Posts Tagged “enthirea”

[tab:Hal 1]Sesi XX (8 Jul 2008 – 9 Jul 2008)

  • How to make a positive review?
  • Tentang gambar peta dan ilustrasi

[tab:Hal 2]________________________________________
Post by: cheppy70 on July 08, 2008, 01:13:37 pm
________________________________________
Rekans,
Review Enthirea udah kuposting di blog.

http://fikfanindo.blogspot.com

ahhh, sekarang ambil lagi Dream of Utopia, lanjutin baca.
(BTW, gue seneng sama gaya penulisannya si Blue di novel ini,… temen-temen jangan kaget ya, kayaknya bakalan dapat review positif, nich. So far, soal penceritaan udah ‘masuk’ ke ideal gue. Tinggal plottingnya aja nih, yg baru bisa gue komentarin setelah selesai ngebaca).
Kalo gue bilang sebagai kandidat juara menggantikan ledgard, koq kayaknya ngga mustahil, yach? :P
Sekarang, please somebody tell me, how to make a positive review?? ;D ;D ;D
Salam,
FA Purawan
________________________________________
Post by: MakMak on July 08, 2008, 02:39:11 pm
________________________________________
Quote from: cheppy70 on July 08, 2008, 01:13:37 pm
Sekarang, please somebody tell me, how to make a positive review?? ;D ;D ;D

review positif = review jujur
kalau jelek bilang jelek, tanpa menjelek-jelekkan
kalau bagus, bilang bagus, tanpa melebih-lebihkan.
kalau ada kekurangan, berikanlah saran
kalau ada keunggulan, berikanlah pujian.
(kok kelihatannya sy jadi sok pinter gini ;D ;D ;D)

@Fr3d
klo ada waktu baca juga dong, karyaku di tret sebelah. aku pingin dengar komentar dr sang ular kadut ;D ;D.
(padahal baru jd 3 chapter, apa yang mau dikomentarin? [dunno] [dunno] [dunno])

mas pur kalo mau juga monggo meskipun genrenya supranatural, bukan fantasi. apa mas pur suka genre selain fantasy?.
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 08, 2008, 06:00:11 pm
________________________________________
Quote from: MakMak on July 08, 2008, 02:39:11 pm
mas pur kalo mau juga monggo meskipun genrenya supranatural, bukan fantasi. apa mas pur suka genre selain fantasy?.

IMO Supranatural juga Fantasy, kan pengarang ‘menciptakan’ universe baru untuk settingan ceritanya?
Kalo boleh, sih Mak, aku prefer baca karya lengkap, supaya bisa dapet feelnya dari ujung ke ujung.
Kalo udah kelar, boleh dikirim ke aku jika berkenan. Tapi kalo ga berkenan juga gapapa. ntar aku baca kalau udah jadi buku,… hehehe,…
So far di bab-bab yang udah diposting, buatku sih ga masalah, kayaknya asyik.
Salam,
FA Purawan
________________________________________
Post by: fr3d on July 09, 2008, 09:12:27 am
________________________________________
Habis baca review Enthirea-nya om pur…
Saran untuk mba dian, baca deh review itu, pasti akan merasa jauh lebih baik ;D, secara om biawak kembali menunjukkan taring dan cakarnya dengan sadis! (Btw, biawak ada taring gak sih? ???)
Buat Elyaz, sabar aja ya. Mudah2an review itu gak mengurungkan niatmu untuk membuat sekuelnya atau menulis fantasi lain lagi, ok! [thumbsup]
Semangaaat!
[tab:Hal 3]________________________________________
Post by: clickdian on July 09, 2008, 12:17:58 pm
________________________________________
Udah baca, dan masih biasa aja, hehe..
Bukan apa-apa, bisa jadi nasib Zauri di tangan Mas Pur justru lebih terpuruk hihihi ;D ;D
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 02:36:43 pm
________________________________________
udah baca repiu terbaru-nya om pur(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif)
seru, dan juga sadis sangat! akhirnya setelah sekian lama melempem, sang raja biawak berhasil membuktikan naluri pembunuhnya! maka pangeran ular kadut pun jatuh bersimpuh tak berdaya di hadapan sang biawak.. *apa coba*
(sialan juga sih, udah jelas2 bukan novel gw yg direpiu, tapi gw tetep deg2an bacanya(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/q11.gif))
seperti biasa, gw komenin di tret, boleh kan?

Quote
Enthirea adalah sebuah kisah Fantasy epik klasik dengan plot klasik: seorang nobody yang ternyata merupakan somebody yang bertugas untuk menyelamatkan everybody.

plot kayak begini udah jamak banged diterapin, sebut aja: cardan, janos, goran, harpot, the matrix, dan bahkan PG :P
kudu ati2 juga sih pake formula gini. kalo gak menyajikan hal yang baru, pasti bakal jatuh ke jurang keklisean yang membosankan pembaca.
ah lega juga deh. ternyata sterotip klise journey adventure lemures gw ada temen klise-nya. \(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif)/

Quote
Kalau mau dirangkum, area kelemahan Enthirea ada di dalam hal-hal ini:
Setting yang kurang meyakinkan
Logika yang kacau
Dialog yang ‘corny’.

gimana dengan greget plot-nya, apakah dapet? terus ada jokes-nya gak? tebel bukunya brp halaman sih? ???

Quote
Coba liat petanya dulu,…

ah peta. emang, bagian ini yang paling musingin dan ribed sangat. selain harus konsisten ama deskripsi dalam novel, juga harus mikirin skala dan logika terrain yang berlaku dalam settingnya.
dua tahun lalu, waktu gw ngirim pertama kali lemures ke penerbit (dulu judulnya masi Lemuria :-[), gw kasi lampiran 3 peta, mantap dah. eh tapi pas dibandingkan dengan deskripsi dalam novel ama temen gw, dia dapet kesan kalo ternyata 'benua' lemures gw ukurannya cuma setengah pulau jawa! T____T
gw baru nyadar kalo disitu gw udah mengabaikan aspek skala! dan sekarang gw lg pusing juga nih ngegambar ulang peta lemures, belum lagi mikirin lokasi Sierra Kuno-nya yg pas :D
terus logika terrain: wilayah padang pasir gak mungkin bisa ketemu dengan pegunungan bersalju dalam satu benua. sebuah kota gak mungkin bisa berdiri di puncak gunung. dan sebuah pusat pemerintahan gak bakalan berdiri di tempat yg sulit diakses/terpencil.
gampangnya sih, petanya dibikin burem kayak di ledgard :P

Quote
"Gunsa kau hendak kemana?"
"Elyaz aku hendak ke tebing itu."
"Gunsa untuk apa kamu ke tebing itu?"
"Elyaz aku ingin mengamati matahari terbenam"
"Gunsa maukah kau kutemani"
"Boleh saja Elyaz"
"Ehm, Gunsa, betapa indahnya matahari terbenam"
"Betul Elyaz, ha ha ha"
"Gunsa apa yang kau ingat"
"Elyaz aku teringat kampung halamanku"

kalo baca dialog semacam ini, entah kenapa gw jadi kebayang orang maen bola ping-pong :D
tapi kayaknya masi ada satu lagi fantasi lokal yg kayak begini: pinissi. tapi gak separah dialog di atas sih.

