Prediksi Laga 16 Besar Piala Dunia 2010
Posted by: Villam in Piala Dunia 2010, tags: Piala Dunia, sepakbolaSetengah bulan berlalu. Akhirnya kita mendapatkan 16 tim yang layak dan beruntung lolos ke babak perdelapan final. Awalnya saya sempat khawatir piala dunia kali ini akan menjadi salah satu yang paling membosankan setelah melihat 32 partai pertama. Kebanyakan tim main bertahan, dan terlalu banyak kartu merah (sebagian tidak layak dikeluarkan menurut saya) yang membuat tim-tim yang dirugikan menjadi main semakin bertahan. Setiap mau bertanding jadinya selalu muncul lelucon ‘hayo, malam ini siapa yang bakal dikartumerah? siapa yang sial?’.
Untungnya 16 partai terakhir babak penyisihan grup menghadirkan kejadian-kejadian penuh drama, mengejutkan, menyedihkan sekaligus mengasyikkan, yang ditandai dengan tersisihnya Italia, Juara Dunia 2006, dan runner-upnya, Prancis. Lalu, tim-tim dari Afrika yang digadang-gadang bakal mengejutkan dunia, ternyata gagal dan hanya Ghana yang lolos. Justru Asia yang sukses dengan masuknya Korea Selatan dan Jepang ke babak 16 besar. Pasukan dari Eropa rata-rata mengecewakan, sebaliknya semua jagoan dari benua Amerika–kecuali Honduras–meluncur mulus.
Sehingga pertanyaan yang kemudian muncul adalah: Apakah tim-tim dari Amerika Latin akan kembali sukses seperti di babak grup? Apakah tim-tim besar yang tersisa dari Eropa masih bisa bertahan? Atau justru sebaliknya akan kembali muncul kejutan, dari Korsel, Jepang, Ghana, atau malahan Slowakia–tim kejutan dari Eropa yang menyingkirkan Italia?
Sulit diprediksi. Tetapi justru di sinilah asyiknya. Jika melihat sejarah piala dunia, beberapa kejutan biasanya bakal tetap terjadi di babak 16 besar dan juga 8 besar. Barulah nanti di babak semi final dan final, negara-negara yang memiliki tradisi kuat (alias mereka-mereka yang biasa menang, yang ‘elu lagi, elu lagi’) yang akan memenangkan pertarungan.
Lalu bagaimana prediksi saya? Mari kita lihat pertandingannya satu persatu.
—
Uruguay vs Korea Selatan
Uruguay tampil konsisten di babak grup. Pertahanan mereka yang dipimpin oleh Diego Lugano cukup kuat. Buktinya gawang mereka belum kebobolan sampai sekarang! Di depan Diego Forlan, Edinson Cavani dan Luis Suarez tetap jadi andalan.
Sebaliknya Korsel tampil mengesankan di dua pertandingan, tetapi kalah kelas saat melawan Argentina. Permainan heroik dan cepat bakal tetap jadi ciri khas, dengan mengandalkan Park Ji Sung, Park Chu Young dan Lee Chung Yong.
Pertandingan bakal ketat, kedua tim sama kuat. Uruguay punya kualitas individu yang sedikit lebih baik, tetapi jika Korsel bisa belajar dari kekalahan mereka saat melawan Argentina, dan terus bertarung sampai menit terakhir sesuai ciri khas mereka, saya yakin Korsel punya peluang besar.
Prediksi saya, skor tipis 2-1 atau 1-0, buat Korea Selatan. Sentimen Asia sedikit berbicara.
—
Amerika Serikat vs Ghana
Tidak salah jika menyebut Amerika Serikat sebagai tim paling heroik pada piala dunia kali ini. Tertinggal lawan Inggris, mereka bisa menyamakan kedudukan. Juga saat melawan Slovenia, mereka bisa mencetak dua gol balasan di menit-menit akhir. Terakhir, lolos melalui gol injury-time saat melawan Aljazair. Dan pahlawan terbesar mereka siapa lagi kalau bukan Landon Donovan. Ia bakal kembali jadi andalan, ditemani oleh Clint Dempsey, Jozy Altidore dan Michael Bradley.
Lawannya Ghana, beruntung lolos dari fase grup walaupun kalah dari Jerman, karena mereka bisa saja tersingkir jika Serbia bisa mencetak gol saat melawan Australia di saat-saat terakhir. Mereka punya permainan cepat dan fisik pemain yang kuat, dengan pemain-pemain semacam Asamoah Gyan, Kwadmo Asamoah, Andre Ayew dan John Mensah. Namun mereka dikritik karena hanya bisa membuat dua gol penalti di babak grup.
