Posts Tagged “gaya menggurui”

iz-it-be-caturday-yet-i-iz-still-waytinSetiap cerita punya sejumlah informasi yang harus diberikan kepada pembaca agar mereka mengerti  latar sebuah kisah atau kejadian yang terjadi. Ada yang disampaikan melalui narasi, ada pula yang lewat dialog. Dialog biasanya sering dipakai melalui metode pembicaraan antara ‘si pintar’ dan ‘si bodoh’. Namun di sini kita harus hati-hati agar pembaca tidak merasa seperti sedang digurui.

Nah, tips sederhana untuk memeriksa apakah dialog yang kita buat terasa menggurui atau tidak adalah dengan cara menyelipkan kata-kata, “Tentu saja seperti yang kamu tahu, Villam (atau nama lain juga boleh… heheh…) …” di awal setiap ucapan tokoh-tokohnya itu.

Read the rest of this entry »

Comments 16 Comments »