Posts Tagged “zauri”

[tab:Hal 1]Sesi XIX (3 Jul 2008 – 8 Jul 2008)

  • Tentang kontrak penulis-penerbit
  • Tentang Zauri karya clickdian
  • Tentang Pesta Buku 5 Juli 2008
  • Tentang Enthirea
  • Review Zauri karya clickdian oleh fr3d

[tab:Hal 2]________________________________________
Post by: blue_amaranthine on July 03, 2008, 07:38:09 pm
________________________________________
Hei, udah ada sinopsis Dream of Utopia lho di forum BuBar. Mumpung aqyu lagi di sini, siapa yang mau komen? kritik juga boleh! Tapi yang membangun ya, nanti ga ada novel kedua deh kalo kepedesan. Hehehe baru terbit jadi narsis neeh>… :D :D :D [thumbsup]
________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 09:02:54 am
________________________________________
Quote from: blue_amaranthine on July 03, 2008, 07:38:09 pm
Hei, udah ada sinopsis Dream of Utopia lho di forum BuBar. Mumpung aqyu lagi di sini, siapa yang mau komen? kritik juga boleh! Tapi yang membangun ya, nanti ga ada novel kedua deh kalo kepedesan. Hehehe baru terbit jadi narsis neeh>… :D :D :D [thumbsup]

Si sammy akhirnya maen juga ke sini. :)
Btw, gw nanya dong, emang kalau di negeri kita tercinta ini (:P), kontrak penulis-penerbit itu per buku ya?
Maksudnya, meskipun bukunya rencananya bakalan jadi serial, tapi yang dikontrak satu-satu, jadi gak dikontrak penulisnya harus nyelesain serinya atau ada jumlah minimal bukunya (3 atau 5?) khusus di penerbit itu aja.
Kalau begini, berarti bisa aja dong buku 1 serial A diterbitin oleh penerbit X, terus buku 2-nya oleh penerbit Y?
________________________________________
Post by: MakMak on July 04, 2008, 09:17:49 am
________________________________________
kayaknya seri candi murca (LKH) juga diterbitakan ma beberapa penerbit. jadi seri 1 oleh penerbit x, seri 2 oleh penerbit Y, dst. tapi aku juga ga yakin sih, nanti klo aku ketemu temenku yg nge-fans ma LKH, ta tanyain.
@blue amaranthine
btw, kok dreams of Utopia ga ada di gramed pasar festival? ta tanyain ke yang jaga, jawabnya mau dicarikan dulu di gudang. sudah habis kali. (larisss manisss) ;D ;D ;D
________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 09:29:02 am
________________________________________
Iya? Gw taunya cuma serial supernova-nya Dee. Tapi itu kan dia emang nerbitin sendiri (rekanan gitu, ;D), jadinya gak aneh kalau dia seenaknya aja ganti2 penerbit.
Soalnya kalau di luar sono, penulis biasanya dikontrak penerbit untuk nyelesain serialnya, makanya ada istilah “dikejar-kejar editor”.
Apa ini sebabnya novel fantasi lokal yang katanya berseri hampir semuanya gak terbit kelanjutannya?
Karena gak terlalu laku, terus putus kontrak, dan gagal mencari penerbit lain untuk menerbitkan kelanjutan karya yang kurang laku itu?
Hmm…
Jadi, enakan dikontrak sepaket atau satu2 ya?
________________________________________
Post by: clickdian on July 04, 2008, 10:37:34 am
________________________________________
*Ehm*
Berhubung banyak yang nanya–berarti ini masalah serius sama distribusi–aq mau nanya nih.
Kalo kucariin Zauri langsung ke penerbit, terus kukirim ke yg rekues, ada yang mau gak ganti harga buku plus ongkos kirimnya? Bisa dapet tanda tangan, dan mungkin akan kukasih juga bonus laen (lagi mikirin apa yang bagus). ;D ;D ;D
[tab:Hal 3]________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 11:07:26 am
________________________________________
Quote from: Alpha_Serpentwitch on July 04, 2008, 10:47:08 am
bonus ‘kiss mark’ dari mba Dian wekekek XD
masa bonusnya minta diskon…

Ngomong2 soal bonus, gw jadi kepikiran…
Bonus selipan buku kan udah hampir dipake semua novel sekarang, jadi udah terlalu standar.
Di Eldest-nya si Paolini, ada bonus foto penulisnya seukuran postcard –> ini mah gak penting banget [hammer]
Nah, kalau si ataka, dia ngasih bonus cd film animasi yang diambil dari cerita novelnya.
Jadi menurut kalian, bonus apa yang paling oke atau pas buat sebuah novel fantasi?
Terlepas dari mungkin atau tidaknya diwujudkan oleh penerbit, gw jawab #1: figurin si tokoh utama. [thumbsup]
________________________________________
Post by: clickdian on July 04, 2008, 11:15:16 am
________________________________________
Quote from: fr3d on July 04, 2008, 11:07:26 am
Ngomong2 soal bonus, gw jadi kepikiran…
Bonus selipan buku kan udah hampir dipake semua novel sekarang, jadi udah terlalu standar.
Di Eldest-nya si Paolini, ada bonus foto penulisnya seukuran postcard –> ini mah gak penting banget [hammer]
Nah, kalau si ataka, dia ngasih bonus cd film animasi yang diambil dari cerita novelnya.
Jadi menurut kalian, bonus apa yang paling oke atau pas buat sebuah novel fantasi?

Terlepas dari mungkin atau tidaknya diwujudkan oleh penerbit, gw jawab #1: figurin si tokoh utama. [thumbsup]

Kalo selipan bukunya unik dan gak sama dengan yg laen, boleh gak?
figurin bagus tuh (walo terbentur budget). ato gantungan hp/ kunci senjata si tokohnya aja dah.
________________________________________
Post by: fr3d on July 04, 2008, 11:25:59 am
________________________________________
Quote from: clickdian on July 04, 2008, 11:15:16 am
Kalo selipan bukunya unik dan gak sama dengan yg laen, boleh gak?

figurin bagus tuh (walo terbentur budget). ato gantungan hp/ kunci senjata si tokohnya aja dah.

Selipan buku unik, uniknya dalam arti apa?
Gantungan kunci senjata si tokoh juga keren tuh! Atau mungkin logo sesuatu, misalnya kelompok/organisasi si tokoh, atau logo novelnya sendiri. Ini kayaknya mungkin deh, bukannya gantungan kunci gak terlalu mahal ya?
Tapi, tetep aja bikinnya harus sekaligus banyak biar harganya turun banget.
Jawaban gw #2: peta dunia rekaannya. Bener2 berbentuk peta, gak cuma ngambil 1 halaman belakang/depan. Mungkin kayak di novel abarat, tapi kalau bisa yang kayak peta indonesia itu (ada gradien tinggi rendah, skala, dll). Tapi, kalau ini pasti kebentur harus bayar ilustrator/cartographer, kecuali si penulisnya mampu bikin sendiri, hehehe… :D
________________________________________
Post by: Alpha_Serpentwitch on July 04, 2008, 12:06:17 pm
________________________________________
kl mau unik, bikin bungkusan buku/cover kedua berbentuk kotak bolong yang ngepas buat ‘slide in’ bukunya. (emm.. pada ngerti ga yah ^^)terbuat dari karton/kertas yang cukup tebal, dengan desain yang unik dan imagenya berhubungan/sama seperti di cover bukunya. Selain bagus, bisa buat jaga agar bukunya ga gampang rusek kl disimpen, berfungsi sebagai second cover. [thumbsup]