Quote
Okeh (tarik napas panjang), selain tiga faktor yang perlu diimprove di atas, kupikir Enthirea adalah sebuah gagasan yang cukup workable untuk sebuah novel. Pengarang nyata-nyata sudah membangun plotnya dengan cukup bagus, antara jalan lurus, tikungan maupun persimpangan semuanya saling terkait dan saling menunjang. Karakter masing-masing tokoh juga cukup terbangun, walaupun belum sampai pada kedalaman yang 'pas' untuk pembaca dewasa; kalau untuk pembaca remaja, udah lumayan cukup, lah. Plot twist di ujung novel pun mampu menimbulkan efek kejut pada diri pembaca dan membuat penasaran akan buku sekuelnya. Padahal, love storynya cukup kacangan sebelum plot twist itu,... hehehe,...

dammit gw jadi kebayang lemures gw sendiri yg cuma selevel pembaca remaja juga.. :-[
sebegitu dangkalnyakah logika berpikir anak remaja? :(

Quote
Karena 'kependekan' sejarahnya, dan minimnya referensi, wajar bila masih banyak pengarang kita belum 'grip' banget apa yang disebut dengan kisah Fantasy itu seharusnya, dan masih rancu dengan segala aspek yang berbau 'khayal' semata. Padahal Fantasy pun tetap mengacu pada pakem-pakem dasar penulisan di dalam genre apapun, yaitu bangunan setting dan bangunan logika yang 'utuh' untuk mengantarkan cerita. Perbedaannya hanya pada model bangunan setting & logikanya saja, yang masih terbuka untuk didefinisikan kembali oleh pengarang, dalam batas-batas yang masih bisa diikuti (dan dipercayai) oleh pembaca.

nah, inilah yg gw maksud waktu tempo hari ngomentarin konsep kasta vampir-nya si makmak, kalo mau bikin setting baru, sebisa mungkin kudu menuruti pakem2 dasar yang udah ada. jangan mabok deskripsi goblin ama orc ketuker. (eh setauk gw nenek moyang orc itu masi elf juga deh. mungkinkah sebetulnya yg disebut dark elf itu merujuk ke orc? ???)
note: setelah baca repiu sadis enthirea, gw jadi semakin gak sabar nungguin repiu Cardan terbit di fikfanindo.blogspot.com (http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif)
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 02:38:56 pm
________________________________________
@bang elyasa (the author),
jangan sakit ati baca review si om pur yak, dari dulu2 kita orang disini juga udah ngeganjar punishment buat kelakuan jahanam beliau dengan makian (atau malah pujian? ???) 'biawak'--semoga ente masih betah posting di sini dan diskusi bareng ama kita2. kita di sini terbiasa komen jujur, kalo jelek pasti bakal dimaki abis2an, kalo bagus pasti disanjung abis2an pulak. daripada munafik bilang bagus tapi pada kenyataannya novelnya gak laku di pasaran, kan jauh lebih sucks buat pengarangnya. (eh ane ngomong gini bukan berarti maksudnya enthirea bakal gak laku di pasar yak--gw baca aja belom. selera fantasi gw sendiri ama si om pur beda banged. bisa aja enthirea bagus di mataku nanti, kalo udah baca ^-^)
sekedar menghibur, gw nulis novel fantasi udah 3 thn lewat, tp gak terbit2. ente cuma setahun, udah langsung terbit. itu udah achievement yg luar biasa di mata gw sih.
ente seorang psikolog, lebih pinter dalam menghadapi masalah guncangan batin kek begini daripada ane lha.. :)
[tab:Hal 4]________________________________________
Post by: MakMak on July 09, 2008, 03:16:58 pm
________________________________________
@Bloodsin
lupa. Dulu panjenengan pernah tanya ini.
kenapa Origin bisa hidup dibawah sinar matahari? karena dari ke-4 jenis vampire itu, hanya origin yang masih berstatus mahluk hidup. berbeda dengan ketiga vampire lainnya yang pernah mengalami fase kematian. karena itu hanya origin yang bisa hidup di bawah sinar matahari, tubuhnya hangat, dan bisa berkembang biak.
dan sy tidak menganut asas vampire itu bisa berubah mjd kelelawar. vampire ya vampire. dalam dunia rekaanku, yang bisa berubah menjadi binatang hanyalah kaum transformator dan siluman.
transformator itu mahluk yang memiliki 2 wujud secara alami. contohnya manusia serigala, manusia harimau, dll
siluman itu mahluk yang bisa berubah wujud menggunakan sihir (tidak semua penyihir adalah siluman) contohnya siluman kera, siluman babi, siluman ular, dll
________________________________________
Post by: fr3d on July 09, 2008, 03:19:29 pm
________________________________________
Quote from: BloodSin on July 09, 2008, 02:36:43 pm
terus logika terrain: wilayah padang pasir gak mungkin bisa ketemu dengan pegunungan bersalju dalam satu benua. sebuah kota gak mungkin bisa berdiri di puncak gunung. dan sebuah pusat pemerintahan gak bakalan berdiri di tempat yg sulit diakses/terpencil.

Padang pasir dan pegunungan bersalju di satu benua: Gurun Gobi dan Pegunungan Himalaya tetanggaan tuh. Di Afrika juga ada Gurun Sahara dan Gunung Kilimanjaro.
Kota di puncak gunung dan pusat pemerintahan di tempat terpencil: Machu Picchu-nya Inca di Peru.
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 09, 2008, 03:41:32 pm
________________________________________
Quote from: BloodSin on July 09, 2008, 02:36:43 pm
kudu ati2 juga sih pake formula gini. kalo gak menyajikan hal yang baru, pasti bakal jatuh ke jurang keklisean yang membosankan pembaca.

Percis! Yang penting olahannya, biarpun bumbu dan bahan masakannya sama.

Quote
gimana dengan greget plot-nya, apakah dapet? terus ada jokes-nya gak? tebel bukunya brp halaman sih? ???

Tebal buku sekitar 280-an halaman, greget plot kuanggap ngga terlalu dapet, buat gue sih biasa aja. Tapi plot twistnya cukup menohok, memang. Cukuplah memotivasi untuk baca lanjutannya.

Quote
dammit gw jadi kebayang lemures gw sendiri yg cuma selevel pembaca remaja juga.. :-[
sebegitu dangkalnyakah logika berpikir anak remaja? :(

Persoalan kedangkalan logika berpikir mah ngga relevan. Remaja pun punya kapasitas untuk mengolah ide-ide kompleks. Gue baca novel-novel pujangga jaman dulu kayak Salah Asuhan atau Layar Terkembang, itu kan usia SMP. Gue baca karyanya Yukio Mishima (lupa judulnya, yg penting ada adegan nude di gubuk [rolleyes]) itu juga SMP. Itu gaya bahasanya juga rumit dengan tempo lambat banget. Gue baca stensilan juga pas SMP,… ups! (kalo gitu guenya yang kecepetan mateng,.. huehe he)
Namun kalau kita mau menggolongkan novel kita, ya harus diperhatiin bagaimana kedalaman masalah yang kita infuse di dalam plot. Semakin ‘dalam’, semakin untuk konsumsi dewasa, kan? Kita bisa bicara kisah cinta untuk konsumsi semua umur, tapi hanya bisa memasukkan persoalan ranjang seputar kisah percintaan tersebut, dalam novel dewasa. Cerita detektif juga bisa dibuat untuk semua umur, tapi untuk remaja, mungkin motif-motifnya masih lebih sederhana dibanding dewasa. Coba, pantes gak bikin motif serial killer yang psikopat buat konsumsi remaja?
Yang sekarang juga lagi ngetrend, adalah memasukkan value-value filsafati dalam novel. Ini juga agak susah buat konsumsi remaja, tapi mulai disenangi oleh pembaca yg lebih dewasa.
Gichu kali ye.
[tab:Hal 5]________________________________________
Post by: Elyasa on July 09, 2008, 08:03:03 pm
________________________________________
HI Guys..and Girls…
Wah…makasih nih mas Pur…udah di bantai, namun obyektif kok…. [thumbsup]
Sebelumnya sorry nih, tapi masalah “anthurium itu salah banget mas
yang bener tuh si Bloodsin, yang bilang entire…hehehehehe….

Dan cuman mau ngejelasin, itu novel saya tadinya penuh sama deskripsi lokasi, situasi, dan karakter…tapi editor dari penerbit yang memangkasnya….kata dia novel indonesia gak perlu banyak2 deskripsi…(bingung gak tuh) hehehehe….. :P
dan untuk dialog yang ‘corny’ mungkin bukan itu kata yang tepat…tapi mungkin ‘lame’ (sory saya punya gelar Sarjana Sastra Inggris soalnya) ehehehehe
dan untuk peta itu semua yang gambar mas catur…bukan saya….
Nah untuk matematika pasukan, mungkin waktu itu kalkulator saya mati, hehehehe….
Tapi seneng juga sih, di puji masalah twist di akhir buku ENTHIREA…karena emang tujuannya buat orang penasaran dan tertarik beli buku ke 2 nya….

