Archive for the “About Writing” Category

Sudah menjadi menjadi kebiasaan di rumah menulis saya ini, bahwa di setiap akhir tahun saya mencoba untuk merenung, melihat apa yang sudah saya capai setahun lewat, dan apa yang ingin raih di tahun berikutnya. Ada beberapa hal yang berhasil saya dapatkan di tahun 2011, tapi banyak pula yang gagal. Saya mencatat semuanya, baik ataupun buruk, namun kali ini sepertinya saya cukup menyimpan itu semua buat diri saya sendiri. Pada akhirnya, setelah bersyukur, toh lebih penting adalah meniatkan apa yang ingin saya lakukan di tahun depan, lalu berusaha lebih keras, dan tak lupa berdoa.

2012, saya berharap di awal tahun pada akhirnya buku kumcer Fantasy Fiesta 2011 bisa muncul di toko-toko buku, setelah cukup lama tertunda karena berbagai alasan—yang saya mengerti maupun yang tidak saya mengerti. Saya juga berharap, setelah lewat dua tahun novel pertama saya terbit, pada akhirnya di tahun ini saya menemukan jalan dan bisa menerbitkan novel-novel berikutnya, minimal dua atau tiga. Ini sangat penting, karena hanya jika jalan itu jelas terlihat, saya bakal bersedia melanjutkan dengan hati lapang proyek tahunan saya di Kastil Fantasi: menyelenggarakan lomba cerpen Fantasy Fiesta.

Tahun depan lomba Fantasy Fiesta memasuki tahun keempat, dan melihat pengalaman sebelumnya ada kemungkinan jumlah pesertanya akan melampaui 500 peserta. Untuk itu saya perlu mendedikasikan waktu khusus selama minimal enam bulan, mulai dari awal hingga akhir acara. Butuh waktu dan energi yang sangat tidak sedikit, dan karenanya wajar jika sebelum itu saya berharap sudah memperoleh pencapaian pribadi saya. Tentu saja mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, sehingga setelah itu saya punya waktu luang lagi untuk menulis dan menyelesaikan satu naskah lainnya di akhir tahun.

2012 adalah tahun penentuan. Semoga saya bisa meraih apa yang saya inginkan, dan anda meraih apa yang anda inginkan.

Bagaimanapun, apapun yang ingin kita lakukan nanti, sebagai penutup, ini adalah ucapan dari Neil Gaiman:

“May your coming year be filled with magic and dreams and good madness. I hope you read some fine books and kiss someone who thinks you’re wonderful, and don’t forget to make some art — write or draw or build or sing or live as only you can. And I hope, somewhere in the next year, you surprise yourself.”

Salam.

Villam

Comments No Comments »

Lomba cerpen Fantasy Fiesta 2011 telah berakhir, dan pengumuman pemenangnya sudah bisa dilihat di http://kastilfantasi.com/2011/10/fantasy-fiesta-2011-pengumuman-pemenang/. Setelah enam bulan jungkir balik di Kastil Fantasi, mengurusi lomba itu, memastikan semuanya bisa berjalan tanpa hambatan dari awal sampai akhir, kini tiba waktunya bagi saya untuk kembali ke proyek-proyek menulis saya sendiri, ke impian-impian lama saya yang belum selesai terwujud.

Tentu saja, masih ada pekerjaan lagi yang harus dilakukan terkait Fantasy Fiesta, yaitu mempersiapkan buku kumpulan cerpen berikutnya, dan dari pengalaman tahun lalu, itu juga termasuk pekerjaan yang lumayan menyita waktu. Tapi saya berharap itu tidak akan lama dan bisa langsung beres di bulan Oktober. Harus selesai, karena di bulan November rencananya saya akan kembali mengikuti ajang NaNoWriMo, bulan menulis di mana saya harus bisa menulis minimal 50 ribu kata sebulan.

Begitulah, saya sudah rindu pada Piri, Yara, Tero dan anak-anak lainnya dari Dunia Mangkok. Kita akan bertemu lagi, Teman-teman kecilku. Akan saya tuliskan kisah-kisah kalian, dan suatu hari nanti, mudah-mudahan saya bisa membagikannya kepada anak-anak lain di seluruh dunia. :-)

Comments 3 Comments »

“That’s impossible!” said the Cause.

“This is folly!” Experience observed.

“It’s useless!” cut the Pride.

“Try …” whispered Dream.

Comments 27 Comments »

Saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa tahun ini.

