Posts Tagged “ilustrasi cerita”

[tab:Hal 1]Sesi XX (8 Jul 2008 – 9 Jul 2008)

  • How to make a positive review?
  • Tentang gambar peta dan ilustrasi

[tab:Hal 2]________________________________________
Post by: cheppy70 on July 08, 2008, 01:13:37 pm
________________________________________
Rekans,
Review Enthirea udah kuposting di blog.

http://fikfanindo.blogspot.com

ahhh, sekarang ambil lagi Dream of Utopia, lanjutin baca.
(BTW, gue seneng sama gaya penulisannya si Blue di novel ini,… temen-temen jangan kaget ya, kayaknya bakalan dapat review positif, nich. So far, soal penceritaan udah ‘masuk’ ke ideal gue. Tinggal plottingnya aja nih, yg baru bisa gue komentarin setelah selesai ngebaca).
Kalo gue bilang sebagai kandidat juara menggantikan ledgard, koq kayaknya ngga mustahil, yach? :P
Sekarang, please somebody tell me, how to make a positive review?? ;D ;D ;D
Salam,
FA Purawan
________________________________________
Post by: MakMak on July 08, 2008, 02:39:11 pm
________________________________________
Quote from: cheppy70 on July 08, 2008, 01:13:37 pm
Sekarang, please somebody tell me, how to make a positive review?? ;D ;D ;D

review positif = review jujur
kalau jelek bilang jelek, tanpa menjelek-jelekkan
kalau bagus, bilang bagus, tanpa melebih-lebihkan.
kalau ada kekurangan, berikanlah saran
kalau ada keunggulan, berikanlah pujian.
(kok kelihatannya sy jadi sok pinter gini ;D ;D ;D)

@Fr3d
klo ada waktu baca juga dong, karyaku di tret sebelah. aku pingin dengar komentar dr sang ular kadut ;D ;D.
(padahal baru jd 3 chapter, apa yang mau dikomentarin? [dunno] [dunno] [dunno])

mas pur kalo mau juga monggo meskipun genrenya supranatural, bukan fantasi. apa mas pur suka genre selain fantasy?.
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 08, 2008, 06:00:11 pm
________________________________________
Quote from: MakMak on July 08, 2008, 02:39:11 pm
mas pur kalo mau juga monggo meskipun genrenya supranatural, bukan fantasi. apa mas pur suka genre selain fantasy?.

IMO Supranatural juga Fantasy, kan pengarang ‘menciptakan’ universe baru untuk settingan ceritanya?
Kalo boleh, sih Mak, aku prefer baca karya lengkap, supaya bisa dapet feelnya dari ujung ke ujung.
Kalo udah kelar, boleh dikirim ke aku jika berkenan. Tapi kalo ga berkenan juga gapapa. ntar aku baca kalau udah jadi buku,… hehehe,…
So far di bab-bab yang udah diposting, buatku sih ga masalah, kayaknya asyik.
Salam,
FA Purawan
________________________________________
Post by: fr3d on July 09, 2008, 09:12:27 am
________________________________________
Habis baca review Enthirea-nya om pur…
Saran untuk mba dian, baca deh review itu, pasti akan merasa jauh lebih baik ;D, secara om biawak kembali menunjukkan taring dan cakarnya dengan sadis! (Btw, biawak ada taring gak sih? ???)
Buat Elyaz, sabar aja ya. Mudah2an review itu gak mengurungkan niatmu untuk membuat sekuelnya atau menulis fantasi lain lagi, ok! [thumbsup]
Semangaaat!
[tab:Hal 3]________________________________________
Post by: clickdian on July 09, 2008, 12:17:58 pm
________________________________________
Udah baca, dan masih biasa aja, hehe..
Bukan apa-apa, bisa jadi nasib Zauri di tangan Mas Pur justru lebih terpuruk hihihi ;D ;D
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 02:36:43 pm
________________________________________
udah baca repiu terbaru-nya om pur(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif)
seru, dan juga sadis sangat! akhirnya setelah sekian lama melempem, sang raja biawak berhasil membuktikan naluri pembunuhnya! maka pangeran ular kadut pun jatuh bersimpuh tak berdaya di hadapan sang biawak.. *apa coba*
(sialan juga sih, udah jelas2 bukan novel gw yg direpiu, tapi gw tetep deg2an bacanya(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/q11.gif))
seperti biasa, gw komenin di tret, boleh kan?