________________________________________
Post by: blue_amaranthine on July 04, 2008, 05:30:17 pm
________________________________________
Akhirnya ;D…. www.dream-of-utopia.com beres juga. Promosi terus!!!!!!!! Udah bisa di visit lho, tapi belom ada apa-apa hehehe ;D… nanti deh kalo udah komplite 100% di post lagi…. SEMANGAT PROMOSI! (Besok mesti Prom Night n gw bakalan promosi sambil pake baju penyihir, mumpung tema Promnya Fairy Nite gitu. Yellow Robe yang nantung n kependekan…. Ga pede nih pake bajunya :-[, tapi demi promosi apa pun aku lakukan!!!!! [thumbsup]
________________________________________
Post by: cheppy70 on July 05, 2008, 06:30:13 pm
________________________________________
(Pada kemana, neh?) :(
Baru habis dari Pesta Buku, yang ternyata ruarrr biasa ramainya, di tempat yang spacenya tergolong kecil (istora). Akibatnya gue malah gak betah dan cepet-cepet pergi dari situ.
Lumayan dapat barang-barang ini:
1. Cardan
2. Transpondex
3. Zauri [thumbsup] [thumbsup]
Gue liat Zauri dipajang, koq, ada sekitar 7 copy. Tapi gue agak heran dengan persoalan distribusi yang dialami Dian. Mengingat Zauri merupakan pemenang sayembara, kupikir gak sulit lho menjualnya. Cukup bikin banner/ sign dan bikin event promosi di sini-situ,… kayaknya koq masih bisa jalan, tuh? (tapi anyway, ini komen sementara, soalnya gue belum baca bukunya, pan :D )
Makin banyak aja yg mesti gue baca neh,… hehehe,…

Oh iya, mengenai review, sekarang yg sedang antre adalah:
1. Enthirea
2. Dream of Utopia (Sorry Blue, gue geser dulu soalnya punya ente lebih tebel,.. hehehe. Tapi tenang aja, pasti kugarap.
3. Zauri (obviously!)
4. Cardan
Sebenernya masih ada lagi yg belum sempat kubaca yaitu:
1. Planet Smarta
2. Zona Masa Depan
Hmmm,… kurasa, genre Fantasy memang sedang menggeliat!
Salam,
FA Purawan
[tab:Hal 4]________________________________________
Post by: BloodSin on July 05, 2008, 08:39:34 pm
________________________________________
@blue
wah kalo bayar gitu, bikin website-nya jangan yang standar2 aja biar gak rugi, pake forum diskusi ama fasilitas donlot gratis juga donk biar seru [biggrin]

@om pur
selamat bos dapet tangkepan gede nih, tak sabar kumenanti repiu2-nya [thumbsup]
Quote
1. Enthirea
2. Dream of Utopia (Sorry Blue, gue geser dulu soalnya punya ente lebih tebel,.. hehehe. Tapi tenang aja, pasti kugarap.
3. Zauri (obviously!)
4. Cardan
berani taroan, list yg no empat ini ente bakal luamaaaaa banged beresinnya, setidaknya itu sudah teruji bagi 3 orang di tret ini [biggrin]

@clickdian
noh stoknya ada 7 eks gitu sis, berarti udah cetak ulang donk? [biggrin]
sebetulnya kalo ditilik dari ilmu marketing, menurut ane zauri adalah novel fantasi yang paling berpotensi buat jadi bestseller (atau setidaknya cetak ulang): kovernya keren, gaya bahasanya adaptable buat semua lapisan pembaca, udah punya NAMA dengan menang sayembara, dan harganya pun cenderung reasonable buat ukuran novel fantasi indo. saranku sih sis, mending ente bikin promosite-nya aja sekalian, pajang gambar2 karakternya yg dulu ente kasi liat ane di bonray (walaupun rada2 cupu yg penting karya sendiri(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/47.gif)), pajang repiu2 positif dari pembaca, kayak di promosite hozzo [biggrin]
________________________________________
Post by: Elyasa on July 05, 2008, 10:01:11 pm
________________________________________
Halo….guys…
Gue mau promosi nih…buku gue udah terbit…seperti yang dibilang sama cheppy…heheehhehe
Judulnya : Enthirea : Pertempuran Dua Dunia.
Penerbit : Jagad Media
Author : Aulya Elyasa
Beredar di Gramed, Gunung Agung, dan Toga Mas….
So silahkan beli…nikmati, kritik, dan nikmati lagi….mohon masukannya ya setelah kalian beli dan bacca…thx…:P
________________________________________
Post by: rd_Villam on July 06, 2008, 12:52:54 pm
________________________________________
lha, om pur dateng ke pesta buku juga hari sabtu?
gua ma dian n fred juga dateng, dan sempet ngobrol lama lho…
yee… kagak bilang-bilang sih…
si fred tuh dapet tandatangannya dia. wkwkwkwk…
dan rey, zauri tuh bukan dicetak ulang kayaknya, tapi emang masih ada stoknya di grasindo, tapi kagak didistribusikan dengan baik. emang, kalo menurut gue, pemasaran buku gak bisa mengandalkan dari penerbit dan toko buku doang, tapi juga harus ada jalur lainnya. misal: toko buku online, atau para penggemar bisa mendapatkan/beli langsung dari penulis.
________________________________________
Post by: clickdian on July 07, 2008, 09:11:36 am
________________________________________
Quote from: cheppy70 on July 05, 2008, 06:30:13 pm
Baru habis dari Pesta Buku, yang ternyata ruarrr biasa ramainya, di tempat yang spacenya tergolong kecil (istora). Akibatnya gue malah gak betah dan cepet-cepet pergi dari situ.

Yah, mas Pur. knape gak bilang2? ??? kan bisa sekalian reunian di sana *hayyah*

Quote from: cheppy70 on July 05, 2008, 06:30:13 pm
Lumayan dapat barang-barang ini:
3. Zauri [thumbsup] [thumbsup]
Gue liat Zauri dipajang, koq, ada sekitar 7 copy. Tapi gue agak heran dengan persoalan distribusi yang dialami Dian. Mengingat Zauri merupakan pemenang sayembara, kupikir gak sulit lho menjualnya. Cukup bikin banner/ sign dan bikin event promosi di sini-situ,… kayaknya koq masih bisa jalan, tuh? (tapi anyway, ini komen sementara, soalnya gue belum baca bukunya, pan :D )

*glek* :-\
Zauri udah di tangan mas Pur nih! Aq kabur dulu dehhhh!
Heuheuehueu [biggrin]
Tolong dibantai yah! Buat persiapan novel2 berikutnya [thumbsup]
Nuhun pisan!

Quote from: BloodSin on July 05, 2008, 08:39:34 pm
@clickdian
noh stoknya ada 7 eks gitu sis, berarti udah cetak ulang donk? [biggrin]
sebetulnya kalo ditilik dari ilmu marketing, menurut ane zauri adalah novel fantasi yang paling berpotensi buat jadi bestseller (atau setidaknya cetak ulang): kovernya keren, gaya bahasanya adaptable buat semua lapisan pembaca, udah punya NAMA dengan menang sayembara, dan harganya pun cenderung reasonable buat ukuran novel fantasi indo. saranku sih sis, mending ente bikin promosite-nya aja sekalian, pajang gambar2 karakternya yg dulu ente kasi liat ane di bonray (walaupun rada2 cupu yg penting karya sendiri(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/47.gif)), pajang repiu2 positif dari pembaca, kayak di promosite hozzo [biggrin]

Rey, psssttt!! jangan disebut-sebut gambar buluk ituuh! itu mah jeprut banget, maluuu [shy]
*EHEM!*
Kayaknya aq mau buat gambar2 baru, kali ini serius.
Dan soal promosite, lagi ngumpulin info2 dulu. —> gak mau ngaku kalo gaptek, hehehe ;D ;D ;D

#Elyasa,
Nice to see you here! :)

#Blue
Umm.. novelnya gak ada di pesta buku yah? dicari2 gak ketemu… :(
[tab:Hal 5]________________________________________
Post by: fr3d on July 07, 2008, 09:13:52 am
________________________________________
Laporan dari pesta buku jakarta 2008:
Akhirnya… akhirnya… kesampean juga mampir ke sana tahun ini. [biggrin]
Seperti yang dibilang villam & mba dian, kita ketemuan hari sabtu bertiga, dan sempet ngobrol lama.
(Om pur ada di mana? Dateng jam berapa pula? ???)
Setelah keliling ke semua stand, gw membawa pulang 3 buku fantasi lokal:
1. Zauri (+ signature)
2. Sang Penandai
3. Goran
Dan 2 buku fantasi terjemahan:
1. Pria Cilik Merdeka – Terry Prachett
2. Tunnels (lupa pengarangnya siapa, ada 2 orang)
Tunnels ini novel fantasi terjemahan baru keluaran mizan. Kalau di-endorsement-nya sih disebut bakal gantiin harpot karena ditemukan oleh editornya harpot, tapi apa korelasinya coba antara dua hal itu? (*gubraks!*)