Semoga Anda juga. :-)

Comments No Comments »

Setiap akhir tahun, saya selalu seperti punya keharusan untuk menuliskan apa saja yang telah saya capai di tahun ini, dan kemudian apa yang ingin saya capai di tahun depan. Semacam laporan pertanggungjawaban dan resolusi terhadap karir menulis yang saya pilih. Yeah, semacam itulah. Gara-garanya, mungkin karena saya orang yang terlalu serius (dan berlebihan) untuk urusan beginian. Itu yang selalu saya buat di tahun 2007, 2008 dan 2009, tahun-tahun ketika saya mulai serius menekuni dunia tulis-menulis, dan berarti tahun ini juga.

Tapi entah kenapa, setelah begitu banyak kata yang saya tulis sepanjang tahun, saat ini saya justru rada bingung harus menulis apa. Tadinya saya ingin menulis secara ‘panas’ dan menggebu-gebu, tapi di saat-saat terakhir sisi ‘dingin’ itu datang dan menyuruh saya untuk menutup mulut. Seringkali yang terakhir ini yang jadi pemenang. Tapi mungkin saya harus kembali memaksakan diri menulis. Jadi, inilah hasilnya, apa yang sudah saya capai tahun ini, akhirnya semata-mata untuk menjadi pemacu agar saya bisa melakukan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Read the rest of this entry »

Comments 8 Comments »

ngedit Somniterra?

nerusin Anak-Anak Dunia Mangkok?

atau nyobain Kumpulan Cerpen?

atau … Akkadia 2?

atau … back to my old love TFH?

Comments 14 Comments »

00031867Sebuah jawaban atas pertanyaan seorang teman di sini. Semoga bermanfaat.

yg namanya inspirasi alias ide itu gak dateng langsung gede-gedean dalam waktu sesaat. ide Akkadia: GST ini pertama kali muncul di akhir 2007, dan itu hanya sepotong ide kecil. dan langkah pertama yang gue lakuin saat itu adalah langsung menuliskannya, bukan memikirkannya, atau mematangkannya selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Read the rest of this entry »

Comments 22 Comments »

AsterixTahun baru menjelang, saatnya kembali membuat resolusi alias tujuan-tujuan apa yang ingin saya capai di tahun 2010 (tidak perlu merasa bosan, yak… hehe…). Tapi tentu, ada baiknya saya melihat apakah saya sudah berhasil mencapai target-target yang saya buat di akhir tahun 2008, di sini:

Gak Bosen Bikin Resolusi Lagi?

Read the rest of this entry »

Comments 12 Comments »

greeneyescatMe & My Writing

Sedikit catatan penulisan. Sedikit saja. :-)

Comments No Comments »

hahaha-lulzBeberapa hari yang lalu saya menerima kiriman dari penerbit, yang sebulan sebelumnya memang sudah menjadi sasaran tembak dua buah naskah saya. Saya tidak sempat berpikir kenapa jawaban dari mereka bisa datang begitu cepat. Bertentangan dengan slogan ‘lebih cepat lebih baik’, dalam soal ini—konon—yang cepat berarti buruk.

Read the rest of this entry »

Comments 18 Comments »

meong kampungAcara kumpul-kumpul Pulau Penulis akhirnya terlaksana Sabtu tanggal 27 Juni di Istora Senayan bersamaan dengan Pesta Buku 2009. Saya bertemu dengan sesama rekan penulis: FA Purawan, Rey, Andry, Dian, Fred, Bonnie, Amru, Isti, Clara, dan yang lainnya. Kita berdiskusi dan saling bertukar hadiah (halah… naskah maksudnya), kemudian bersama-sama berburu buku sambil tertawa-tawa (menertawakan orang lain dan juga diri sendiri, kelihatannya…). Laporan pandangan mata dari beberapa peserta gathering bisa dilihat di sini:

Read the rest of this entry »

Comments 17 Comments »

00032447Membangkitkan impian yang sudah lama terkubur mungkin sama susahnya dengan dulu ketika saya mencoba mewujudkannya pertama kali. Saya berhenti menulis ‘Gerbang Sungai Tigris’ awal tahun lalu pada posisi 85 ribu kata alias 25 bab (mungkin baru separuh jalan) untuk membuat dan menyelesaikan ‘Somniterra’ serta merevisi ‘The Forgotten Heroes – Buku Satu’. Dua yang terakhir ini baru saja selesai, dan sungguh saya menikmati mencetaknya halaman demi halaman, memfotocopy dan menjilidnya hingga jadi buku berukuran A5, rapi dan indah siap untuk dikirim ke mana saja saya mau. Tapi ketika kemudian saya harus berpaling, menyisihkan yang dua itu dan melanjutkan apa yang dulu saya tinggalkan, ternyata rasanya memang cukup berat.

