Archive for the “About Critics” Category

thumb_arcf31Banyak pendapat bagus, menarik, lucu dan pasti bermanfaat yang muncul dari Teman-teman yang telah bersedia menjawab pertanyaan: Kritikan apa pada karya tulis / novel Anda, yang pernah Anda terima dan terasa paling menyakitkan?

Pertama, mari kita rangkum dulu pendapat-pendapat yang masuk, dan saya tambahkan sedikit komentar dari saya. Read the rest of this entry »

Comments 12 Comments »

thumb_knightm453Oke, tulisan kali ini pendek saja, karena isinya hanyalah satu buah pertanyaan, yaitu: kritikan apa pada karya tulis  / novel Anda, yang pernah Anda terima dan terasa paling menyakitkan. Sebutkan minimal tiga, dan jelaskan pula, singkat saja, mengapa hal tersebut menyakitkan, lalu apa reaksi Anda setelah mendapat kritikan semacam itu.

Hmm… kelihatannya pertanyaannya lebih dari satu ya? Hahahah… eniwei, silakan dijawab, Teman-teman. Hasilnya nanti bisa kita diskusikan bersama, dan semoga bermanfaat. :-)

Comments 44 Comments »

kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi

Dari sekian banyak tips mengenai tips tulis-menulis yang dapat dibaca melalui internet, tips yang satu ini jarang disebut, padahal sebenarnya penting sekali, terlebih bagi para penulis novel pemula (ya seperti saya ini). Biasanya para penulis pemula setelah menyelesaikan naskah novelnya, dengan bangganya (mungkin juga malu-malu) akan meminta keluarga atau teman-teman dekatnya untuk membaca. Bahkan ada yang langsung nekat mengirim ke penerbit. Read the rest of this entry »

Comments 21 Comments »

kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi

  • Biarkan penulis tahu jika memang ceritanya bukanlah jenis favorit kita. Hal ini akan membuat mereka lebih memahami sudut pandang kita. Hal-hal yang tidak kita sukai di ceritanya bisa jadi justru hal yang menarik buat para pembaca di genrenya, yang pastinya akan menjadi pasar utamanya nanti. Read the rest of this entry »

Comments No Comments »

kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi

A. Pembukaan

  • Apakah kalimat dan paragraf pertama cerita bisa membuat kita tertarik, untuk terus membaca ke bagian berikutnya? Apakah sudah menggambarkan masalah utama sang protagonis, ataukah hanya sekadar pemanis untuk memikat pembaca dengan kata-kata indah atau adegan-adegan seru?

Comments No Comments »