Emang ngeliat pula Cardan dan Alexa, tapi gak beli. Enthirea dan Dream of Utopia gak ada di stand toko buku pun.
Mau cari Neverwhere-nya Neil Gaiman juga gak nemu.
Di pesta buku kemarin itu yang paling memuaskan adalah stand-nya serambi (villam, mba dian, om pur sempat mampir?). Serambi ngasih diskon gila2an dan ngejual banyak buku yang harganya diketok sama: 5ribu, 10ribu, dan 20ribu. Padahal buku2nya itu ada yang aslinya 60ribu-an! Buku2nya Dan Brown juga diskon 50% (untuk semua versi). Tahun ini, top banget deh serambi! [thumbsup]
Oya, kbbi juga ternyata ada di stand-nya balai pustaka. Tapi diskonnya cuma 20%, jadi harganya masih 190ribu-an. Gak jadi beli deh… T_T
(Villam dan mba dian akhirnya nemu gak? Maap, gak bales sms terakhir karena batere hp-nya abis… :-[)

Sempet juga dapet tanda tangannya Ayu Utami yang lagi ngadain book signing novel terbarunya, Bilangan Fu.
Udah gak sabar, kepengen baca. Tapi, untuk menghormati tret FFDN, gw menyingkirkan dulu buku itu dan mengambil Zauri, ^-^.
Alhasil, Zauri udah selesai dibaca. Yup, selesai dalam tempo kurang lebih 4 jam.
Komen-nya segera ya, mba dian!
Sekian laporannya!
Pokoke, puas bener deh!
;D
________________________________________
Post by: fr3d on July 07, 2008, 04:06:58 pm
________________________________________
Mba dian, komen nih ya buat Zauri! Mudah2an berkenan.
(buat yang belum baca dan tertarik baca Zauri, SPOILER ALERT!)

Pertama-tama: Bohong. Bohong kalau kubilang aku suka dengan ceritanya Zauri.
Karena kenyataannya, aku memang gak suka, meski gak sampe benci. :D
Apa karena masalah selera? Hmm… mungkin… ???
Tapi, berhubung penilaiannya harus obyektif, jadi rasa gak suka itu harus dibuang jauh2 dulu.
Kedua, menjawab pertanyaan mba dian: Ya, Zauri termasuk RPN, bahkan keliatan sangat jelas sekali (dari pace, team building, dan aspek2 yang kusebut di bawah ini).

Seperti biasa, karena gak sanggup bikin review macam om biawak ([biggrin]), jadi komen2nya model singkat straight to the point aja ya:

1. Ada beberapa hal yang jadi pertanyaan. Sebutan tepatnya apaan ya? Mungkin logika cerita kali ya?
Contoh: dahl yang jaga gua ke ruang penyucian. Gua itu kan seharusnya sering dilewati karpathian, berarti sebagian pasti pernah ketemu sama dahl itu. Memang dahl-nya cuma ada 1 ekor (yg dibunuh Dios)? Kalau iya, berarti orang2 lain bisa lolos ke ruang penyucian tanpa perlu membunuh dahl itu? Tapi, kalau ada banyak, kenapa gak ada mayatnya atau rombongan Dios gak ketemu?
Nah, di Zauri ada beberapa kejanggalan model begitu. Yang kayak gini biasanya di game rpg memang gak terlalu dipermasalahin (kata rey, “Ciri RPN!”), tapi buatku, beginian udah dihitung plot hole.
Contoh lain: Mio si peri kan punya tangan. Kenapa dia gak nulis di pasir atau tanah sebagai cara komunikasinya ke Kayla? Kalaupun pemahaman bahasanya beda antara manusia dan peri, bisa aja si Mio ngegambar, misalnya mahkota untuk merujuk Kayla sebagai seorang putri?

2. Ciri khas RPN lain: hal-hal yang sebenarnya rumit, banyak yang kemudian disederhanakan.
Misalnya, pas raja negeri Elgamb mati, koq aftermath-nya begitu aja? Si Zen sebagai pangeran malah bisa-bisanya pergi nyari tunangannya, gak mikirin rakyatnya atau minimal keamanan negerinya-lah. Memang sih ada kakaknya, tapi Zen sendiri kan juga pangeran yang bapaknya baru mati! Bukannya merasa bersalah pula telah ninggalin istana buat nyari cewek pas istananya diserang, malah fine-fine aja! (*geram!*) [hammer]

3. Dari segi plot, hampir gak ada hal baru di dalam Zauri, bahkan plot2 utamanya juga. Mayoritas udah pernah ada di cerita lain. Contohnya: tentang kakak yang hilang dan ternyata jadi jahat, tentang putri yang dikutuk dan hilang ingatan, tentang cinta segitiga Dios-Regia/Kayla-Zen dan keputusan akhir mereka, tentang sang Amigdalus yang justru dimanfaatkan orang lain, dll.
Intinya, mungkin bisa disebut kalau plotnya Zauri kurang greget. [rolleyes]

4. Zauri sebenernya ceritanya sederhana dan pendek. Tapi, citra RPN lagi, ceritanya dipanjang-panjangin dengan ketemu monster A, B, C, atau ketemu barrier X, Y, Z.
Akhirnya jadi boros. Banyak makhluk atau komponen setting dunia fantasi lain yang muncul hanya di 1 adegan aja, terus gak ada gunanya lagi. [hammer]

5. Masalah teknis tentang penggunaan tanda baca udah dibantah oleh penulis (hehehe… ;D).
Kalaupun ada yang lain adalah penggunaan kata “yang” yang merujuk ke seseorang atau sebagai pengganti subyek, khususnya di bagian2 awal novel.
Misalnya (ini contoh kalimat asal, bukan diambil dari novel): Yang dipanggil belakangan, Yang membawa pedang. Pokoknya yang model2 gitu deh.
Itu gak salah sih, cuma agak terlalu sering aja. [bigwink]

6. Bagian 1 itu sebenernya prolognya Zauri, mba dian.

7. Lalu kenapa Zauri bisa dapat 2 penghargaan itu (1-nya nominee)?
Kalau tebakanku adalah karena kelebihan Zauri, yaitu: Pas.
Zauri adalah novel romance fantasy yang berhasil.
Berhasil dalam hal apa? Dalam mencapai tujuannya itu (sebagai romance fantasy; kalau tujuan penulisnya bukan ini, berarti argumen ini salah).
Segala aspek yang ada di dalam Zauri sudah menunjang dengan tepat tujuan itu. Istilah kasarnya, apa yang ditujuankan penulis sampai ke pembaca. Romance-nya masih dalam taraf believable, tidak terlalu cengeng, segala aspek fantasi yang ada menunjang kisah romance itu sendiri dengan tepat. Pokoknya pas deh semuanya sebagai sebuah novel romance fantasy. [thumbsup]
Kalaupun ada nilai positif lain buat para juri, mungkin dari faktor kesederhanaan cerita itu sendiri yang gak terlalu berlebihan, apalagi sengaja dilebih2kan.
For achieving those things, Zauri layak koq masuk nominee KLA. ;)

Sekian dulu komentarnya. Ntar kalau inget yang lain lagi, bakal kutambahi belakangan ya.
Sebagai penutup, sejauh ini yang menduduki posisi novel fantasi lokal terbaik yang pernah kubaca adalah Ledgard.
Nah, secara keseluruhan, menurutku Zauri mendapatkan nilai yang gak terlalu berbeda dengan Ledgard.
Tapi, bila keduanya harus seri, maka pemenangnya adalah Zauri.
Good job! [thumbsup]
NB: Aku bacanya gak pake scroll fast koq, mba dian. Lengkap, kata demi kata. :)
________________________________________
Post by: clickdian on July 07, 2008, 04:37:34 pm
________________________________________
Quote from: cheppy70 on July 07, 2008, 02:13:43 pm
BTW Dian, kepesertaan dalam sayembara itu, apakah ada inisiatif dari kamu untuk memasukkan, atau inisitaif penerbit, atau bagaimana sih?