Well…anyway buat temen-temen yang belum baca….beli dan baca dulu, ya….hehehehe….
Saya bersyukur banget ada yang mau memberikan perhatian kepada karya saya, dan Alhamdullillah, Enthirea bisa terbit… [rolleyes]
PS: Thx ya mas Pur buat kritik yang membangunnya dan Thx juga nih udah di sambut di kalangan penulis fantasi dalam negeri….hehehehehe [thumbsup]
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 09, 2008, 08:21:01 pm
________________________________________
Quote from: Elyasa on July 09, 2008, 08:03:03 pm
Sebelumnya sorry nih, tapi masalah “anthurium itu salah banget mas
yang bener tuh si Bloodsin, yang bilang entire…hehehehehe….

He he he,…. emang cuma humor situasional, koq. Buat bukaan artikel biar menarik doang,… ;)
Terserah pengarangnya,.. :)

Quote
Dan cuman mau ngejelasin, itu novel saya tadinya penuh sama deskripsi lokasi, situasi, dan karakter…tapi editor dari penerbit yang memangkasnya….kata dia novel indonesia gak perlu banyak2 deskripsi…(bingung gak tuh) hehehehe….. :P

kalo gitu bilang aja gara-gara hasil pangkasan editor, novel elo kena semprot raja biawak! He he he (emang penting, gituh?).
BTW, pls sharing dong, target pembaca Enthirea awalnya siapa? Apakah ada pengaruh dari penerbit untuk membidik ke segmen remaja, sehingga (akhirnya) terjadilah pangkas memangkas itu? Soalnya menurut gue hasil pangkasannya gak bisa gue terima :P tapi kelo buat segmen SMP gitu memang masih masuk, sich.

Quote
dan untuk dialog yang ‘corny’ mungkin bukan itu kata yang tepat…tapi mungkin ‘lame’ (sory saya punya gelar Sarjana Sastra Inggris soalnya) ehehehehe

Terima kasih udah dikoreksi :P

Lha sampeyan ini benernya sarjana psikologi atau sarjana sastra inggris? Atau double degree nich? Wuah, hebat [thumbsup]

Quote
Nah untuk matematika pasukan, mungkin waktu itu kalkulator saya mati, hehehehe….

Tapi seneng juga sih, di puji masalah twist di akhir buku ENTHIREA…karena emang tujuannya buat orang penasaran dan tertarik beli buku ke 2 nya….
hayo, sambil tulis buku kedua, segala error itu dibenerin, yach!

Quote
Thx juga nih udah di sambut di kalangan penulis fantasi dalam negeri….hehehehehe [thumbsup]

Heh, itu sambutan serius, loh. Jajaran penulis fantasy harus terus diperkuat. Dan temen-temen yg udah punya buku (yg terbit) adalah garda depannya. Makanya, karya-karya berikutnya ditunggu. (banyak nih kalo di Fantasy, terbit satu buku trus ngilang!)
Semoga sukses,
FA Purawan
[tab:Hal 6]________________________________________
Post by: Elyasa on July 09, 2008, 08:36:15 pm
________________________________________
Quote
BTW, pls sharing dong, target pembaca Enthirea awalnya siapa?

MAu cerita dikit deh….
Jadi gini, awalnya sih, ENTHIREA itu buat semua kalangan…nah pas masuk kepenerbit, mereka bilang ini segmen buat remaja ya…dari sd sampe sma gitu…nah jadi nya mereka mulai meng-edit buku saya untuk segmen itu.
Tapi kalo masalah love stoty nya itu lain, saya memang sengaja nggak membuat terlalu ‘vulgar’ soalnya biar bisa masuk aja gitu ke semua kalangan… ;)
Quote
banyak nih kalo di Fantasy, terbit satu buku trus ngilang!
Emang sih, bener juga kalo novel fantasy indonesia itu sering cuman keluar bentar trus ngilang…nah makanya butuh dukungan dari semua pihak buat menggalakkan Fantasy Indonesia…baik itu dari penulis, pembaca, dan yang paling penting tuh PENERBIT!!! [ranting]
PS : Yup gue dual degree…hehehehehe… 8)
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 09:49:42 pm
________________________________________
gw baru zoom-out peta enthirea dari repiu-nya om pur, kok begitu banged yak? ???
aneh dan gak jelas.. kayak gak alamiah gitu alamnya, pantesan aja settingnya dibilang ‘kurang meyakinkan’ :D
yg gw maksud gak alamiah itu, kayaknya setiap tempat berdiri sendiri, lebih keliatan kayak petak ular tangga daripada peta :D
alokasi tempat2nya saling gak sinkron, dan kayak dibikin dengan gak niat gitu :’(
sama buremnya ama peta ledgard buat gw sih -.-”
terus ilustrasinya. ehm, buat gw sih sama aja kayak ledgard (tp emang lebih rapi yg di ledgard sih). Tapi ilustratornya, kalo ngeliat dari gambar yg ada di blog, kayaknya emang udah punya style gambar. kalo diukur pake selera art gw sih sama sekali tak memenuhi kriteria. gambar karakter2nya terlalu standar dan gak eksotik, membosankan :P
apalagi buat gambar2 karakter ceweknya. kenapa harus selalu berkerudung dan nenteng tongkat? sama sekali tak menarik buat pembaca lelaki, dan ironisnya mayoritas pembaca fantasi adalah laki2 :’(
tak bisakah dibikin berbusana sedikit ‘terbuka’? sedikiiiit aja dah, gak harus sampe pamer aurat (tp secara genrenya ‘fantasi’ sih, sejujurnya gw mengharapkan ilustrasi karakter2 ceweknya sensual :-[) maksud gw ‘sensual’, itu bukan berarti seksi, pantat bahenol dada gede, atau pakem2 yg berkesan murahan lainnya, tapi yg berkelas lha. yg namanya wanita yak kudu punya kesan feminim dan sensual.
satu2nya ilustrator fantasi yg gambarnya keren sangat di mata gw (khususnya buat tipe ancient/medieval fantasi), itu ermambang bendung (ilustrator pinissi). tapi emang beliau lebih keren di ilustrasi item/mahkluk2 fantasi, daripada gambar orang.
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 09:51:03 pm
________________________________________
@fred,
weks ada yak? wah ketauan dah gw kupernya, jadi malyuu :-[

tapi tetep aja yg kayak begitu jarang, walau emang masi memungkinkan (ngeyel.com). itu yg gurun gobi, lebih ke tipe gurun dataran tinggi kan daripada tipe gurun pasir dataran rendah yg kayak di mesir/arab? yg gw maksud ‘gurun pasir’ itu ya yg tipenya panas menyiksa kayak di setting aladin. kan janggal juga kalo tiba2 ada karakter yg abis menyeberang gurun terik gitu ketemu pegunungan bersalju. :P
btw saman itu plotnya kayak gimana? drama?