Quote
Enthirea adalah sebuah kisah Fantasy epik klasik dengan plot klasik: seorang nobody yang ternyata merupakan somebody yang bertugas untuk menyelamatkan everybody.

plot kayak begini udah jamak banged diterapin, sebut aja: cardan, janos, goran, harpot, the matrix, dan bahkan PG :P
kudu ati2 juga sih pake formula gini. kalo gak menyajikan hal yang baru, pasti bakal jatuh ke jurang keklisean yang membosankan pembaca.
ah lega juga deh. ternyata sterotip klise journey adventure lemures gw ada temen klise-nya. \(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif)/

Quote
Kalau mau dirangkum, area kelemahan Enthirea ada di dalam hal-hal ini:
Setting yang kurang meyakinkan
Logika yang kacau
Dialog yang ‘corny’.

gimana dengan greget plot-nya, apakah dapet? terus ada jokes-nya gak? tebel bukunya brp halaman sih? ???

Quote
Coba liat petanya dulu,…

ah peta. emang, bagian ini yang paling musingin dan ribed sangat. selain harus konsisten ama deskripsi dalam novel, juga harus mikirin skala dan logika terrain yang berlaku dalam settingnya.
dua tahun lalu, waktu gw ngirim pertama kali lemures ke penerbit (dulu judulnya masi Lemuria :-[), gw kasi lampiran 3 peta, mantap dah. eh tapi pas dibandingkan dengan deskripsi dalam novel ama temen gw, dia dapet kesan kalo ternyata 'benua' lemures gw ukurannya cuma setengah pulau jawa! T____T
gw baru nyadar kalo disitu gw udah mengabaikan aspek skala! dan sekarang gw lg pusing juga nih ngegambar ulang peta lemures, belum lagi mikirin lokasi Sierra Kuno-nya yg pas :D
terus logika terrain: wilayah padang pasir gak mungkin bisa ketemu dengan pegunungan bersalju dalam satu benua. sebuah kota gak mungkin bisa berdiri di puncak gunung. dan sebuah pusat pemerintahan gak bakalan berdiri di tempat yg sulit diakses/terpencil.
gampangnya sih, petanya dibikin burem kayak di ledgard :P

Quote
"Gunsa kau hendak kemana?"
"Elyaz aku hendak ke tebing itu."
"Gunsa untuk apa kamu ke tebing itu?"
"Elyaz aku ingin mengamati matahari terbenam"
"Gunsa maukah kau kutemani"
"Boleh saja Elyaz"
"Ehm, Gunsa, betapa indahnya matahari terbenam"
"Betul Elyaz, ha ha ha"
"Gunsa apa yang kau ingat"
"Elyaz aku teringat kampung halamanku"

kalo baca dialog semacam ini, entah kenapa gw jadi kebayang orang maen bola ping-pong :D
tapi kayaknya masi ada satu lagi fantasi lokal yg kayak begini: pinissi. tapi gak separah dialog di atas sih.

Quote
Okeh (tarik napas panjang), selain tiga faktor yang perlu diimprove di atas, kupikir Enthirea adalah sebuah gagasan yang cukup workable untuk sebuah novel. Pengarang nyata-nyata sudah membangun plotnya dengan cukup bagus, antara jalan lurus, tikungan maupun persimpangan semuanya saling terkait dan saling menunjang. Karakter masing-masing tokoh juga cukup terbangun, walaupun belum sampai pada kedalaman yang 'pas' untuk pembaca dewasa; kalau untuk pembaca remaja, udah lumayan cukup, lah. Plot twist di ujung novel pun mampu menimbulkan efek kejut pada diri pembaca dan membuat penasaran akan buku sekuelnya. Padahal, love storynya cukup kacangan sebelum plot twist itu,... hehehe,...

dammit gw jadi kebayang lemures gw sendiri yg cuma selevel pembaca remaja juga.. :-[
sebegitu dangkalnyakah logika berpikir anak remaja? :(