Not me, yg jelas..
Kemungkinan sih penerbitnya berperan aktif. Tapi mungkin pihak penyelenggara juga nggak ‘tunggu dan terima’. Mereka pasti pantau peredaran novel-novel yang masuk nominasi. Cuman setauku, untuk yg IKAPI, Zauri tersisih dari sekitar 90-an novel lain untuk kategorinya.
Kalo KLA… silakan ditebak aja deh. Jurinya ada 10, bisa jadi Zauri ngelewatin 10 ‘barrier’ sebelum akhirnya masuk 10 besar.
(kalo gak salah ya..)
________________________________________
Post by: clickdian on July 07, 2008, 05:06:22 pm
________________________________________
Fred,
Thank youuuu, udah nyempetin baca, dan maaf kalo nggak memuaskan. Namanya juga novel pertama, blon pengalaman hehehe –> mencari pembenaran ;D
Ah! Dapet banyak ilmu darimu nih! Makasih udah ngebedah Zauri sampe detil yah :)
Terlepas dari masalah selera, aq seneng kamu mau ngakuin kalo gak suka sama Zauri. Gak mungkin Zauri punya penggemar universal; pasti ada aja yg gak suka, tapi gak semua yg gak suka mau repot2 ngakuin, apalagi sampe nge-review. ;D

Masalah logika, plot, teknis penulisan, ‘RPN banget’, dan hal-hal lain yang mengganggumu selama baca Zauri, kuusahakan tereliminasi di novel-novel berikutnya. Jujur, faktor ‘novel pertama’ ngaruh banget di sini, karena selain karena waktu nulis Zauri skill nulis-ku belum terasah, kematangan jalan pikiran (istilah lain: kedewasaan) juga lumayan berperan. That is why, pas tau Zauri dapet nominasi, selain seneng aq juga bingung, kok bisa yah? hehehe.. so far aq masih berpikir kalo itu keberuntungan aja. Masih perlu belajar, dan belajar itu neverending process. Makanya butuh banyak masukan :)
Sekali lagi makasih banget ya, aq tunggu novelmu terbit [thumbsup]
(nggak, nggak niat balas dendam, kok! cuma mau hunting tandatangan ;D ;D ;D)
________________________________________
Post by: fr3d on July 07, 2008, 05:10:40 pm
________________________________________
Aih, aih, mba dian, gak perlu sampe membela diri koq, apalagi sampe minta maaf segala… :D
Kalau aku jadi mba dian, aku udah pasti bangga banget karena novelku udah terbit dan dapet penghargaan.
Beneran deh! [thumbsup]
Oya, klarifikasi, aku gak sekecewa itu koq sama Zauri. Malahan aku puas karena faktor “pas” itu. Tapi, ya memang masalah selera aja yang berperan sehingga aku gak suka. [biggrin]
Makasih juga, dan kutunggu novel yang sedang dibuat itu! ;)
________________________________________
Post by: MakMak on July 08, 2008, 08:18:39 am
________________________________________
Quote from: clickdian on July 07, 2008, 05:06:22 pm
Fred,
Thank youuuu, udah nyempetin baca, dan maaf kalo nggak memuaskan. Namanya juga novel pertama, blon pengalaman hehehe –> mencari pembenaran ;D

novel pertama + blon pengalaman = dapat penghargaan ;D ;D ;D
menandakan bahwa anda adalah penulis yang potensial [thumbsup] [thumbsup] [thumbsup]
[tab:Hal 6]________________________________________
Post by: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
________________________________________
gila fred, gw salut banged lu bisa bikin repiu sejujur itu, keren! keren banged, gw bener2 ampe terperangah bacanya (lebih terperangah waktu gw dulu baca komen lu ke prolog gw ;D)
di dunia ini dikid banged orang yg bisa berkata sejujur elu, apalagi semenjak elu pernah bertatap muka dan bahkan minta ttd penulisnya langsung! sumpah top banged dah.
komen jujur itu langka banged buat seorang pengarang.
(jadi buat ente sis dian, jangan ngambek, atau setidaknya jadi ilpil/sebel ama si fred yak! daku dulu sempet ilpil liat komen die ke prolog lemures ane–tapi sekarang malah seneng banged karena komen dia cukup ngebantu ane ngerevisi lemures :D )
ah mau ikutan nimbrung komenin repiunya si fred jahanam(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/14.gif):

Quote
Kedua, menjawab pertanyaan mba dian: Ya, Zauri termasuk RPN, bahkan keliatan sangat jelas sekali (dari pace, team building, dan aspek2 yang kusebut di bawah ini).

aha! udah gw bilang lu orang sempet gak percaya kemaren2.. ^-^

Quote
Memang dahl-nya cuma ada 1 ekor (yg dibunuh Dios)? Kalau iya, berarti orang2 lain bisa lolos ke ruang penyucian tanpa perlu membunuh dahl itu? Tapi, kalau ada banyak, kenapa gak ada mayatnya atau rombongan Dios gak ketemu?

maksud lu ‘mayatnya’ itu mayat dahl yang dibantai karpathian apa mayat karpathian yg dibantai dahl? :D
seinget gw (udah lama banged gw baca zauri :P ), dahl itu matinya kempes.. terus nyisa lendir2 gitu, gak bertulang sama sekali. wajar gada mayatnya lhaa… :P
(btw gw agak kagok ngingetnya soalnya di nightfall ada monster yg penggambarannya mirip dahl, dan idupnya di gua pulak >__<)

Quote
Contoh lain: Mio si peri kan punya tangan. Kenapa dia gak nulis di pasir atau tanah sebagai cara komunikasinya ke Kayla? Kalaupun pemahaman bahasanya beda antara manusia dan peri, bisa aja si Mio ngegambar, misalnya mahkota untuk merujuk Kayla sebagai seorang putri?

entah udah berapa juta pembaca yg protes beginian(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/q11.gif)
(om pur pasti entar nyusul dah, taroan yuk ;D ;D ;D)

Quote
3. Dari segi plot, hampir gak ada hal baru di dalam Zauri, bahkan plot2 utamanya juga. Mayoritas udah pernah ada di cerita lain. Contohnya: tentang kakak yang hilang dan ternyata jadi jahat, tentang putri yang dikutuk dan hilang ingatan, tentang cinta segitiga Dios-Regia/Kayla-Zen dan keputusan akhir mereka, tentang sang Amigdalus yang justru dimanfaatkan orang lain, dll.
Intinya, mungkin bisa disebut kalau plotnya Zauri kurang greget.

kalo menurut gw (sebagai pembaca setia fantasi, tentu :P ) untuk beberapa aspek greget zauri dapet, tapi tidak buat beberapa aspek lainnya. aspek2 kayak jokes, dialog, gaya bahasa, gregetnya lumayan dapet. tapi buat adegan klimaks, gak dapet.
(inilah yg gw maksud waktu itu: kalo mau bikin adegan klimaks, kumohon jangan bikin adegan pertempuran ala rpg di mana si antagonis dikalahkan dengan kekuatan bulan si protagonis)

Quote
7. Lalu kenapa Zauri bisa dapat 2 penghargaan itu (1-nya nominee)?
karena penghargaan buat Zauri itu penghargaan buat kategori remaja! dibanding teenlit2 gak jelas as the competitors, jelas zauri jauh lebih unggul lha.. ^-^

sekali lagi, remaja coy! pake logika dan standar remaja, biar penilaian lebih adil dan objektif!

Quote
Sebagai penutup, sejauh ini yang menduduki posisi novel fantasi lokal terbaik yang pernah kubaca adalah Ledgard.
Nah, secara keseluruhan, menurutku Zauri mendapatkan nilai yang gak terlalu berbeda dengan Ledgard.
Tapi, bila keduanya harus seri, maka pemenangnya adalah Zauri.

statement gak konsisten -.-”
ledgard emang bagus di plot, orisinalitas, ama setting, tapi gaya bahasa over-detil (dan membosankan) dan style dialog yg gak banged, itu bener2 fatal buat gw. gw bahkan sampe benci sama ledgard waktu dulu beres baca! :D
wah sayang fred lu gak ambil Cardan, padahal si om pur udah ngambil tuh… kan asik bisa disidang disini rame2.
oke next review ente berarti sang penandai & goran–dua novel unggulan gw tuh, walaupun tebelnya cuma sepertiga ledgard, tapi buat gw kualitasnya 3x lebih bagus dari ledgrad :P
(btw gaya bahasa berduhai2 ria lemures itu gw absorp dari sang penandai, yah ketauan deh :-[)
[tab:Hal 7]________________________________________
Post by: fr3d on July 08, 2008, 10:06:56 am
________________________________________
Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
jadi buat ente sis dian, jangan ngambek, atau setidaknya jadi ilpil/sebel ama si fred yak!

