
”Dibanding semua kakakku, aku hanyalah ksatria rendahan. Miskin, bodoh, tak dikenal.” Majikanku menatapku. ”Dan gila, karena hendak menantang manusia paling berbahaya di dunia. Untuk apa? Kau tahu?”
—
baca lanjutan ceritanya di sini
No Comments »

Setelah kami memenangkan pertempuran di utara, rekan-rekanku berkata, ”Seharusnya kau yang menjadi kaisar.”
—
Maximus adalah jenderal Romawi dalam film Gladiator (2000), yang ditawari oleh Kaisar Marcus Aurelius menjadi penggantinya, mengabaikan putra sang kaisar sendiri, Commodus.
baca lanjutan ceritanya di sini
No Comments »

Raja menggelar pesta, di istana beratap kubah emas dengan dinding bertatahkan batu permata. Pesertanya: bangsawan berbaju sutra, ksatria gagah berwibawa, anggota dewan yang terhormat, juragan terpandang. Lengkap seribu orang. Kalian.
—
baca lanjutan ceritanya di sini
No Comments »

”Tuanku, biarkan jendral bodoh itu yang membunuh ayahmu,” bisikku pada Pangeran.
Di balairung istana kami menyaksikan Jendral menghunjamkan belatinya menembus jantung Raja.
—
baca lanjutan ceritanya di sini
No Comments »

Sudah seratus tahun patungku berdiri tegak di depan gerbang Utopia, saat seorang bocah menunjuk pedangku. “Ibu, kenapa tak seorangpun boleh menyentuhnya?”
“Hanya dia yang pantas.”
“Tapi dia sudah mati.”
—
baca kisah Pelindung Utopia selengkapnya di sini
lihat catatan saya mengenai penulisan Cerpen 100 Kata di sini
No Comments »