Quote
Karena 'kependekan' sejarahnya, dan minimnya referensi, wajar bila masih banyak pengarang kita belum 'grip' banget apa yang disebut dengan kisah Fantasy itu seharusnya, dan masih rancu dengan segala aspek yang berbau 'khayal' semata. Padahal Fantasy pun tetap mengacu pada pakem-pakem dasar penulisan di dalam genre apapun, yaitu bangunan setting dan bangunan logika yang 'utuh' untuk mengantarkan cerita. Perbedaannya hanya pada model bangunan setting & logikanya saja, yang masih terbuka untuk didefinisikan kembali oleh pengarang, dalam batas-batas yang masih bisa diikuti (dan dipercayai) oleh pembaca.

nah, inilah yg gw maksud waktu tempo hari ngomentarin konsep kasta vampir-nya si makmak, kalo mau bikin setting baru, sebisa mungkin kudu menuruti pakem2 dasar yang udah ada. jangan mabok deskripsi goblin ama orc ketuker. (eh setauk gw nenek moyang orc itu masi elf juga deh. mungkinkah sebetulnya yg disebut dark elf itu merujuk ke orc? ???)
note: setelah baca repiu sadis enthirea, gw jadi semakin gak sabar nungguin repiu Cardan terbit di fikfanindo.blogspot.com (http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif)
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 02:38:56 pm
________________________________________
@bang elyasa (the author),
jangan sakit ati baca review si om pur yak, dari dulu2 kita orang disini juga udah ngeganjar punishment buat kelakuan jahanam beliau dengan makian (atau malah pujian? ???) 'biawak'--semoga ente masih betah posting di sini dan diskusi bareng ama kita2. kita di sini terbiasa komen jujur, kalo jelek pasti bakal dimaki abis2an, kalo bagus pasti disanjung abis2an pulak. daripada munafik bilang bagus tapi pada kenyataannya novelnya gak laku di pasaran, kan jauh lebih sucks buat pengarangnya. (eh ane ngomong gini bukan berarti maksudnya enthirea bakal gak laku di pasar yak--gw baca aja belom. selera fantasi gw sendiri ama si om pur beda banged. bisa aja enthirea bagus di mataku nanti, kalo udah baca ^-^)
sekedar menghibur, gw nulis novel fantasi udah 3 thn lewat, tp gak terbit2. ente cuma setahun, udah langsung terbit. itu udah achievement yg luar biasa di mata gw sih.
ente seorang psikolog, lebih pinter dalam menghadapi masalah guncangan batin kek begini daripada ane lha.. :)
[tab:Hal 4]________________________________________
Post by: MakMak on July 09, 2008, 03:16:58 pm
________________________________________
@Bloodsin
lupa. Dulu panjenengan pernah tanya ini.
kenapa Origin bisa hidup dibawah sinar matahari? karena dari ke-4 jenis vampire itu, hanya origin yang masih berstatus mahluk hidup. berbeda dengan ketiga vampire lainnya yang pernah mengalami fase kematian. karena itu hanya origin yang bisa hidup di bawah sinar matahari, tubuhnya hangat, dan bisa berkembang biak.
dan sy tidak menganut asas vampire itu bisa berubah mjd kelelawar. vampire ya vampire. dalam dunia rekaanku, yang bisa berubah menjadi binatang hanyalah kaum transformator dan siluman.
transformator itu mahluk yang memiliki 2 wujud secara alami. contohnya manusia serigala, manusia harimau, dll
siluman itu mahluk yang bisa berubah wujud menggunakan sihir (tidak semua penyihir adalah siluman) contohnya siluman kera, siluman babi, siluman ular, dll
________________________________________
Post by: fr3d on July 09, 2008, 03:19:29 pm
________________________________________
Quote from: BloodSin on July 09, 2008, 02:36:43 pm
terus logika terrain: wilayah padang pasir gak mungkin bisa ketemu dengan pegunungan bersalju dalam satu benua. sebuah kota gak mungkin bisa berdiri di puncak gunung. dan sebuah pusat pemerintahan gak bakalan berdiri di tempat yg sulit diakses/terpencil.