Pertandingan keras dan alot akan berlangsung sejak awal. Dengan modal pertahanan yang sama-sama tangguh, keduanya bakal sulit dibobol. Bisa jadi adu penalti pertama akan terjadi di sini.
Tetapi jika berjalan normal, skor akhir 1-0 atau 2-1, buat Amerika Serikat.
—
Argentina vs Meksiko
Argentina melaju mulus dengan 3 kemenangan dari babak grup, dan lebih dari itu, dengan gaya bermain menyerang yang mengesankan. Mereka punya dua penyerang terbaik pada diri Gonzalo Higuain dan Lionel Messi, gelandang Javier Mascherano, Juan Veron dan Jonas Guttierez, dan tiga bek kawakan tangguh: Martin di Michelis, Walter Samuel dan Gabriel Heinze. Di grup, mereka tidak punya lawan seimbang.
Meksiko tentu saja berbeda. Mereka juga punya skill khas latin, dan mereka juga sangat memahami gaya permainan Argentina. Pemain-pemain muda seperti Carlos Vela, Giovani dos Santos dan Javier Hernandez bisa berkolaborasi apik dengan veteran-veteran semacam Guile Franco, Cuauhtemoc Blanco, Gerardo Torrado dan Rafael Marquez.
Kedua tim akan saling menyerang, dan pertandingan bakal berjalan sangat menarik. Namun pada akhirnya, saya rasa Argentina tetap punya kualitas lebih untuk menang.
Skor akhir 2-1 atau 2-0 untuk tim Tango.
—
Jerman vs Inggris
Jerman bakal melalui partai klasik ini dengan sedikit kekhawatiran karena kemungkinan besar Bastian Schweinsteiger, motor lini tengah, tidak tampil karena cedera hamstring. Untungnya Miroslav Klose sudah bisa main lagi setelah lepas dari hukuman kartu merah, dan ia akan disokong oleh Lukas Podolski, Mesut Ozil, Thomas Mueller, Sami Khedira dan Philipp Lahm. Sejauh ini Jerman tampil cukup konsisten, dan tinggal menjaga agar jangan sampai kejadian kartu merah Klose terulang.
Lawannya, Inggris, masih berusaha menemukan permainan terbaik. Di depan Wayne Rooney akan didampingi oleh Jermain Defoe, dibantu terutama oleh Steven Gerrard, Frank Lampard, Gareth Barry, John Terry, Glen Johnson dan Ashley Cole. Sebagai tim mereka belum kelihatan padu, masih mencari bentuk dan terlalu statis. Gerrard sudah banyak bekerja keras, tetapi Rooney masih mandul.
Pertarungan akan berlangsung keras dan sengit sejak awal, dan berpotensi untuk tetap imbang sampai akhir hingga harus diselesaikan melalui adu penalti.
Jika berjalan normal, skor akan tipis, 1-0, untuk keunggulan Jerman.
—
Belanda vs Slowakia
Sejauh ini Belanda adalah tim Eropa yang tampil paling konsisten, menang dalam semua 3 pertandingan penyisihan mereka. Dan kini mereka mendapat tambahan moral luar biasa berkat sembuhnya Arjen Robben. Bersama Robin van Persie, Wesley Sneijder dan Rafael van der Vaart, keempatnya membentuk barisan penyerang yang paling berbahaya di dunia, kapabel membuat banyak gol jika mereka sedang beruntung. Tinggal barisan belakangnya saja yang belum teruji lawan tangguh.
Sementara itu Slowakia baru saja membuat sejarah gemilang dengan mengalahkan Italia. Tampil kurang bagus di dua pertandingan awal, tetapi kemudian menajam di pertandingan terakhir. Marek Hamsik tetap jadi andalan di lini tengah buat menyokong striker Robert Vittek yang telah mencetak tiga gol. Di belakang ada bek tangguh Martin Skrtel.
Seperti biasa Belanda akan berusaha mengendalikan permainan dengan penguasaan bola mereka, sementara Slowakia bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Pertandingan akan ketat, tetapi jika Belanda tampil sabar, mereka akan menang.
Skor 2-1 atau 2-0, untuk Belanda.