@makmak,
nah, bagus deh kalo udah ada backup jawabannya. tapi semoga aja jawaban2 itu nantinya tertera di tubuh novel, supaya pembaca gak bertanya2 lagi. kalo gak gitu, nantinya bakal kayak nasib zauri kalo novel ente jatuh ke tangan si fred, abis diobok2 karena banyak menyisakan pertanyaan yg tidak/belum terjawab di nopelnya. :P

@om pur,
eheheheh, kalo ane sih masih tetep berpegang ke aspek tema dan gaya dialog/gaya bahasa (‘kemasan’ lha, istilahnya) buat mengukur ke mana level pembaca suatu novel. cerita yg rumit (dengan kedalaman masalah tertentu) gak selalu bakal cocok dilabeli buat dewasa, dan cerita yg simple juga gak selalu pasti dilabeli buat remaja/anak kecil.
naruto, sekali lagi buat contoh, kerangka plotnya bener2 bercabang dan semrawut udah kayak bulu ketek, tapi karena dikemas dengan tokoh utama ‘bocah ninja’, jadilah target market utamanya bocah.
AAC, kalo diliat dari cerita dan kedalaman masalahnya, cenderung simple dan picis buat gw sih, tapi kok kayaknya gw ngerasa lebih cocok buat konsumsi dewasa yak? mungkin karena temanya, dan ‘kemasan’nya itu. :)

Comments No Comments »

[tab:Hal 1]Sesi XIX (3 Jul 2008 – 8 Jul 2008)

  • Tentang kontrak penulis-penerbit
  • Tentang Zauri karya clickdian
  • Tentang Pesta Buku 5 Juli 2008
  • Tentang Enthirea
  • Review Zauri karya clickdian oleh fr3d

[tab:Hal 2]________________________________________
Post by: blue_amaranthine on July 03, 2008, 07:38:09 pm
________________________________________
Hei, udah ada sinopsis Dream of Utopia lho di forum BuBar. Mumpung aqyu lagi di sini, siapa yang mau komen? kritik juga boleh! Tapi yang membangun ya, nanti ga ada novel kedua deh kalo kepedesan. Hehehe baru terbit jadi narsis neeh>… :D :D :D [thumbsup]
________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 09:02:54 am
________________________________________
Quote from: blue_amaranthine on July 03, 2008, 07:38:09 pm
Hei, udah ada sinopsis Dream of Utopia lho di forum BuBar. Mumpung aqyu lagi di sini, siapa yang mau komen? kritik juga boleh! Tapi yang membangun ya, nanti ga ada novel kedua deh kalo kepedesan. Hehehe baru terbit jadi narsis neeh>… :D :D :D [thumbsup]

Si sammy akhirnya maen juga ke sini. :)
Btw, gw nanya dong, emang kalau di negeri kita tercinta ini (:P), kontrak penulis-penerbit itu per buku ya?
Maksudnya, meskipun bukunya rencananya bakalan jadi serial, tapi yang dikontrak satu-satu, jadi gak dikontrak penulisnya harus nyelesain serinya atau ada jumlah minimal bukunya (3 atau 5?) khusus di penerbit itu aja.
Kalau begini, berarti bisa aja dong buku 1 serial A diterbitin oleh penerbit X, terus buku 2-nya oleh penerbit Y?
________________________________________
Post by: MakMak on July 04, 2008, 09:17:49 am
________________________________________
kayaknya seri candi murca (LKH) juga diterbitakan ma beberapa penerbit. jadi seri 1 oleh penerbit x, seri 2 oleh penerbit Y, dst. tapi aku juga ga yakin sih, nanti klo aku ketemu temenku yg nge-fans ma LKH, ta tanyain.
@blue amaranthine
btw, kok dreams of Utopia ga ada di gramed pasar festival? ta tanyain ke yang jaga, jawabnya mau dicarikan dulu di gudang. sudah habis kali. (larisss manisss) ;D ;D ;D
________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 09:29:02 am
________________________________________
Iya? Gw taunya cuma serial supernova-nya Dee. Tapi itu kan dia emang nerbitin sendiri (rekanan gitu, ;D), jadinya gak aneh kalau dia seenaknya aja ganti2 penerbit.
Soalnya kalau di luar sono, penulis biasanya dikontrak penerbit untuk nyelesain serialnya, makanya ada istilah “dikejar-kejar editor”.
Apa ini sebabnya novel fantasi lokal yang katanya berseri hampir semuanya gak terbit kelanjutannya?
Karena gak terlalu laku, terus putus kontrak, dan gagal mencari penerbit lain untuk menerbitkan kelanjutan karya yang kurang laku itu?
Hmm…
Jadi, enakan dikontrak sepaket atau satu2 ya?
________________________________________
Post by: clickdian on July 04, 2008, 10:37:34 am
________________________________________
*Ehm*
Berhubung banyak yang nanya–berarti ini masalah serius sama distribusi–aq mau nanya nih.
Kalo kucariin Zauri langsung ke penerbit, terus kukirim ke yg rekues, ada yang mau gak ganti harga buku plus ongkos kirimnya? Bisa dapet tanda tangan, dan mungkin akan kukasih juga bonus laen (lagi mikirin apa yang bagus). ;D ;D ;D
[tab:Hal 3]________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 11:07:26 am
________________________________________
Quote from: Alpha_Serpentwitch on July 04, 2008, 10:47:08 am
bonus ‘kiss mark’ dari mba Dian wekekek XD
masa bonusnya minta diskon…

Ngomong2 soal bonus, gw jadi kepikiran…
Bonus selipan buku kan udah hampir dipake semua novel sekarang, jadi udah terlalu standar.
Di Eldest-nya si Paolini, ada bonus foto penulisnya seukuran postcard –> ini mah gak penting banget [hammer]
Nah, kalau si ataka, dia ngasih bonus cd film animasi yang diambil dari cerita novelnya.
Jadi menurut kalian, bonus apa yang paling oke atau pas buat sebuah novel fantasi?
Terlepas dari mungkin atau tidaknya diwujudkan oleh penerbit, gw jawab #1: figurin si tokoh utama. [thumbsup]
________________________________________
Post by: clickdian on July 04, 2008, 11:15:16 am
________________________________________
Quote from: fr3d on July 04, 2008, 11:07:26 am
Ngomong2 soal bonus, gw jadi kepikiran…
Bonus selipan buku kan udah hampir dipake semua novel sekarang, jadi udah terlalu standar.
Di Eldest-nya si Paolini, ada bonus foto penulisnya seukuran postcard –> ini mah gak penting banget [hammer]
Nah, kalau si ataka, dia ngasih bonus cd film animasi yang diambil dari cerita novelnya.
Jadi menurut kalian, bonus apa yang paling oke atau pas buat sebuah novel fantasi?

Terlepas dari mungkin atau tidaknya diwujudkan oleh penerbit, gw jawab #1: figurin si tokoh utama. [thumbsup]

Kalo selipan bukunya unik dan gak sama dengan yg laen, boleh gak?
figurin bagus tuh (walo terbentur budget). ato gantungan hp/ kunci senjata si tokohnya aja dah.
________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 11:25:59 am
________________________________________
Quote from: clickdian on July 04, 2008, 11:15:16 am
Kalo selipan bukunya unik dan gak sama dengan yg laen, boleh gak?

figurin bagus tuh (walo terbentur budget). ato gantungan hp/ kunci senjata si tokohnya aja dah.

Selipan buku unik, uniknya dalam arti apa?
Gantungan kunci senjata si tokoh juga keren tuh! Atau mungkin logo sesuatu, misalnya kelompok/organisasi si tokoh, atau logo novelnya sendiri. Ini kayaknya mungkin deh, bukannya gantungan kunci gak terlalu mahal ya?
Tapi, tetep aja bikinnya harus sekaligus banyak biar harganya turun banget.
Jawaban gw #2: peta dunia rekaannya. Bener2 berbentuk peta, gak cuma ngambil 1 halaman belakang/depan. Mungkin kayak di novel abarat, tapi kalau bisa yang kayak peta indonesia itu (ada gradien tinggi rendah, skala, dll). Tapi, kalau ini pasti kebentur harus bayar ilustrator/cartographer, kecuali si penulisnya mampu bikin sendiri, hehehe… :D
________________________________________
Post by: Alpha_Serpentwitch on July 04, 2008, 12:06:17 pm
________________________________________
kl mau unik, bikin bungkusan buku/cover kedua berbentuk kotak bolong yang ngepas buat ‘slide in’ bukunya. (emm.. pada ngerti ga yah ^^)terbuat dari karton/kertas yang cukup tebal, dengan desain yang unik dan imagenya berhubungan/sama seperti di cover bukunya. Selain bagus, bisa buat jaga agar bukunya ga gampang rusek kl disimpen, berfungsi sebagai second cover. [thumbsup]