Aduh, yang ini sih akhirnya udah japri-an sama mba dian. :-[
Sebelum ngelanjutin, mba dian, kemaren aku lupa ngasih komen kalau ada sejumlah aspek fantasi di Zauri yang sebenernya udah bagus. Mudah2an para pembaca komen gak sampe ngerasa Zauri jelek banget yah, karena kenyataannya gak begitu. ;)
Sejumlah aspek fantasi yang udah oke, menurutku, misalnya: fusan, bubaglop (meski gak sepenuhnya orisinil), mohaz, legenda sang amigdalus itu sendiri, dll. [thumbsup]
Cover-nya juga bagus. Kalaupun ada kritik adalah di tulisan judul “Zauri”-nya, mba dian. Kalau diliat sekilas, orang pasti gak ngeh itu dibacanya “Zauri”.

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
gila fred, gw bener2 ampe terperangah bacanya (lebih terperangah waktu gw dulu baca komen lu ke prolog gw ;D)

Nah, biar gw tebak, pasti karena kalimat pertama gw di komen itu (tentang bohong dan gak suka).
Padahal, itu kan penerapan “trik kalimat pertama”. :P
Kalau pernyataan itu gw taruh di akhir komen, pasti efeknya beda.

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
seinget gw (udah lama banged gw baca zauri :P ), dahl itu matinya kempes.. terus nyisa lendir2 gitu, gak bertulang sama sekali. wajar gada mayatnya lhaa… :P

Oh iya lupa, matinya kempes! Kepikiran soal mayat, soalnya pas Dios dkk. kabur dari gunung mau meletus itu mereka katanya sempet ngelewatin “mayat” dahl yang gosong gara2 apinya Mario.
Hmm… berarti sebenernya ada banyak dahl di gua itu? Tapi pas didatengin Dios dkk. cuma tinggal 1 atau kebetulan mereka gak ketemu yang lain kali ya?

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
kalo menurut gw (sebagai pembaca setia fantasi, tentu :P ) untuk beberapa aspek greget zauri dapet, tapi tidak buat beberapa aspek lainnya. aspek2 kayak jokes, dialog, gaya bahasa, gregetnya lumayan dapet. tapi buat adegan klimaks, gak dapet.

Kalau maksud gw, yang greget itu adalah semacam faktor X (biasanya dari plot).
Susah ngejelasinnya karena kadang2 pun gw kesulitan untuk point it out hal itu yang mana.
Faktor X si bikin greget ini membuat apa yang dirasakan penulis sewaktu menulis novelnya dirasakan pula oleh pembaca sewaktu membaca novel itu.
Misalnya:
- kalau adegannya sedih nian, pembaca pun benar2 merasa sedih, minimal sampe mau nangis (contohnya di Kite Runner, kalau gak ditahan2, gw pasti udah nangis bombay… :-[);
- kalau adegannya thriller kejar2an, pembaca dibuat merasa cemas, resah, takut ketangkap, adrenalin terpompa, etc. (contohnya di Da Vinci Code, atau yang paling jelas ya, di film Prison Break);
- kalau pas adegan endingnya happy, pembaca ngerasa kebahagiaan itu pula, entah sampai membuat pembaca menangis haru, tersenyum lebar karena lega, atau bahkan tepuk tangan (ini gak gw dapet di buku terakhir harpot [hammer]);
- kalau adegannya komedik, pembacanya tertawa lepas, kalau mungkin bahkan sampe gak bisa berhenti! ;D
Adegan2 itu semuanya mau gak mau terkait sama plot di dalam cerita.

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
statement gak konsisten -.-”

Maksud gw “sejauh ini, sebelum baca Zauri”. Setelah baca Zauri, pemenangnya adalah Zauri.
Next komen adalah Sang Penandai.
Goran terpaksa harus belakangan. Gw masih bertanya2 lho, kenapa sih sinopsis di cover belakangnya Goran harus begitu? Karena siapa pun yang ngebaca sinopsis itu pasti bakal ngerasa pusing, bahkan sebelum baca novelnya… [hammer]

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 09:26:47 am
kalo om pur gw kasih stempel sebagai biawak, maka si fred gw stempel sebagai ular kadut(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/6.gif)

Apaan sih ular kadut itu?

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 08:37:06 am
karena ngebantu ane ngerevisi lemures :D

Oh, jadi akhirnya lemures direvisi juga… [rolleyes]
(*sambil buru2 kabuuur…*)
________________________________________
Post by: clickdian on July 08, 2008, 12:10:18 pm
________________________________________
Quote from: blue_amaranthine on July 08, 2008, 09:20:08 am
waduh, waduh, ngedengar reviewnya fr3d bikin gw merinding. Kalo aq jadi dian, kayanya ga bisa tidur deh semaleman, karena gw juga pernah dikomentarin kaya gitu.

Blue, biasa aja tuh, tetep tidur seperti biasa :D

Quote from: MakMak on July 08, 2008, 08:18:39 am
novel pertama + blon pengalaman = dapat penghargaan ;D ;D ;D
menandakan bahwa anda adalah penulis yang potensial [thumbsup] [thumbsup] [thumbsup]

Wekekek.. penulis potensial sekalipun butuh latihan. Dapet masukan dari orang adalah salah satu prosesnya [thumbsup]

Quote from: BloodSin on July 08, 2008, 09:26:47 am
kalo om pur gw kasih stempel sebagai biawak, maka si fred gw stempel sebagai ular kadut(http://i164.photobucket.com/albums/u33/kuku_merah/6.gif)

Gyahahahah!! ;D
Ati2 lho ntar dibales. Nah, Om Biawak dan Mas ular kadut, TS kita mau dicap dengan nama apa nih? [gossip][biggrin]
Nggak marah kok. Lah, orang dibantuin kenapa jadi marah?
Fred kasih tahu kan berarti dia care, ya nggak? ^-^
heheh [biggrin]

komen jujur itu langka banged buat seorang pengarang. –> benar sekali!
Soal cover, thanks to Bene (illustrator-nya Grasindo). Dan editorku juga bantuin banget, secara aq lumayan bawel soal cover, comment mulu! [angry]–>penulis nyebelin, nih! [hammer]
Oww.. soal Dahl, kepikiran gak kalo gua di gunung Ner itu sebenernya bercabang2? Prasaan udah kujelasin kalo gunung itu berbopeng-bopeng (alias lubangnya banyak)?
Nah, logis gak kalo Dahl2 yg laen pada ngumpet di cabang gua yg laen? [rolleyes]

Comments No Comments »

[tab: Hal 1]Sesi I (8 Nov 2007 – 20 Nov 2007)

  • Tentang forum ini
  • Zauri masuk nominasi Adikarya IKAPI dan Khatulistiwa Literary Award
  • Perbedaan Fans Fiction dan Fantasy Fiction
  • Character-Mix Technique: let the characters lead the story, oleh rd_Villam
  • Tentang Cardan, terbitan Gagasmedia
  • Zauri menjadi juara II Adikarya IKAPI 2007
  • Writer’s Obstacle: The Beast Inside My Head, oleh rd_Villam
  • Soal perbedaan novel dan film

[tab:Hal 2]

________________________________________
Post by: BloodSin on November 08, 2007, 07:10:09 pm
________________________________________
hmmm.. admin.. jangan dipindah ke sub-topik fanfic (fan-fiction–yang berarti istilah yg ditujukan untuk fans fiksi-fiksi tertentu) lagi yah.. soalnya thread ini sudah berada pada tempat yg benar. ;)
Salam hangat
Rey L,
penguasa thread fantasi Indosiar yang baru naik tahta.. :-* :-* :-*
________________________________________
Post by: clickdian! on November 09, 2007, 08:30:17 am
________________________________________
Yo Guys! Glad to be back!
Mumpung udah bisa masuk, aq mo minta doa nih..
Zauri masuk nominasi Adikarya IKAPI dan Khatulistiwa Literary Award..
Wish me luck, Guys!
Link:

http://khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com/2007/11/05/pengumuman-hasil-seleksi-tahap-1-longlist-khatulistiwa-literary-award-2007/

