknya di sini. heheh…