________________________________________
Post by: blue_amaranthine on July 04, 2008, 05:30:17 pm
________________________________________
Akhirnya ;D…. www.dream-of-utopia.com beres juga. Promosi terus!!!!!!!! Udah bisa di visit lho, tapi belom ada apa-apa hehehe ;D… nanti deh kalo udah komplite 100% di post lagi…. SEMANGAT PROMOSI! (Besok mesti Prom Night n gw bakalan promosi sambil pake baju penyihir, mumpung tema Promnya Fairy Nite gitu. Yellow Robe yang nantung n kependekan…. Ga pede nih pake bajunya :-[, tapi demi promosi apa pun aku lakukan!!!!! [thumbsup]
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 05, 2008, 06:30:13 pm
________________________________________
(Pada kemana, neh?) :(
Baru habis dari Pesta Buku, yang ternyata ruarrr biasa ramainya, di tempat yang spacenya tergolong kecil (istora). Akibatnya gue malah gak betah dan cepet-cepet pergi dari situ.
Lumayan dapat barang-barang ini:
1. Cardan
2. Transpondex
3. Zauri [thumbsup] [thumbsup]
Gue liat Zauri dipajang, koq, ada sekitar 7 copy. Tapi gue agak heran dengan persoalan distribusi yang dialami Dian. Mengingat Zauri merupakan pemenang sayembara, kupikir gak sulit lho menjualnya. Cukup bikin banner/ sign dan bikin event promosi di sini-situ,… kayaknya koq masih bisa jalan, tuh? (tapi anyway, ini komen sementara, soalnya gue belum baca bukunya, pan :D )
Makin banyak aja yg mesti gue baca neh,… hehehe,…

Oh iya, mengenai review, sekarang yg sedang antre adalah:
1. Enthirea
2. Dream of Utopia (Sorry Blue, gue geser dulu soalnya punya ente lebih tebel,.. hehehe. Tapi tenang aja, pasti kugarap.
3. Zauri (obviously!)
4. Cardan
Sebenernya masih ada lagi yg belum sempat kubaca yaitu:
1. Planet Smarta
2. Zona Masa Depan
Hmmm,… kurasa, genre Fantasy memang sedang menggeliat!
Salam,
FA Purawan
[tab:Hal 4]________________________________________
Post by: BloodSin on July 05, 2008, 08:39:34 pm
________________________________________
@blue
wah kalo bayar gitu, bikin website-nya jangan yang standar2 aja biar gak rugi, pake forum diskusi ama fasilitas donlot gratis juga donk biar seru [biggrin]

@om pur
selamat bos dapet tangkepan gede nih, tak sabar kumenanti repiu2-nya [thumbsup]
Quote
1. Enthirea
2. Dream of Utopia (Sorry Blue, gue geser dulu soalnya punya ente lebih tebel,.. hehehe. Tapi tenang aja, pasti kugarap.
3. Zauri (obviously!)
4. Cardan
berani taroan, list yg no empat ini ente bakal luamaaaaa banged beresinnya, setidaknya itu sudah teruji bagi 3 orang di tret ini [biggrin]

@clickdian
noh stoknya ada 7 eks gitu sis, berarti udah cetak ulang donk? [biggrin]
sebetulnya kalo ditilik dari ilmu marketing, menurut ane zauri adalah novel fantasi yang paling berpotensi buat jadi bestseller (atau setidaknya cetak ulang): kovernya keren, gaya bahasanya adaptable buat semua lapisan pembaca, udah punya NAMA dengan menang sayembara, dan harganya pun cenderung reasonable buat ukuran novel fantasi indo. saranku sih sis, mending ente bikin promosite-nya aja sekalian, pajang gambar2 karakternya yg dulu ente kasi liat ane di bonray (walaupun rada2 cupu yg penting karya sendiri(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/47.gif)), pajang repiu2 positif dari pembaca, kayak di promosite hozzo [biggrin]
________________________________________
Post by: Elyasa on July 05, 2008, 10:01:11 pm
________________________________________
Halo….guys…
Gue mau promosi nih…buku gue udah terbit…seperti yang dibilang sama cheppy…heheehhehe
Judulnya : Enthirea : Pertempuran Dua Dunia.
Penerbit : Jagad Media
Author : Aulya Elyasa
Beredar di Gramed, Gunung Agung, dan Toga Mas….
So silahkan beli…nikmati, kritik, dan nikmati lagi….mohon masukannya ya setelah kalian beli dan bacca…thx…:P
________________________________________
Post by: rd_Villam on July 06, 2008, 12:52:54 pm
________________________________________
lha, om pur dateng ke pesta buku juga hari sabtu?
gua ma dian n fred juga dateng, dan sempet ngobrol lama lho…
yee… kagak bilang-bilang sih…
si fred tuh dapet tandatangannya dia. wkwkwkwk…
dan rey, zauri tuh bukan dicetak ulang kayaknya, tapi emang masih ada stoknya di grasindo, tapi kagak didistribusikan dengan baik. emang, kalo menurut gue, pemasaran buku gak bisa mengandalkan dari penerbit dan toko buku doang, tapi juga harus ada jalur lainnya. misal: toko buku online, atau para penggemar bisa mendapatkan/beli langsung dari penulis.
________________________________________
Post by: clickdian on July 07, 2008, 09:11:36 am
________________________________________
Quote from: cheppy70 on July 05, 2008, 06:30:13 pm
Baru habis dari Pesta Buku, yang ternyata ruarrr biasa ramainya, di tempat yang spacenya tergolong kecil (istora). Akibatnya gue malah gak betah dan cepet-cepet pergi dari situ.

Yah, mas Pur. knape gak bilang2? ??? kan bisa sekalian reunian di sana *hayyah*

Quote from: cheppy70 on July 05, 2008, 06:30:13 pm
Lumayan dapat barang-barang ini:
3. Zauri [thumbsup] [thumbsup]
Gue liat Zauri dipajang, koq, ada sekitar 7 copy. Tapi gue agak heran dengan persoalan distribusi yang dialami Dian. Mengingat Zauri merupakan pemenang sayembara, kupikir gak sulit lho menjualnya. Cukup bikin banner/ sign dan bikin event promosi di sini-situ,… kayaknya koq masih bisa jalan, tuh? (tapi anyway, ini komen sementara, soalnya gue belum baca bukunya, pan :D )

*glek* :-\
Zauri udah di tangan mas Pur nih! Aq kabur dulu dehhhh!
Heuheuehueu [biggrin]
Tolong dibantai yah! Buat persiapan novel2 berikutnya [thumbsup]
Nuhun pisan!

Quote from: BloodSin on July 05, 2008, 08:39:34 pm
@clickdian
noh stoknya ada 7 eks gitu sis, berarti udah cetak ulang donk? [biggrin]
sebetulnya kalo ditilik dari ilmu marketing, menurut ane zauri adalah novel fantasi yang paling berpotensi buat jadi bestseller (atau setidaknya cetak ulang): kovernya keren, gaya bahasanya adaptable buat semua lapisan pembaca, udah punya NAMA dengan menang sayembara, dan harganya pun cenderung reasonable buat ukuran novel fantasi indo. saranku sih sis, mending ente bikin promosite-nya aja sekalian, pajang gambar2 karakternya yg dulu ente kasi liat ane di bonray (walaupun rada2 cupu yg penting karya sendiri(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/47.gif)), pajang repiu2 positif dari pembaca, kayak di promosite hozzo [biggrin]

Rey, psssttt!! jangan disebut-sebut gambar buluk ituuh! itu mah jeprut banget, maluuu [shy]
*EHEM!*
Kayaknya aq mau buat gambar2 baru, kali ini serius.
Dan soal promosite, lagi ngumpulin info2 dulu. —> gak mau ngaku kalo gaptek, hehehe ;D ;D ;D

#Elyasa,
Nice to see you here! :)

