Posts Tagged “Wahai Bulan”

”Wahai, Pasir,” Lautan menyapaku. ”Manusia dalam pelukanmu itu, dialah makhluk tercantik di seluruh penjuru dunia.”

”Apa maumu?”

”Aku ingin mengambilnya.”

”Jangan coba-coba! Aku telah meminta Bulan untuk menjaganya darimu.”

Lautan tertawa. ”Kau pikir Bulan bisa terus menahanku?”

”Apa?! Kau hendak menantangnya?”

”Sudah waktunya. Bulan jauh di atas sana, mau mengekang kita selamanya?! Aku telah berbicara dengan Tanah dan Angin, mereka setuju denganku.”

”Bodoh!” seruku panik. “Membuat Bulan menangis hanya akan membuat Matahari murka! Kau membuat kesalahan!”

”Kau yang bodoh! Kita bisa hidup tanpa keduanya!”

”Tidaaakkk!!!” Aku menggigil ngeri sambil memandangi makhluk indah dalam pelukanku.

Kehancuran itu akan datang, karena KEHADIRANMU?

Comments 15 Comments »

Kaulah manusia pertama yang menyentuhku, sejak awal masa aku diciptakan. Sepasang telapak kaki lembutmu lambat menjejakkan bentuk indahnya di permukaan tubuhku.

Makhluk terindah yang pernah kulihat, aku tak tahu bagaimana kau bisa sampai di sini. Yang jelas, Tuhan telah menjawab kerinduanku.

Menjelang Matahari pergi kau datang, berdiri memandangi Lautan, membiarkan Angin mengibarkan rambutmu.

Lalu kau berbaring di atasku, membiarkanku memelukmu. Matamu terpejam, telingamu menikmati alunan ombak dan nyanyian burung pantai.

”Tuhan, terima kasih,” kau bersyukur.

Aku menengadah. “Wahai Bulan, terangi dirinya, tetapi jangan biarkan ombak besar datang menjemput. Aku takut ia pergi, dan aku takkan pernah bisa melihatnya lagi.”

Comments 6 Comments »