________________________________________
Post by: rd_Villam on November 12, 2007, 02:05:39 pm
________________________________________
fanfic berasal dari kata fans fiction, yaitu cerita yang dibuat oleh para penggemar fanatik kisah-kisah yang sudah ada (entah macam harry potter, cerita anime, ataw drama2 asia), dengan alternatif cerita yang dibuat berbeda walaupun menggunakan tokoh2 yang sama.
fantasy fiction, seperti dalam thread ini, adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif dimana hal2 yang tidak mungkin jadi biasa, walau ada banyak sih alirannya) yang tokoh2 dan latarnya diciptakan oleh para penulis (dalam hal ini ya kita-kita ini) sendiri… tidak berdasarkan tokoh-tokoh dalam cerita lain.
kalo soal karya asli atau enggak, terus terang sebenarnya rada bingung juga sih gua… cerita2 fanfic tersebut kadang2 sangat berbeda juga dengan cerita aslinya, sehingga layak juga mestinya disebut karya ‘asli’ si pengarang baru tersebut (cukup asli deh…).
oleh karenanya, tentang asli atau tidak asli mungkin perlu lebih dicermati lagi maksudnya. (halah… basa belibet… bikin pusing…)
ini adalah thread tentang para penulis yang nekat menceburkan diri masuk ke dunia fantasi, mungkin itu udah cukup.
kalo ada yang tambah pusing, ya begitulah…
ini tempatnya para pemimpi… heheheh…

[tab: Hal 3]
________________________________________
Post by: mocca_chi on November 13, 2007, 07:42:53 am
________________________________________
wah jadi kepengen juga buat fiksi fantasi. tapi apa ya temanya…
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 13, 2007, 10:00:06 am
________________________________________
usul nih, daripada pusing nyari tema buat cerita, usulku coba bikin empat karakter2 yang aneh dan unik terlebih dulu. nanti tema cerita bakal muncul dengan sendirinya…
let the characters lead the story…
ini… barangkali tertarik menggunakan teknik character-mix…
(kukopi corat-coret gak jelas dari blogku ini)
—————————–

Yakin mau bikin tema cerita dulu baru bikin karakternya?
A : Mau bikin cerita baru nih!
B : Boleh. Mau mulai dari mana: bikin tema dulu atau karakter dulu?
A : Ya dari tema dulu dong! Gimana sih? Biasanya kan begitu.
B : Yakin? Ya udah, mau bikin tema apa?
A : Biasa, fantasi. Perang melawan penyihir jahat. Jagoannya cowok, punya emak di desa tukang bikin kue, dan punya temen cewek pencopet cilik.
B : Jadi inget sama…. Ya udah, jadi ada empat karakter nih: Panglima, Penyihir, Tukang Kue, sama Pencopet. Sok atuh… dibikin gambaran karakternya.
A : Lihat nih…

Panglima Cowok 20 tahun Bijaksana
Penyihir Cowok 50 tahun Licik
Tukang kue Cewek 40 tahun Pemarah
Pencopet Cewek 10 tahun Periang

B : Terlalu biasa nih! Boleh gua utak-atik, gak?
A: Mmm, boleh deh.
B Begini nih…

Panglima Cewek 20 tahun Bijaksana
Penyihir Cewek 50 tahun Licik
Tukang kue Cowok 40 tahun Pemarah
Pencopet Cowok 10 tahun Periang

A : He he, boleh juga sih. Jadi sekarang tokoh utamanya cewek nih, trus lawan cewek juga? Terus si tukang kue jadi bokapnya? Pencopet cowok kecil, itu sih udah biasa juga.
B : Eh, emang gua bilang tokoh utamanya si panglima cewek ini? Bisa aja kan si tukang roti yang jadi tokoh utama, atau si pencopet kecil itu.
A : Si tukang roti? Ya bisa juga.
B : Atau mau diutak-atik lagi?
A : Ntar dulu! Gua suka juga tuh sama tokoh panglima cewek. Yang itu jangan diubah.
B : Boleh. Jadi tinggal tiga terakhir nih…

Panglima Cewek 20 tahun Bijaksana
Penyihir Cewek 10 tahun Licik
Tukang kue Cowok 50 tahun Pemarah
Pencopet Cowok 40 tahun Periang

A : Heheh, jadi penjahatnya sekarang anak kecil 10 tahun nih? Menarik juga. Tapi tukang kue sama pencopet tua, apa menariknya?
B : Ya si tukang kue jadi babe yang pemarah. Trus si pencopet cowok itu, dijadiin pacarnya si panglima cewek aja…
A : Ketuaan ah…
B : Soal umur mah gampang atuh… Tinggal dikurangin. Mau jadi umur berapa? 25 tahun? Boleh. Tapi udah puas belon nih?
A : Sifatnya belon diutak-atik kan?
B : Yoi. Nih coba liat…

Panglima Cewek 20 tahun Periang
Penyihir Cewek 10 tahun Pemarah
Tukang kue Cowok 50 tahun Licik
Pencopet Cowok 25 tahun Bijaksana

A : Wah! Tambah aneh nih! Penjahatnya tukang kue?
B : Iya! Si bokap yang tukang kue ini ternyata jahat, dan berhasil merebut kekuasaan. Si panglima cewek terpaksa kabur dari negerinya, dibantu kabur sama si pencopet bijaksana.
A : Terus si penyihir kecil jadi apaan?
B : Boleh juga kalo mau dijadiin partner in crime-nya si tukang roti.
A : Heheh. Boleh juga.
B : Atau bisa juga begini…

Panglima Cewek 20 tahun Pemarah
Penyihir Cewek 10 tahun Bijaksana
Tukang kue Cowok 50 tahun Licik
Pencopet Cowok 25 tahun Periang

A : Artinya?
B : Si panglima cewek sering ngamuk. Si pencopet cowok jahil. Nah sih penyihir cilik nih jadi orang bijaksana, mesti dicari dulu di tengah hutan, karena ternyata dia yang menyimpan kunci untuk melawan senjata rahasia milik si tukang kue.
A : Wah bagus nih ! Yang ini aja deh.
B : Jangan puas dulu. Coba elu utak-atik sendiri deh. Gua cuma pengen kasih tau nih, ada 4 kali 4 alias 16 kemungkinan cerita di sini. Bisa nambah lagi kalo elu masukin juga variabel-variabel lainnya.
A : Eh, iya yah… kok temanya berubah dari tema awal gua?
B : Hehe, emang itu tujuan gua. Daripada bikin tema dulu baru karakter, yang hasilnya terlalu stereotip, mendingan elu bikin dulu karakternya, baru masuk ke tema.
A : Ah, belagu lu. Tapi boleh juga sih cara ini.

catetan :
Hitungan si B salah tuh. Mestinya ada 9216 kemungkinan cerita.
Angka dari mana? Nanti aja deh dibahas di kelas matematika. heheh…
———————-