Read the rest of this entry »

Comments 23 Comments »

halo-bossDari polling ‘Apa Yang Membuat Anda Membeli Sebuah Novel’, sejauh ini terkumpul jawaban dari 10 orang responden, yang hasilnya saya simpulkan sebagai berikut (jawaban diurutkan dari yang paling penting sampai yang paling tidak penting):

1. Genre dan tema
Hampir seluruh responden menjawab faktor genre adalah yang paling penting. Ini wajar dan menunjukkan bahwa responden membeli sebuah novel karena memang ingin mencari dan menikmati sesuatu yang memang sesuai dengan seleranya. Read the rest of this entry »

Comments 11 Comments »

ohBayangkan, Anda berada di depan sebuah rak buku, yang penuh dengan novel-novel terbitan terbaru. Semua tampak bagus, tapi sayangnya Anda hanya bisa membeli satu. Nah, anggap saja ini sebagai polling atau survey, Teman-teman. Jika Anda hanya punya waktu sebentar untuk memilih dan membeli, faktor apakah yang paling berpengaruh pada pemilihan keputusan Anda?

Read the rest of this entry »

Comments 38 Comments »

rab-katIni adalah sedikit pertanyaan yang ditujukan buat penulis atau calon penulis–saya kutip dari postingan seorang teman di forum Pulau Penulis–berikut jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Cukup menarik, dan suatu hari nanti, bertahun-tahun dari sekarang mungkin, saya akan tahu apa yang pernah saya cita-citakan hari ini pada akhirnya berhasil tercapai atau tidak. Barangkali, Teman-teman juga ingin mencobanya. Silakan.

1. Sebagai penulis, kalau kamu hanya bisa digolongkan pada satu genre saja, genre apakah itu?
Read the rest of this entry »

Comments 43 Comments »

jam-terbangSaya orang yang gemar berhitung.

Saya gemar menghitung kata. Menghitung berapa jumlah kata yang biasanya saya tulis dalam satu halaman, dalam satu bab, atau dalam satu novel. Juga, berapa rata-rata jumlah kata yang biasanya saya tulis dalam satu jam, satu hari, atau satu bulan. Seringkali saya bahkan lebih suka menghitung daripada menulis kata.

Read the rest of this entry »

Comments 17 Comments »

thumb_knightm166Barusan iseng-iseng berkunjung ke situs-situs yang menawarkan resep atau kiat untuk menjadi penulis sukses (atau apapun namanya), yang ujung-ujungnya adalah menawarkan e-book seharga ratusan ribu, yang menjamin kita bakal sukses dan kaya raya dari menulis dalam sekejap, dan tiba-tiba saya tertawa, sambil berurai air mata (halah…).

Memangnya apa sih resep jitu untuk menjadi penulis sukses? Dimana saya bisa mendapat peti harta karun itu, atau lampu jin itu, atau buku silat pusaka itu, yang dalam sekejap mata bisa membuat saya jadi penulis sukses? Kalau memang ada, saya–seperti juga semua writer wannabe–pasti juga mau.  Tidak perlulah saya kerja keras macam-macam.

Read the rest of this entry »

Comments 67 Comments »

and-stay-outBikin resolusi lagi? Bikin target lagi? Gak bosen terus mengulang-ulang bikin resolusi yang sama di awal tahun? Gak malu karena gagal terus mencapai target tersebut di akhir tahun? Hahahah…

Read the rest of this entry »

Comments 16 Comments »

booksphotoIni adalah ide penuh semangat yang datang dari teman baik saya andrea. Bermula dari pengamatan betapa melimpah ruahnya fiksi gratisan berbahasa Inggris di luar sana, yang sayangnya akibat faktor bahasa tersebut membuatnya tidak terbaca oleh kebanyakan dari kita. Padahal, sebenarnya banyak hal yang bisa dipelajari oleh pembaca dan penulis Indonesia.

Read the rest of this entry »

Comments 68 Comments »

ok-now-ure-startin-to-bore-meSatu lagi penyakit kronis saya yang belum tersembuhkan dengan baik sampai sekarang adalah: hanya kuat mengedit cermat di bab-bab awal doang.

Jadi maksudnya, begitu sebuah draft cerita selesai dibikin, dan saya beralih dari ‘writing mode’ ke ‘sleeping mode’ lalu ke ‘editing mode’, energi buat ‘membabat rumput’nya ternyata hanya kuat di awal.

Read the rest of this entry »

Comments 48 Comments »