Ditunggu Sopir Bajaj (100 kata)
Posted by: Villam in 100 Words, tags: 100 kata, cerpen cinta, Ditunggu Sopir Bajaj, tentang kematian, villam's story
”Naik sekarang?” sang sopir bertanya.
”Nanti,” jawabku. Aku masih tetap berdiri di sampingmu yang terus termenung di kursi taman.
Sudah terlalu lama, Sayang.
Lihatlah lelaki yang kini menghampirimu, menyentuh lembut bahumu sambil berkata, ”Menikahlah denganku.”



Entries (RSS)