#Blue
Umm.. novelnya gak ada di pesta buku yah? dicari2 gak ketemu… :(
[tab:Hal 5]________________________________________
Post by: fr3d on July 07, 2008, 09:13:52 am
________________________________________
Laporan dari pesta buku jakarta 2008:
Akhirnya… akhirnya… kesampean juga mampir ke sana tahun ini. [biggrin]
Seperti yang dibilang villam & mba dian, kita ketemuan hari sabtu bertiga, dan sempet ngobrol lama.
(Om pur ada di mana? Dateng jam berapa pula? ???)
Setelah keliling ke semua stand, gw membawa pulang 3 buku fantasi lokal:
1. Zauri (+ signature)
2. Sang Penandai
3. Goran
Dan 2 buku fantasi terjemahan:
1. Pria Cilik Merdeka – Terry Prachett
2. Tunnels (lupa pengarangnya siapa, ada 2 orang)
Tunnels ini novel fantasi terjemahan baru keluaran mizan. Kalau di-endorsement-nya sih disebut bakal gantiin harpot karena ditemukan oleh editornya harpot, tapi apa korelasinya coba antara dua hal itu? (*gubraks!*)

Emang ngeliat pula Cardan dan Alexa, tapi gak beli. Enthirea dan Dream of Utopia gak ada di stand toko buku pun.
Mau cari Neverwhere-nya Neil Gaiman juga gak nemu.
Di pesta buku kemarin itu yang paling memuaskan adalah stand-nya serambi (villam, mba dian, om pur sempat mampir?). Serambi ngasih diskon gila2an dan ngejual banyak buku yang harganya diketok sama: 5ribu, 10ribu, dan 20ribu. Padahal buku2nya itu ada yang aslinya 60ribu-an! Buku2nya Dan Brown juga diskon 50% (untuk semua versi). Tahun ini, top banget deh serambi! [thumbsup]
Oya, kbbi juga ternyata ada di stand-nya balai pustaka. Tapi diskonnya cuma 20%, jadi harganya masih 190ribu-an. Gak jadi beli deh… T_T
(Villam dan mba dian akhirnya nemu gak? Maap, gak bales sms terakhir karena batere hp-nya abis… :-[)

Sempet juga dapet tanda tangannya Ayu Utami yang lagi ngadain book signing novel terbarunya, Bilangan Fu.
Udah gak sabar, kepengen baca. Tapi, untuk menghormati tret FFDN, gw menyingkirkan dulu buku itu dan mengambil Zauri, ^-^.
Alhasil, Zauri udah selesai dibaca. Yup, selesai dalam tempo kurang lebih 4 jam.
Komen-nya segera ya, mba dian!
Sekian laporannya!
Pokoke, puas bener deh!
;D
________________________________________
Post by: fr3d on July 07, 2008, 04:06:58 pm
________________________________________
Mba dian, komen nih ya buat Zauri! Mudah2an berkenan.
(buat yang belum baca dan tertarik baca Zauri, SPOILER ALERT!)

Pertama-tama: Bohong. Bohong kalau kubilang aku suka dengan ceritanya Zauri.
Karena kenyataannya, aku memang gak suka, meski gak sampe benci. :D
Apa karena masalah selera? Hmm… mungkin… ???
Tapi, berhubung penilaiannya harus obyektif, jadi rasa gak suka itu harus dibuang jauh2 dulu.
Kedua, menjawab pertanyaan mba dian: Ya, Zauri termasuk RPN, bahkan keliatan sangat jelas sekali (dari pace, team building, dan aspek2 yang kusebut di bawah ini).

Seperti biasa, karena gak sanggup bikin review macam om biawak ([biggrin]), jadi komen2nya model singkat straight to the point aja ya:

1. Ada beberapa hal yang jadi pertanyaan. Sebutan tepatnya apaan ya? Mungkin logika cerita kali ya?
Contoh: dahl yang jaga gua ke ruang penyucian. Gua itu kan seharusnya sering dilewati karpathian, berarti sebagian pasti pernah ketemu sama dahl itu. Memang dahl-nya cuma ada 1 ekor (yg dibunuh Dios)? Kalau iya, berarti orang2 lain bisa lolos ke ruang penyucian tanpa perlu membunuh dahl itu? Tapi, kalau ada banyak, kenapa gak ada mayatnya atau rombongan Dios gak ketemu?
Nah, di Zauri ada beberapa kejanggalan model begitu. Yang kayak gini biasanya di game rpg memang gak terlalu dipermasalahin (kata rey, “Ciri RPN!”), tapi buatku, beginian udah dihitung plot hole.
Contoh lain: Mio si peri kan punya tangan. Kenapa dia gak nulis di pasir atau tanah sebagai cara komunikasinya ke Kayla? Kalaupun pemahaman bahasanya beda antara manusia dan peri, bisa aja si Mio ngegambar, misalnya mahkota untuk merujuk Kayla sebagai seorang putri?

2. Ciri khas RPN lain: hal-hal yang sebenarnya rumit, banyak yang kemudian disederhanakan.
Misalnya, pas raja negeri Elgamb mati, koq aftermath-nya begitu aja? Si Zen sebagai pangeran malah bisa-bisanya pergi nyari tunangannya, gak mikirin rakyatnya atau minimal keamanan negerinya-lah. Memang sih ada kakaknya, tapi Zen sendiri kan juga pangeran yang bapaknya baru mati! Bukannya merasa bersalah pula telah ninggalin istana buat nyari cewek pas istananya diserang, malah fine-fine aja! (*geram!*) [hammer]

3. Dari segi plot, hampir gak ada hal baru di dalam Zauri, bahkan plot2 utamanya juga. Mayoritas udah pernah ada di cerita lain. Contohnya: tentang kakak yang hilang dan ternyata jadi jahat, tentang putri yang dikutuk dan hilang ingatan, tentang cinta segitiga Dios-Regia/Kayla-Zen dan keputusan akhir mereka, tentang sang Amigdalus yang justru dimanfaatkan orang lain, dll.
Intinya, mungkin bisa disebut kalau plotnya Zauri kurang greget. [rolleyes]

4. Zauri sebenernya ceritanya sederhana dan pendek. Tapi, citra RPN lagi, ceritanya dipanjang-panjangin dengan ketemu monster A, B, C, atau ketemu barrier X, Y, Z.
Akhirnya jadi boros. Banyak makhluk atau komponen setting dunia fantasi lain yang muncul hanya di 1 adegan aja, terus gak ada gunanya lagi. [hammer]

5. Masalah teknis tentang penggunaan tanda baca udah dibantah oleh penulis (hehehe… ;D).
Kalaupun ada yang lain adalah penggunaan kata “yang” yang merujuk ke seseorang atau sebagai pengganti subyek, khususnya di bagian2 awal novel.
Misalnya (ini contoh kalimat asal, bukan diambil dari novel): Yang dipanggil belakangan, Yang membawa pedang. Pokoknya yang model2 gitu deh.
Itu gak salah sih, cuma agak terlalu sering aja. [bigwink]

6. Bagian 1 itu sebenernya prolognya Zauri, mba dian.

7. Lalu kenapa Zauri bisa dapat 2 penghargaan itu (1-nya nominee)?
Kalau tebakanku adalah karena kelebihan Zauri, yaitu: Pas.
Zauri adalah novel romance fantasy yang berhasil.
Berhasil dalam hal apa? Dalam mencapai tujuannya itu (sebagai romance fantasy; kalau tujuan penulisnya bukan ini, berarti argumen ini salah).
Segala aspek yang ada di dalam Zauri sudah menunjang dengan tepat tujuan itu. Istilah kasarnya, apa yang ditujuankan penulis sampai ke pembaca. Romance-nya masih dalam taraf believable, tidak terlalu cengeng, segala aspek fantasi yang ada menunjang kisah romance itu sendiri dengan tepat. Pokoknya pas deh semuanya sebagai sebuah novel romance fantasy. [thumbsup]
Kalaupun ada nilai positif lain buat para juri, mungkin dari faktor kesederhanaan cerita itu sendiri yang gak terlalu berlebihan, apalagi sengaja dilebih2kan.
For achieving those things, Zauri layak koq masuk nominee KLA. ;)

Sekian dulu komentarnya. Ntar kalau inget yang lain lagi, bakal kutambahi belakangan ya.
Sebagai penutup, sejauh ini yang menduduki posisi novel fantasi lokal terbaik yang pernah kubaca adalah Ledgard.
Nah, secara keseluruhan, menurutku Zauri mendapatkan nilai yang gak terlalu berbeda dengan Ledgard.
Tapi, bila keduanya harus seri, maka pemenangnya adalah Zauri.
Good job! [thumbsup]
NB: Aku bacanya gak pake scroll fast koq, mba dian. Lengkap, kata demi kata. :)
________________________________________
Post by: clickdian on July 07, 2008, 04:37:34 pm
________________________________________
Quote from: cheppy70 on July 07, 2008, 02:13:43 pm
BTW Dian, kepesertaan dalam sayembara itu, apakah ada inisiatif dari kamu untuk memasukkan, atau inisitaif penerbit, atau bagaimana sih?