Padang pasir dan pegunungan bersalju di satu benua: Gurun Gobi dan Pegunungan Himalaya tetanggaan tuh. Di Afrika juga ada Gurun Sahara dan Gunung Kilimanjaro.
Kota di puncak gunung dan pusat pemerintahan di tempat terpencil: Machu Picchu-nya Inca di Peru.
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 09, 2008, 03:41:32 pm
________________________________________
Quote from: BloodSin on July 09, 2008, 02:36:43 pm
kudu ati2 juga sih pake formula gini. kalo gak menyajikan hal yang baru, pasti bakal jatuh ke jurang keklisean yang membosankan pembaca.

Percis! Yang penting olahannya, biarpun bumbu dan bahan masakannya sama.

Quote
gimana dengan greget plot-nya, apakah dapet? terus ada jokes-nya gak? tebel bukunya brp halaman sih? ???

Tebal buku sekitar 280-an halaman, greget plot kuanggap ngga terlalu dapet, buat gue sih biasa aja. Tapi plot twistnya cukup menohok, memang. Cukuplah memotivasi untuk baca lanjutannya.

Quote
dammit gw jadi kebayang lemures gw sendiri yg cuma selevel pembaca remaja juga.. :-[
sebegitu dangkalnyakah logika berpikir anak remaja? :(

Persoalan kedangkalan logika berpikir mah ngga relevan. Remaja pun punya kapasitas untuk mengolah ide-ide kompleks. Gue baca novel-novel pujangga jaman dulu kayak Salah Asuhan atau Layar Terkembang, itu kan usia SMP. Gue baca karyanya Yukio Mishima (lupa judulnya, yg penting ada adegan nude di gubuk [rolleyes]) itu juga SMP. Itu gaya bahasanya juga rumit dengan tempo lambat banget. Gue baca stensilan juga pas SMP,… ups! (kalo gitu guenya yang kecepetan mateng,.. huehe he)
Namun kalau kita mau menggolongkan novel kita, ya harus diperhatiin bagaimana kedalaman masalah yang kita infuse di dalam plot. Semakin ‘dalam’, semakin untuk konsumsi dewasa, kan? Kita bisa bicara kisah cinta untuk konsumsi semua umur, tapi hanya bisa memasukkan persoalan ranjang seputar kisah percintaan tersebut, dalam novel dewasa. Cerita detektif juga bisa dibuat untuk semua umur, tapi untuk remaja, mungkin motif-motifnya masih lebih sederhana dibanding dewasa. Coba, pantes gak bikin motif serial killer yang psikopat buat konsumsi remaja?
Yang sekarang juga lagi ngetrend, adalah memasukkan value-value filsafati dalam novel. Ini juga agak susah buat konsumsi remaja, tapi mulai disenangi oleh pembaca yg lebih dewasa.
Gichu kali ye.
[tab:Hal 5]________________________________________
Post by: Elyasa on July 09, 2008, 08:03:03 pm
________________________________________
HI Guys..and Girls…
Wah…makasih nih mas Pur…udah di bantai, namun obyektif kok…. [thumbsup]
Sebelumnya sorry nih, tapi masalah “anthurium itu salah banget mas
yang bener tuh si Bloodsin, yang bilang entire…hehehehehe….

Dan cuman mau ngejelasin, itu novel saya tadinya penuh sama deskripsi lokasi, situasi, dan karakter…tapi editor dari penerbit yang memangkasnya….kata dia novel indonesia gak perlu banyak2 deskripsi…(bingung gak tuh) hehehehe….. :P
dan untuk dialog yang ‘corny’ mungkin bukan itu kata yang tepat…tapi mungkin ‘lame’ (sory saya punya gelar Sarjana Sastra Inggris soalnya) ehehehehe
dan untuk peta itu semua yang gambar mas catur…bukan saya….
Nah untuk matematika pasukan, mungkin waktu itu kalkulator saya mati, hehehehe….
Tapi seneng juga sih, di puji masalah twist di akhir buku ENTHIREA…karena emang tujuannya buat orang penasaran dan tertarik beli buku ke 2 nya….