[tab: Hal 4]
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 14, 2007, 09:48:24 am
________________________________________
eh…
ada fantasi lokal baru terbit agustus kemaren ya?
judulnya Cardan, terbitan gagas (haha… ternyata mereka nerbitin fantasi juga…)
pengen baca, tapi belon nemu di toko buku…
ada yang udah baca?
________________________________________
Post by: BloodSin on November 14, 2007, 03:31:00 pm
________________________________________
hmmm.. ente ktinggalan info ne.. ;D
gagas udah nerbitin 2 fantasi sebelomnya: nightfall (yg ini gw udah baca) ma satu lg.. lupa judulnya pokonya nyinggung2 time machine gitu deh.. hmm.. yg unik, kayanya gagas udah ngebagi divisi genre untuk novel2na: ada fantasy-lit, teenlit, dan lain sebagainya.. :)
kalo yg novel cardan itu, malah kayanya gw yg ketinggalan info.. baru denger ne.. ente denger dr mana?
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 14, 2007, 04:59:35 pm
________________________________________
rey, gua tau cardan pas buka site tokobuku online.
maksud gua tuh… gua pikir gagas cuma tertarik sama fantasi dengan tema yang ringan dan tipis,
sementara cardan ini kayaknya bertipe epik dengan tebal sampe 330 halaman.
jadi… apa kita harus mengarahkan senjata ke sana? hehehe…
________________________________________
Post by: clickdian on November 15, 2007, 08:36:24 am
________________________________________
Guys,
Alhamdulillah Zauri dapet juara 2 Adikarya IKAPI, makasih untuk doa dan dukungannya yaaa.. :D
To all:
Fiksi fantasi lokal sudah diterima di negeri sendiri nih, jadi jangan ragu berkarya ya!
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 15, 2007, 08:52:17 am
________________________________________
hoho…
selamat, dian!
wah… hebat bener ya…
ayo deh, mari kita tetap bersemangat menulis fantasi!
ah… gua bermimpi suatu hari nanti fantasi-fantasi buatan anak negerilah yang merajai toko-toko buku,
dan ada penghargaan semacam hugo award setiap tahunnya (dian award mungkin, heheheh…, khusus untuk buku-buku fantasi tersebut (mulai dari novel, novelet, hingga short stories).
jalan yang panjang, tapi bukannya gak mungkin…
________________________________________
Post by: clickdian on November 15, 2007, 08:58:12 am
________________________________________
Tq, Villam :D
Aq juga surprise banget, satu2nya fiksi fantasi yg masuk nominasi. Sempet jiper juga, ga pede soalnya yg lain dari genre yg lebih banyak penggemarnya. Tapi kyknya juri2 juga suka berimajinasi, jadinya zauri kepilih deh.
Tinggal Khatulistiwa nih T_T
Ini mah kayaknya ga mungkin abisss… saingannya super ketat.
Tapi yah, harapan walopun cuma 1% tetep harapan kan? ;)
Minta doanya ya, guys..
________________________________________
Post by: BloodSin on November 15, 2007, 10:01:40 am
________________________________________
@ sis,
whwhwwh.. juara 2.. keren banged.. congrats ya.. ;D jadi makan2 duank.. ;D ;D
@villam,
gagas bukannya udah ngasi limit halaman naskah.. pokonya setau gw limit halamannya tipis banged deh.. cuman 125/150 halaman spasi 1.5.. ato berapalah.. kok tuh novel lumayan tebel bs terbit ya? ??? ???
@aree,
tertarik nulis fantasy?

[tab: Hal 5]
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 16, 2007, 10:53:37 am
________________________________________
mmm…
buat iphrite alias kokonoka yang meminta gua membagi tips lagi.
hahaha… kayaknya yang di bawah ini mungkin bukan tips, cuma corat-coret gak jelas dari penulis yang baru bisa bermimpi…
kukopi juga dari blogku.
yah, walau gak jelas, semoga bermanfaat dan bisa membangkitkan semangat…
ciao.
—————————-

Writer’s Obstacle : The Beast Inside My Head

Ouch! You killed my brother!
It’s time for revenge,
but what is the main obstacle to become a real writer?
Dari sekian banyak tahapan yang dilalui penulis, mana yang paling menantang?

A. Aktivitas menulis
(proses ngebikin novel impian itu maksudnya)

A1. Persiapan (atau perencanaan)
Macem-macemlah, mulai dari ngimpi, corat-coret tokoh, plot, dunia impian, action outline (sebelon jadi scene outline), dll.
Sampe minimal kita tau 70% dari keseluruhan cerita yang kita buat. Pokoknya jangan sampe blank, kita gak tau cerita yang kita tulis ujungnya ada di mana.
Oy! Jangan lupa risetnya. Mau bikin cerita detektif/pembunuhan coba dateng ke kantor polisi ataw ke rumah sakit (/jiwa?). Mau bikin cerita luar angkasa, coba ke bulan. Mau tau kayak apa Eiffel di bulan Februari, ya coba dateng ke Paris, biar gak bingung ini musim dingin apa musim panas.
Gak punya duit, surfing internet ajah di wikipedia.
Oke? Udah siap semua pedang dan armor kita?
Siap, boss!
It’s time to go to the dungeon and kill the beast!

A2. Menulis
Kerjaan utama yang paling berat nih, ngeluarin the beast dari dalem kepala.
Gaya dan kecepatan para penulis beda-beda. Ada yang bisa ngebut ngetik selesai dalam seminggu (mereka-mereka yang ngetop sebagai prolific authors nih), ada juga yang bisa berbulan-bulan.
Barangkali ada yang berminat kayak Tolkien, bikin LOTR dalam 13 tahun?
Biar gak keliatan menakutkan, maju aja sedikit-sedikit. Ya sebulan satu bab deh…
Kan kita mesti sekolah, ke kantor, jalan-jalan ke mal, chatting, surfing, ngurus anak, dll dsb. Ya gitu deeh…

A3. Rehat

Udah selesai semua 30 babnya? Weh, jadi hampir tiga tahun nih nulisnya?
Luar biasa, dan selamat! Iya. Pokoknya selamat!
Kita udah lolos tahap kualifikasi yang paling berat buat jadi penulis!
Konon katanya, dari 100 orang yang bermimpi jadi penulis, cuma 50 orang yang berani mencoba menulis. Dari 50, cuma 25 yang menulis sampe selesai novelnya. Dari 25, cuma 12 yang berani ngirim ke penerbit. Dari 12, cuma 6 yang mau memperbaiki setelah ditolak. Dari 6, cuma 3 yang berani mengirim ulang. Dari 3, cuma 1 yang akhirnya berhasil diterbitin.
Kalo gak salah sih.
Eh, tapi ngapain dibahas sekarang? Udah deeh…
Saran para penulis top: print draft pertama tersebut, masukin ke kulkas selama sebulan, jangan pernah disentuh-sentuh. Biar semuanya hilang dari otak kita buat sementara.
Simpan dulu pedang kita. Waktunya pergi ke tavern.
Sementara nganggur, kita bisa mulai ngelayap kemana-mana (lihat bagian B. Aktivitas lain-lain), atau coba bikin konsep buat novel berikutnya.

A4. Kritik sendiri
Asumsinya udah belajar banyak dong dari proses belajar kita.
Sekarang ambil lagi tuh naskah dari dalem kulkas. Senjata yang mesti disiapkan: pulpen/pinsil dan notes (ya pedang yang itu maksudnya).
Hiaat! Dengan ganasnya kita bantai tulisan kita sendiri dari awal.
Kill the goblin! Kill the goblin!
Hoaahh! Apaan nih?
Kenapa kok plotnya jadi keliatan gak masuk akal sekarang?
Lho, ini tokoh ngapain muncul di cerita ini? Gak ada gunanya!
Ini apaan nih narasi panjang lebar gak jelas?
Waduh, kok lambat banget sih ceritanya? Bikin ngantuk!
Catet dulu di notes, jangan buang sekarang, jalan terus dulu.
Yang ini, deskripsinya kok ngambang? Ya catet juga, nanti ditambahin.
Nyantai, man… nyantai…

A5. Kritik dari orang lain
Puas dengan kritikan sendiri?
Jangan.
Beranikan diri, kasih tuh draft naskah ke orang laen.
Semakin expert orang tsb tentu semakin bagus. Tapi kalo gak ada, ya papi, mami, kakak, adek, pacar, temen juga bisa. Minimal mereka bisa ngasih tau di halaman berapa mereka tertidur karena bosennya.
Pembaca/kritikus yang expert bisa ngasih tau poin-poin lemah mana ajah yang sebelumnya gak kita pikirkan.
Tentang ini ntar kita bahas khusus deh.

A6. Rewrite (tulis ulang)
Udah dapet semua kritiknya?
Bagus? Jelek? Perlu diterima? Atau ditolak ajah?
Ya terserah kita.
Yang jelas kalo kita berani rewrite alias tulis ulang (bukan sekedar potong kiri potong kanan, tambah atas tambah bawah), berarti kita udah selangkah lebih maju.
Gak usah takut, rewrite dan edit selalu membuat tulisan kita menjadi lebih bagus, gak pernah jadi lebih jelek.

A7. Ulang lagi dari A3
Hah? Muter lagi?
Hehe, terserah sih. Ini saran ajah.
Ok deee…
Balik lagi ke gua, bang! Ada harta karun yang belon sempet diambil di sana!

