Di Tepi Sungai Ordelahr 8
Posted by: Villam in Cerita, tags: cerita fantasi, Hikayat Orang Utara, short versionlihat bab sebelumnya di sini
baca kisah Di Tepi Sungai Ordelahr dari awal di sini
—
Desa suku Andranir terletak tak jauh dari muara Sungai Ordelahr. Desa paling utara di Hualeg, yang dapat dicapai dalam waktu dua hari jika menggunakan perahu dan empat hari kalau berjalan kaki, jika memang orang yang hendak pergi itu mau berusaha keras.
Vilnar tahu itu dan ia tak ingin membuang waktu. Ia berangkat saat malam dan sejak awal ia mendayung perahunya dengan kecepatan tinggi, mengikuti arus ke hilir, hanya berhenti untuk tidur di malam berikutnya. Sehingga saat lewat tengah hari di hari kedua ia sudah mendekati pemukiman suku Andranir. Di kejauhan tampak lautan utara yang gelap membiru dengan beberapa bongkah es raksasa mengapung di permukaannya.
Pemandangan yang menakjubkan, apalagi pada saat musim dingin tiba, ketika seluruh lautan berubah menjadi es. Ingin rasanya Vilnar memberikan pemandangan indah itu pada istrinya, tetapi ia tahu Ailene tak bakal tahan dengan suhunya yang dingin. Di tempat ini bahkan Vilnar pun harus menggunakan mantel bulu beruangnya yang paling tebal, yang cukup berguna juga untuk menutupi kapak perang yang tergantung di punggungnya.





Entries (RSS)