Well…anyway buat temen-temen yang belum baca….beli dan baca dulu, ya….hehehehe….
Saya bersyukur banget ada yang mau memberikan perhatian kepada karya saya, dan Alhamdullillah, Enthirea bisa terbit… [rolleyes]
PS: Thx ya mas Pur buat kritik yang membangunnya dan Thx juga nih udah di sambut di kalangan penulis fantasi dalam negeri….hehehehehe [thumbsup]
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 09, 2008, 08:21:01 pm
________________________________________
Quote from: Elyasa on July 09, 2008, 08:03:03 pm
Sebelumnya sorry nih, tapi masalah “anthurium itu salah banget mas
yang bener tuh si Bloodsin, yang bilang entire…hehehehehe….

He he he,…. emang cuma humor situasional, koq. Buat bukaan artikel biar menarik doang,… ;)
Terserah pengarangnya,.. :)

Quote
Dan cuman mau ngejelasin, itu novel saya tadinya penuh sama deskripsi lokasi, situasi, dan karakter…tapi editor dari penerbit yang memangkasnya….kata dia novel indonesia gak perlu banyak2 deskripsi…(bingung gak tuh) hehehehe….. :P

kalo gitu bilang aja gara-gara hasil pangkasan editor, novel elo kena semprot raja biawak! He he he (emang penting, gituh?).
BTW, pls sharing dong, target pembaca Enthirea awalnya siapa? Apakah ada pengaruh dari penerbit untuk membidik ke segmen remaja, sehingga (akhirnya) terjadilah pangkas memangkas itu? Soalnya menurut gue hasil pangkasannya gak bisa gue terima :P tapi kelo buat segmen SMP gitu memang masih masuk, sich.

Quote
dan untuk dialog yang ‘corny’ mungkin bukan itu kata yang tepat…tapi mungkin ‘lame’ (sory saya punya gelar Sarjana Sastra Inggris soalnya) ehehehehe

Terima kasih udah dikoreksi :P

Lha sampeyan ini benernya sarjana psikologi atau sarjana sastra inggris? Atau double degree nich? Wuah, hebat [thumbsup]

Quote
Nah untuk matematika pasukan, mungkin waktu itu kalkulator saya mati, hehehehe….

Tapi seneng juga sih, di puji masalah twist di akhir buku ENTHIREA…karena emang tujuannya buat orang penasaran dan tertarik beli buku ke 2 nya….
hayo, sambil tulis buku kedua, segala error itu dibenerin, yach!

Quote
Thx juga nih udah di sambut di kalangan penulis fantasi dalam negeri….hehehehehe [thumbsup]

Heh, itu sambutan serius, loh. Jajaran penulis fantasy harus terus diperkuat. Dan temen-temen yg udah punya buku (yg terbit) adalah garda depannya. Makanya, karya-karya berikutnya ditunggu. (banyak nih kalo di Fantasy, terbit satu buku trus ngilang!)
Semoga sukses,
FA Purawan
[tab:Hal 6]________________________________________
Post by: Elyasa on July 09, 2008, 08:36:15 pm
________________________________________
Quote
BTW, pls sharing dong, target pembaca Enthirea awalnya siapa?

