Posts Tagged “Pulang Kampung”

Pulang kampung?

Apa itu ‘pulang kampung’?

Dan apa yang harus ditulis untuk sebuah ‘pulang kampung’?

Tentu saja, ‘pulang kampung’ yang dimaksud pada kesempatan kali ini, di tempat ini, saat ini, adalah kembali ke Kemudian.com. Di sini, hampir lima tahun yang lampau saya mulai membangun lagi impian lama saya untuk menjadi seorang penulis; impian yang pernah terkubur selama lebih dari sepuluh tahun. Di tempat ini saya bertemu dengan banyak teman seperjuangan, sesama calon penulis dengan mimpi besar. Di sini kami semua belajar bersama, tak hanya untuk membuat cerita yang lebih baik, tapi juga untuk menjadi penulis yang (mudah-mudahan) lebih kokoh, yang tidak rontok oleh cacian maupun pujian.

Maka ketika ada tawaran untuk ikut serta dalam acara pulang kampung, dan bertemu lagi dengan banyak teman lama, saya pun menerimanya dengan senang hati. Kembali ke sebuah rumah lama tempat kita dulu memiliki banyak kenangan baik, siapa yang tidak mau?

Sayangnya, sampai kemarin, saya tetap tidak tahu apa yang harus ditulis untuk acara ini. Saya menulis ribuan kata setiap bulan; di NaNoWriMo bulan kemarin bahkan saya menulis seratus ribu kata. Tetapi apakah semua itu cukup pas untuk dimunculkan dalam sebuah ‘pulang kampung’? Bukankah seharusnya ada sesuatu yang berbeda, sebuah cerita yang punya kenangan lebih manis dibanding cerita-cerita lain yang pernah saya pajang di Kemudian.com? Apakah saya punya?

Read the rest of this entry »

Comments No Comments »