Secangkir Teh Untuk Davagni
Posted by: Villam in Cerita, tags: Akkadia: Gerbang Sungai Tigris, Davagni, NergalDavagni : Agak sedikit pahit, dan hambar.
Nergal : Benarkah? Tidak cocok untuk lidah batumu?
Davagni *tertawa* : Masalahnya bukan di aku. Tetapi apa kau tidak malu tidak bisa berbuat lebih baik setelah belajar satu milenium? Atau, mungkin memang itu kutukanmu, tidak akan bisa membuat teh yang baik sampai kapan pun. Mungkin kau memang harus menerimanya, bahwa itu bukan bakatmu.
Nergal : Mungkin, tetapi kau tahu aku tidak akan berhenti mencoba.
Davagni : Baik, akan kutunggu. Kau mau mengundangku lagi di masa berikutnya?
Nergal : Kita memang harus selalu bertemu, bukan? Untuk menjaga tali persaudaraan, dan … tentu saja, bertukar informasi tentang pencapaian manusia berikutnya.
Davagni : Masih dengan ambisimu yang lama?
Nergal : Tugas, Davagni, tugas. Itulah kenapa aku ada. Membukakan pintu untuk mereka. Hei, kau sudah jalan?





Entries (RSS)