MAu cerita dikit deh….
Jadi gini, awalnya sih, ENTHIREA itu buat semua kalangan…nah pas masuk kepenerbit, mereka bilang ini segmen buat remaja ya…dari sd sampe sma gitu…nah jadi nya mereka mulai meng-edit buku saya untuk segmen itu.
Tapi kalo masalah love stoty nya itu lain, saya memang sengaja nggak membuat terlalu ‘vulgar’ soalnya biar bisa masuk aja gitu ke semua kalangan… ;)
Quote
banyak nih kalo di Fantasy, terbit satu buku trus ngilang!
Emang sih, bener juga kalo novel fantasy indonesia itu sering cuman keluar bentar trus ngilang…nah makanya butuh dukungan dari semua pihak buat menggalakkan Fantasy Indonesia…baik itu dari penulis, pembaca, dan yang paling penting tuh PENERBIT!!! [ranting]
PS : Yup gue dual degree…hehehehehe… 8)
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 09:49:42 pm
________________________________________
gw baru zoom-out peta enthirea dari repiu-nya om pur, kok begitu banged yak? ???
aneh dan gak jelas.. kayak gak alamiah gitu alamnya, pantesan aja settingnya dibilang ‘kurang meyakinkan’ :D
yg gw maksud gak alamiah itu, kayaknya setiap tempat berdiri sendiri, lebih keliatan kayak petak ular tangga daripada peta :D
alokasi tempat2nya saling gak sinkron, dan kayak dibikin dengan gak niat gitu :’(
sama buremnya ama peta ledgard buat gw sih -.-”
terus ilustrasinya. ehm, buat gw sih sama aja kayak ledgard (tp emang lebih rapi yg di ledgard sih). Tapi ilustratornya, kalo ngeliat dari gambar yg ada di blog, kayaknya emang udah punya style gambar. kalo diukur pake selera art gw sih sama sekali tak memenuhi kriteria. gambar karakter2nya terlalu standar dan gak eksotik, membosankan :P
apalagi buat gambar2 karakter ceweknya. kenapa harus selalu berkerudung dan nenteng tongkat? sama sekali tak menarik buat pembaca lelaki, dan ironisnya mayoritas pembaca fantasi adalah laki2 :’(
tak bisakah dibikin berbusana sedikit ‘terbuka’? sedikiiiit aja dah, gak harus sampe pamer aurat (tp secara genrenya ‘fantasi’ sih, sejujurnya gw mengharapkan ilustrasi karakter2 ceweknya sensual :-[) maksud gw ‘sensual’, itu bukan berarti seksi, pantat bahenol dada gede, atau pakem2 yg berkesan murahan lainnya, tapi yg berkelas lha. yg namanya wanita yak kudu punya kesan feminim dan sensual.
satu2nya ilustrator fantasi yg gambarnya keren sangat di mata gw (khususnya buat tipe ancient/medieval fantasi), itu ermambang bendung (ilustrator pinissi). tapi emang beliau lebih keren di ilustrasi item/mahkluk2 fantasi, daripada gambar orang.
________________________________________
Post by: BloodSin on July 09, 2008, 09:51:03 pm
________________________________________
@fred,
weks ada yak? wah ketauan dah gw kupernya, jadi malyuu :-[

tapi tetep aja yg kayak begitu jarang, walau emang masi memungkinkan (ngeyel.com). itu yg gurun gobi, lebih ke tipe gurun dataran tinggi kan daripada tipe gurun pasir dataran rendah yg kayak di mesir/arab? yg gw maksud ‘gurun pasir’ itu ya yg tipenya panas menyiksa kayak di setting aladin. kan janggal juga kalo tiba2 ada karakter yg abis menyeberang gurun terik gitu ketemu pegunungan bersalju. :P
btw saman itu plotnya kayak gimana? drama?

@makmak,
nah, bagus deh kalo udah ada backup jawabannya. tapi semoga aja jawaban2 itu nantinya tertera di tubuh novel, supaya pembaca gak bertanya2 lagi. kalo gak gitu, nantinya bakal kayak nasib zauri kalo novel ente jatuh ke tangan si fred, abis diobok2 karena banyak menyisakan pertanyaan yg tidak/belum terjawab di nopelnya. :P

@om pur,
eheheheh, kalo ane sih masih tetep berpegang ke aspek tema dan gaya dialog/gaya bahasa (‘kemasan’ lha, istilahnya) buat mengukur ke mana level pembaca suatu novel. cerita yg rumit (dengan kedalaman masalah tertentu) gak selalu bakal cocok dilabeli buat dewasa, dan cerita yg simple juga gak selalu pasti dilabeli buat remaja/anak kecil.
naruto, sekali lagi buat contoh, kerangka plotnya bener2 bercabang dan semrawut udah kayak bulu ketek, tapi karena dikemas dengan tokoh utama ‘bocah ninja’, jadilah target market utamanya bocah.
AAC, kalo diliat dari cerita dan kedalaman masalahnya, cenderung simple dan picis buat gw sih, tapi kok kayaknya gw ngerasa lebih cocok buat konsumsi dewasa yak? mungkin karena temanya, dan ‘kemasan’nya itu. :)

Comments No Comments »