NaNoWriMo 2010: Day 25 – Writer’s Prayer
Posted by: Villam in NaNoWriMo, tags: menulis novel, nanowrimo, word count
Setelah 25 hari menulis, penulis yang telah berhasil melewati angka 50.000 kata bisa melakukan verifikasi naskahnya ke NaNoWriMo. Jadi itulah yang saya lakukan tadi pagi, dan saya pun langsung mendapatkan hadiah kecil tapi bermakna berupa gambar di sebelah ini.
Tentu saja menjadi pemenang NaNoWriMo bukanlah tujuan akhir. Ini hanyalah tujuan antara, sebuah metode untuk membuat saya mau dan terus disiplin menulis, tidak hanya sebatas 50.000 kata, melainkan sampai berapapun kata yang dibutuhkan.
Inti di balik NaNoWriMo, yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana kita mau MEMULAI menulis dan kemudian MENYELESAIKAN apa yang sudah kita mulai. Saya sudah menuntaskan satu draft cerita di pertengahan bulan, dan saya bermaksud menyelesaikan satu draft lagi di akhir bulan. Untuk melecut motivasi, saya pasang angka 75.000 kata sebagai target bulan November. Masih ada 5 hari, dan hari ini saya akan melewati 62.500 kata, jadi dengan rata-rata 2.500 kata per hari saya optimis bisa melakukan itu. Sejenis keyakinan yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan jika saya tidak pernah melewati satu bulan penuh menulis yang menyenangkan ini.
Tentu saja lagi, setelah itu, pekerjaan belum selesai. Selesai menulis, di bulan Desember akan ada proses penyuntingan, penyesuaian, penambahan, pengurangan dan lain-lain atas dua draft cerita tersebut. Tapi itu urusan belakangan, tak perlu terlalu dipikirkan sekarang. Lebih penting saat ini adalah bagaimana saya bisa menyelesaikan dulu draftnya.
Jadi, Teman-teman penulis, yang memang memiliki tujuan serius dalam menulis, ayo, kita ucapkan doa ini bersama-sama:
I am a writer, and I will finish the story that I started.
Untuk melihat doa menulis yang lebih lengkap, baca ini:
http://terribleminds.com/ramble/2010/11/22/the-writers-prayer-the-penmonkey-paean/
Di sana ada kata yang lebih menarik sebagai pengganti ‘story’.








Entries (RSS)
November 25th, 2010 at 4:21 pm
NaNo membuat kita menulis. Itu saja sudah luar biasa bagi saya. Dan setelah lewat 50k, kita masih ingin menulis, bukan tidur. (Ya, tidur juga, tapi sebentar /hidup untuk tidur) So naysayers to the left.
*baru lewat 50k siang ini*
November 25th, 2010 at 4:40 pm
congrats, eve!
yeah, ini semacam kunci pembuka pintu yang tertutup rapat. pemicu, atau semacam itu. awalnya berat, tapi begitu udah biasa, jadinya kerasa enak banget dan gak pengen berenti.
dan menyenangkan ketika punya teman2 yg sedang berjuang dan punya tujuan yang sama. karena jika jalan sendirian, bakal lebih gampang buat kita untuk berenti. dan kalo udah berenti, bakalan lebih susah lagi buat memulai.
November 30th, 2010 at 8:25 am
Wow. Boleh tahu, Bung, berapa lama waktu yang dipakai untuk membuat 2500 kata itu?
Pengen nyoba tapi kok masih pesimis
November 30th, 2010 at 9:19 am
kuncinya ya pertama adalah jangan pesimis. jangan dipikirin apakah ini susah, hasilnya bakal jelek dsb. pede aja, dan lakukan saja.hehe…
ada banyak teman yang bisa nulis sebanyak itu dalam sekali duduk, katakanlah 2 atau 3 jam sehari, dalam periode rutin misal mulai dari jam 9 s/d 12 malam.
saya adalah yg tergolong tidak bisa menulis secepat itu. kalo bisa ya alhamdulillah, tapi seringkali juga saya melakukannya secara terpecah-pecah dan tidak tentu, namun saya usahakan bisa nulis minimal 1500-2000 kata sehari. caranya, jika sempat saya sempatkan cari waktu luang buat nulis, bahkan di tempat kerja, walaupun hanya 5 menit dalam setiap jamnya (daripada ngobrol atau browsing internet gak jelas).
jika dikumpul2in waktu2 yg 5 menit, saya bisa dapet 1 jam dari pagi sampe sore buat nulis, dan jika lancar saya bisa dapet 500-1000 kata dari sana. lalu waktu malem disambung lagi nulisnya, mungkin 1 s/d 2 jam, dan saya bisa dapet lagi 1000-1500 kata.
awalnya memang kelihatan berat. tapi kalo udah rutin dan terbiasa, bakal jadi gampang. tentu saja, kadang saya mentok gak tau apa yang mesti saya tulis. tapi dg tekad (hehe…) bahwa sayalah yang harus mengontrol tulisan saya, dan bukan sebaliknya, ya saya harus fokus cari jalan, dan kalo gak ketemu ya buka jalan baru. yang penting nulis jalan terus dan iramanya gak terhenti.
November 30th, 2010 at 10:31 am
Makasih tipsnya, Bung.
.
Jangan pesimis ya kuncinya. Mungkin butuh sejenak untuk mencernanya. Maklum, sebagai yang masih pesimis, ngeliatnya aja udah berat
Thx aniwei.
November 30th, 2010 at 10:43 am
siplah. yang penting kita tau dulu buat apa kita menulis dan apa yang mau kita capai. kalo udah niat, pasti ketemu jalannya masing-masing. tapi kalo kita gak tau buat apa, dan niat kita juga belum jelas, mungkin jalannya juga gak akan dikasih.heheh…