Not me, yg jelas..
Kemungkinan sih penerbitnya berperan aktif. Tapi mungkin pihak penyelenggara juga nggak ‘tunggu dan terima’. Mereka pasti pantau peredaran novel-novel yang masuk nominasi. Cuman setauku, untuk yg IKAPI, Zauri tersisih dari sekitar 90-an novel lain untuk kategorinya.
Kalo KLA… silakan ditebak aja deh. Jurinya ada 10, bisa jadi Zauri ngelewatin 10 ‘barrier’ sebelum akhirnya masuk 10 besar.
(kalo gak salah ya..)
________________________________________
Post by: clickdian on July 07, 2008, 05:06:22 pm
________________________________________
Fred,
Thank youuuu, udah nyempetin baca, dan maaf kalo nggak memuaskan. Namanya juga novel pertama, blon pengalaman hehehe –> mencari pembenaran ;D
Ah! Dapet banyak ilmu darimu nih! Makasih udah ngebedah Zauri sampe detil yah :)
Terlepas dari masalah selera, aq seneng kamu mau ngakuin kalo gak suka sama Zauri. Gak mungkin Zauri punya penggemar universal; pasti ada aja yg gak suka, tapi gak semua yg gak suka mau repot2 ngakuin, apalagi sampe nge-review. ;D

Masalah logika, plot, teknis penulisan, ‘RPN banget’, dan hal-hal lain yang mengganggumu selama baca Zauri, kuusahakan tereliminasi di novel-novel berikutnya. Jujur, faktor ‘novel pertama’ ngaruh banget di sini, karena selain karena waktu nulis Zauri skill nulis-ku belum terasah, kematangan jalan pikiran (istilah lain: kedewasaan) juga lumayan berperan. That is why, pas tau Zauri dapet nominasi, selain seneng aq juga bingung, kok bisa yah? hehehe.. so far aq masih berpikir kalo itu keberuntungan aja. Masih perlu belajar, dan belajar itu neverending process. Makanya butuh banyak masukan :)
Sekali lagi makasih banget ya, aq tunggu novelmu terbit [thumbsup]
(nggak, nggak niat balas dendam, kok! cuma mau hunting tandatangan ;D ;D ;D)
________________________________________
Post by: fr3d on July 07, 2008, 05:10:40 pm
________________________________________
Aih, aih, mba dian, gak perlu sampe membela diri koq, apalagi sampe minta maaf segala… :D
Kalau aku jadi mba dian, aku udah pasti bangga banget karena novelku udah terbit dan dapet penghargaan.
Beneran deh! [thumbsup]
Oya, klarifikasi, aku gak sekecewa itu koq sama Zauri. Malahan aku puas karena faktor “pas” itu. Tapi, ya memang masalah selera aja yang berperan sehingga aku gak suka. [biggrin]
Makasih juga, dan kutunggu novel yang sedang dibuat itu! ;)
________________________________________
Post by: MakMak on July 08, 2008, 08:18:39 am
________________________________________
Quote from: clickdian on July 07, 2008, 05:06:22 pm
Fred,
Thank youuuu, udah nyempetin baca, dan maaf kalo nggak memuaskan. Namanya juga novel pertama, blon pengalaman hehehe –> mencari pembenaran ;D

novel pertama + blon pengalaman = dapat penghargaan ;D ;D ;D
menandakan bahwa anda adalah penulis yang potensial [thumbsup] [thumbsup] [thumbsup]
[tab:Hal 6]________________________________________
Post by: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
________________________________________
gila fred, gw salut banged lu bisa bikin repiu sejujur itu, keren! keren banged, gw bener2 ampe terperangah bacanya (lebih terperangah waktu gw dulu baca komen lu ke prolog gw ;D)
di dunia ini dikid banged orang yg bisa berkata sejujur elu, apalagi semenjak elu pernah bertatap muka dan bahkan minta ttd penulisnya langsung! sumpah top banged dah.
komen jujur itu langka banged buat seorang pengarang.
(jadi buat ente sis dian, jangan ngambek, atau setidaknya jadi ilpil/sebel ama si fred yak! daku dulu sempet ilpil liat komen die ke prolog lemures ane–tapi sekarang malah seneng banged karena komen dia cukup ngebantu ane ngerevisi lemures :D )
ah mau ikutan nimbrung komenin repiunya si fred jahanam(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif):

Quote
Kedua, menjawab pertanyaan mba dian: Ya, Zauri termasuk RPN, bahkan keliatan sangat jelas sekali (dari pace, team building, dan aspek2 yang kusebut di bawah ini).

aha! udah gw bilang lu orang sempet gak percaya kemaren2.. ^-^

Quote
Memang dahl-nya cuma ada 1 ekor (yg dibunuh Dios)? Kalau iya, berarti orang2 lain bisa lolos ke ruang penyucian tanpa perlu membunuh dahl itu? Tapi, kalau ada banyak, kenapa gak ada mayatnya atau rombongan Dios gak ketemu?

maksud lu ‘mayatnya’ itu mayat dahl yang dibantai karpathian apa mayat karpathian yg dibantai dahl? :D
seinget gw (udah lama banged gw baca zauri :P ), dahl itu matinya kempes.. terus nyisa lendir2 gitu, gak bertulang sama sekali. wajar gada mayatnya lhaa… :P
(btw gw agak kagok ngingetnya soalnya di nightfall ada monster yg penggambarannya mirip dahl, dan idupnya di gua pulak >__<)

Quote
Contoh lain: Mio si peri kan punya tangan. Kenapa dia gak nulis di pasir atau tanah sebagai cara komunikasinya ke Kayla? Kalaupun pemahaman bahasanya beda antara manusia dan peri, bisa aja si Mio ngegambar, misalnya mahkota untuk merujuk Kayla sebagai seorang putri?

entah udah berapa juta pembaca yg protes beginian(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/q11.gif)
(om pur pasti entar nyusul dah, taroan yuk ;D ;D ;D)

Quote
3. Dari segi plot, hampir gak ada hal baru di dalam Zauri, bahkan plot2 utamanya juga. Mayoritas udah pernah ada di cerita lain. Contohnya: tentang kakak yang hilang dan ternyata jadi jahat, tentang putri yang dikutuk dan hilang ingatan, tentang cinta segitiga Dios-Regia/Kayla-Zen dan keputusan akhir mereka, tentang sang Amigdalus yang justru dimanfaatkan orang lain, dll.
Intinya, mungkin bisa disebut kalau plotnya Zauri kurang greget.

kalo menurut gw (sebagai pembaca setia fantasi, tentu :P ) untuk beberapa aspek greget zauri dapet, tapi tidak buat beberapa aspek lainnya. aspek2 kayak jokes, dialog, gaya bahasa, gregetnya lumayan dapet. tapi buat adegan klimaks, gak dapet.
(inilah yg gw maksud waktu itu: kalo mau bikin adegan klimaks, kumohon jangan bikin adegan pertempuran ala rpg di mana si antagonis dikalahkan dengan kekuatan bulan si protagonis)

Quote
7. Lalu kenapa Zauri bisa dapat 2 penghargaan itu (1-nya nominee)?
karena penghargaan buat Zauri itu penghargaan buat kategori remaja! dibanding teenlit2 gak jelas as the competitors, jelas zauri jauh lebih unggul lha.. ^-^

sekali lagi, remaja coy! pake logika dan standar remaja, biar penilaian lebih adil dan objektif!