—
Brasil vs Chile
Brasil lolos dengan mudah dari babak grup, walaupun dengan permainan yang tidak terlalu mengesankan seperti reputasi mereka. Bagusnya, mereka punya keunggulan individu di hampir setiap posisi dibandingkan dengan tim lain, dan dalam keadaan terjepit mereka bisa memenangkan pertandingan. Luis Fabiano, Robinho, Kaka, Elano, Felipe Melo, Gilberto Silva, Maicon, Michel Bastos, Lucio, Juan dan Julio Cesar akan kembali mengisi starting eleven.
Chile menampilkan penampilan menyerang yang memikat selama babak penyisihan, bahkan dengan 10 pemain pun mampu melawan Spanyol dengan gagah berani. Di depan mereka akan kembali mengandalkan Humberto Suazo, Jean Beausejour, Mark Gonzalez, Alexis Sanchez, Matias Fernandez dan Jorge Valdivia.
Kedua tim sudah sering bertemu di Amerika Latin dan sudah saling mengenal. Chile akan melawan dengan keras, tetapi keterampilan individu pemain-pemain Brasil akan menjadi pembeda.
Brasil akan menang dengan skor 2-1 atau 2-0.
—
Paraguay vs Jepang
Paraguay bermain bagus di dua pertandingan awal, tetapi sedikit menurun di penampilan terakhir, bisa jadi karena mereka tidak terlalu ngotot lagi. Mereka tangguh di belakang, tetapi seringkali mandul di depan. Roque Santa Cruz tetap jadi andalan, dibantu oleh Nelson Valdez, Cristian Riveros, Paulo da Silva dan Oscar Cardozo.
Jepang, justru menutup babak penyisihan dengan penampilan cemerlang saat menghantam Denmark. Agresif, cepat dan berbahaya dalam melakukan tendangan bebas. Keisuke Honda jadi jagoan di depan, didukung oleh Makoto Hasebe, Daisuke Matsui dan Yasuhito Endo. Di belakang ada benteng Yuji Nakazawa dan Marcus Tulio Tanaka.
Akan jadi pertandingan yang menarik, dan semoga Jepang bakal tetap memilih gaya menyerang, tidak seperti dua pertandingan awal saat mereka masih belum terlalu pede.
Skor akhir, sepertinya 2-1, dan saya memilih Jepang. Tidak hanya karena sentimen Asia, tetapi karena mereka memang seharusnya bisa.
—
Spanyol vs Portugal
Juara Eropa Spanyol mengawali babak grup dengan hasil buruk, namun akhirnya berhasil lolos berkat dua kemenangan. Mereka tetap menjadi favorit, karena walaupun sering kurang beruntung, mereka selalu menampilkan permainan menyerang nan cantik. David Villa dan Fernando Torres tetap jadi andalan di depan, didukung oleh Xavi Hernandez, Andres Iniesta, David Silva, Jesus Navas dan Cesc Fabregas.
Portugal tampil dahsyat saat mencukur Korea Utara, tetapi ompong dan kurang darah saat melawan Pantai Gading dan Brasil, menunjukkan bahwa mereka punya potensi hebat namun seringkali justru tampil di bawah form. Dan itu termasuk Cristiano Ronaldo yang jika menemukan jalan buntu kemudian jadi lebih sering tampil individual. Ronaldo tetap jadi kartu as tentu saja, dan ia bakal dibantu oleh Simao Sabrosa, Hugo Almeida, Tiago, Danny, Raul Meireles, Pepe, Ricardo Carvalho dan Bruno Alves.
Kedua negara tetangga ini adalah musuh tradisional di sepakbola. Dikenal punya tim yang cemerlang tetapi selalu gagal dalam sejarah Piala Dunia. Pertandingan akan menarik karena kedua tim akan saling menyerang.
Skor akhir tipis, 2-1 atau 1-0, atau bisa juga melalui adu penalti. Saya rasa Spanyol akan tetap unggul.
—





Entries (RSS)
June 27th, 2010 at 9:35 am
setuju Jerman menang
.-= Ina´s last blog ..The Prince of Africa – Kevin Prince Boateng =-.
June 27th, 2010 at 10:19 am
ah terbukti tadi malam dua prediksi gue meleset. uruguay dan ghana yang lolos. hueheheh…
June 27th, 2010 at 3:40 pm
Aye juga setuju. Awal-awal Piala Dunia ini sangat mencemaskan. Banyak yang main bertahan dan ternyata sanggup menahan tim-tim besar, banyak yang di luar dugaan (Inggris!). Inter yang mengagungkan defense juga muncul jadi juara Champion.
