Archive for January, 2011

“That’s impossible!” said the Cause.

“This is folly!” Experience observed.

“It’s useless!” cut the Pride.

“Try …” whispered Dream.

Comments 27 Comments »

Melanjutkan Kuis Fantasy Fiesta berhadiah Ipod Shuffle yang berlangsung sukses di Twitter, kini kami—para penulis—sepakat untuk mengadakan lomba berikutnya, kali ini di Facebook, yang diberi nama “Kontes Foto Kreatif Fantasy Fiesta 2010”!

Lomba ini berhadiah Voucher Belanja Buku untuk dua Foto Terbaik, dan merchandise keren untuk dua Foto Terfavorit. Berlangsung dari tanggal 11 Januari s/d 31 Januari 2011, kontes ini boleh diikuti oleh siapa saja, asalkan Anda memiliki akun Facebook.

Bagaimana cara mengikutinya? Tidak sulit! Cukup ikuti saja langkah-langkah di bawah ini.

Cara Berpartisipasi:

  • Dapatkan sebuah kamera atau bisa juga HP yang berkamera (boleh pinjaman ataupun beli bekas, asalkan jangan hasil nyolong), lalu dapatkan buku kumcer Fantasy Fiesta di tangan Anda (tentu saja kalau yang ini beli ya, beli!),
  • Cari tempat yang menarik untuk bergaya. Tempatnya bebas, boleh di dalam toko buku, di sekolah yang ramai, di pantai atau puncak gunung yang sepi, atau bahkan di lapangan tenis di antara para penonton yang penuh sesak,
  • Read the rest of this entry »

Comments 7 Comments »

“Di sana, aku duduk di atas batu yang paling tinggi. Tempat tertinggi di seluruh dunia. Di bawah ada awan putih yang tebal bergumpal-gumpal. Halus, lembut. Aku bisa meraihnya dengan tanganku, aku bisa memainkannya dengan jemariku dan aku bisa meniupnya dengan mulutku. Awan kecil itu terbang, menjauhiku. Tetapi tak apa, karena aku bisa mengambil awan yang lain. Jadi kuambil lagi bergumpal-gumpal yang lain, dengan kedua tangan. Kali ini aku akan memeluknya erat-erat.”

- Yara (Anak-Anak Dunia Mangkok – Meraih Awan)

Comments No Comments »

Berpuluh-puluh tahun yang lampau (huh?), ketika saya masih SMA, saya pernah menulis cerita berjudul Nomor Sembilan. Itu adalah novel pertama yang saya tulis, panjangnya kurang lebih 200 halaman, dan seluruhnya ditulis tangan di sebuah buku tebal bersampul warna cokelat (yang jika saya lihat tulisan tangan saya saat itu dibandingkan dengan yang sekarang, kok sungguh rapi dan mudah dibaca ya? :-P ). Buku itu kini masih ada dalam lemari baju saya (?), dan mungkin selamanya tetap akan berbentuk seperti itu, tidak akan dikonversikan ceritanya ke dalam dokumen MS Word, kecuali tiba-tiba saya tergerak untuk kembali bernostalgia.

Nah, buat yang belum paham dengan dunia sepakbola, nomor sembilan biasanya  (sesuai tradisi) adalah nomor punggung yang diberikan untuk ujung tombak atau striker, seperti halnya nomor sepuluh untuk playmaker atau sang maskot, nomor tujuh atau sebelas untuk winger, nomor dua dan tiga untuk fullback kanan dan kiri, atau nomor satu untuk keeper. Ya, cerita saya dulu itu memang mengenai sepakbola, berkisah tentang seorang pemain berdarah campuran Indonesia-Inggris yang bermain di sebuah klub kecil di Liga Austria (kebetulan adalah juga negeri Om Alfred Riedl, pelatih timnas sekarang), bermain di Piala Champions Eropa dan mengalahkan Bayern Muenchen di final (dulu masih berupa Piala, belum jadi Liga Champions seperti sekarang), ditarik masuk timnas Indonesia, bermain untuk tim Pra-Olimpiade, dan akhirnya membawa Indonesia masuk Piala Dunia.

Read the rest of this entry »

Comments 4 Comments »

Saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa tahun ini.

Semoga Anda juga. :-)

Comments No Comments »