Quote
Sebagai penutup, sejauh ini yang menduduki posisi novel fantasi lokal terbaik yang pernah kubaca adalah Ledgard.
Nah, secara keseluruhan, menurutku Zauri mendapatkan nilai yang gak terlalu berbeda dengan Ledgard.
Tapi, bila keduanya harus seri, maka pemenangnya adalah Zauri.

statement gak konsisten -.-”
ledgard emang bagus di plot, orisinalitas, ama setting, tapi gaya bahasa over-detil (dan membosankan) dan style dialog yg gak banged, itu bener2 fatal buat gw. gw bahkan sampe benci sama ledgard waktu dulu beres baca! :D
wah sayang fred lu gak ambil Cardan, padahal si om pur udah ngambil tuh… kan asik bisa disidang disini rame2.
oke next review ente berarti sang penandai & goran–dua novel unggulan gw tuh, walaupun tebelnya cuma sepertiga ledgard, tapi buat gw kualitasnya 3x lebih bagus dari ledgrad :P
(btw gaya bahasa berduhai2 ria lemures itu gw absorp dari sang penandai, yah ketauan deh :-[)
[tab:Hal 7]________________________________________
Post by: fr3d on July 08, 2008, 10:06:56 am
________________________________________
Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
jadi buat ente sis dian, jangan ngambek, atau setidaknya jadi ilpil/sebel ama si fred yak!

Aduh, yang ini sih akhirnya udah japri-an sama mba dian. :-[
Sebelum ngelanjutin, mba dian, kemaren aku lupa ngasih komen kalau ada sejumlah aspek fantasi di Zauri yang sebenernya udah bagus. Mudah2an para pembaca komen gak sampe ngerasa Zauri jelek banget yah, karena kenyataannya gak begitu. ;)
Sejumlah aspek fantasi yang udah oke, menurutku, misalnya: fusan, bubaglop (meski gak sepenuhnya orisinil), mohaz, legenda sang amigdalus itu sendiri, dll. [thumbsup]
Cover-nya juga bagus. Kalaupun ada kritik adalah di tulisan judul “Zauri”-nya, mba dian. Kalau diliat sekilas, orang pasti gak ngeh itu dibacanya “Zauri”.

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
gila fred, gw bener2 ampe terperangah bacanya (lebih terperangah waktu gw dulu baca komen lu ke prolog gw ;D)

Nah, biar gw tebak, pasti karena kalimat pertama gw di komen itu (tentang bohong dan gak suka).
Padahal, itu kan penerapan “trik kalimat pertama”. :P
Kalau pernyataan itu gw taruh di akhir komen, pasti efeknya beda.

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
seinget gw (udah lama banged gw baca zauri :P ), dahl itu matinya kempes.. terus nyisa lendir2 gitu, gak bertulang sama sekali. wajar gada mayatnya lhaa… :P

Oh iya lupa, matinya kempes! Kepikiran soal mayat, soalnya pas Dios dkk. kabur dari gunung mau meletus itu mereka katanya sempet ngelewatin “mayat” dahl yang gosong gara2 apinya Mario.
Hmm… berarti sebenernya ada banyak dahl di gua itu? Tapi pas didatengin Dios dkk. cuma tinggal 1 atau kebetulan mereka gak ketemu yang lain kali ya?

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
kalo menurut gw (sebagai pembaca setia fantasi, tentu :P ) untuk beberapa aspek greget zauri dapet, tapi tidak buat beberapa aspek lainnya. aspek2 kayak jokes, dialog, gaya bahasa, gregetnya lumayan dapet. tapi buat adegan klimaks, gak dapet.

Kalau maksud gw, yang greget itu adalah semacam faktor X (biasanya dari plot).
Susah ngejelasinnya karena kadang2 pun gw kesulitan untuk point it out hal itu yang mana.
Faktor X si bikin greget ini membuat apa yang dirasakan penulis sewaktu menulis novelnya dirasakan pula oleh pembaca sewaktu membaca novel itu.
Misalnya:
- kalau adegannya sedih nian, pembaca pun benar2 merasa sedih, minimal sampe mau nangis (contohnya di Kite Runner, kalau gak ditahan2, gw pasti udah nangis bombay… :-[);
- kalau adegannya thriller kejar2an, pembaca dibuat merasa cemas, resah, takut ketangkap, adrenalin terpompa, etc. (contohnya di Da Vinci Code, atau yang paling jelas ya, di film Prison Break);
- kalau pas adegan endingnya happy, pembaca ngerasa kebahagiaan itu pula, entah sampai membuat pembaca menangis haru, tersenyum lebar karena lega, atau bahkan tepuk tangan (ini gak gw dapet di buku terakhir harpot [hammer]);
- kalau adegannya komedik, pembacanya tertawa lepas, kalau mungkin bahkan sampe gak bisa berhenti! ;D
Adegan2 itu semuanya mau gak mau terkait sama plot di dalam cerita.

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
statement gak konsisten -.-”

Maksud gw “sejauh ini, sebelum baca Zauri”. Setelah baca Zauri, pemenangnya adalah Zauri.
Next komen adalah Sang Penandai.
Goran terpaksa harus belakangan. Gw masih bertanya2 lho, kenapa sih sinopsis di cover belakangnya Goran harus begitu? Karena siapa pun yang ngebaca sinopsis itu pasti bakal ngerasa pusing, bahkan sebelum baca novelnya… [hammer]

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 09:26:47 am
kalo om pur gw kasih stempel sebagai biawak, maka si fred gw stempel sebagai ular kadut(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/6.gif)

Apaan sih ular kadut itu?

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
karena ngebantu ane ngerevisi lemures :D

Oh, jadi akhirnya lemures direvisi juga… [rolleyes]
(*sambil buru2 kabuuur…*)
________________________________________
Post by: clickdian on July 08, 2008, 12:10:18 pm
________________________________________
Quote from: blue_amaranthine on July 08, 2008, 09:20:08 am
waduh, waduh, ngedengar reviewnya fr3d bikin gw merinding. Kalo aq jadi dian, kayanya ga bisa tidur deh semaleman, karena gw juga pernah dikomentarin kaya gitu.

Blue, biasa aja tuh, tetep tidur seperti biasa :D

Quote from: MakMak on July 08, 2008, 08:18:39 am
novel pertama + blon pengalaman = dapat penghargaan ;D ;D ;D
menandakan bahwa anda adalah penulis yang potensial [thumbsup] [thumbsup] [thumbsup]

Wekekek.. penulis potensial sekalipun butuh latihan. Dapet masukan dari orang adalah salah satu prosesnya [thumbsup]

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 09:26:47 am
kalo om pur gw kasih stempel sebagai biawak, maka si fred gw stempel sebagai ular kadut(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/6.gif)

Gyahahahah!! ;D
Ati2 lho ntar dibales. Nah, Om Biawak dan Mas ular kadut, TS kita mau dicap dengan nama apa nih? [gossip][biggrin]
Nggak marah kok. Lah, orang dibantuin kenapa jadi marah?
Fred kasih tahu kan berarti dia care, ya nggak? ^-^
heheh [biggrin]

komen jujur itu langka banged buat seorang pengarang. –> benar sekali!
Soal cover, thanks to Bene (illustrator-nya Grasindo). Dan editorku juga bantuin banget, secara aq lumayan bawel soal cover, comment mulu! [angry]–>penulis nyebelin, nih! [hammer]
Oww.. soal Dahl, kepikiran gak kalo gua di gunung Ner itu sebenernya bercabang2? Prasaan udah kujelasin kalo gunung itu berbopeng-bopeng (alias lubangnya banyak)?
Nah, logis gak kalo Dahl2 yg laen pada ngumpet di cabang gua yg laen? [rolleyes]

Comments No Comments »