Tapi lihat akhirnya: yang masuk 16 besar adalah tim-tim dengan filosofis menyerang. Bahkan tim dewa bertahan juga gugur (Italia).
Yah, sepertinya kita bisa berharap permainan ekstra menyerang dan seru seperti yang diperagakan Uruguay vs Korsel kemarin. (Ghana vs AS gag nonton sih). Dan semoga banyak gol.
June 27th, 2010 at 7:18 pm
Ghana vs AS lumayan seru juga kemaren. dan sebenernya AS punya peluang setelah menyamakan kedudukan jadi 1-1 di babak kedua, sayang mereka kemudian mengendur dan membuang momentum. ketika Ghana unggul lagi jadi 2-1 di awal babak perpanjangan waktu, AS gak bisa bangkit lagi.
ttg Italia, sebenernya kalo mau mereka bisa tampil menyerang. mereka kapabel buat itu. buktinya bisa diliat pas mereka menyerang Slowakia habis2an di 10 menit terakhir. cuman ya itu, kayaknya sejak awal mereka mentalnya emang mental bertahan. mereka lebih percaya pada gaya bertahan daripada menyerang.
June 28th, 2010 at 12:58 am
Sebenarnya gak ada masalah dengan taktik bertahan juga sih. Dan kunilai masalah sebenarnya dari Italia adalah regenerasi. Sejak Del Piero, Inzaghi, Totti, dan Vieri out, andalan lini depannya ilang semua. Iaquinta dan Gillardino gak cukup bagus. Luca Toni gak tau ke mana.
Beknya juga kurang regenerasi ampe Cannavaro masih (terpaksa) diandalkan. Nesta cedera.
Tengahnya juga asli cuma mengandalkan Pirlo lagi untuk masalah serangan. Sementara Pirlo sendiri juga udah makin uzur.
Dan kalo diliat dari liganya juga, sepertinya gak ada pemaen Italia yang bener-bener dominan.
Siklus mungkin kali ya? Sekarang lagi fase kematian untuk Italia.
Dan Jerman menang (besar) lagi. Sayang sih Inggris juga salah satu favorit. Tapi sejak awal, mereka memang gak cukup meyakinkan. Kunilai teamwork-nya agak payah. Padahal catatan kualifikasinya sangat mentereng.
Yah, orang bilang bola emang bundar.
June 28th, 2010 at 8:42 am
italia itu kasus serupa kayak yg dihadapi oleh tim2 besar yang baru aja jadi juara dunia di empat tahun sebelumnya. sama kayak prancis thn 2002 atau jerman thn 1994.
saat juara mereka punya tim yg merupakan golden generation (ato yg dianggap sbg golden generation), yg para pemainnya punya kharisma gede sehingga sulit ditembus oleh para pemain di bawahnya, yg sebenarnya bukannya gak ada tapi emang jarang dapet kesempatan (contohnya di italia sebenernya ada Giampaolo Pazzini dan Giuseppe Rossi). hanya brasillah tim yg terus menghasilkan bintang2 baru walaupun sebelumnya abis jadi juara dunia (walaupun brasil yg sekarang juga isinya pemain yg relatif tua).
Cannavaro contoh yg serupa. of course he is a great general, but he’s old. sama kayak prancis dulu yg terus ngandelin Desailly dan Thuram, atau Matthaeus yg tetep jadi andalan jerman di usia gaek.
artinya memang benar, ya itulah siklusnya.
nah kalo inggris itu, gue rasa sejak awal emang overrated. walaupun pas kualifikasinya mentereng, sebenernya secara individu pemain2nya gak sekuat di piala dunia empat tahun lalu. Gerrard, Lampard, Terry itu ada di fase yg mulai menurun. harapan utamanya tinggal di Rooney, tapi begitu dia dimatiin ya udah abis. mereka gak punya alternatif serangan.
sebaliknya jerman isinya para pemain muda yg semangatnya lagi tinggi2nya, mereka tanpa beban, gak takut buat bikin sesuatu yg kreatif, dan karena mereka udah maen bareng sejak tim yunior jadinya ya begitulah, tampilannya menyeramkan.
menarik nih nanti duel Jerman vs Argentina di perempafinal, karena keduanya adalah tim yg mengandalkan pemain2 muda. pastinya pertandingannya bakalan kenceng.