Banyak pendapat bagus, menarik, lucu dan pasti bermanfaat yang muncul dari Teman-teman yang telah bersedia menjawab pertanyaan: Kritikan apa pada karya tulis / novel Anda, yang pernah Anda terima dan terasa paling menyakitkan?
Pertama, mari kita rangkum dulu pendapat-pendapat yang masuk, dan saya tambahkan sedikit komentar dari saya. Read the rest of this entry »
12 Comments »
Oke, tulisan kali ini pendek saja, karena isinya hanyalah satu buah pertanyaan, yaitu: kritikan apa pada karya tulis / novel Anda, yang pernah Anda terima dan terasa paling menyakitkan. Sebutkan minimal tiga, dan jelaskan pula, singkat saja, mengapa hal tersebut menyakitkan, lalu apa reaksi Anda setelah mendapat kritikan semacam itu.
Hmm… kelihatannya pertanyaannya lebih dari satu ya? Hahahah… eniwei, silakan dijawab, Teman-teman. Hasilnya nanti bisa kita diskusikan bersama, dan semoga bermanfaat.
44 Comments »
kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi
Dari sekian banyak tips mengenai tips tulis-menulis yang dapat dibaca melalui internet, tips yang satu ini jarang disebut, padahal sebenarnya penting sekali, terlebih bagi para penulis novel pemula (ya seperti saya ini). Biasanya para penulis pemula setelah menyelesaikan naskah novelnya, dengan bangganya (mungkin juga malu-malu) akan meminta keluarga atau teman-teman dekatnya untuk membaca. Bahkan ada yang langsung nekat mengirim ke penerbit. Read the rest of this entry »
21 Comments »

kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi
- Biarkan penulis tahu jika memang ceritanya bukanlah jenis favorit kita. Hal ini akan membuat mereka lebih memahami sudut pandang kita. Hal-hal yang tidak kita sukai di ceritanya bisa jadi justru hal yang menarik buat para pembaca di genrenya, yang pastinya akan menjadi pasar utamanya nanti. Read the rest of this entry »
No Comments »
kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi
A. Pembukaan
- Apakah kalimat dan paragraf pertama cerita bisa membuat kita tertarik, untuk terus membaca ke bagian berikutnya? Apakah sudah menggambarkan masalah utama sang protagonis, ataukah hanya sekadar pemanis untuk memikat pembaca dengan kata-kata indah atau adegan-adegan seru?
No Comments »
kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi
Jangan membaca hasil kritikan orang lain sebelum kita membaca dan mengkritik naskah tersebut. Jika tidak hasilnya akan bias dan basi.
Read the rest of this entry »
No Comments »
kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi
Jujur. Pendapat jujur adalah yang paling dibutuhkan penulis untuk memperbaiki karyanya. Sebaliknya pendapat bohong dan basa-basi—apakah itu pujian ataupun hujatan semata—hanya akan menyesatkan penulis. Dia tidak menyadari apa sebenarnya kelebihan dan kekurangan karyanya, dan kalau dia tetap meneruskan kesalahannya itu ujung-ujungnya akan berakhir pada penolakan dan kekecewaan di ajang kompetisi yang sesungguhnya.
Read the rest of this entry »
15 Comments »
Bayangkan, kita menghabiskan hampir seluruh waktu, energi dan perasaan kita untuk menulis sebuah karya fiksi, siang dan malam bagai tanpa henti. Setelah berbulan-bulan akhirnya … selesailah! Gugup, kita lalu memberanikan diri maju ke langkah berikutnya: memberikan naskah kita itu kepada orang lain, untuk dikritik. Mereka itu bisa teman biasa, rekan penulis, atau bahkan editor, dan membacalah mereka, halaman demi halaman.
Read the rest of this entry »
2 Comments »