A8. Ulang lagi dari A3
Maksud loh?!
Ya itu maksud saya. Pokoknya periksa ulang dan periksa terus!
Hmm, editing is a never ending process. Setiap kita tengok lagi tuh naskah, pasti selalu ada aja yang cacat.
Gak percaya, coba liat lagi sekarang. Pasti masih ada yang salah. Berani taruhan? (hus, haram!)

A9. Kirim ke penerbit dan tunggu
Udah deh, capek nih ngedit. Udah gak sabar nih…
Sip! Selamat karena kita udah berani nekat naik ke Arena.
Face the minotaur and its great axe!
Itu lebih bagus daripada gak pernah berani mencoba.
Tentu saja ada syaratnya: naskah yang kita kirim sudah kita edit sedemikian rupa, sehingga kita yakin itu adalah yang terbaik bisa kita buat, setidaknya sampai saat ini.
Jangan lupa perhatikan tatacara pengiriman naskah. Editor dan penerbit banyak maunya lho…
Setelah itu, tunggu dengan sabar ya.
Bisa seminggu, tiga bulan, atau setaon. Seumur hidup?
Sementara nunggu, coba deh ngelayap lagi, atau bikin novel lainnya.

A10. Ditolak
Hore! Ditolak buat yang pertama kali!
Toast! With the minotaur.
Sambutlah dengan senyum, simpan baik-baik surat penolakannya.
Itu bakalan jadi kenangan indah buat kita nanti, suatu saat.
Inilah saatnya naik level.
Ketemu naga, bukan lagi minotaur, apalagi goblin kroco.

A11. Ditolak lagi dan ditolak lagi
Ouch! You killed my brother!
Hooo. Keep smiling, man…
Baca baik-baik surat-surat penolakan tersebut, dan kita akan menemukan apa yang membuat naskah kita ditolak.
Kita akan belajar menerima kenyataan pahit ini: tidak penting sebagus apa naskah kita, kalau tidak sesuai dengan selera atau standar editor dan penerbit, ya tetep aja ditolak.
Tapi minimal ada yang bisa kita pelajarin.
Sesuatu yang bisa menjadi senjata pamungkas kita.

A12. Moment of Truth
Saatnya penentuan, apakah kita bener-bener seorang penulis atau bukan.
It’s the main obstacle.
Face the dragon in the final battle.
Mereka pikir kita akan menyerah setelah ditolak sepuluh kali?
Duapuluh? Limapuluh?
No, Master! Wait for my revenge!
Ada 3 jalan di depan kita:
1. Perbaiki lagi tuh novel yang ditolak, dan coba kirim lagi. Teruus dan teruuuss…
2. Bikin cerita yang laen. Kita penulis kok, kita bisa bikin satu, kenapa gak bisa bikin yang kedua, ketiga, dst? Ditolak juga? So what? It’s my life.
3. Simply Quit. Goodbye, brother. Don’t worry, you’re still my friend. Maybe we’ll meet again, someday, etc, etc.
The dragon is in our mind.
Make your decision.

A13. Revenge
The sweetest time.
The evil dragon is dead.
Saat ketika semua pengorbanan terbayar lunas. Duh duh duh…
Perlu dibahas?
No, just dream it.

B. Aktivitas lain-lain
(nangkring & nongkrong)

B1. Belajar
Ya macem-macem juga deh yang dipelajari.
Paling penting adalah belajar tatacara penulisan yang baik. Mesti rajin-rajin dong buka buku EYD, tatacara Editing, Pelajari Tips n Trick dari internet.
Apa aja sih yang biasanya jadi topik pembunuhan naskah, favoritnya para kritikus?
Jangan malu nanya para penulis top yang pinter-pinter itu. Cari tau seperti apa novel yang bagus, dan yang gak bagus. Ya mesti banyak baca-baca novel laen buat benchmarking (ceile…), impor maupun ekspor (hah?).
Tapi jangan nangkring di depan komputer doang (kayak saya).
Nongkrong juga dimana kek. Liatin juga tuh kelakuan orang-orang di pasar, di stasiun, di stadion, di bank, di ruang tunggu dokter.
Lumayan buat database tingkah laku orang.

B2. Survey pasar dan penerbit
Jalan-jalan yuk, ke toko buku.
Liat majalah Trubus, hmm… bisa gak ya kirim cerita fantasi ke sini?
Dimana alamatnya? Lihat di cover belakang, atau ada di halaman dalam?
Oke deee… beli.
Huh? Isinya kok pohon semua? Mau bikin cerita Wood Elves? Walah…
Cari lagi deh yang laen…
Oke, nih ada novel fantasi yang keren, terbitan penerbit ABC (bukan kecap itu tapinya). Laris juga kabarnya.
Dimana alamat penerbitnya? Catet. Coba cari info tentang penerbit ini di internet. Cukup bonafid dan bisa dipercaya? Mana alamat emailnya?
Oke, kenalan dulu via email.
Mau terima fantasi gak? Gimana cara ngirimnya? Begini begitu.
Mereka mungkin bilang: sori belon minat. Tapi mungkin ada juga yang jawab: coba kirim sinopsis dan 10 halaman pertama.
Voila! Jalan sudah terbuka.
Mungkin ada juga yang jawab: kirim hardcopy langsung aja semuanya. Syaratnya ini dan itu. Oke. Meluncur.
Tapi kalo ada yang minta diemail semuanya pake ms word, mending tahan dulu deh.

B3. Gaul di forum penulis.
Ya, namanya juga pemula, tau dirilah.
Belajar dari penulis-penulis lain yang lebih paham. Kenalan juga dengan sesama penulis pemula yang senasib sepenanggungan.
Banyak kok forum semacam ini di internet.
Dengan mereka-mereka ini kita nanti bisa minta masukan mengenai draft naskah kita. Banyaklah informasi yang berguna dari mereka.

B4. Kegiatan lain
Hmm, banyak sih.
Ketemu penggemar di mal dan universitas, bedah buku, tanda tangan.
Heheh…
Woy, bangun! Udah siang!
Kerja, kerja!
Just face that beast, okay?

B5. Belajar lagi, sampe akhir hayat
At last, everything we do is about learning.

[tab: Hal 6]

________________________________________
Post by: rd_Villam on November 19, 2007, 02:46:25 pm
________________________________________
rey,
cardan belon selesai juga nih bacanya. ada satu hal penting yang kurang di novel ini, seperti halnya numeric uno, yaitu kurang ‘pressure’ awalnya. tapi sampe separo jalan, gua rasa masih lebih bagus daripada numeric uno kok. gua saranin elu tetap beli deh. heheh…
soal reviewnya, ntar deh, mudah2an bisa dibedah secepatnya. ada kesulitan tersendiri. gua gak bisa konsen bacanya, soalnya kemudian malah mikirin cerita gua yang gak selesai-selesai. payah dah…
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 20, 2007, 11:37:15 am
________________________________________
soal perbedaan antara novel dan film,
dalam beberapa kasus memang jadi lebih berkualitas filmnya.
seperti LOTR dulu, peter jackson juga bisa bikin interpretasi yang lebih mantap, seperti karakter yang lebih ‘believable’, walaupun tentu saja banyak cerita yang hilang.
tapi banyak dalam kasus lainnya, biasanya timbul kekecewaan karena filmnya ‘dirasakan’ menjadi lebih buruk.
________________________________________
Post by: BloodSin on November 20, 2007, 11:48:33 am
________________________________________
@villam,
bah, tapi kalo udah dari bukunya jelek mah kayana udah gak mungkin bisa bagus ya kalo dipelemin.. :)
________________________________________
Post by: rd_Villam on November 20, 2007, 02:50:57 pm
________________________________________
u know what? bagi gua, seringkali nonton film selalu mendatangkan lebih banyak ide daripada membaca bukunya.
kita bisa belajar tentang gaya atau teknis penulisan dari membaca buku, tapi cara penyusunan plot dalam film (pembukaan, konflik, klimaks, penutup), dan cara visualisasinya, yang justru sebenarnya sangat berguna buat para penulis yang hendak membuat novel.
sepertinya para sutradara itu tau betul bagaimana harus membuat penonton tertarik dari awal, dan meringkas dalam film yang padat dalam 2 atau 3 jam.
yah, tentu saja cuma film-film yang bagus ajah…
heheh…

Comments No Comments »